Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 111


__ADS_3

"jangan sering-sering melihat istriku Daffa, Dewi hanya milikku"ucap Kevin.


"astaga Lo, kalau aku melihat Dewi bukan berarti aku mengambilnya dari mu bambang, maksudmu kalau Dewi berbicara kepadaku aku tidak melihat begitu"ucap Daffa, sekarang mereka bukan di jam kantor lagi, maka Daffa akan berperan sebagai sahabat bukan asisten.


"iyh siapa tau Lo kan sudh jomblo sejak lahir, ehh btw Lo normal aja ngk sih..?"ucap Kevin. "secara Lo ngk pernh tertarik smaa perempuan"


"jangan lihat gue begitu, gue masih normal iyh"ucap Kevin lagi karna Daffa menatap dirinya terus.


"gue masih normal jamet, kalau gue ngk normal sudh sejak duluh gue mendekati kamu"ucap Daffa sambil melemparkan berkas tisu yang baru sja ia pakai ke arah kevin.


"iyeeee kalau pun lo ngk normal, gue ngk bakal mau Lo dekatin, masak pisang ketemu pisang"ucap Kevin.


"Lo bukan tipe gue"ucap Daffa "sudah ahh gue pulang aja, berdebat smaa kamu ngk ada habisnya, dasar bos laknat"


"Lo yang asisten laknat, ngk dapat bonus bulan ini baru tau rasa Lo"ucap Kevin.


"sudah sana, kembali kekamar mu, Dewi menunggu kamu"ucap Daffa tanpa menghiraukan ancaman kevin"atau aku aja yang nyamperin dia"


"selangkah aja Lo masuk ke kamar gue, leher sama kepala Lo gue pindahin"


Sedangkan Daffa hanya terkekeh dan langsung meninggalkan ruang kerja Kevin, tidak menghiraukan ancaman kevin karna pada dasarnya iabsudh terbiasa dengan mulut pedas Kevin.


Ketika jarum jam menunjukkan angka delapan, Kevin memutuskan kembali ke kamar, karna Dewi sudah menunggu dirinya disnaa.


"kok belum tidur wi"ucap Kevin sambil berjalan menuju ranjang.


"ngimna aku bisa tidur, kamu aja belum makan kan..?"ucap Dewi turun dari ranjang "nih aku bawakan makan malam buat kamu"


"kan aku bisa ambil sendiri syaang, lagian kamu tidur aja ngk papa tadi"ucap Kevin.


"mana ada istri yang bisa tidur kalau suaminya belum makan, ngimna sih kamu"ucap Dewi sambil meletakan nampang berisi makanan di depan Kevin.


"ayo makan, aku temani sampai habis"ucap Dewi.


"kamu ngk ada rencana suapin aku ngituh"ucap Kevin menaik turunkan alisnya.


"ngk ada begitu, makan sendiri kamu harus mandiri"ucap Dewi seperti seorang ibu yang menasehati anak laki-laki nya.


"dari duluh aku sudh mandiri, cuma sekarang pengeng manja-manja aja sama istri"ucap Kevin.


"mau makan sendiri atau aku tinggal tidur"ucap Dewi mengancam Kevin.


"udah pintar ngancam sekarang"ucap Kevin.


"kan kamu yang ngajarin bah"ucap Dewi.


Sedangkan Kevin langsung memakan menu makan malam dihadapannya tidak menanggapi ucapan Dewi, karna ia tau Dewi sedang menyindir dirinya dan kalaupun ia menanggapi itu maka mereka akan berdebat nantinya


Setelah Kevin selesai makan, mereka langsung tidur, sebelumnya Dewi menyimpang bekas makan Kevin, supaya besok pagi para pelayan tidak menambah pekerjaan ketika membereskan kamar mereka.


"dasar suami, dia yang ditungguh malah dia yang tidur duluan"guman Dewi ketika melihat Kevin sudah tidur duluan.


"aku masih mendengarnya syaang"ucap Kevin tanpa membuka matanya, yang pada kenyataannya dia hanya menutup mata saja.

__ADS_1


"kirain tega, ninggalin tidur duluan"ucap Dewi sambil naik keatas ranjang.


"mau gapain..?"ucap Dewi ketika melihat Kevin merentangkan tangannya.


"sini aku peluk"ucap Kevin langsung menarik tubuh Dewi sehingga menimpah tubuhnya.


"ngk usah peluk-peluk Vin"ucap Dewi mencoba memberontak.


"jangan banyak gerak syaang, nanti Kevin junior berdiri, bisa-bisa kamu ngk bisa kuliah besok pagi"ucap Kevin mempererat pelukannya.


"ngk usah aneh-aneh deh, mau tidur aja otak mu mesum"ucap Dewi.


"makaya tidur, biar otakku tuh ngk mesum, aku ngk tanggung jawab Loh kalau aku sampai khilaf"ucap Kevin karna merasa Dewi terus bergerak.


"iyh, ini tidur sudah"ucap Dewi mengalah, dari pada Kevin khilaf, beda urusan sudah nanti mengingat ia belum siap memberikan haknya Kevin saat ini.


"selamat tidur Vin"ucap Dewi lalu menutup matanya dengan posisi kepadanya menempel di dada bidang Kevin.


"selamat tidur juga sayang"ucap Kevin sambil mencium pucuk kepala Dewi.


####


Pagi ini disebuah universitas swasta terpopuler di kota itu dihebohkan dengan berita kedatangan mahasiswa baru yang merupakan pindahan dari luar negeri, banyak mahasiswi yang tidak sabar menunggu sosok itu.


