
Setelah menyelesaikan beberapa dokumen dan menghadiri beberapa pertemuan kini Kevin sudh ada dirumah, meskipun pikirannya melalang buana tentang kebersamaan Dewi dan Rangga yang sedang pergi menonton tapi ia tetap menghadiri meeting walaupun pada akhirnya yang lebih banyak mengkritik dan memberi saran ia serahkan kepada Daffa.
Saat ini Kevin sedang duduk diruang tamu sesekali ia menatap ponselnya sepertinya menunggu kabar dari Dewi, padahal sampai sekrang pun ia tidak memperbolehkan gadis itu memengang ponsel.
Hingga menjelang magrib mata hidung Dewi belum juga ada tanda-tanda akan muncul di rumah, sesekali ia melihat keruang pintu masuk utama tapi hasilnya nihil tidak ada tanda-tanda orang mau masuk.
“Pergi kemana aja kalian wi, sampai sekarang kamu belm kembali”batin Kevin.
Tak selang beberapa lama akhirnya gadis yang ditunggu-tunggu pun datang, Dewi berjalan begitu saja tanpa memperhatikan sekitar, bahkan ia tidak memperhatikan seseorang yang menatapnya tajam dari ruang tamu.
“Sejak dikampus ada kuliah malam..?”tanya Kevin dingin yang menghentikan langkah Dewi.
“Dari mana..?pulang sampai jm segini, apakah jam yang melingkar ditanganmu itu tidk berfungsi dengan baik..? sampai-sampai kau lupa waktu”ucap Kevin dingin tak lupa yang menyematkan tatapan tajam sambil berjalan mendekati Dewi.
“A—ku habis jalan sama teman kuliah tadi, aku ngk ada ponsel jadi tidak bisa mengabari mu”ucap Dewi gugup, dan lagi-lagi ia harus melihat tatapan mematikan Kevin setelah bebrpa Minggu tatapan itu tidak pernh ia lihat.
“pelajaran apa aja hari ini dan dosen siapa yang masuk..?”tanya Kevin memancing Dewi, ia tahu Dewi berbohong kepadanya, ia hanya butuh Dewi berkata jujur kepadanya dari mana aja dan pergi bersama aja.
“a---ku dari”
“Kamu tau kan aku paling tidak suka dibohongin, aku tidak akan mengampuni sebuah kebohongan dalam bentuk apapun dan siapa yang berbohong termasuk istriku sendiri”ucap kevin dingin, ia menarik tangan Dewi keruang tamu.
Sedangkan Dewi yang tidak bisa berbohong hanya bisa diam saja dan menurut ketika Kevin menarik tanganya lalu menghempaskannya ke sofa.
“Dari mana dan sama siapa Dewi..?”tanya Kevin lagi.
“A—ku..A—ku”jawab Dewi terbantah.
__ADS_1
“Aku...aku..aku apa..?teriak Kevin.
“Aku dari bioskop dan bersama Rangga”ucap Dewi jujur.
“Tadi pagi alasanmu ingin berangkat sendiri, tapi kau diam-diam menemui Rangga wi, apa kamu tidak menghargai aku sebagai suamimu”teriak Kevin.
“Aku hanya bertemu dengan Rangga, aku hanya ingin mengetahui kabar dia, itu aja ngk lebih Vin”ucap Dewi.
“Tapi kamu diam-diam bertemu dibelakang ku, dibelakang suami kamu sendiri, secara tidak langsung kau sudh melangkahi jalan ku”teriak Kevin melemparkan vas bunga yang ada diatas meja sehingga membuat Dewi terkejut.
“Karna jika aku meminta izin kepada mu pasti kamu tidak akan mengizinkan ya”ucap Dewi tak mau kalah.
"ia itu benar, aku tidak akan membiarkan milikku menemui pria lain meskipun itu pacarnya sendiri"teriak kevin.
“Kamu seorang wanita yang mengerti akan agama, kamu seorang wanita yang hampir tidak pernh meninggalkan sholat, apakah pantas seorang istri pergi dari rumah tanpa seizin suaminya..?tentu kamu tau apa akibat dari semua itu..?teriak Kevin lagi.
“Kamu jahat dewi, apakah tidak ada sedikit saja ruang buat aku dihati kamu..?jika aku bisa meninggalkan Icha dan membuka hati buat kamu tapi kenapa kamu tidak bisa meninggalkan Rangga, aku hanya ingin kita sama-sama berjuang memulai dari awal”teriak Kevin “buat apa aku belajar mencintai kamu bahkan menyerahkan seluruh hati buat kamu, tapi aku malah menolaknya wi, kamu menutup hatimu buat aku, ibarat sebuah batu yang dilemparkan sudh dikembalikan sebelum batu itu sampai pada tujuannya, begitulah posisi cinta aku sama kamu”ucap Kevin lagi.
"dan asal kamu tau ketika kamu melemparkan aku ke kolam, kamu tidak tau rasanya trauma yang sudah aku kubur dalam-dalam muncul kembali, rasa trauma yang membuat aku takut untuk mandi di kolam saja aku takut bahkan hanya sekedar lewat pun aku takut, kamu tidak tau itu, yang kamu pikirkan hanya bagaimana caranya dendam kamu yang tidak jelas itu tersampaikan, bagaimana caranya dendam konyol kamu tersalurkan, kamu dengan gampangnya melemparkan aku ke kolam itu "teriak Dewi lagi
“Mungkin kalau dijabarkan semua kelakuan kamu sama aku mulai dari awal kita bertemu sampai saat ini, mungkin sudah dapat satu buku paket besar dan tebal, aku capek Vin, aku mauk dengan semua ini, aku angkat tangan Vin, aku menyerah”teriak Dewi yang sudah benar-benar lelah menjalani hidup yang seperti saat ini, hidup tidak bebas, hidup yang selalu di awasi bahkan hidup yang selalu di kekang, Dewi benar-benar lelah.
