Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 50


__ADS_3

Setelah selesai sholat Dewi memutuskan untuk duduk bersandar diranjang, mau ngimna lagi diruangan itu hanya dia sendiri saja Kevin entah kemana perginya Dewi sendiri pun tidak tau.


Sebenarnya dalam hati kecilnya ingin rasanya mereka sholat bersama seperti suami istrinya pada umum, tapi melihat sikap Kevin yang meninggalkannya ketika hendak sholat membuat hal itu membenarkan pikiran Dewi kalau Kevin hanya pura-pura baik kepadanya.


"sudah selesai sholat..?"tanya Kevin sambil memasuki ruangan Dewi.


"mmm"jawab Dewi dengan nada dingin.


"kamu istirahat aja duluh lagi, ini masih terlalu pagi untuk bangun,aku akan disini menunggumu"ucap Kevin mengelus rambut Dewi


"aku ngk bisa tidur lagi"ucap Dewi dingin membuang tatapannya ke arah lain.


Mendengar ucapannya dewi, Kevin hanya diam saja tanpa menyahutinya lagi, sejenak hanya terjadi keheningan di ruangan itu, Kevin yang berpikir keras bagaimana caranya supaya Dewi selalu berada disamping mengingat saat ini Dewi yang masih mempunyai sosok Rangga di hatinya dan dapat di pastikan jika ditanya pun Dewi memilih dirinya atau Rangga sudah pasti Dewi akan memilih Rangga mengingat hubungan mereka selama ini baik-baik saja dan sangat kelihatan Dewi sangat mencintai sosok Rangga.


Lain hal dengan dewi, ia sibuk Memikirkan sikap perubahan Kevin yang tiba-tiba baik dan lembut kepadanya, mengingat terakhir kalinya Kevin selalu bersikap dingin dan kasar kepadanya


"selamat pagi nyonya Dewi"ucap dokter memecahkan keheningan.


"pagi dok"ucap Dewi tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipinya.


"saya periksa duluh iyh"ucap dokter sambil memeriksa keadaan dewi.


"ngimna perkembangannya dok..?"tanya Kevin setelah di rasa dokter sudh selesai memeriksa keadaan Dewi.


"perkembangan yang sangat baik tuan, tinggal belajar berjalan saja, dan besok sudh bisa pulang kerumah"


"tapi satu yang harus diperhatikan, nyonya Dewi jangan terlalu sering kelelahan mengingat nyonya Dewi mempunyai riwayat penyakit asma turunan, yang pada dasarnya penyakit itu tidak bisa di obatin tapi lebih ke penjagaan aja"jelas dokter lagi.


"maksudnya penyakit asam turunan ngimana dok"ucap Dewi bingung.


"nyonya ngidam penyakit asma turunan dari ibu anda, seorang anak beresiko tinggi terkena asma ketika kedua orang tuanya mengidap penyakit tersebut. Namun resiko tersebut akan menjadi lebih tinggi jika yang mengidap asma adalah sang ibu"


"kalau begitu saya pamit duluh nyonya, saya ingatkan kembali jangan terlalu kelelahan"ucap dokter lagi sebelum meninggalkan ruangan Dewi.


Sedangkan Kevin hanya diam saja melihat ekspresi sedih Dewi, ia tidak terkejut mendengar hal itu, karna pada dasarnya ia sudh tau kalau dewi mengidam penyakit asma turunan, tapi pada saat itu ia tidak mengambil seriusan penyakit itu.


Setelah kepergian dokter air mata Dewi lolos begitu saja, ini jauh dari pemikirannya, apa lagi ini..?penyakit asma turunan..?apakah ia harus membawa penyakit itu kemana-mana? atau apakah ia harus dihantui penyakit itu..?titipan apa yang Tuhan berikan lagi kepadanya..?banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak Dewi setelah mengetahui fakta tentang penyakit yang ia derita saat ini.

__ADS_1


Melihat Dewi menangis dalam diam Kevin langsung membawa Dewi ke dalam dekapannya.


