Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 79


__ADS_3

waktu terus berjalan, sudah satu Minggu Kevin dan Dewi berada di negara tetangga yaitu negara Italia, dan setelah beberapa kali Dewi dan Kevin jalan berdua menghabiskan waktu berdua dan Kevin juga sudh sering beberapa kali berkunjung ke perusahaan yang sedang di kelola bunda Devi.


Dan beberpaa kali juga salsa mencoba menjebak Kevin melalui obat perangsang dan sebagainya, tapi hasilnya selalu nihil, Kevin tidak pernh masuk dalam perangkapnya, dan begitu juga nenek sari bebrapa kali ia menjebak Dewi sedang bersama laki-laki lain tapi hasilnya selalu nihil, itu tidak membuat hubungan Dewi dan Kevin kandas.


Dan sesuai perkataan Kevin sebelumnya bahwa tepat hari Minggu mereka akan kembali ke Indonesia dan hari tepat hari Minggu Kevin dan Dewi sudah siap terbang ke Indonesia, Kevin segaja tidak menggunakan penerbangan pesawat pribadi, jika duluh kalau ia pulang pergi ke negara tetangga selalu menggunakan pesawat pribadi, berbeda dengan sekarang Kevin ingin menggunakan pesawat umum, salah satu alasannya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Dewi.


Saat ini mereka sudh ada di bandara, disana sudh ada bunda Devi yang mengantar mereka sampai di lobby bandara, nenek sari maupun salsa tidak ikut hanya sekedar mengantar mereka, mereka seakan engga mengantar dua sejoli itu, mengingat rencana mereka belum berhasil memisahkan mereka.


"baik-baik di Indonesia sayang, sering-seringlah bermain kesini, pokoknya bunda tungguh kabar baiknya"ucap bunda Devi menatap Dewi.


"iyh bund, nanti akan Dewi bicarakan sama kak Kevin, doa kan iyh bund, supaya semua lebih baik kedepannya"ucap Dewi yang tidak mengerti maksud kabar baik yang diucapkan bunda Devi.


"baguslah, mudah-mudahan hubungan kalian lebih baik lagi kedepannya, Kevin bunda titip Dewi, perlakukan dia dengan baik, hargai dia sebagai istri dan sebagai suami yang baik tuntun dia lebih baik lagi kedepannya"ucap bunda Devi yang sudh tau bagaimana hubungan rumah tangga anak semata wayangnya.


"baik bund, aku akan berusaha semaksimal mungkin"ucap Kevin "kalau begitu kamu masuk duluh Bund, pesawat sebentar lagi akan berangkat"


Karna petugas bandara sudh memberikan pengumuman bahwa pesawat yang ditumpangin Kevin dan dewi akan berangkat sebentar lagi, mau tidak mau kevin dan Dewi harus meninggalkan negara italia bebrapa menit lagi.


Sebelum meninggalkan lobby bandara, Dewi langsung memeluk bunda Devi, ia sangat bahagia karna selama dsini bunda Devi selalu memperlakukannya dengan baik, dan ketika bersama bunda Devi juga Dewi bisa merasakan sosok kasih sayang seorang ibu, kasih syang yang sudah lama Dewi tidak rasakan.


"terimakasih bund"ucap Dewi dengan suara serak, ia menahan tangisnya supaya tidak terlepas, hanya kata-kata sederhana itu yang keluar dari mulut Dewi.


"jangan menangis sayang, kalau Kevin macam-macam langsung kabrin bund"ucap Devi sambil melepas pelukkannya "kalau ada apa-apa kabarin bunda segera dan bunda tunggu kedatangannya disini lagi"


"bunda juga harus sering-sering bermain ke Indonesia, aku tunggu kedatangan bunda dirumah kami"ucap Dewi dan dianggukan oleh bunda Devi, meskipun ia belum kepikiran akan berkunjung ke Indonesia.


Setelah terjadi drama antara menantu dan mertua itu akhirnya mereka pun memasuki bandara, sebelum benar-benar meninggalkan lobby bandara lebih duluh Kevin dan Dewi menyalim tangan Devi.


"titip salam sama nenek Bund, sampaikan permintaan maaf kami kepadanya"ucap Kevin sambil memeluk bunda Devi tak lupa sebelum benar-benar meninggalkan lobby Kevin lebih duluh mencium kening bunda devi.


