Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
67. ditolak


__ADS_3

Seperti saran Devan sebelumnya supaya mempercepat pemulihan Dewi mereka memutuskan Dewi dirawat dengan memasukan asupan infus ketubuhnya, Kevin memutuskan merawat Dewi dikantor, beberapa keperluannya dan Dewi sudh Daffa pindahkan kekantor, Kevin merawat Dewi dengan telaten dan Dewi juga demikian mengikuti saja ketika Kevin merawatnya, toh tubuhnya saat ini memang benar-benar sangat lelah, bahkan sekedar berjalan pun ke toilet pun ia harus dibantu Kevin supaya tidak jatuh.


"kamu istirhat duluh, nanti Devan akan datang mengganti infusnya"ucap Kevin sambil menarik selimut Dewi hingga menutup tubuhnya sampai leher. "aku mau bekerja sebentar, kalau butuh sesuatu panggil aku aja, kalau mau ke toilet panggil aku aja"


Sedangkan Dewi hanya mengangguk tanda mengerti tak lama setelah kepergian kevin, Dewi pun langsung berselancar di dunia mimpi.


"apakah kamu sudah selesai mengganti infus Dewi"ucap Kevin setelah beberapa saat Devan datang ke kantornya dan langsung mengganti infus Dewi.


"sudah."ucap Devan sambil duduk di kursi depan meja kerja Kevin.


"ngimna hubungan Dewi dan Rangga..?"tanya Devan.


"entahlah, terakhir mereka bertemu beberapa hari yang lalu, pas mereka jalan berdua ke mall dan menonton bioskop bersama"ucap Kevin sambil mengotak-atik laptopnya, ia paling malas kalau membahas soal hubungan Dewi dan Rangga, pria yang membuat Dewi susah membuka hati buat dirinya.


"beberapa kali aku pernah melihat Rangga keluar masuk hotel, dan beberapa kali juga aku melihat Rangga keluar masuk rumah sakit tempat aku bekerja bersama seorang wanita"ucap Devan yang menyitah perhatian Kevin sejenak, dan hal itu membuat seketika tangga Kevin berhenti bekerja.


"maksud kamu..?di hotel dan rumah sakit..?"ucap Kevin sambil mengerutkan keningnya.


"kalau di hotel aku juga pernh melihatnya dua sampai tiga kali, tapi kalau dirumah sakit aku tidak pernh"ucap Kevin sambil menutup laptopnya.


"iyh mungkin kalau di hotel dia bisa aja menginap disan, tapi kalau dirumah sakit gapain..?yang bikin aku bingung dia ke bagian poli ibu hamil"ucap Devan.


"apa mungkin Rangga hamil..?"dengan polosnya Kevin malah bertanya kearah situ.


"bagaimana caranya Rangga bisa hamil bambang, kan dia laki-laki, emng sejak tahun berpaa seorang laki-laki bisa hamil"ucap Devan kesal sambil melempar tisu bekas melap hidungnya.


"ahhh iyh betuk juga"ucap Kevin terkekeh geli mengingat ucapan polosnya, bisa-bisanya ia kepikiran sampai sejauh itu.


####


Setelah beberapa hari dirawat di kamar ruangan Kevin, saat ini Dewi sudh di nyatakan sembuh dan ia dapat melakukan perjalanan jauh.


"kita kemana, kok pakai koper"ucap Dewi bingung ketika melihat ada koper kecil di dekat tempat tidurnya.


"kita akan terbang ke Itali malam ini"ucap Kevin lembut.

__ADS_1


"gapain..?kalau kamu mau urusan kerja disana ada baiknya kamu jangan membawaku, takutnya akan menganggu pekerjaanmu"ucap dewi.


"kita kesana bukan karna urusan pekerjaan, tapi aku ingin memperkenalkan kamu sama ibu dan nenek disana"ucap kevin menatap.


"ta-pi"ucap Dewi tiba-tiba gugup, tidak ada sama sekali dalam pemikiran untuk bertemu dengan keluarga Kevin, dan ini apa..?Kevin malah mengajaknya untuk bertemu keluarganya apakah itu tanda kalau Kevin ingin serius membangun hubungan dengannya..?pikir Dewi, ingin rasanya Dewi bertanya kepada Kevin kenapa tiba-tiba ingin mengenalkan dirinya ke orang tuanya.


