
Setelah selesai sholat subuh Dewi memutuskan untuk memasak sarapan pagi, membantu para pelayan.
"ehh sayang gapain masak pagi-pagi, kan ada pelayan yang bisa masak"ucap Devi ketika melihat Dewi sedang bertempur dengan peralatan dapur.
"ngk papa Tante, udh biasa masak pagi waktu di indonesia, dan maaf dapurnya jadi berantakan"ucap Dewi menghentikan kegiatan
masaknya.
"kok Tante lagi sih, bunda dong syang, kamu istrinya Kevin"ucap Devi lembut sambil menatap wajah Dewi yang sudh berkeringat.
"Iyah tan..eh bund maksudnya"ucap Dewi canggung.
"ngpp, nanti akan terbiasa, ehh Kevin mana kok kamu udh bangun pagi sekali"ucap Devi.
"kak Kevin sudh bangun sejak subuh tadi kok, cuma dia katanya mau keliling rumah"ucap Dewi.
"iyh sudh bunda tinggal iyh,"ucap Devi meninggalkan Dewi di dapur.
waktu sarapan pagi pun sudh tiba, nek sari dan bunda Devi sudh berada di meja makan disana sudh ada beberapa pelayan yang siap melayani mereka, kini mereka hanya menunggu Kevin dan Dewi turun dari lantai atas.
Setelah menunggu beberpa saat pintu lift pun terbuka pertanda akan ada orang keluar, dan itu adalah Kevin dan Dewi.
"pagi bund, nek, maaf menunggu lama"ucap Kevin tersenyum hangat, di ikuti Dewi hanya hanya tersenyum tanpa berniat menyapa mereka.
Sari yang melihat senyuman Dewi hanya tersenyum sinis, ketika melihat senyum itu, maka otomatis ia akan kebayang akan wajah Tiara ibu kandung Dewi.
"ngk papa nak, ayo kita langsung sarapan saja"bunda Devi.
Dewi langsung mengambilkan sarapan buat Kevin, ia mengisi bebrapa jenis laut paut yang ada diatas meja.
"segini cukup"ucap Dewi.
"ambil porsi dua orang saja, kita makan sepiring berdua, kamu suapin aku iyh"ucap Kevin dingin, tatapan tertuju kepada nek sari yang terus menatap interaksi Dewi sedari tadi.
"kak, makan sendiri-sendiri aja, malu ada bunda smaa nenek"ucap Dewi dengan wajah yang sudh memerah.
"kak"ucap Kevin pelan menyadari ucapan Dewi yang memanggilnya dengan sebutan kak.
"iyh"cicit Dewi.
"aku tidak mempunyai adek perempuan, aku hanya anak tunggal saja, dan kamu bukan adekku kamu istriku, jadi jangan coba-coba panggil aku kak"ucap Kevin dingin, tak terima dengan panggilan Dewi kepadanya, berasa kakak adek saja mereka padahal nyata sudh suami istri pikir Kevin.
"lalu aku panggil apa"ucap Dewi.
"sayang mungkin, atau honey dan bisa juga Beby"ucap Kevin.
"itu enak dikamu, pokoknya aku panggil kak saja"ucap Dewi tak mau kalah.
"klau kamu panggil aku kak, jangan salahkan jika aku tidak akan menyahut"ucap kevin.
__ADS_1
Sedangkan Devi hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan perdebatan Dewi dan Kevin pagi ini, hanya karna hal sepele saja mereka harus berdebat duluh, lain hal dengan nek sari yang muak ketika melihat interaksi Kevin dan Dewi.
"sudah-sudah, ngk baik berkelahi di depan makanan, soal panggilan kalian bicarakan saja dikamar, dan Dewi suapi saja Kevin biar mulutnya berhenti mengoceh"ucap Devi melerai perdebatan Kevin dan Dewi yang semakin panjang "masih pagi Vin, tuh mulut jangan seperti pantat ayam yang mengoceh"ucap bunda Devi lagi.
"iyh bund"ucap Dewi singkat dan mulai menyuapi kevin.
Disela-sela sarapan pagi, mereka kedatangan tamu yang menghentikan aktivitas sarapan itu.