"nangis wi, teriak wi jangan ditahan"ucap Kevin sambil mengelus rambut Dewi.


"aku ngk kuat lagi Vin, penyakit apa lagi ini"Isak Dewi di dalam dekapan Kevin


"kamu kuat wi, kita lewati sama-sama"ucap Kevin.


"lepaskan aku Vin, izinkan aku berjuang sendiri melawan penyakit ini, izinkan aku supaya tidak merepotkan orang lain termasuk kamu, hidupku sudh ngk lama lagi Vin"ucap Dewi.


"apa kamu bilang..?"tanya Kevin melonggarkan pelukkan lalu menatap tajam Dewi..


"lepaskan aku"ucap Dewi lemah.


"sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu Dewi, dan apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskanmu, kamu hanya milikku dan apa yang menjadi milikku tidak akan ku lepaskan kepada siapa pun"ucap Kevin menatap tajam Dewi.


"hidup kita beda Vin, dunia kita beda, jika kamu pria sempurna dan sehat sedangkan aku adalah seorang wanita yang penyakitan, aku ngk mau di sisa hidupku malah merepotkan orang lain"ucap Dewi tanpa menatap Kevin.


"kita ngk beda Dewi, kita lewati sama-sama wi,"ucap Kevin menyakinkan Dewi.


"ngk bisa Vin, aku ngk bisa, kita jalani hidup masing-masing, kamu punya Icha dan aku punya Rangga, kita hentikan pernikahan ini sampai disini"ucap Dewi


"aku minta cerai Vin"ucap Dewi dengan nada bergetar.


"kamu gila minta cerai dari aku, emang kamu pikir semudah itu bercerai denganku..?"ucap Kevin terbawa emosi.


"gampang Vin, kamu tinggal daftarkan ke pegadilan, saya rasa kamu punya cukup banyak uang untuk menyewa pengacara supaya cepat di proseskan"teriak Dewi.


"aku tidak akan membuang-buang uangku untuk menyewa pengacara untuk suatu hal yang tidak penting bagiku"ucap Kevin menekan setiap kata-kata nya.


"baiklah, jika kamu tidak mau menyewa pengacara maka aku sendiri yang akan turun tangan, aku yang akan mendaftarkan ke pengadilan dan aku yang akan menyewa pengacara kamu tinggal tanda tangan saja, sudah urusan selesai"ucap Dewi sambil membuang pandangan ke arah lain.


"apakah jika aku bilang kalau aku mencintaimu, kamu akan tetap minta cerai dariku..?"tanya Kevin memancing Dewi.


"maaf Vin, aku masih punya hati yang harus di jaga, dan hati aku masih sama pria lain"ucap Dewi.


"sejak awal pun hubungan kita ini udh salah Vin, dan pernikahan kita sudh cukup sampai disini, aku angkat tangan Vin, aku menyerahkan dan aku berhenti berjuang"ucap Dewi benar-benar menyerah dengan keadaan hidupnya saat ini.

__ADS_1


"kenapa di saat aku membuka hati buat kamu dan aku menetapkan hatiku kepadamu bahkan aku melupakan dendamku kepada keluargamu, kamu malah berhenti berjuang, kamu malah menyerah dan meminta cerai dariku"ucap Kevin berterus teras dihadapan Dewi.


"asal kamu tau Vin, sejak awal pernikahan ini aku selalu menjaga hatiku supaya tidak jatuh cinta kepadamu, bahkan aku selalu memantapkan hatiku supaya selalu membenci kamu" ucap Dewi "dan kalau pun kamu menetapkan hatimu kepadaku aku tidak pernh meminta itu, karna pada dasarnya aku tidak berharap banyak pada pernikahan ini"


"kamu melupakan dendam mu kepada keluargaku termasuk kepadaku karna kamu sudah tau kalau yang membunuh mamaku dan ayahmu adalah orang yang sama, bahkan kamu juga sudh tau kalau mamaku sama ayahku saling mencintai semasa hidupnya , Jai tidak salah kalau kamu melupakan dendam Vin"ucap Dewi lagi.