"aku hanya ingin kamu lebih mengenal keluargaku wi, aku tidak mau waktu terus berjalan tapi hubungan kita tetap jalan ditempat, aku ingin membangun rumah tangga bersamamu,membangun keluarga kecil, jadi tolong kerjasamanya"ucap Kevin sambil mengelus pipi Dewi.


"tapi aku belum siap bertemu dengan orang tua mu Vin, gimna nanti kalau mereka tidak menerima aku, secara aku adalah anak dari pembunuh ayahmu"ucap Dewi takut, ia sudh dapat bayangan gimna reaksi keluarga Kevin mengetahui kebenaran yang terjadi.


"kamu tenang saja, aku tidak peduli tentang hal itu wi, satu hal yang harus kamu tau, meskipun mereka menolak hubungan kita, aku tidak akan melepaskan kamu"ucap Kevin lalu membawa tubuh Dewi ke dalam dekapannya, mencoba memberikan ketenangan kepada gadis itu.


"karna kamu adalah orang yang membuat aku takut akan kehilangan setelah ayahku, kamu adalah wanita yang membuat hatiku selalu uring-uringan dalam waktu yang sangat cepat, aku akui bahwa aku menjilat ludahku sendiri karna aku pernh mengatakan tidak jatuh cinta sama kamu, tapi aku malah jatuh cinta paling dalam sama kamu"batin Kevin sambil mengecup kening Dewi.


"jam berapa kita berangkat"ucap Dewi disela-sela pelukan Kevin "aku susah napas Vin, kamu memeluk aku terlalu erat"cicit Dewi.


"kita akan berangkat jam delapan malam menggunakan pesawat pribadi"ucap Kevin melerai pelukkan "masih ada waktu, istirahat aja duluh, aku akan menyelesaikan pekerjaanku yang tinggal bebrapa lagi"


"tapi barang-barang ku bagaimna..?masak aku cuma bawa baju ini aj, lagian dari kemarin aku hanya memakai bajumu kita tidak pernh pulang kerumah"ucap Dewi yang menghentikan langkah Kevin.


"kenpa sih aku harus dipertemukan dengan manusia pemaksa, kejam, arrogan dan dingin"guman Dewi sambil menatap punggung Kevin.


"aku mendengarnya Dewi"teriak Kevin dari balik pintu.


####


Tepat pukul delapan malam Kevin dan Dewi terbang ke Italia menggunakan pesawat pribadi, meskipun keadaan Dewi sedang tidur pada saat itu, Kevin tetap memaksa dirinya akan terbang malam ini, supaya tidak menganggu tidurnya dewi, Kevin memutuskan untuk mengangkat tubuh Dewi ketika masuk ke dalam pesawat.


"tubuh kecil begini kok berat banget sih"ucap Kevin sambil meletakan di kamar yang ada di pesawat itu.


Setelah memastikan Dewi tidur dengan nyaman lalu Kevin berjalan menuju jendela kamar lebih tepatnya jendela pesawat, memandang keindahan langit malam ini, Sejenak ia memandang tubuh Dewi yang tertidur di atas kasur, terselubung dalam pikirannya jika keluarganya tidak bisa menerima Dewi sebagai istrinya, apalagi jika keluarganya tau kebenaran yang sebenarnya, apakah keluarganya akan menerima Dewi nantinya??dan apakah ketika Dewi mengetahui keluarganya tidak menerima dirinya membuat tekat Dewi semakin besar untuk lepas darinya..?Kevin pusing sendiri memikirkan hal itu.


Setelah hampir sebelas jam Kevin dan Dewi terbang menuju Italia, akhirnya mereka sampai juga,sehingga saat ini mereka sudh berada tepat di depan rumah besar Kevin, dan disana juga sudh ada ibu dan nenek Kevin yang menyambut kedatangan mereka tak lupa beberapa pelayan juga menyambut mereka.