"selama pagi nenek, selamat pagi bunda"ucap salsa sambil menyalim sari dan Devi bergantian.
"Kevin,"pekik salsa menyadari sosok pria yang selama ini ia rindukan.
"kamu kembali kesini"ucap salsa sambil memeluk kevin "aku kangen banget tau, kamu pasti datang kesini ketemu smaa aku iyh"
Sedangkan Kevin yang mendapat pelukkan dari salsa hanya diam saja sambil mengunyah makanan, sesekali ia melirik ke arah Dewi memastikan ia bisa melihat rona cemburu dari wajah Dewi.
Tapi apa..?yang ia lihat hanya ekspresi datar, tidak menunjukkan mimik wajah yang sedang cemburu atau marah.
"awas sal, aku lagi makan"ucap Kevin dingin sambil berusaha melepaskan pelukkan salsa.
"kamu tidak rindu kepada ku, kita hampir sepuluh tahun tidak bertemu Vin",ucap salsa melepaskan pelukkan.
"ngk"ucap Kevin dingin, sambil menerima suapan dari Dewi.
"what!!kamu tidak merindukan mu, dan dia siapa..?"ucap salsa menyadari sosok baru yang ada di atas meja makan.
"dia ist..."
"emng asisten harus banget menyuapi tuannya iyh"ucap salsa curiga.
"waktu di Indonesia tidak pernh, tapi disini sesuai permintaan tuan Kevin maka syaa harus menurut, daripada gaji syaa di potong kan"ucap Dewi tersenyum semanis mungkin kepada salsa.
Dan ketika mendengar hal itu Kevin lagi-lagi menatap Dewi tajam, bahkan lebih tajam dari biasanya, bahkan tatapan itu bisa mematikan lawannya dalam sekejap.
Dewi yang menyadari tatapan Kevin hanya bisa menunduk saja, sebenarnya ia takut ketika melihat tatapan itu, tapi mau ngimna lagi, hubungan mereka belm jelas arahnya kemana, makaya ia mengaku sebagai asisten Kevin.
"Vin habis sarapan kita jalan-jalan yuk, aku kangen banget jalan berdua smaa kamu"ucap salsa memeluk manja lengan kevin.
"boleh"ucap Kevin tanpa menatap salsa tapi malah menatap Dewi yang masih tidak mengeluarkan ekspresi apapun.
"aku sudh selesai"ucap Kevin berdiri dari kursinya, mood makan tiba-tiba hilang ketika melihat reaksi Dewi yang tidak menunjukkan sedikit pun rasa cemburu atau marah "dan buat asisten pribadiku tolong bawakan air putih ke kamarku, aku tungguh sekarang"ucap Kevin segaja menekan kata asistennya, lalu ia meninggalkan meja dengan perasaan kesal.
"sepertinya rumah tangga Kevin dan Dewi tidak berjalan semestinya, dan mereka tidak seperti suami istri pada umum"batin Devi sambil menatap punggung Kevin.
"kalau begitu syaa permisi bund, nek dan nona salsa, saya mau mengurus tuan Kevin duluh"ucap Dewi hendak berdiri dari kursinya.
"boleh kah aku yang mengantar air putih buat kevin..?"ucap salsa menghentikan pergerakan dewi.
"silakan nona, nanti pelayan akan mengarahkan Anda ke kamar kevin"ucap Dewi tersenyum manis sambil memberikan gelas yang berisi air putih ke tangan salsa.
__ADS_1
"kenapa kamu mengizinkan salsa masuk ke kamar Kevin"ucap nek sari dingin setelah memastikan salsa masuk ke dlaam litf, ia tidak menyangka jika Dewi akan mengizinkan wanita lain masuk ke dalam kamar suaminya.
"bukan kah kalian ingin menjodohkan Kevin dan salsa, dan biarlah mereka semakin dekat dengan salsa yang mengurus Kevin"ucap Dewi tersenyum miris.
Yang membuat nenek sari langsung terdiam seketika tanpa mampu berkata-kata apa lagi.