"maaf, hatiku sudah membeku bahkan pintu hatiku sudh tertutup rapatnya kepadamu"ucap Dewi melemah.


"dan aku akan membuat hatimu mencair lagi dan aku juga akan membuka hatimu yang sudh tertutup merobohkan pertahanan mu"ucap Kevin memengang wajah Dewi dengan kedua tangannya dan mengarahkan tatapan Dewi menghadap dia.


"ingat wi, jangan pernah bermimpi untuk lepas dariku, jangan pernah bermimpi cerai dari, karna kamu sudh masuk ke dalam duniaku, dan apa yang menjadi milikku tidak bisa kulepas sampai kapan pun"ucap Kevin menatap wajah Dewi.


"jika kamu tidak mau melepaskan aku,.jangan salahkan aku jika aku akan melepaskan diri darimu, kamu sudh punya Icha dan aku sudh punya Rangga, kita jalanin kehidupan kita masing-masing"ucap Dewi melepaskan tangan Kevin dari wajahnya.


"aku sama Icha sudh ngk ada hubungan lagi, dan jangan pernah membahas orang lain jika kita sedang berdua, bahkan jangan pernah memasukkan orang lain dalam hubungan kita"ucap Kevin dan langsung meninggalkan dewi diruangan itu, ia segaja membanting pintu dengan sangat keras untuk melampiaskan emosinya.


"aku hanya ingin menikmati kesendirian ini Vin, aku hanya ingin terlepaskan dari hubungan yang tujuannya sudh salah sejak awal, sudh cukup permainannya"guman Dewi menatap kearah pintu yang sudh tertutup rapat.


Dewi pikir setelah keluar dari rumah sakit bisa terlepas dari ikatan pernikahan ini, bahkan setelah ia tau kalau dirinya mengidap penyakit turunan Kevin akan melepaskannya dengan begitu saja dengan alasan kalau Kevin tidak mau menghidupi wanita penyakitan.


Tapi apa..?apa yang dia dapat, bahkan Kevin semakin mengikat dengan sangat erat dalam suatu hubungan ini, bahkan untuk bergerak sedikit saja sangat sulit baginya, Kevin terkesan sangat posesif kepadanya.


Padahal sebelum Dewi telah merencanakan akan pergi jauh dari kota ini setelah lepas dari Kevin, bahkan semakin memantapkan hatinya untuk pergi sejauh mungkin setelah mengetahui penyakitnya.


Ia hanya ingin kalau hanya dialah yang mengetahui penyakitnya ini, bahkan ia juga hanya ingin bahwasanya hanya dia kan akan menanggung penyakit ini tanpa merepotkan orang lain, bahkan untuk melupakan Rangga sekali pun sudh terlintas dalam benaknya.


#####


Tak terima dengan permintaan Dewi yang meminta cerai kepadanya, Kevin pun memutuskan untuk melajukan mobilnyavl menuju club malam, ia butuh pelampiasan untuk meledakkan emosinya dan untuk pertama kalinya ia akan menginjakkan kakinya ditempat yang selama ini Kevin hindari.


Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kata-kata Dewi yang meminta cerai darinya terus menari-nari di pikirannya, bahkan setia bait ucapannya ketika dirumah sakit tadi terus menari-nari dalam pikiran, seakan setiap huruf itu menari disana dengan senyum mengejek kevin, seakan egejekan itu mengatakam kalau dirinya sudah kalah jauh.


"aaaaaaaaaaa"


Teriak Kevin sambil memukul stir mobil, ia benci kata-kata yang keluar dari mulut Dewi pada waktu sepagi ini.


Entahlah gapain kevin ke club malam sepagi ini, memang benar-benar gila mendatangi club malam di pagi hari

__ADS_1


"aku tidak akan melepaskan mu dewi, apapun yang terjadi"guman Kevin masih terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2