
"ini bukan jalan pulang Lo Vin, kamu mau bawa aku kemana"ucap Dewi ketika menyadari bahwa mereka tidak lewat jalan biasanya.
"ke hotel"ucap Kevin menatap Dewi sekilas.
"gapain ke hotel, kan rumah ada"ucap Dewi.
"menurut mu kalau suami istri tidur berdua dihotel gapain..?"tanya Kevin.
"kevin!!! jangan duluh, kan baru tadi pagi"ucap Dewi yang sudah mengerti arah obrolan
Kevin.
"iyh ngk papa syang, lagian nih aku pengeng merasakan suasana baru, masak maunya dirumah trus"ucap Kevin menaik turunkan alisnya.
"memang kamu ngk ada puasnya iyh, perasan baru tadi pagi kamu meminta, masak sekarang minta lagi"ucap Dewi kesal.
"soal vitamin dari istri ngk ada puasnya sayang"ucap Kevin.
"ihh kamu mah ngituh, aku juga capek tau"ucap Dewi dengan muka cemberut, ternyata ia cukup lelah mengimbangi nafsunya Kevin yang tidak ada habisnya.
"gemas banget sih istri aku, ngk kok, aku cuma mau istirahat sebentar disini syang, lagian kalau mau pulang kerumah tuh kejauhan"ucap Kevin sambil mengacak rambut Dewi.
"benar iyh, cuma istirahat"ucap Dewi.
"ia, tapi kalau kamu mau lebih, aku siap memanjakan mu"ucap Kevin kembali menggoda.
"udah, otak itu ngk usah mesum terus, fokus tuh nyetir"ucap Dewi.
"mesum sama istri itu pahala sayang, lagian kamu harus bangga dimesumi sama suami sendiri, suami kamu yang super tampan luar biasa ini "ucap Kevin dengan begitu percaya dirinya.
"iyh, saking tampannya angel sampai tergila-gila smaa kamu tuh"ucap Dewi kesal.
"kamu cemburu syang..?"ucap Kevin.
"istri mana tidak cemburu jika ada seorang perempuan yang menyatakan perasaannya terhadap suaminya sendiri, emng istri hati aku terbuat dari bajai ngituh"ucap Dewi menatap Kevin dengan begitu tajam.
"ahhahah begini iyh rasanya dicemburui sama istri"ucap Kevin senyum menggoda Dewi.
"begitulah apa yang aku rasakan ketika tiba-tiba penggangum rahasia kamu masih mengirim barang-barang smaa kamu, aku menahan cemburu sampai ke ubun-ubun"ucap kevin
Dewi tidak lagi menanggapi ucapan Kevin, karna semakin ia menanggapi maka semakin kencang juga Kevin menggodanya apalagi kalau Kevin sudah membahas tentang penganggum rahasianya yang tidak ada bosannya mengirim barang-barang kepadanya, bahkan tidak pernh absen sekali pun kecuali hari libur saja.
Sampai di lobby Kevin tidak lagi memesan kamar, mengingat hotel tersebut adalah milik Kevin, maka menejer hotel telah menyediakan kamar khusus buat si pemilik hotel jika sewaktu-waktu si pemilik menginap di sana.
"kita ngk pesan kamar duluh Vin"ucap Dewi karna melihat Kevin melewati meja resepsionis begitu saja.
__ADS_1
"ini hotel punya kita sayang, jadi tidak perlu memesan kamar lagi, pihak menejer sudah menyediakan kamar khusus buat kita"ucap Kevin sambil masuk kedalam lift tak lupa ia menyematkan jemarinya ditangan Dewi.
"Sebenarnya sekaya apa sih suami ku ini, perasaan setiap hotel dan restoran yang kami kunjungi pasti pemiliknya"batin Dewi.
Karna memang Dewi tidak pernh memikirkan tentang harta, maka tak heran jika hidup hampir sepuluh bulan dengan Kevin, ia belum tau dimana-mana saja letak kekayaan Kevin berada, memang pada dasarnya untuk menelusuri bisnis Kevin tidak pernh terlintas dalam benaknya.
Yang ia tau Kevin pergi pagi pulang malam hanya ke kantor, selebihnya ia tidak tau bagaimana perkembangan bisnis kevin, bahkan ia tidak tau berapa pendapatan Kevin setiap bulannya.
Pasalnya ia merasa sudah cukup banyak menghabiskan uang Kevin, tapi tetap saja uang Kevin tidak habis, bahkan menurutnya ia sudah cukup boros tapi entah kenapa Kevin tidak pernh menegurnya supaya berhemat.
Padahal menurut Kevin, Dewi belum boros dari pada wanita pada umumnya.
"kamu bersih-bersih duluh sayang, di lemari ada baju kamu"ucap Kevin sambil membaringkan tubuhnya di kasur.
"baiklah"ucap Dewi sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Dewi keluar dari kamar mandi dengan pakaian baru.
"Vin, kenapa iyh akhir-akhir ini aku selalu mual kalau mencium aroma hotel"ucap Dewi sambil naik ke atas ranjang.
"kenapa bisa begitu sayang..?"ucap Kevin sambil menutup matanya.
"kalau aku tau kenapa aku ngk akan nanya smaa kamu"ucap Dewi kesal.