"baguslah kau sadar diri dimana posisimu, dan menyadari kalau kau tidak cocok bersama Kevin"ucap nek sari.
"dari duluh aku merasa tidak cocok dengan Kevin karna kamu selalu berbeda persepsi, tapi kevin nya aja yang selalu merasa cocok denganku, jadi aku bisa apa"ucap Dewi dingin, jika nenek sari bisa dingin kepadanya maka ia juga bisa lebih dingin kepada nenek sari pikir Dewi.
"lihat saja, aku pastikan hubungan dengan kevin tidak bertahan lama, kamu lihat bukan salsa sudh datang kesini, karna aku sudh menjodohkan mereka"ucap sari mencoba menahan emosi.
"dan aku akan menunggu saat itu, saat di mana Kevin akan melepaskan ku"ucap Dewi berdiri dari kursinya.
"dan sampai kapan pun, dan apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan mu, camkan itu"suara barito dari arah litf terdengar sangat menusuk dan tidak dapat dibantah.
"aku menyuruhmu sebagai asisten untuk mengantarkan air minum kepada ku, kenapa kau malah meminta salsa yang mengantar"ucap Kevin menatap tajam Dewi "yang asistenku disini siapa..?kau atau salsa..?atau kau ingin memakan gaji buta..?
"aku bukan asisten mu tuan Kevin Mahendra yang terhormat"batin Dewi berteriak, ingin rasanya Dewi mencakar wajah Kevin yang sangat menyebalkan baginya.
"jawab!!! kenapa kau cuma diam saja, atau kau sudh bosan menjadi asistenku..?atau kau sudh kelebihan uang sehingga kau tidak membutuhkan gaji dari..?"bentak Kevin menatap tajam Dewi.
"Kevin kok dibentak"ucap Devi yang tidak tega melihat wajah Dewi yang ketakutan.
"biar aja Bun, biar dia bisa membedakan mana istri dan mana asisten"ucap Kevin.
"siapa istri..?"ucap salsa yabg mendengar ucapan Kevin sekilas.
"sal kau pulang saja, hari ini aku tidak bisa menemani jalan-jalan"ucap Kevin dingin tanpa menanggapi pertanyaan salsa, lalu ia menarik paksa tangan Dewi untuk memasuki litf.
"kevin tidak bisa begitu dan kau sudh janji untuk menemani"teriak salsa tapi tidak menghentikan langkah Kevin yang terus menarik kevin.
"apa sebenarnya hubungan mereka, kenapa Kevin begitu marah ketika bukan Dewi yang mengantar air minum tadi"batin salsa teringat ketika Kevin sangat marah dan mengusirnya dari kamar ketika tau kalau dirinya yang mengantar air minum itu.
"bunda boleh salsa bertanya sesuatu"ucap salsa berjalan mendekati meja makan.
"tanya apa nak..?"ucap bunda Devi yang sudh tidak berselerah sarapan karna melihat pertengkaran kevin dan Dewi.
"apa hubungan mereka Bund..?kenapa kevin menarik tangan Dewi ke kamarnya, dan kenpa juga Dewi menurut begitu sjaa..?ucap salsa menatap nenek sari dan bunda Devi bergantian.
"merka su.."
"seperti yang kamu tau sal, mereka hanya asisten dan atasan saja, Kevin segaja membawa Dewi dari Indonesia untuk mengurusnya disini"ucap nenek sari memotong ucapan Devi menantu nya.
"tapi nek, rencana nenek yang akan menjodohkan kamu berdua tetap terjadi kan nek..?apapun situasinya"ucap salsa memastikan rencana nenek sari.
"pasti sayang, Kevin juga datang kesini sekalian ingin mengurus perjodohan kalian"ucap nenek sari mencoba menyakinkan salsa, sembaring memikirkan cara untuk memisahkan Kevin dan Dewi.
"ma aku sudh selsai,aku mau langsung berangkat ke kantor saja, mama jangan lupa memakan obat pagi"ucap Devi beranjak dari kursinya "salsa sayang, bunda duluan iy"
__ADS_1
"hati-hati di jalan Dev, jangan terlalu kelelahan"ucap sari menatap menantunya.