Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 74


__ADS_3

"kamu cemburu..?"tanya Kevin setelah keluar dari toko ponsel itu.


"cemburu untuk.?"tanya Dewi bingung.


"kamu cemburu karna pelayan toko itu menatapku kan"ucap Kevin mencolek hidung Dewi.


"ehh mana ada, gapain juga aku cemburu, emng dari wajahku kelihatan cemburu ngituh"ucap Dewi menatap Kevin.


"dari kata-kata dan wajahmu kelihatan cemburu sekali sayang"ucap Kevin memengang kedua pipi Dewi.


"Kevin lepasin, banyak yang lihat tau"ucap Dewi yang memang nyata banyak para pengunjung mall menatap mereka.


"ngk papa, kan kita suami istri"ucap Kevin segaja memeluk pinggang Dewi.


"besok aja kita jalannya, aku kelelahan pengeng istirahat"ucap Kevin sambil berjaln dengan posisi memeluk pinggang Dewi.


Sedangkan Dewi hanya mengikuti langkah Kevin berjalan menuju parkiran mall, disana sudh ada sopir keluarga Mahendra yang setia menunggu mereka.


Menjelang magrib Kevin dan Dewi baru sampai dirumah, sebenarnya jarak antara mall dan rumah mereka tidak jauh, hanya saja ketika hendak kembali mereka kejebak macet sehingga memakan waktu banyak di perjalanan.


"Kevin, akhirnya kamu pulang nak"ucap nek sari yang baru melihat Kevin dan Dewi masuk kedalam rumah.


"kenapa nek, seperti mengkhawatirkan sesuatu saja, bunda dimna"ucap Kevin menghampiri nenek sari, walaupun ia tau kalau nenek sari tidak menyukai keberadaan Dewi yang notabennya istrinya tapi sebisa mungkin ia tetap menghormatinya.


"bunda mu sudh ada di kamar, tapi itu"ucap nek sari segaja menjeda kata-katanya.


"tapi itu apa nek"ucap Kevin khawatir, ingatan kembali teringat waktu bunda Devi mencoba bunuh diri akibat kematian ayahnya.


"salsa, ban mobil salsa pecah di jl*******, dan disana sepi sekali"ucap nek sari khawatir.


"terus.."


"kalau boleh kamu tolong jemput dia duluh, lalu antarkan pulang"ucap nek sari "nenek hanya sekali ini aja minta tolong sama kamu nak"


Sejenak Kevin menatap kearah Dewi yang masih berdiri mematung disampingnya, sedangkan Dewi hanya mengangkat bahunya.


"pergi aja kak, kasian salsa mungkin ketakutan disana, aku naik duluan"ucap Dewi lalu berjaln meninggalkan Kevin dan nek sari, dan hal itu paling di benci Kevin, hal dimana Dewi yang bermasa bodoh ketika ia keluar bersama wanita lain.

__ADS_1


"iyh sudh nek aku susul salsa duluh"ucap Kevin segaja meningkatkan volume suaranya berharap dewi menghalanginya.


Seperti mendapat angin segar, setelah mengucapkan kata-kata itu Kevin melihat Dewi berhenti ketika hendak memasuki litf.


"hati-hati Vin, aku tunggu dikamar"ucap Dewi berhenti sejenak menatap nek sari dan Kevin.


Sedangkan Kevin masih bingung mencerna kata-kata Dewi, maksudnya aku tunggu dikamar itu apa..?pikir Kevin.


"aku pergi"ucap Kevin lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


"luar biasa, tinggal satu langkah lagi Kevin akan menjadi milik salsa, dan tinggal satu langkah lagi Kevin akan menghempaskan Dewi, dan otomatis hanya salsa yang akan menjadi cucu menantuku nyonya Kevin Mahendra"batin nek sari sambil tersenyum licik, lalu ia membuka ponselnya untuk mengabari salsa bahwa Kevin akan segera menyusul kesna.


Sedangkan Dewi langsung berjalan menaiki lift menuju kamarnya, kenapa mereka selalu memakai lift..?karna dirumah sebesar itu tidak disediakan tangga karna mengingat nek sari sudh tua dan tidak kuat naik turun tangga sehingga diputuskan untuk merenovasi dan memasang lift.


Dewi saat ini sedang berdiri di balkon kamar, ia dapat melihat keindahan kota Italia dari balkon kamar itu, kendaraan yang berlalu lalang sangat terlihat jelas dari balkon itu.


