Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 112


__ADS_3

Saat ini Kevin dan Dewi sudah berada dimobil hendak pulang, Daffa tidak ada lagi bersama mereka karna Kevin sudah menyuruh Daffa pulang di jemput sopir kantor.


Di dalam mobil hanya terjadi keheningan, semenjak perdebatan yang di acara tadi Dewi lebih banyak diam, berbicara jika ditanya dan


menjawab seperlunya saja.


"kenapa..?"ucap Kevin sambil memengang kendali kemudi.


"ngk papa"jawab Dewi.


"ngak papa ngimna, sejak dari acara tadi kamu banyak diam saja"ucap Kevin masih fokus menyetir.


"lagi ngk mood"ucap Dewi.


Kevin tidak lagi menanggapi ucapan Dewi, kalau Dewi sudah ngk mood maka Kevin akan membiarkan mood Dewi kembali membaik dengan sendirinya, karna mau berbuat seperti apapun Kevin akan tetap slah jika mood Dewi sedang tidak baik-baik saja.


Menurut Kevin musuh terberat dari sikap perempuan selain masa menstruasi adalah ketika si perempuan sedang mood, ketika momen itu lah membuat Kevin menjadi malas kalau berurusan dengan wanita, dia akan serba salah, duduk salah berdiri pun demikian, berbicara salah diam pun demikian.


"sudah sampai syang, turun yuk"ucap Kevin membuyarkan lamunan Dewi.


"ahhh iyh"ucap Dewi tersadar dari lamunannya, lalu ia langsung turun ketika Kevin sudah membuka pintu mobil buat dirinya.


Keadaan rumah sudah cukup sepi, karna para pelayan sudah beristri dirumah belakang yang Kevin siapkan rumah khusus pelayan dan penjaga.


Mereka langsung naik menuju kamar dan mereka pun memutuskan untuk menggunakan litf karna lelah yang menyerang sehingga membuat mereka sedikit malas untuk menaiki tangga.


"kamu yang duluan mandi atau aku"ucap Dewi.


"kamu aja"ucap Kevin.


Dewi langsung masuk ke dlam kamar mandi, tak lupa ia membawa baju ganti.


Sedangkan Kevin hanya diam menatap Dewi yang masuk ke dalam kamar mandi, sungguh setelah dari pesta itu Dewi lebih banyak diam, itu membuat Kevin kembali pusing dengan sikap Dewi kalau lebih banyak diam.


"sekelam apa sih masa lalunya Dewi, sampai segitunya perubahan sikapnya Dewi"batin Kevin sambil menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.

__ADS_1


"bagaimana rekaman video yang syaa minta, apakah sudah ada kabar"ucap Kevin lewat sambil telepon.


"........"


"kirimkan sekarang juga ke email saya"ucap Kevin langsung memutuskan sambung telepon secara sepihak.


Ting


Ponsel Kevin berbunyi tanda ada notifikasi, Kevin langsung membuka ponselnya ia yakin kalau itu kiriman video yang ia minta.


l


Secara perlahan Kevin memutar video itu, secara perlahan ia menonton video itu, tidak ada yang terlewatkan sedikit pun sangat jelas di video seorang Dewi sedang berganti pakaian tanpa ada disensor sedikitpun, dimana gunung kembar Dewi hanya tertutup dengan bra saja sehingga memperlihat perut Dewi yang rata dan putih mulus, bahkan di video itu terlihat jelas Dewi menurunkan rok sekolahnya hingga tersisa celana pendek tipis sehingga ****** ***** Dewi tercetak dengan jelas bahkan dengan sangat jelas paha mulus Dewi terpampang jelas tanpa diblur sedikit pun.


Ini bukan lagi pelecehan tapi ini adalah pemergosaan secara tidak langsung, sangat-sangat tidak bisa dibiarkan begitu saja, bahkan masalah ini selesai begitu saja ketika link video itu hilang begitu saja.


