Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 40


__ADS_3

Suara azan subuh membangunkan Dewi, tepat pukul empat pagi Dewi terbangun dari pingsang nya.


Sejenak Dewi memandang langit-langit kamar, kesadarannya saat ini benar-benar belm terkumpul semuanya, Setelah beberapa saat Dewi mengerakkan sedikit tubuhnya ia merasakan diatas perutnya sesuatu beban berat.


Lalu ia menatap kearah samping disana terdapat sosok pria yang menutup matanya dalam damai, sejenak ia menatap wajah sosok itu, wajah yang sangat sempurna wajah putih mulus hidung mancung dan alis tebal tapi sayang dibalik ketampanan terdapat sebuah sifat kejam yg bahkan membuat kaum wanita terlena tapi tidak dengan Dewi.


Ia sangat benci wajah itu, bahkan hanya sekedar melihat pun ia tidak berniatan lagi


Lalu ia membalikan badan membelakangi kevin, kejadian yang baru beberapa jam ia alami terlintas dibenaknya, semua kejadian itu menari-nari dalam pikirannya mulai dari Kevin mencekit nya hingga dimananya Kevin melemparkannya ke dalam kolam.


"dasar ank pembunuh"sejenak Dewi mengingat kata-kata keluar dari mulut pedasnya Kevin, mulut yg dengan lantangnya mengatakan kalau dirinya adalah anak pembunuh.


"masa lalu apa yang kalian perbuat hingga harus aku yang merasakan akibatnya"batin Dewi berteriak


Seketika air matanya lolos begitu saja, sejenak ia juga melihat pakaiannya sudh terganti, saat ini Dewi hanya memakai baju kemeja yang sampai lutut dan tidak memakai bra, dan yang ia yakini yang mengganti bajunya adalah Kevin yang otomatis Kevin sudh melihat setiap lekuk tubuhnya.


Ia sudh tidak suci lagi, pria lain sudh melihat tubuhnya dalam keadaan telanjang polos, ia hanya bisa menangis dalam diam, menangis tanpa bersuara ingin rasanya ia berteriak melepaskan semua yang ada di dalam pikirannya.


Hampir satu jam ia menangis dalam diam dan hampir satu jam juga iyh tidak bergerak sama sekali dan membelakangi kevin.


Ketika jam menunjukkan menunjukkan pukul lima Dewi memutuskan untuk turun secara perlahan.


"aku harus keluar dari kamar ini sekrang juga"ucap Dewi sambil memindahkan tangan Kevin dari perutnya.


Ia turun dengan sangat hati-hati supaya tidak membangunkan Kevin.


"sudah bangun..?"tanya Kevin yang merasa tidurnya terusik.


"maaf telah membangunkan mu"ucap Dewi berusaha turun dari kasur.


Karna semua bagian kepalanya saat ini benar-benar pusing sehingga sangat sulit hanya sekedar mengangkat kepalanya saja.


"mau kemana"ucap Kevin dingin


"aku mau pindah ke kamar sebelah"ucap Dewi sambil memengang kepalanya bagian belakang.


"iyh Allah kepalaku sakit banget, bahkan hanya sekedar gerak saja susah"guman Dewi dan masih bisa di dengar oleh kevin.


"kamu istirahat disini aja"ucap Kevin dingin.


"ngk usah makasih aku kekamar sebelah aja, dan terimakasih sudh membantuku dan merawatku"ucap Dewi keluar dari kamar sambil memegang bagian belakang kepalanya yang benar-benar sangat sakit sekali, bahkan ia harus berpegangan pada tembok karna tidak kuat hanya untuk berjalan saja.


"istirahat disni aja Dewi, kamu belm sembuh pulih dan kita juga harus kerumah sakit"ucap Kevin menarik tangan Dewi supaya kembali ke kasur.


"Vin please aku ingin sendri, aku butuh waktu sendri dan kita tidak perlu kerumah sakit, nanti aku akan sembuh sendiri"ucap Dewi melepaskan pegangan Kevin .


"kamu sudh sakit masih aja keras kepala, bisa ngk sih sekali saja kamu menurut"ucap Kevin dingin menghalangi jalan dewi supaya tidak keluar dari kamar.


"Vin tolong ini masih pagi kamu jangan mengajakku berdebat duluh, bisa ngk sih sekali saja kamu mengerti keadaanku"ucap Dewi sendu.


"kamu sedang sakit kan..?keadaanmu saat ini sedang sakit aku sudah mengerti keadaanmu "ucap Kevin dingin.


"susah kalau bicara sama kamu"ucap Dewi mendorong tubuh Kevin sisa-sisa tenaganya.