Karna kabarnya mahasiswa itu merupakan seorang pria yang tampan, pintar dan juga kaya raya, tapi berita itu tidak berlaku buat Dewi, ia tidak terlalu tertarik dengan berita pagi ini.


"selamat pagi anak-anak"ucap seorang dosen perempuan.


"baik seblum kita mulai mata kuliah pagi ini, kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing"ucap dosen.


"Dewi ada titipan nak..?"ucap dosen setelah selsai berdoa.


"ada Bu"ucap Dewi sambil berdiri dan meletakkan sebuah makala ke meja dosen.


"terimakasih iyh"ucap dosen.


Sedangkan mahasiswa menatap bingung antara dosen dan Dewi, mereka bertanya-tanya dokumen apa yang Dewi berikan kepada dosen, dokumen yang lebih mirip dengan makala.


"ini tugas seseorang yang dititip kepada Dewi"ucap dosen yang mengerti akan raut wajah parah mahasiswa lainnya.


"baik anak-anak, ibu minta waktunya sebentar iyh"ucap dosen "pagi hari yang cerah ini kita kedatangan mahasiswa baru yang katanya pindahan dari universitas luar negeri"


"ayo nak, silakan masuk"


"wah ganteng banget"


"ihh kulit putih banget sih, makan apa sih"


"bisa-bisa mengantikan posisi Kevin nih, sebagai mahasiswa terganteng dikampus ini"


"tapi abng Kevin tetap dihati"


Dan masih banyak pujian yang diberikan oleh para mahasiswi kepada sosok itu, Tapi tidak dengan Dewi, ia bahkan smaa sekali tidak berminat hanya sekedar menatap sosok itu, ia memilih letakkan kepadanya diatas meja.

__ADS_1


"ok anak-anak tenang duluh, kenal kan dirimu"


"hallo semuany, perkenalkan nama saya kleven Abraham, mahasiswa pindahan dari universitas**** di Singapura"ucap Kleven memperkenalkan dirinya tapi matanya lebih fokus salah satu mahasiswi yang seakan engga menatapnya yaitu Dewi sendiri.


Deggh.


Mendengar nama itu, seketika Dewi langsung mengangkat kepada dan menatap sosok itu, hingga bertepatan pada saat itu juga tatapan mereka saling bertemu.


Dewi terkejut bukan main, nama yang selama ini lupakan dengan keras muncul kembali, kenangan bersama sepemilik nama itu kembali terlintas dalam benaknya, kenangan buruk yang selama ini ia kubur kembali terlintas dalam benaknya.


"ngk sia-sia gue pindah dari Singapura"batin kleven menatap Dewi.


"baiklah kalau kalian ada yang mau kenalan, nanti saja, sekarang kleven duduk dibelakang kursi Dewi"ucap dosen sehingga Dewi memutuskan tatapan itu ketika mendengar namanya di sebut, lalu ia memutar leher menatap kebelkang dan benar sjaa kursi dibelakang kosong.


Ketika kleven lewat dari samping, Dewi berpura-pura membaca buku, padahl ia tau kalau kleven terus menatapnya.


"bisa perang terus aku sma kevin kalau tau kleven satu kelas sama aku, kalau ngk disuruh pindah jurusan"batin Dewi sambil memukul-mukul jidatnya.


"kenapa Dewi, kepalanya sakit"ucap dosen.


"ngk papa kok bu, cuma gatal aja"ucap Dewi.


"gatal di garut wi bukan di pukul"ucap salah satu mahasiswa yang melihat Dewi memukul-mukul jidatnya.


"sudah-sudah, mengingat waktu, pelajaran hari kita mulai"ucap dosen "yang mempunyai buku pendukung untuk mata kuliah hari ini, buka dihalaman tujuh puluh satu"


Setelah beberapa saat dosen menjelaskan tentang materi hari ini, kini waktunya pun sudah habis dan saat istirahat yang ditunggu-tunggu para mahasiswa pun tiba.


"baik semuanya, materi sampai disini dan tolong iyh, ini kesempatan terakhir buat kalian yang belum mengumpulkan tugas, jika sampai besok tidak ada mengirim ke email saya, jangan salahkan kalau syaa memberi nilai E"ucap dosen.


"baik Bu"


"terimakasih atas waktunya, selamat pagi"ucap dosen lalu meninggalkan kelas itu.


Melihat dosen sudah keluar, Dewi langsung membereskan mejanya, memasukkan buku-buku dan juga alat tulis yang ia gunakan.


"ehh Dewi buruh-buruh banget"


"iyh nih, aku mau ke toilet nih dari tadi ditahan terus"


"kamu ngk mau kenalan duluh sama mahasiswa baru kita nih"


"kan dia udah kenalan tadi"ucap Dewi dingin tanpa menatap lawan bicaranya"gue duluan"


Sedangkan kleven hanya menatap kepergian Dewi, ia tau kalau Dewi saat ini benar-benar menghindari dirinya.


"jangan di ambil serius iyh dengan sikap Dewi, emng dia dari duluh seperti itu, susah dekat dengan lawan jenis dan paling susah ditaklukkan sama mahasiswa dikampus ini"ucap slaah satu mahasiswa yang merupakan kating di kelas mereka.


"ngk papa, mungkin dia memang kebelet kan, jadi biasa aja"ucap kleven.


"ok lah, kalau begitu kita kekantin aja yuk, mata kuliah yang kedua masih dua jam lagi"


"boleh"ucap kleven, ia bersyukur di hari pertama masuk kuliah sudah ada teman baiknya.

__ADS_1


__ADS_2