Seluruh dunia mengetahui lekuk tubuh Dewi, dan Kevin tidak akan membiarkan si pelaku berkeliaran begitu saja.


"kemana aja aku selama ini, video sepenting ini tidak aku ketahui dan baru menonton sekarang setelah beberapa tahun, bahkan video ini sudah di tonton seratus juta kali dalam hitungan jam"guman Kevin menahan amarahnya, wajar saja Dewi begitu marah ketika seseorang membahas masa lalunya.


Pintu kamar mandi terbuka nampak Dewi yang baru keluar kamar mandi dengan berpakaian piama dengan handuk yang melilit di rambutnya.


"mandi gih, aku udah siapkan air hangat"ucap Dewi sambil berjalan menuju meja rias.


"kamu percaya sama aku..?"ucap Kevin sambil berjaln mendekati Dewi dan menuntun Dewi supaya duduk di tepi ranjang.


"percaya, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu"ucap Dewi menatap bingung Kevin.


"apa kamu mau menceritakan tentang masa lalu mu kepada ku..?aku ini suami kamu, ngk salah kan jika aku ingin mendengar masa lalumu"ucap Kevin memengang tangannya Dewi, ia hanya ingin cerita itu keluar dari mulut Dewi meskipun sejatinya dia sudah tau betul seperti apa masa lalu Dewi.


Ketika mendengar pertanyaan Kevin seketika raut wajah Dewi berubah menjadi murung dan tubuh seketika bergetar hebat, sejujur ia tidak siap menceritakan masa lalunya yang menyedihkan apalagi itu untuk Kevin yang notabennya suaminya sendiri, dan Kevin menyadari tubuh Dewi yang bergetar.


Sejenak hanya terjadi keheningan, Kevin yang diam menunggu Dewi menceritakan semua nya sedangkan Dewi sedang menyusun kata-kata yang cocok supaya Kevin tidak salah paham.


Huhhh

__ADS_1


Sejenak Dewi menarik napas panjang dan membuang secara kasar lalu bangkit berdiri berjalan menuju balkon kamar, yang kebetulan angin cukup kencang sehingga membuat rambut Dewi tertiup angin.


"apa kamu siap mendengar masa lalu aku..?kalau kamu belum siap, tidak usah kamu tanyakan, aku takut kamu akan malu sendiri"ucap Dewi menatap lurus kedepan.


"kenapa tidak siap..?aku suami mu, aku berhak tau seperti apa masa lalumu sehingga membuat kamu sehisteris itu, lagian itu hanya masa lalu buat apa aku malu, bukankah kita sudah berjanji akan memulai semuanya dari awal..?apakah selama ini kamu tidak menganggap aku suamimu..?sehingga kamu begitu engga berbagi kepadaku"ucap Kevin sambil memakai Dewi jas yang ia pakai tadi dari pesta "udara sangat dingin, kamu baru mandi"


"masa laluku tidak seperti masa lalu pada umunya, yang dimana masa lalunya di habiskan untuk nongkrong dan berpacaran saja, masa lalu aku sangat menjijikkan"ucap Dewi menatap Kevin sekilas.


"ceritakan aku siap mendengar dan aku siap menerima masa lalu kamu"ucap Kevin menyakinkan Dewi.


"setelah aku cerita, aku siap dengan keputusan kamu selanjutnya, aku tidak akan membantah apapun itu"ucap Dewi sebelum menceritakan kejadian sebenarnya sambil ia berbalik badan sehingga ia bersender ke tiang pembatas balkon sedangkan Kevin masih setiap menatap lurus kedepan, mungkin sudah waktunya Kevin mengetahui masa lalunya, padahal tanpa ia cerita sekali pun kevin sudah sangat tau betul seperti apa masa lalu yang menjijikan yang dimaksud Dewi.


