
"hitam-hitam gini aku istri kesayangan kamu juga kan..?"ucap Dewi sambil memperbaiki jasnya Kevin
Kevin tidak lagi menanggapi ucapan Dewi, ia menggenggam tangan Dewi, membantu gadis itu menyebrang jalan raya menuju cafe seberang kantor, Sebenarnya Kevin meminta naik mobil saja, tapi Dewi meminta jalan kaki saja dengan alasan akan memakan waktu karna harus putar balik lagi.
"selamat siang, selamat datang di cafe kami"
Dewi yang mengangguk sambil tersenyum berbeda dengan kevin yang diam saja tanpa ekspresi.
"silakan menunya tuan nyonya"ucap pelayan yang dimana tangan memberikan buku menu kepada Dewi sedangkan matanya menatap Kevin.
"bisa!! ngk usah menatap suami saya sampai segitunya mba, ngk pernh lihat laki-laki berkunjung ke cafe ini..?saya rasa banyak kok pengunjung laki-laki di cafe ini, tapi kenapa kamu harus menatap suaminya sampai sebegitu nya"ucap Dewi menatap tajam pelayan yang ketauan menatap kevin.
"tangan kamu ke arah syaa tapi mata kamu menatap suami sya, saya istrinya loh mba"ucap Dewi lagi.
"maaf nyonya, sya pikir nyonya dan tuan kakak adek saja, maaf sekali lagi"ucap pelayan menundukkan kepalanya.
"lain kali jangan seperti itu mba, dia suami syaa dan kami bukan kakak adek, mbanya itu disini digaji untuk bekerja bukan melihat suami orang"ucap Dewi dingin sambil menatap Kevin yang menampilkan senyum terbaiknya ketika tatapan mereka saling bertemu.
"baik nyonya, sekali lagi syaa minta maaf"ucap pelayan.
"saya pesan menu makan siang yang tersedia disini aja"ucap Dewi.
"kamu mau pesan apa by..?"ucap Dewi menatap Kevin.
"samakan aja sayang"ucap Kevin sambil bermain ponsel, sebenarnya ia menyadari sedari tadi pelayan itu terus menatapnya tapi dia bersikap cuek saja. Tapi semua di luar dugaan ia tidak menyangka dengan respon Dewi, ia tidak pernh melihat Dewi sampai segitu cemburunya.
"baik nyonya, di tungguh pesananya"ucap pelayan.
"iyh, maksih mba"ucap Dewi kembali ke sikap awalnya yaitu lembut, ia tidak tahan berlama-lama marah terhadap orang lain.
"ngk marah lagi syang..?tadi kayak macan garang banget, sekarang sudah lembut kayak kelinci"ucap Kevin.
"emng pernh aku marah lama-lama..?kamunya aja yang kalau marahnya sampai berhari-hari"ucap Dewi menatap Dewi.
"itu beda sayang, aku marah karna kamu susah dibilangin, ngk pernh menuruti larangan suaminya"ucap Kevin yang memang Dewi sangat susah dibilangin, ia harus butuh kesabaran untuk menjaga Dewi meskipun ia sudah menyewa bodyguard untuk menjaga Dewi tapi ia juga tidak mau lalai dalam menjaga Dewi.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pesanan Kevin dan Dewi sudah datang, dengan menu nasi putih dan ayam goreng lengkap dengan sayur bening.
"syang, betulan ini menu makan siang kita hari ini..?kenapa tidak pesan dari restoran lain sih..?apa vitamin yang di sayur seperti ini..?cuma nasi putih sama ayam aja..?"tanya Kevin berurutan yang membuat Dewi pusing, susah memang kalau mengajak Kevin hidup susah, mengingat sejak kecil Kevin hidup serba mewah mana pernh Kevin memakan sayur bening lengkap dengan es teh manis.
"biasakan hidup susah by, ngk selamanya kamu diatas ada kalanya kamu akan terjatuh, jangan mengeluh by"ucap Dewi.
