Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 106


__ADS_3

"tuan makan malam sudah siap"ucap pelayan sambil mengetuk pintu kamar Kevin.


"iyh kami akan segera turun"teriak Kevin tanpa membuka pintu.


"sayang bangun, makan malam yuk"ucap Kevin mencoba membangunkan Dewi.


"mmm"ucap Dewi sambil membuka matanya secara perlahan.


"makan malam duluh yuk, lagian kamu harus minum obat kan"ucap Kevin sambil membantu Dewi bangun dari tidurnya.


"aku ngk mau makan obat lagi, pahit tau obatnya"ucap Dewi.


"kamu mau sembuh ngk..? lagian klau kamu sembuh, besok kamu bisa langsung kuliah loh, emng kamu ngk kangen kampus ngituh..?"ucap Kevin membujuk Dewi.


"ok, aku minum obat, tapi malam ini terakhir"ucap Dewi,


"ok syaang, malam ini terakhir, ayo kita turun"ucap Kevin membantu Dewi turun dari ranjang.


"aku cuci muka duluh, kamu turun duluan aja"ucap Dewi hendak berjaln menuju kamar mandi.


"aku tungguh disini aja syaang, kamu cuci muka aja duluh"ucap Kevin, lalu ia berjalan menuju sofa yang disana ternyata laptopnya masih menyalah.


Sedangkan Dewi hanya mengangguk sambil berjalan menuju kamar mandi, ia butuh guyuran air segar supaya wajah kusutnya hilang sedikit saja.


"Dewi, masih lama kah syang"teriak kevin karna sudah hampir lima menit Dewi belum keluar dari kamar mandi, padahal kalau hanya mencuci wajah tidak sampai memakan waktu sampai lima menit.


"sebentar Vin, dua menit lagi"teriak Dewi dari kamar mandi.


"lamanya, gapain sih di dalam..?"ucap Kevin.


"biasalah urusan cewek syang, kamu ngk perlu tau"ucap Dewi gemas.


"apa tadi..?"ucap Kevin karna lagi-lagi begitu jelas mulut Dewi memanggil nya dengan sebutan syaang.


"apanya..?"tanya Dewi balik.


"kamu panggil apa tadi"ucap Kevin.


"lidahku cuma keseleo, udah yuk katanya mau makan malam"ucap Dewi mengalihkan percakapan, karna pada nyata ia begitu sadar memanggil Kevin dengan sebutan syaang.


"iyh udah, ayo kita turun"


Lalu mereka keluar dari kamar berjaln menuju meja makan, ternyata disna sudah ada beberapa pelayan yang siap melayani mereka.


"makan malamnya mau dipanaskan lagi kah tuan, seperti nya menu malam ini sudah dingin"ucap pelayan.

__ADS_1


"tidak usah, kami ngk papa makan yang dingin"ucap Dewi.


Sedangkan para pelayan hanya mengangguk, itulah yang mereka suka dari Dewi, Dewi tidak pernah menyusahkan mereka, bahkan Dewi tidak menganggap mereka sebagai pelayan dirumah ini.


"biar saya aja yang melayani suami sya, kalian makan malam jugalah, ajak yang lain"ucap Dewi karna melihat salah satu pelayan ingin melayani Kevin.


"tapi nona"


"tidak papa, tugas kalian hanya membantu membersihkan rumah sebesar ini, bukan untuk melayani suami saya"ucap Dewi memotong ucapan pelayan "ini ambil aja sebagian makanan yang ada di atas meja, karna tidak akan habis juga, syang kalau terbuang"ucap Dewi lagi karna memang menu malam ini cukup banyak, dan pasti itu tidak akan bisa mereka habiskan bersama kevin.


"maaf nona, makan malam khusus para pelayan sudah ada di meja dapur"ucap pelayan yang tidak ingin mengambil menu makanan yang ada diatas meja.


"lain kali tidak ada lagi khusus makan malm buat pelayan atau apalah itu, pokoknya kami makan apa kalian juga harus makan itu, syaa tau makanan khusus pelayan hanya ayam saja tanpa sayur"ucap Dewi, karna memang selama ini makanan khusus pelayan jauh berbeda dari makanan tuan rumah.


"ayo, ambilah, ini sudah cukup buat kami berdua"ucap Dewi setelah mengisi piringnya dan piring Kevin.


Sedangkan pelayan yang tidak mau membantah langsung mengambil sisa menu makan malam, sisa makanan itu tidaklah kotor karna Dewi hanya mengambil beberapa sendok saja.


"yuk makan"ucap Dewi yang melihat Kevin sejak tadi hanya diam sja dan belum menyentuh makanan.


"ini yang aku suka sama kamu Dewi, ngk slaah jika aku jatuh cinta secepat itu smaa kamu, kamu sangat baik hati dan tidak pernah memandang bulu"batin Kevin.


"hey, Kevin Mahendra"ucap Dewi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Kevin.


"kamu kenapa..?kok malah melamun sih, ngk baik melamun di depan makanan"ucap Dewi.