"selamat pagi bund, nek"ucap Kevin menyalim Devi ibunya dan sari nenek Kevin.

__ADS_1


"pagi syang, kangen banget bunda sama kamu"ucap Devi sambil memeluk Kevin, seketika matanya menangkap sosok tubuh mungil yang berada dibelkang Kevin, sosok wajah yang sangat tidak asing baginya.


"wah cucu nenek sudh dewasa, sepertinya sudh waktunya memberikan cicit buat nenekmu ini"ucap sari memeluk Kevin.


"ayo kita masuk, bunda sudh menyiapkan sarapan pagi buat kalian"ucap Devi sambil menarik tangan Kevin masuk kedalam rumah di ikutin Dewi dari belakang.


"berasa banget orang asingnya"batin Dewi sambil mengikuti langkah Kevin dan bundanya.


Kini kevin, Dewi, sari dan Devi sudah ada berada dalam satu meja, Sejak kedatangan Dewi kerumah itu beberapa jam yang lalu baik sari mau Devi belm ada menegur Dewi sama sekali, begitu juga dengan Dewi ia bingung harus berbicara apa kepada mertuanya dan neneknya.


Dewi tetap melayani Kevin, mengisi menu sarapan pagi ini kedalam piring Kevin, dan itu menarik perhatian sari dan Devi.


"segini cukup"ucap Dewi dan di anggukan oleh Kevin.


Mereka makan dalam dia, yang ada hanya suara detakan sendok yang saling bersautan, jika Kevin menikmati sarapan paginya lain hal dengan Dewi yang berasa sangat risih karna sari maupun Devi menatap dirinya secara bergantian.


"Vin siapa..?"tanya nenek sari setelah selesai acara makannya tak lupa ia menatap Kevin, dengan pertanyaan itu sederhana itu seketika membuat meja makan berubah menjadi dingin.


"oo iyh, saya sampai lupa, nek, bund, kenalkan ini Dewi Sartika Gabriela Adijaya, istri Kevin, kami menikah beberapa bulan lalu, dan wi kenalin ini bunda sama nenek aku"ucap Kevin memperkenalkan Dewi kepadanya mereka.


Dewi langsung menyalim tangannya Tiara dan sari.


"Dewi Tante"ucap Dewi menyalim tangannya Devi dan ketika hendak menyalim tangan nek sari, bukannya menerima uluran tangan Dewi, nek sari malah menatap Dewi sinis.


"jangan panggil tante syang, panggil bunda, kan kamu istrinya Kevin"ucap Devi memecahkan suasana dinginya meja makan.


Sedangkan Kevin hanya melihat interaksi yang ada di meja makan, ia sudh dapat simpulkan kalau nenek sari tidak menerima keberadaan Dewi dirumah ini, terlihat dari tatapannya, sedangkan Dewi yang mendapat penolakkan dari nenek sari hanya diam saja, ia sadar kalau dirinya hanya orang asing di tengah-tengah keluarga Kevin.


"Vin, nenek tungguh di ruang baca,"ucap nenek sari langsung meninggalkan meja makan berjalan dengan angkuhnya.


"syang, kamu istirahat duluh iyh, nanti pelayan ada yang mengantarkan kamu ke kamarnya Kevin, dan Vin ayo kita temui nenekmu"ucap Devi langsung meninggalkan meja makan, ia tidak akan membiarkan mertua berbicara berdua dengan Kevin, mengingat mereka mempunyai sikap yang bertolak belakang.


"nanti Kevin nyusul bund, biar Kevin aja yang antar Dewi ke kamar"ucap Kevin "ayo aku antar ke kamar"ucap Kevin sambil membantu Dewi berdiri


"maksudnya apa sih ini Vin, aku ngk nyaman disini"ucap Dewi lesuh, ini baru tahap awal tapi ia sudh mendapat penolakkan.

__ADS_1


"ngk ada maksudnya apa-apa, biar aku yang mengurus, kamu istirahat aja dulu, aku tinggal"ucap Kevin mengelus lembut rambut Dewi, tak lupa ia mencium kening Dewi sebelum meninggalkan ruang kamar itu


__ADS_2