"kenapa ketika kevin mau menyusul salsa rasanya aku tidak terima..?bahkan aku merasakan sakit hati yang tidak dapat di definisikan"batin Dewi menatap keluar balkon.


"Kevin berangkat sendri tanpa sopir"batin Dewi lagi ketika melihat mobil yang dikendarai Kevin keluar dari pekarangan rumah itu.


Terhanyut dalam lamunannya, tanpa Dewi sadari sedikit pun ternyata bunda Devi sudah berdiri disamping Dewi sejak tadi.


"ehh Tante...maaf bunda maksudnya"ucap Dewi terkejut.


"ngk papa, nanti akan terbiasa"ucap bunda Devi sambil berjalan menuju kursi yang ada di balkon "duduk sini syang"


"kenapa kamu sedih karna Kevin menemui salsa..?"ucap bunda Devi.


"ngk kok Bund, kan salsa juga lagi butuh bantuan juga kok"ucap Dewi gugup setengah mati.


Untuk pertama kalinya ia berbicara berdua dengan bunda Devi, yang Dewi tau klau bunda Devi tidak menerima keberadaan dirumah itu sama seperti nenek sari.


"boleh bunda tanya sesuatu.?"tanya Devi dengan hati-hati.


"ada apa bund"tanya Dewi yang seakan engga duduk dihadapan Devi, kecanggungan semakin mendominasi dalam kedekatan mereka.


"duduk duluh sayang, bunda ngk gigit orang kok"ucap Devi terkekeh, ia menyadari sikap Dewi yang membuat jarak diantara mereka.

__ADS_1


"maaf Bund, Dewi masih canggung soalnya"ucap Dewi sambil duduk di samping Devi.


"bisa kamu ceritakan awal pernikahan kalian.? sebenarnya Kevin sudh ceritakan banyak soal pernikahan kalian, tapi bunda juga ingin mendengar langsung dari mulut menantu bunda"ucap Devi dengan sangat hati-hati, takut menyinggung perasaan Dewi. Dan benar saja setelah mengucapkan kata-kata itu ia dapat melihat Dewi terdiam sejenak dengan tatapan kosong.


Dan Yap setelah mendengar pertanyaan singkat itu seketika Dewi diam bungkam, ingatan kembali kebelakang ketika awal-awal pernikahan mereka, ingatan kembali kebelakang dimna Kevin yang selalu menghina dan menyiksanya.


"sayang kok diam"ucap Devi menyentuh tangan Dewi.


"maaf bund, Dewi hanya bingung bercerita mulai dari mana"ucap Dewi tersadar dari lamunannya.


"kejadiannya begitu cepat bund, bahkan sangat cepat sekali, pertma kali aku bertemu dengan Kevin dan pas saat itu pernikahan kami di tentukan kurang lebih tiga hari setelah pertemuan kami, awalnya aku menolak, tapi melihat perusahaan ayahku yang diambang kebangkrutan dan aku selalu di paksa sama ayah akhirnya aku menerima pernikahan ini, meskipun aku tidak tau, aku harus gapain setelah menikah"ucap Dewi berhenti sejenak untuk mengambil napas.


"pas di acara pernikahan aku merasa hancur bund, aku merasa tidak diharapkan dimana pada saat itu juga ayahku yang notabennya ayah kandung tidak sudi menjadi wali di pernikahan ku"ucap Dewi mencoba menahan laju air matanya "hingga awal status baru aku semakin hancur ketika Kevin mulai semena-mena kepadaku, Kevin yang selalu memukul ku, mengurung aku di kamar mandi sampai menjelang pagi, bahkan Kevin melemparkan aku ke dalam kolam dan bangunan-bangun aku sudh ada dirumah sakit"ucap Dewi dengan suara serak ia mencoba supaya tidak menangis dihadapan mertuanya.