"ngk melamun syang, cuma lagi berpikir aja"ucap Kevin "kamu suapin aku dong, sudah lama kamu ngk suapin aku"


"yang sakit itu aku, kok malah kamu yang manja dan minta di suapin sih"ucap Dewi.


"emng kamu mau aku suapin..?klau kamu mau ngk papa juga, dengan senang hati aku akan menyuapi kamu"ucap Kevin bermaksud menggoda Dewi "tapi itu semua tidak gratis, mungkin satu suapan satu kecupan juga"


"ehh itu mah enak dikamu"ucap Dewi.


"ayo dong suapin aku"ucap Kevin sambil mengeser piring kehadapan Dewi "kita makan satu piring berdua aja"


"ihss kamu itu selalu saja begitu, minta di suapin tapi ujung-ujungnya sepiring berdua juga kita"ucap Dewi mengalah.


"manja sama istri ngk papa lah"ucap Kevin.


"nih makan, biar ngk ngoceh trus punya mulut"ucap Dewi sambil menyuapkan makanan ke mulut Kevin.


Dan Kevin pun menerimanya dengan hati yang bahagia, akhirnya momen yang hilang beberapa hari ini telah ia rasakan kembali, dimna setiap mereka makan selalu sepiring berdua dan yang pastinya Dewi selalu menyuapi dirinya.


Ting

__ADS_1


Ditengah-tengah asiknya mereka makan sepiring berdua, ternyata ponsel Kevin bergetar pertanda ada pesan masuk, lalu kevin langsung mengambil ponselnya dan menekan aplikasi hijau di layar ponselnya.


"lapor tuan, Rangga sudah pingsang, sepertinya ia kelaparan dan pemasokan udara mulai berkurang, kondisinya sudah sangat Pucat"isi dari pesan itu yang ternyata dari anak buahnya.


"jangan bertindak apapun, sya akan segera kesana"balas Kevin sambil menerima suapan dari Dewi.


"baik tuan, kami akan menunggu tuan disini"


Sedangkan Kevin hanya membaca saja tanpa niatan membalas pesan itu.


"siapa..?kok wajah mu langsung berubah ketika membuka ponselmu"ucap Dewi penasaran.


"ngk ada, itu cuma Daffa saja, biasalah syang urusan pekerjaan"ucap Dewi.


"btw, aku mau keluar sebentar, kamu mau ikut atau tetap dirumah aja, aku cuma perginya sebentar aja sih"ucap Kevin, mengingat Dewi baru pulang dari rumah sakit tidak mungkin ia membawa Dewi dan tidak mungkin juga ia meninggalkan Dewi sendirian,6 jadi jalan satu-satunya ia harus membawa Dewi.


"boleh"ucap Dewi, karna ia sudah cukup bosan istirahat, ketika dirumah sakit ia hanya istirahat dan dirumah juga ia harus istirahat, karna kebanyakan istirahat rasanya badan Dewi bukan semakin membaik malah ia merasa terasa pegal-pegal, karna pada dasarnya tubuhnya sangat tidak bisa kalau hanya diam saja.


"tapi kamu tunggu dimobil aja, aku hanya sebentar saja, habis urusan ku selesai kita jalan sebentar ke taman di dekat alun-alun"ucap Kevin, karna ia tidak akan mempertemukan Rangga dan Dewi.


"baiklah"ucap Dewi. "kamu minum duluh, aku ganti baju sebentar"ucap Dewi lagi, karna saat ini ia hanya memakai baju tidur saja, dengan rambut panjangnya tergerai sedikit berantakan tapi tidak mengurangi kecantikkan Dewi barang sedikitpun, bahkan ia terlihat seperti anak SMA yang baru bangun, dan menjadi kesan gemas dimata Kevin.


"ngk usah ganti baju, ambil jaket aja"ucap kevin.


"syang hati-hati, naik tangganya jangan lari-lari begitu"teriak Kevin yang gemas melihat Dewi menaiki tangga dengan berlari.


"besok-besok pasang lift aja Vin, capek tau klau naik tangga terus"teriak Dewi tanpa menghiraukan larangan Kevin.


"iyh syang, besok di pasang"teriak Kevin.


"pelayan tolong siapkan obat Dewi"ucap Kevin setelah Dewi hilang dari pandangan.


"baik tuan"ucap pelayan sambil menyiapkan beberapa butir obat Dewi sesuai dengan saran dokter.


"ayo kita berangkat"ucap Dewi sambil memakai jaketnya.


"minum obat duluh syang, baru kita berangkat"ucap Kevin.


"nanti aja di mobil, yuk langsung berangkat aja"ucap Dewi.


"kalau ngk minum obat, ngk jadi pergi, kita langsung istirahat aja"ucap Kevin mengancam Dewi, karna Dewi sangat susah sekali kalau disuruh minum obat, kevin akan memaksa dewi minum obat, dan ia akan berperan layaknya seorang ayah yang memaksa anak gadisnya meminum obat.


"baiklah pak suami, aku akan minum disini aja, dari mna tidak pergi smaa sekali"ucap Dewi mengalah.


Sedangkan kevin hanya menggeleng gemas melihat tingkah Dewi yang seperti anak kecil.

__ADS_1


__ADS_2