"ayo makan by, katanya masih banyak pekerjaan dikantor"ucap Dewi menatap Kevin yang masih engga menyentuh makanannya dihadapannya, jangan menyentuh menatap pun masih enggan.
__ADS_1
"ngk pernh makan seperti ini sayang, dicafe ini rempah-rempah nya habis iyh, makaya sayurnya bening kayak gini, kayak mukamu misalnya"ucap Kevin.
"berarti selama ini kamu mencium sayur itu kalau sedangj mencium wajahku"ucap Dewi kesal karna Kevin menyamakan wajah dengan sayur bening.
"makaya dimakan by biar pernh makan, dijamin enak kok"ucap Dewi.
"ngk bisa sayang, ngk ada rasanya"rengek Kevin.
Sedangkan Dewi hanya menarik napasnya panjang lalu membuangnya secara kasar, kebiasaan Kevin yang tidak bisa memakan makanan orang kampung.
"trus mau makan apa"ucap Dewi mengalah, dari pada Kevin tidak makan siang mending dia memesan menu baru lagi.
"mba"ucap Dewi memanggil pelayan cafe.
"iyh nyonya ada yang kurang dari menu kami"ucap pelayan.
"pesan spaghetti dua porsi iyh, sama jus mangganya dua"ucap Dewi "makanan yang ini di ambil lagi, diganti smaa spaghetti nya aja"
Mau tidak mau mereka harus ganti menu makanan.
Akhirnya menu makanan yang mereka pesan pun nanti dan kali ini Kevin tidak protes lagi,
####
Tapi kali ini sebelum ke kampus kevin mandi terlebih dahulu mengingat cuaca hari ini cukup panas sehingga membuat Kevin berkeringat.
Jika Kevin mandi maka Dewi mempersiapkan baju kampus buat Kevin, setelah selesai mempersiapkan baju untuk Kevin, Dewi langsung keluar dari kamar dan berjaln menuju dapur.
Beberapa pelayan sedang bekerja di dapur, mereka menghentikan pekerjaannya sesaat ketika mendapati nyonya mereka sedang berkunjung ke dapur, meskipun Dewi sudah terbiasa main ke dapur tapi mereka masih canggung dan tegang sendiri ketika Dewi masuk ke dapur.
"nyonya butuh sesuatu..?biar makin siapkan"
"ngk ada, saya cuma mau ambil air putih aja"ucap Dewi.
"kalian lagi gapain rame-rame di dapur, tumben"ucap Dewi sambil menuangkan air ke dalam gelas.
"biasalah nyonya, kita menyiapkan makan untuk nanti malam, jadi supaya tidak keteteran nantinya"ucap pelayan mengingat mereka harus menyiapkan makan malam yang banyak setiap harinya karna Dewi meminta kalau para penjaga dan para pelayan dirumah ini akan makan dengan menu yang sama dengan apa yang dia dan Kevin makan.
"oohh iyh, nanti aku pinjam dapurnya iyh, aku mau buat kue"ucap Dewi.
"baik nyonya, ada yang perlu kami siapkan..?ucap pelayan.
"ngk usah biar aku aja nanti, kalian lanjut aja, aku pakai dapur agak sorean nanti"ucap Dewi.
__ADS_1
"sayang aku mau berangkat nih"teriak Kevin yang tidak mendapati Dewi diruang tamu maupun dimeja makan.
"istri syaa kemana mba"ucap Kevin kepala salah satu pelayan yang kebetulan lewat dari ruang tamu.
"nyonya sedang ada di dapur tuan, mau syaa panggilkan kah..?"
"tidak usah, nanti dia datang sendiri kesini"ucap Kevin sambil memakaikan sepatunya. Dan betul saja ketika mendengar teriakan Kevin, Dewi sudah tiba di ruang tamu dengan membawa segelas air putih untuk Kevin.