"Vin tolong dong, aku butuh waktu sendiri, kamu mau apa sih Vin..?kamu belum puas melihat keadaanku saat ini aku bahkan sudh hancur Vin, dari ujung rambut sampai telapak kaki sekalipun aku sudh hancur tanpa sisa, trus kamu mau apalagi dari aku"ucap Dewi menangis.

__ADS_1


"kamu belm puas melihat keadaanku saat ini, kalau memang kamu ingin aku mati segera kenapa kamu tidak memberikan aku racun sekalian kalau perlu harusnya kamu menembak mati aku saat ini jua , kenapa harus kayak gini, aku capek Vin, aku benar-benar menyerah untuk hal ini"ucap Dewi berteriak di sisa tenaganya.


"apakah aku serendah itu dihadapan kamu..?apa kamu sudh puas memandang tubuh ku tadi malam..?aku hancur Vin, keadaan tubuhku, yang selama ini aku jaga tapi dengan mudahnya kamu menatap tubuhku, aku sudah ngk suci lagi"teriak Dewi histeris.


"dan terimakasih sudah menganti bajuku walaupun aku sudah dilecekan oleh suami ku sendiri dan terimakasih juga kamu sudah mau meminjamkan kan baju buat aku"ucap Dewi sendu.


"aku slah apa sih sebenarnya, hingga mau mengakhiri hidup pun harus sesusah ini"ucap Dewi melemah lalu bersender pada dinding tembok.


Sedangkan kevin hanya diam mematung mendengar ucapan Dewi, dapat ia lihat dari matanya sebuah kelelahan, dan dapat ia lihat di mata Dewi sebuah penderitaan, dan entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa sakit ketika menatap mata sendu Dewi, bola mata yang masih merah karna kelamaan tenggelam di dasar kolam, mungkin di kolam itu juga terdapat banyak kaporit.


"aku benar-benar udh capek Vin, dan jika ingin menyiksaku kembali tolong iyh hari ini libur duluh"ucap Dewi sendu terduduk lemas sambil bertumpu pada kedua lututnya.


Setelah beberapa menit mereka sama-sama diam akhirnya Dewi pun kembali berusaha untuk bangkit berdiri kedua tanganya berpegangan pada tembok supaya ia tidak terjatuh.


Sedangkan kevin hanya menatap Dewi, ia tidak melarang lagi jika Dewi ingin pindah ke kamar sebelah dan ia juga tidak berniatan membantu Dewi, pikirnya Dewi juga butuh waktunya sendiri.


Setelah dirasa Dewi keluar dari kamarnya Kevin langsung menutup pintu kasar, sehingga membuat Dewi terkejut.


aaaaaaaaaa


Teriak Kevin menarik rambutnya sendiri, lalu menghancurkan semua barang-barang yang ada dikamar itu, bahkan lampu tidur sekalipun Kevin hancurkan.


"kenapa jadi seperti ini sih, pokoknya aku tidak boleh jatuh cinta sama dia, ingat Kevin sekarang kamu sudah punya Icha"ucap Kevin menyangkal perasaan kepada Dewi.


Untung kamar itu kedap suara jadi tidak ada yang mendengar ketika Kevin berteriak dan menghancurkan barang-barang yang ada dikamar.


Sedangkan Dewi ketika sudh sampai dikamar tamu yang ada di apartemen itu langsung menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar mengeluarkan semua yang ada di dalam pikiran lewat sebuah tangisan yang sangat pilu.


"aku capek"ucap Dewi menangis di sambil dudk dibawah tempat tidur.


"aku benar-benar ngk kuat lagi Tuhan, semua sudah hancur tanpa sisa, kenapa mau mengakhiri hidup aja kok sesusah ini"ucap Dewi menangis lalu ia menjatuhkan tubuhnya dibawah kasur.


Dewi terus menangis disna, ia menangisi penderitaan yang ia alami, ia menangis keadaanya sudah benar-benar hancur dan takdir yang seakan mempermaikannya.


Ia harus mengadu sama siapa sekarang, ia butuh teman berbagi cerita, ia butuh pundak untuk bersandar, Tapi untuk saat benar tidak orang yang bisa berbagi cerita dengan Dewi.


punya keluarga lengkap tapi mereka tidak memperdulikan keadaan Dewi, punya pacar tapi ia tidak bisa menghubungi karna ia tidak ponsel, bahkan punya suami tapi suami sendiri yang mendatangkan penderitaan kepadanya, wahhh sangat lengkap penderita Dewi.


Karna terlalu lelah menangis, Dewi pun tertidur dengan sendirinya, karna hanya pada saat tidurlah Dewi merasa tenang dan damai tidak ada seorang pun yang menganggu hidupnya ketika sedang terlelap.


####


Sedangkan Kevin ketika jam menunjukkan pukul tujuh ia sudh bersiap-siap berangkat ke kantor, ketika keluar dari kamar sejenak ia memandang pintu kamar tamu yang masih tertutup rapat dan sepi seperti tidak ada penghuni.