Devi terus menatap kepergian anak dan menantunya, sejujurnya saja dalam hatinya yang paling dalam ia belm merelakan anak dan menantu untuk kembali ke Indonesia, tapi apa boleh buat kehidupan mereka terus berjalan.


#####


Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih enam belas jam akhirnya Kevin dan Dewi mendarat dengan sempurna di bandara Bandung, selama dalam pesawat Dewi lebih banyak tertidur dengan bersender di bahu Kevin, dan Kevin pun menyukai sikap Dewi.


"kita makan duluh Vin, lapar banget"rengek Dewi, pasalnya saat ini ia benar-benar lapar.


"makan di rumah aja wi, nanti aku suruh bibi yang masak"ucap Kevin sambil salah satu tanganya menyeret koper kecil yang berisi oleh-oleh buat teman-teman mereka. Mereka segaja tidak membawa baju-baju mereka kembali ke Indonesia karna dilarang bunda Devi dengan alasan jika mereka berkunjung ke Italia tidak membawa baju lagi dari Indonesia.


"Kevin, please aku lapar banget"ucap Dewi memasang wajahnya semengemaskan mungkin.


"baiklah, tapi kita keluar duluh dari bandara, di lobby sudh ada Daffa menunggu, nanti pas dijalan baru cara restoran"ucap Kevin sambil salah satu tangannya memeluk pinggang Kevin, karna ia melihat banyak kaum pria yang menatap kearah Dewi, apalagi saat ini Dewi hanya memakai kemeja putih polos dengan lengan panjang dengan ukuran yang cukup besar dibadan gadis itu dan celana pendek diatas lutut sedikit sehingga memperlihatkan kaki putih mulus dewi tak lupa rambut panjang segaja di gerai begitu saja, menambah kesan cantiknya Dewi, jadi tak heran jika ia menjadi pusat perhatian di bandara itulah sebabnya ingin segera membawa Dewi keluar dari bandara.


"permisi kakak cantik apakah aku bisa minta foto kakaknya, soalnya dari tadi ku perhatikan kakak cantik sekali"ucap seorang pria dengan perkiraan umur seperti anak SMA.

__ADS_1


"ehhh"ucap cicit Dewi terkejut, lalu ia menatap sekilas ke arah Kevin dengan posisi tangan Kevin masih melingkar sempurna di pinggangnya.


"foto buat apa iyh, maaf kalau sekira tidak penting saya ngk bisa, soalnya kami buru-buru"ucap Dewi dengan perasaan yang sudh wanti-wanti karna melihat tatapan tajam Kevin, tidak lucu rasanya jika Kevin mengamuk di tempat umum.


"sepertinya aku slah satu pengikut di instrayy pribadimu, dan aku slaah satu pengikutmu yang mengikuti setiap kegiatan mu"


Sedangkan Kevin yang mendengar hal itu hanya bisa menatap tajam pria itu, bisa-bisanya anak yang masih bau kencur menjadi fans berat Dewi dan lebih parahnya lagi dia meminta foto dengan Dewi di depannya sendiri.


"permisi kami tidak ada waktu untuk foto, sepertinya istri syaa sudah lapar sejak tadi, iyh kan syaang"ucap Kevin menatap Dewi ia segaja mempererat pelukkannya di pinggang Dewi.


"iyh syang, kita cari makan duluh"ucap dewi kaku, Karna pertama kalinya ia memanggil Kevin dengan embel-embel syang, meskipun dengan keadaan terpaksa tapi ada rasa bahagian tersendiri dihatinya.


"permisi iyh"ucap Kevin lalu meninggalkan tempat itu, bahkan tangan tidak lepas barang sedikit pun dari pinggang Dewi.


"semoga kita bisa bertemu lagi dan aku sudh mendapatkan fotomu dan bonusnya nomor ponselmu"teriak pria itu seketika semua pandangan para pengunjung bandara tertuju kepadanya.


Ketika sampai di lobby bandara disnaa sudh ada Daffa yang sudah menunggu mereka.


"selamat datang kembali di Indonesia nona dan tuan, mari sya akan mengantar sampai kerumah utama"ucap Daffa sambil membuka pintu mobil buat Kevin dan Dewi.


"maksih kak"ucap Dewi tersenyum manis sambil masuk kedalam mobil diikuti Kevin dari belakang.


Ketika di dalam mobil sejenak hanya terjadi keheningan, jika Daffa fokus menyetir maka Dewi akan sibuk dengan ponselnya, bukannya Dewi berselancar di dunia Maya, tapi Dewi malah berselancar di dunia game.