"kebiasaan, kalau pakai sepatu itu di teras Kevin, emng kamu pikir bersihkan rumah sebesar istana presiden ini tidak capek"ucap Dewi. "nih minum airnya duluh"
"iyh syang, lagian sepatuku bersih kok, baru di laundry juga, jadi aku jamin tidak akan kotor nyonya besar"ucap Kevin gemas sambil memberikan gelas kepada Dewi.
"sama aja, apa susah nya pakai sepatu di teras"ucap Dewi kesal.
"baiklah syang, ini yang terakhir kalinya, jangan marah-marah sayang, nanti aku ngk jadi pergi"ucap Kevin gemaas sambil mengajak rambut Dewi.
Sedangkan pelayan yang melihat perdebatan Dewi dan kevin hanya tersenyum saja, cuma Dewi yang berani memarahi Dewi dan cuma Dewi yang berani melarang Kevin.
Memang benar kata orang, buaya akan tunduk jika menemukan pawang yang pas.
"aku berangkat syang, jangan kemana-mana"ucap Kevin sambil mengusap pipi Dewi dengan lembut.
"iyh, hati-hati kamu, kabarin kalau sudah sampai dikampus"ucap Dewi.
"jangan sering main ke dapur syang, kamu itu nyonya dirumah ini bukan kepala pelayan yang nongkrong di dapur, tugasmu hanya duduk dirumah dan menunggu suami pulang jangan lupa melayani suami juga"ucap Kevin yang sudah berpaa kali melarang Dewi supaya tidak sering nongkrong di dapur bersama pelayan dan hal itu membuat Kevin merasa terabaikan jika Dewi sudah masuk ke dapur, karn pada kenyataannya Dewi bukan sekedar memasak saja di dapur tapi tak jarang Dewi bergosip ria bersama pelayan di dapur.
Tapi itu salah satu yang Kevin salut dari kepribadian Dewi, yang dimana Dewi memperlakukan semua orang dirumah ini smaa termsuk pelayan, selama hampir enam bulan tinggal bersmaa Dewi, Kevin tidak pernh mendengar Dewi memarahi pelayan yang ada dirumah ini, tidak seperti nyonya besar pada umunya yang dimana pelayan melakukan kesalahan akan dimarahi habis-habisan, tapi Dewi tidak seperti itu meskipun itu seorang pelayan jika sudah satu frekuensi maka Dewi akan menjadikan mereka teman curhat.
"kalau sudah dirumah ngk mungkin ngk ke dapur syang, masak kalau misalnya aku mau minum nih, aku harus suruh pelayan yang ambilkan, sultan banget kayaknya aku"ucap Dewi.
"emng kamu sultan syang, kamu lupa suami kamu ini siapa..?bahkan untuk mengaji mereka seratus kali lipat tidak akan membuat suami mu miskin"ucap Kevin dengan bangganya.
"iyh, iyh, suami aku seorang perusahaan sukses yang kekayaan tidak habis sepuluh turunan, sudah smaa berangkat ngih"ucap Dewi.
"iyh sudah aku berangkat iyh"ucap kevin sambil mencium kening Dewi turun ke bibirnya sekilas.
"persiapan untuk pemintaan ku nanti malam, pokoknya aku tidak mau menunda lagi, aku sudah tidak tahan lagi"bisik Kevin yang membuat wajah Dewi merah, ia sampai lupa dengan perjanjian mereka waktu di kantor tadi, padahal ia berharap kalau Kevin akan melupaka hal itu.
"i- iyh, aku tidak akan menunda lagi"ucap Dewi gugup.
"iyh sudah, aku berangkat syang"ucap Kevin sambil masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya menuju kampus.
Hilangnya mobil Kevin dari pekarangan rumah maka Dewi pun memutuskan masuk kerumah dan berjaln kamar menggunakan litf, karna sebelum membuta kue ia mau istirahat sebentar saja.
__ADS_1