“Aku sudh minta maaf wi, aku menyesal telah melakukan itu kepadamu, awalnya aku hanya terobsesi sama balas dendam sebelum aku mengetahui fakta yang sebenarnya, dan itu sebabnya aku ingin memulai dari awal”ucap kevin, ia benar-benar menyesal telah memperlakukan Dewi dengan tidak wajar.
“Berarti kalau kamu tidak mengetahui fakta yang sebenarnya kamu akan membunuh ngituh..?kamu akan terus menyiksaku ngituh..?dalam hidup ini aku ngk butuh banyak Vin, aku hanya hidup normal seperti manusia pada umumnya, asal kamu tau Vin kita sudh menikah bebrapa bulan tapi tidak ada hikmah yang ku dapat dari pernikahan ini”ucap Dewi.
“Kamu tau kan apa yang aku mau saat ini, aku hanya ingin lepas dari pernikahan ini, ayo kita sama-sama mengakhiri semua ini, kita berdua hidup di jalan yang berbeda Vin, kita ditakdirkan berjodoh hanya sampai disini saja”ucap Dewi lagi sambil berdiri meninggalkan ruang tamu lalu berjaln menuju tangga.
__ADS_1
“dan soal cinta, aku tidak meminta kamu supaya jatuh cinta kepada ku, kamu tau kan dihati aku saat ini ada siapa..?jadi jangan berharap banyak sama aku Vin, dan cuma sekedar menginfokan besok aku akan pergi ke pengadilan untuk mengurus surat pisah kita, dan aku butuh data-data, dan kalau pun kamu tidak mau memberikan aku akan meminta sama kak Daffa., malam”ucap Dewi menghentikan langkahnya sejenak.
"berhenti disitu Dewi, aku belum mengizinkan meninggalkan tempat ini"ucap Kevin dingin tanpa menatap Dewi, tapi dewi yang mendengar suara itu tidak menghentikan langkahnya, ia tetap berjalan menuju kamarnya.
aaaaaaaa
Teriak Kevin sambil menghancurkan semua barang yang ada diruang tamu, segitu bersih keras Dewi untuk lepas darinya..?segitu tidak bisa dimaafkan semua kesalahannya kepada Dewi..?serapat apa Dewi menutup hatinya kepada dirinya..?bahkan segitu setianya Dewi kepada Rangga..?sebesar apa cinta mereka berdua.?Rangga sudh kasih apa aja sama Dewi sehingga bisa membuat gadis itu benar-benar lengket kepadanya..?. Semua pertanyaan itu terlintas dalam benaknya.
Dan jika ia mencari semua jawaban dari pertanyaan itu mungkin dia akan berakhir dirumah sakit jiwa. Untuk menghindari supaya tidak menyakiti Dewi kevin memutuskan keruang kerjanya, mungkin untuk satu malam ini ia akan menghabiskan waktunya diruang kerja ia juga akan memberikan waktu buat Dewi.
Sedangkan para pelayan yang mendengar perdebatan itu bahkan menyaksikan perdebatan itu hanya bisa menundukkan kepala, satu pertanyaan yang ada di kepala mereka seperti apa duluh pertemuan tuan dan nyonya mereka..?
"antarkan kopi hitam keruangan saya"ucap Kevin dingin lalu berjalan menuju ruang kerjanya.
Jika Kevin akan menghabiskan malam ini diruang kerjanya makan Dewi saat ini sedang berendam di bathtub tanpa melepas pakaian, ia memejamkan matanya menikmati air dingin yang menusuk di setiap kulitnya.
Entahlah sejujurnya ia masih ragu dengan keputusannya untuk mengakhiri pernikahan ini, padahal impian sedari duluh hanya ingin menikah sekali seumur hidup, ia bermimpi hanya duduk sekali saja di kursi hijab Kabul, ia bermimpi hanya sekali saja duduk saling berhadapan dengan penghulu.
Jika mulutnya berkata pisah maka hatinya akan berkata lain, meskipun baru beberapa bulan mengenal kevin tapi hatinya sudah terbiasa akan hadirnya sosok pria itu dalam hatinya, berbeda dengan Rangga, ketika ia jarang bertemu dengan Rangga maka hatinya akan bersikap biasa saja, bahkan ia merasa tidak ada yang hilang ketika tidak bertemu dengan Rangga.
"bantu aku Ya Allah untuk mengambil keputusan ini, jika kau berkehendak maka lancar semua urusanku, walaupun aku tau engkau tidak akan pernah menyukai perpisahan "batin Dewi masih memejamkan matanya.
Saking terlalu asik menikmati dinginnya air atau pun Dewi tenggelam dalam pemikirannya menyebabkan dirinya tertidur dengan pulas di bathtub, rasa dingin yang ia rasakan seketika hilang begitu saja.
Berbeda dengan kevin, jika Dewi yang awal berendam di bathtub dan hingga akhirnya tertidur pulas, maka lain hal Kevin yang mencoba memfokuskan pikiran untuk memeriksa dokumen, tapi hasilnya selalu nihil, jeritan Dewi ketika diruang tamu terlintas begitu saja di pikirannya.
"aku akan mengurus surat pisah ke pengadilan, jadi aku butuh data-data mu"
__ADS_1
kata-kata itu selalu menghantui pikirannya, kata-kata itu seakan mengejeknya mengatakan kalau dirinya sudah kalah untuk mempertahankan Dewi, dirinya gagal untuk hidup berdua dengan Dewi.
Ia harus segera melakukan sesuatu sebelum Dewi mendaftarkan gugatan pisah mereka, tapi apa..?pikirannya saat ini benar-benar buntu.