"Daffa kita cari makan duluh sebelum kembali kerumah, cari aja restoran dekat-dekat sini"ucap Kevin dingin.


"baik tuan"ucap Daffa sambil melajukan mobilnya mencari restoran siap saji.


Tak menunggu lama Daffa sudh menemukan sebuah restoran yang siap saji, Kevin langsung turun dari mobil diikuti Dewi dari belakang.


"kak Daffa ngk ikut makan..?"ucap Dewi sebelum benar-benar meninggalkan parkiran.


"tidak usah nona, saya akan menunggu disini saja"ucap Daffa.


"baiklah nanti aku bungkus"ucap Dewi tak ingin memaksa Daffa, karna sejujurnya jantung tidak bisa diajak kompromi ketika berduaan bersama Kevin saja, itu sebabnya kenapa dia mengajak Daffa.


Seperti biasa saat ini Kevin dan Dewi sudah ada diruangan VIP.


"mau pesan apa..?"tanya Kevin yang melihat Dewi yang sedari tadi diam sjaa.


"samakan kayak kamu aja dah"ucap Dewi gugup.


"kenapa.?"tanya Kevin.


"apanya..?"tanya Dewi balik.

__ADS_1


"kenapa pesanan kamu smaa kayak aku"ucap Kevin.


"ngk papa, cuma pengeng merasakan selerah kamu aja"ucap Dewi semakin gugup karna saat ini lagi-lagi Kevin terus menatap dirinya tanpa mengalihkan tatapannya sedikit pun.


"ngk ada maksud lain..?"ucap Kevin.


Sedangkan Dewi hanya mengeleng, entahlah mulut mendadak menjadi kaku.


"iyh sudh aku pesan satu porsi aja, kita makan sepiring berdua, kamu suapin aku aja"ucap Kevin.


"ehhh"ucap Dewi refleks menatap Kevin, sejenak tatapan mereka saling bertemu sebelum Dewi menundukkan wajahnya. "mana boleh begitu, pesan dua porsi aja, kita makan masing-masing"


"ngk usah"ucap Kevin langsung memanggil pelayan dan hanya memesan satu porsi saja, tak lupa jus mangga satu gelas juga.


Tak lama setelah itu pesanan mereka pun datang, dengan menu nasi goreng siput spesial dengan porsi jumbo dan segelas jus mangga.


"silakan tuan nona, kalau ada yang kurang bisa langsung panggil aja"


Setelah kepergian pelayan, sejenak Dewi menatap menu yang ada di atas meja lalu menatap Kevin yang juga menatapnya.


"sini dekatan, emang kamu bisa suapin aku dengan jarak jauh begitu..?"ucap Kevin.


Dari pada berdebat akhirnya Dewi menarik kursinya mendekatin Kevin, dan ia pun langsung menyuapi Kevin lalu bergantian dengan ya.


"pakai tangan aja, ngk usah pakai sendok"ucap kevin ketika hendak mendapat suapan yang kedua.


"tapi.."


"ngk papa, kayak baru pertma kali aja lagi suapi pakai tangan"ucap Kevin sambil mengambil sendok yang ada ditangan Dewi.


Akhirnya Dewi menyuapi Kevin menggunakan tangannya, dan Kevin pun begitu ia menerima suapan dari tangan Dewi dengan senang hati, entahlah ada rasa tersendiri ketika Dewi menyuapinya menggunakan tanganya.


Setelah bebrapa saat akhirnya mereka telah menyelesaikan acara makan-makan mereka.


Dengan keadaan makan sepiring berdua dan meminum jus segelas berdua


"sudah selesai kan..?apa masih mau mampir duluh sebelum kembali kerumah..?"ucap Kevin sambil menatap Dewi.


"ngk ada kita pulang aja yuk"ucap Dewi sambil berdiri diikutin kevin, tapi sebelum keluar dari ruangan VIP siapa sangka Kevin malah mencium sekilas bibir Dewi.


"ada bekas makanan di bibirmu tadi"ucap Kevin karna melihat Dewi yang diam mematung.


"mana ada, alasan kamu aja kan supaya bisa mencium bibirku, orang tadi sudh ku bersihkan kok"ucap Dewi sambil memegang bibirnya.


"aih ketauan dong, lagian kamu belum kasih aku asupan dari kemarin"ucap Kevin sambil mengajak rambut Dewi lalu menarik tangan gadis itu keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2