"aku ngk tau, hingga beberapa hari setelah aku pulang dari rumah sakit, aku kembali kerumah sakit, entahlah bund dari yang aku dengar aku dinyatakan kritis selama sepuluh dan sempat dinyatakan meninggal, mungkin Tuhan terlalu baik sama aku atau memang jatah perderitaan ku belum habis sehingga aku masih diberi kesempatan untuk hidup"ucap Dewi "hingga aku sadar dari masa kritis, disitulah puncaknya kelelahan, kelelahan dimana aku harus menerima sebuah kabar klau aku menderita penyakit asma turunan dari mama, aku menyerah pada saat itu, aku ngk ada niat hidup, bahkan aku bertekat lepas dari Kevin, jauh pergi meninggalkan kota tempat lahirku memulai hidup baru di kota kelahiran orang lain, tapi apa..? Kevin tidak membiarkan aku pergi barang sedikit pun, sehingga ia memblokir namaku dari pengadilan sehingga aku tidak bisa mengajukan permohonan cerai"ucap Dewi sudh tidak bisa menahan laju air matanya.


"aku capek bund, aku lelah, aku menyerah, aku hanya ingin bahagia Bund, apakah aku tidak layak bahagia.?apakah di sisa umurku aku tidak bisa mencicipi kebahagiaan itu walaupun hanya sedikit..?sejak kecil aku tidak pernh merasakan kebahagiaan, tidak mengenal sosok ibu, mempunyai sosok ayah yang selalu menatap ku dengan penuh kebencian, bisa dikatakan semenjak kecil aku dibesarkan oleh art keluarga Adijaya"ucap Dewi terisak, jika melihat kebelakang ia benci hidupnya, ia benci takdir yang ia jalani.


"aku hanya ingin lepas dari semua ini, aku hanya ingin hidup terarah, aku hanya ingin menggapai cita-cita ku, bukan seperti saat ini berjalan kedepan tapi aku tidak merasa maju"ucap Dewi menangis.


Sedangkan Devi yabg sedari tadi diam menyimak Dewi bercerita, seketika ia langsung membawa tubuh mungil Dewi kedalam dekapannya, ia tidak bisa bayangan seperti apa kondisi Dewi ketika putranya menyiksanya, ia tidak bisa bayangan seperti apa keadaannya ketika Dewi dinyatakan meninggal dunia, semua benar apa yang diceritakan Kevin kepadanya sama seperti ketika Dewi menceritakan kepadanya, mungkin kata-kata penyampaian berbeda, tapi tujuan dari cerita itu sama.


"atas nama Kevin, bunda minta maaf syang, semenjak kematian ayahnya Kevin menjadi sosok dingin dan arrogan"ucap Devi mengelus lembut rambut Dewi.


"tapi bunda mohon jangan tinggalkan Kevin, terus bertahan bersama dia, sejak kematian papanya Kevin sejak itu juga Kevin tidak pernah menginjakkan kaki dirumah ini lagi, tapi ketika Kevin mengabari bunda akan pulang dan dia pulang membawa sosok perempuan seperti kamu, bunda yakin dia pulang hanya gara-gara kamu, bahkan hanya ketika bersama kamu bunda bisa melihat sikap hangatnya Kevin"ucap Devi melepaskan pelukkan lalu menatap wajah Dewi.


"dan hanya ketika bersama aku bund, Kevin memperlihatkan sikap kejam"batin Dewi berteriak dalam hati.


Dan melihat Dewi yang diam saja lagi-lagi Devi membawa Dewi kedalam dekapannya.


"kamu sangat mirip dengan mamamu, mulai dari bentuk wajahmu, lesung pipimu, bahkan sampai ke dalam warna kulitmu sama persis seperti Tiara yang mempunyai kulit putih bersih, bahkan rambut pun sama, mamamu identik dengan rambut panjang sama sepertimu"ucap Devi lembut di sela-sela pelukkannya.


"bunda mengenal mamaku"ucap Dewi terkejut.


"sangat mengenal sekali syang, mamamu adalah sahabat terbaik bunda sejak bangku SMA"ucap Devi lembut melepas pelukkannya, lalu menatap Dewi, ia bisa melihat sosok Tiara dan di dalam diri dewi.


"bisa ceritakan ngimna persahabatan kalian..? tapi kalau bunda ngk mau ngk papa kok"ucap Dewi melihat perubahan wajah Devi.

__ADS_1


"ngk papa bunda akan ceritakan"ucap Devi.


Akhirnya Devi menceritakan kejadian dimasa lalu, mulai dari kisah cinta mama Dewi dengan mendiang suaminya, dan kisah permusuhan mendiang suaminya dengan ayah Dewi, hingga pembunuhan yang dilakukan ayah Dewi kepada mendiang suaminya.


__ADS_2