"waktu zaman sekolah menengah atas kleven terus mengejar-ngejar aku, kami satu sekolah hanya beda jurusan saja, karna aku sudah cukup muak dan aku juga mau tenang sekolah tanpa ada kleven yang terus mengangguku, akhirnya aku menerima dia sebagai pacarku, awalnya pacaran dengan dia menurut hal biasa saja tapi semakin lama aku semakin nyaman bersamanya, sehingga kami pacaran hampir dua tahun"ucap Dewi menghentikan ucapannya.


"hingga suatu saat ketika jam pelajaran olahraga, aku sedang berganti pakaian di ruang ganti tanpa aku sadari tenyata salah satu dari teman kleven telah menyimpang kamera tersembunyi di ruangan itu tepat ketika aku sedang berganti baju, dan tak berselang bebrapa lama video itu telah menyebar luas di grup-grup kelas yang dimnaa kleven sendiri yang mengirim nya"


"bahkan ketika kejadian itu berlangsung kleven hilang seperti ditelan bumi, ternyata dia menghabiskan waktunya di Bali hadiah dari temannya karna dia sudah menyebarkan video itu"ucap Dewi sambil menahan laju air matanya.


"aku benci keadaan saat itu, aku dikucilkan kemana pun aku pergi, aku tidak ada pengaduan untuk minta tolong, keluarga dari papa bahkan mama seakan tutup mata dan telinga ketika mendengar kejadian itu, link video itu dihapus keluarga kleven ketika sudah hampir satu Minggu menjadi tontonan seluruh dunia, sepertinya kleven sudah merencanakan semua nya, setelah satu Minggu video itu berselancar di dunia maya maka pihak kleven juga yang mencabut video itu"ucap Dewi menghapus air matanya.


"aku pindah sekolah dengan harapan akan lebih baik, tapi sama aja, anak-anak bahkan guru kembali mengucilkan aku, Tuhan terlalu baik buat aku, hingga sudah sering ingin mengakhiri hidupku tapi aku tidak mati, selalu saja ada cela membuat aku supaya hidup kembali"


"makaya ketika kamu ingin menikahiku secara paksa bahkan menyiksa ku terus-menerus, aku hanya diam saja, aku tidak melawan bahkan aku tidak membantah, karna aku sudah cukup lelah dengan keadaan hidupku, aku muak dengan semua yang ada"ucap Dewi


"aku..."


"ngk usah dilanjutkan lagi, aku sudah tau semuanya, aku minta maaf telah memaksa kamu menikah dengan ku, aku minta maaf telah menyiksa kamu diawal pernikahan"ucap Kevin memotong ucapan dewi lalu membawa gadis itu kedalam dekapannya. "aku janji, untuk kedepannya tidak akan ada lagi air yang keluar dari matamu kecuali air mata kebahagiaan"ucap Kevin semakin mempererat pelukannya.


"aku sudah tau tentang masa lalu kamu bebrapa Minggu yang lalu, bahkan aku sudah melihat dengan jelas video itu"ucap Kevin mencium pucuk kepala Dewi.


"aku ngk pernah malu memiliki istri seperti kamu walaupun mempunyai masa lalu seperti itu, justru aku bangga ternyata nyonya Kevin Mahendra adalah wanita tanggung pada zamannya, aku bisa menceritakan ini semua kepada anak-anak kita nanti kalau ibu yang melahirkan mereka adalah seorang wanita tanggung yang melewati kehidupan yang berat, aku yakin anak kita akan tanggung seperti ibunya"ucap Kevin mencoba menenangkan Dewi.


"pokoknya kita lupakan masa lalu, kamu punya masa lalu aku juga demikian, kita mulai masa depan yang baru, kita saling bekerja sama dan saling mendukung, kita perankan rumah tangga ini dengan baik"ucap Kevin sambil mencium kening Dewi dengan lembut.


Sedangkan Dewi hanya menangis histeris dalam dekapan Kevin, ada perasaan lega ketika ia sudah berbagi cerita kepada Kevin, cukup sudah selama ini ia menyimpang semua masalah sendiri.

__ADS_1


__ADS_2