Lalu ia berjalan ke arah dapur dan masih sepi belm ada tanda-tanda orang melakukan aktivitas, dapat ia simpulkan kalau Dewi belum keluar dari kamarnya, ingin rasanya ia melihat Dewi di kamarnya memastikan keadaan gadis itu tapi ia langsung mengurungkan niatnya buat apa juga ia memperdulikan Dewi pikirnya.


Tanpa memperdulikan keadaan Dewi Kevin langsung melajukan mobilnya menuju kantor, karna pagi ini ia akan mengadakan meeting bulanan.


"bacakan jadwal sya hari ini"ucap Kevin ketika sudh sampai di ruangannya.


"jam sembilan pagi tuan akan mengadakan meeting, siangnya tuan akan kekampus dan sore sampai malam tuan akan mengikuti pertemuan dengan kolega bisnis yang dari luar negeri"ucap daffa menjelaskan kepada kevin.


"baik siapkan berkas untuk meeting pagi ini,"ucap Kevin kembali fokus ke komputer nya.


Sedangkan daffa langsung pamit undur diri.

__ADS_1


"tapi sebelumnya apakah tugas yang syaa berikan sudh kamu dapatkan..?"tanya Kevin yang menghentikan langkah Daffa.


"tugas yang mana tuan..?"tanya Daffa balik.


"ahh iyh kamu kebanyakkan tugas jadi sampai lupa tugas mana yang saya tagih, tugas yang saya suruh kamu menyelidiki tentang Icha"ucap Kevin memperjelas kembali.


"saya sudh dapat tuan dan syaa juga sudh mengirim ke email anda silakan di periksa"ucap Daffa.


"baik lah, terimaksih atas kerja kerasmu bulan ini bonusmu syaa tambah"ucap Kevin.


"terimaksih tuan, kalau begitu syaa pamit undur diri"ucap Daffa meninggalkan ruangan Kevin.


"saya tidak butuh bonus tambahan tuan, saya hanya butuh istirahat atau cuti mungkin sampai seminggu kedepan"guman daffa ketika sudh keluar dari ruangan Kevin.


Pasalnya hampir setiap jam Kevin menambah tugas buat Daffa, bahkan tak jarang Kevin selalu menganggu jam tidurnya sehingga membuat Daffa selalu kurang tidur dan badannya sangat kelelahan.


Tapi demi bosnya Daffa melakukan perintah itu dengan ikhlas.


"ahhhh b*ngs*k kurang ajar kamu Cha,"ucap Kevin mengebrak meja Setelah melihat foto-foto dan daftar kegiatan Icha selama di luar negeri.


"beraninya kamu bermain dibelakang ku, dasar penghianat"ucap kevin.


"tapi ngk papa, kamu bermainlah sesukamu akan ada saatnya kebusukanmu terbongkar dan saya pastikan kamu sendiri yang membongkar nya"ucap Kevin tersenyum licik.


tok tok tok tok


"masuk"teriak Kevin lantang.


"permisi pak mohon maaf menganggu waktunya, nona Icha memaksa masuk"


"suruh dia masuk"ucap Kevin dingin


"baik pak"


Yap entah angin dari mana saat ini Icha ingin sekali mengunjugi kantor Kevin.


"pagi syang"ucap Icha langsung duduk di pangkuan Kevin.


"pagi"ucap Kevin dingin.


"sarapan yuk kebetulan aku belm sarapan tadi"ucap Icha memeluk leher Kevin.


"kamu belm makan jam segini"ucap Kevin pura-pura khawatir sedangkan Icha hanya menggeleng.


"baiklah kamu duduk di sofa dulh nanti aku suruh OB buat antr makanan, soalnya aku mau meeting pagi ini dan tidak bisa menemani kamu sarapan"ucap Kevin menurun kan Icha dari pangkuannya dan menuntun ke sofa.


"yahhh ngk bisa temani aku dong"ucap Icha cemberut.


"jangan cemberut ngituh, makan sendri ngih aku mau keruang meeting duluh"ucap Kevin mencubit hidung Icha pelan.


"tapi selesai makan aku nanti mau shopping"ucap Icha bergelayut manja di lengan kevin.


"sudah kuduga pasti ada aja maunya"batin Kevin


"nanti aku tf uang bulanan kamu"ucap Kevin.

__ADS_1


"iyh sudh aku makan diluar aja, aku duluan syang"ucap Icha mencium pipi Kevin ia hendak mencium bibir Kevin tapi Kevin dengan sigap menghindari.


"aku mau rapat"ucap Kevin beralasan membuang pandangan ke arah lain, sedangkan Icha hanya mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan ruangan itu


__ADS_2