"iyh juga sih iyh"guman kevin.
"ngk usahlah, palingan cuma masuk angin biasa, minum obat sudah sembuh"ucap Dewi sambil mengelus rambut Kevin.
"masuk angin biasa itu tetap sakit syang, kalau kamu ngk mau sekarang, besok sore kita kerumah sakit iyh, kebetulan besok sore aku free"ucap Kevin sambil membalikan badannya sehingga wajah menghadap perut rata Dewi.
"mudah-mudahan Kevin junior cepat hadir disini"batin Kevin sambil mencium perut rata Dewi.
"Kevin, jangan di cium perutnya, geli tau"rengek Dewi.
"habis gemas syang"ucap Kevin terkekeh geli.
"sayang pijit kepala ku dong, pusing banget aku"ucap Kevin.
Tanpa membantah, Dewi langsung memijit kepala Kevin dengan lembut.
Jika Kevin dan Dewi sedang beristirahat dihotel, maka berbeda dengan Angel, wanita itu sampai di rumahnya langsung menghancurkan semua barang-barang yang ada dikamar ya, bahkan para pelayan dan penjaga hanya bisa menyaksikan kelakuan nona mereka tidak ada yang berani menghentikan aksinya.
Brakkkkk
Angel melempar semua jenis barang yang aada di kamar, mulai dari televisi dan juga meja riasnya di pecahkan tanpa sisa.
__ADS_1
Ia tidak terima dengan hubungan Kevin dan Dewi yang ternyata sudah menikah.
Sia-sia selama ini ia menyukai Kevin dalam diam, menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya.
Tapi penantian hanya penantian belakang, Kevin telah menikah dengan seorang perempuan yang selalu dia anggap sebagai saingannya.
"anj*Ng, Bangs*k, sepuluh bulan gue mengharapkan suami orang"teriak Angel.
"sampai kapan pun gue ngk akan terima Kevin menikah dengan Dewi, gue akan memisahkan mereka apapun caranya"ucap Angel dengan mata yang merah.
"gue semakin benci sama Lo Dewi, gue pastikan hubungan Lo akan hancur seperti hancurnya kaca ini"ucap Angel sambil menggenggam beling kaca.
Tak peduli tangannya yang sudah mengeluarkan darah segar akibat beling kaca itu, bahkan rasa sakit ditangannya tidak dirasakan sedikit pun, ia menunjukkan kebenciannya kepada Dewi lewat beling kaca yang ada di genggaman nya.
"ahhh gue benci, gue benci sama kalian semua"teriak Angel lagi.
"gue pastikan hidup Lo hancur Dewi, gue pastikan Lo mati hari ini, gue pastikan ini terakhir kalinya kau meliht wajah Kevin"ucap Angel dengan sorot mata yang mengerikan sambil menancapkan pecahan kaca ke foto Dewi yang segaja ia prin beberapa bulan lalu, ia menancapkan kaca itu tepat di jantung Dewi.
Setelah puas dengan amarahnya, angel langsung pergi meninggalkan kamarnya tanpa mengobati luka di tangannya, sepertinya ia benar-benar tidak merasakan rasa sakit ditangannya sedikit pun.
"Non mau kemana, sini biar bibi obati duluh tangannya, takut infeksi"
"ngk usah bi, tanya saya tidak apa-apa, tolong bersihkan kamar sya"
Angel langsung berjalan menuju garasi tanpa menghiraukan teriak pelayan supaya tangannya di obati.
Bagi saat ini yang paling penting adalah membalaskan dendamnya kepada Dewi yang sudah di ubun-ubun.
Ia langsung melajukan mobilnya untuk menjelahi keramaian kota di sore hari ini, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Lo harus habis ditangan gue sekarang juga Dewi, Lo harus mati sekarang juga, gue pastikan Lo ngk bisa menghirup udara untuk hari esok"batin Angel menatap tajam jalanan.
Setelah beberpa menit perjalanan Angel sudah sampai ketemu tujuan, ia langsung masuk kedalam rumah mewah itu, meskipun awalnya ia berdebat dengan petugas keamanan tapi sebisa mungkin ia memberikan alasan yang etis sehingga petugas itu percaya begitu saja kepadanya.
"maaf nona, anda mencari siapa"ucap pelayan.
"yang pasti syaa bukan mencari kalian, dimana pemilik rumah ini..?"ucap Angel kesal.
"tuan dan nyonya belum pulang nona, mungkin habis magrib biasa mereka sudah kembali"ucap pelayan.
"ada bisa kami bantu nona..?sepertinya anda baru pertama kali kesini"ucap pelayan menatap penampilan angel dari ujung rambut sampai ke kaki.
"saya ada urusan smaa pemilik rumah ini, jadi biarkan sya menunggu di dalam"ucap Angel langsung menerobos masuk ke dalam rumah.
Sedangkan pelayan hanya membiarkan angel masuk begitu sjaa tanpa mencengah, ia cukup kesal dengan tamu baru yang menurutnya baru pertma kali bertamu ke rumah itu.
__ADS_1
Bahkan saking kesalnya mereka tidak menawarkan minuman atau makanan kepada Angel, karna sebelum menawarkan mereka sudah tidak suka dengan wajah angkuh Angel.