Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 39


__ADS_3

Dan Kevin menarik tangan Dewi kesamping kamar apartemen yang kebetulan disana terdapat kolam lengkap dengan taman kecil.


Ketika melihat air kolam itu yang begitu tenang entah kenapa kejadian beberapa tahun lalu terlintas di dalam pikiran Dewi, kejadian dimana Herman yang notaben ayahnya sendiri dengan segaja menenggelamkan kepala Dewi kedasar kolam.


Seketika tubuh Dewi tegang seketika, rasa trauma yang selama ini dikubur Dewi akan datang kembali, dengan susah payahnya ia melupakan kejadian itu akan terulang kembali.


"apakah aku harus berakhir setragis ini..?apakah kejadian itu akan terulang lagi..?atau bahkan lebih menyeramkan dari yang sebelumnya"batin Dewi sambil menatap ketenangan air kolam.


"kenapa nyalimu menciut, kamu takut mati"ucap Kevin menyadari ketenangan tubuh Dewi.


"kalau udh saatnya apa yang aku takuti, "ucap Dewi tersenyum manis menatap Kevin


"ingat Dewi siapapun tidak boleh lepas dari aku, kamu sudah masuk ke kehidupan ku, jadi kamu harus siap bermain denganku"bisik Kevin.


"dan kamu jangan pernh berpikir lepas dari aku dan kabur bersama pacar mu itu, kalau dia ngk mati maka kamu yang akan mengganti nya"ucap kevin menatap Dewi.


"jangan kamu sentuh Rangga barang sedikitpun, dia tidak ada urusan sama hubungan ini, dan dengan matinya saya membuat kamu tidak menyentuh Rangga, baiklah saya siap mati demi Rangga"ucap Dewi terbawa emosi karna Kevin sudh menjalarkan masalah mereka dengan orang lain.


"segitu cinta dan pedulinya kamu sama Rangga, sampai-sampai kamu rela mati demi dia"batin Kevin menatap tajam Dewi.


"wahhh pasangan yang saling kerja sama ternyata, segitu cintanya kamu Rangga"ucap Kevin dengan nada mengejek.


"jelas saya sangat mencintai Rangga, bahkan mati demi dia sekalipun saya rela, buktinya demi kamu tidak menganggunya aku rela mati ditangan mu"ucap Dewi menantang Kevin.


"sepertinya akan lebih menarik jika kalian sama-sama mati ditangan ku"ucap Kevin menekan lengang Dewi dengan sangat kuat.


"berarti cinta kamu berdua abadi, Rangga akan menjadi satu-satunya laki-laki terakhir dalam hidupku"ucap Dewi.


"mungkin jika aku mati bukan akulah yang menjadi wanita terakhir dalam hidup Rangga, tapi aku cukup bangga bisa mengisi hati Rangga beberapa tahun belakang ini, dan aku juga akan membawa cinta terakhir ku"ucap Dewi.


"stop berbicara soal cinta, kalau Rangga cinta smaa kamu pasti dia tau kamu ada dimana sekrang"ucap Kevin menatap tajam Dewi.


"dan asal kamu tau Vin, kalau saja kamu tidak memaksa aku buat pulang bareng kamu mungkin saat ini aku sudh bersama Rangga dan mungkin saat aku melihat Rangga di gerbang kampus aku bisa berlari dan memeluk dia, dan mungkin juga saat ini kami akan menghabiskan waktu berdua"teriak Dewi menatap tajam Kevin.


"jangan pernh bermimpi untuk menghabiskan waktu berdua bersama Rangga, karna akan hal itu tidak akan pernh terjadi"teriak Kevin.


"Karna itu akan menjadi hari terakhir kamu melihat wajah Rangga"bisik Kevin ditelinga dewi, lalu ia langsung mendorong tubuh Dewi ke dalam kolam tanpa perasaan.


brurssssdsss


Ketika di dalam kolom Dewi benar-benar tidak membuka matanya, dan lagi-lagi kejadian bebrapa tahun lalu terulang lagi dan trauma itu muncul lagi.


Dan ketika Dewi terlempar kedalam kolam ia masih bisa merasakan kalau jidat terbentur dinding kolam, dan seketika itu juga dada Dewi terasa sesak, karna sudh tidak tahan lagi akhirnya Dewi pingsang di dalam kolam.


Sedangkan Kevin masih terus menunggu Dewi kembali muncul dari dalam kolam, Kevin benar-benar tidak punya rasa kasihan kepada Dewi, sudah tadi dia menyiksa Dewi habis-habisan dan sekarang ia juga melempar Dewi kedalam kolam tanpa rasa bersalah sekali pun.

__ADS_1


Kata-kata Rangga waktu di gerbang kampus memacu emosi Kevin, karna tidak terima dengan kesepakatan Dewi dan Rangga alhasil Kevin menyiksa Dewi tanpa ampun.


"kita lihat sampai kapan kamu akan bertahan dibawah sana Dewi"guman Kevin yang melihat ke dasar kolam yang masih terlihat tenang.


5menit


6menit


10 menit


belum ada tanda-tanda Dewi akan muncul, dan hal itu membuat Kevin bertanya-tanya apakah Dewi sejago itu berenang sampai bertahan di dalam kolam selama itu.


Hingga di menit ke 15 belm ada tanda-tanda Dewi akan muncul keatas dan hal itu membuat Kevin panik seketika, ia hendak melompat kedalam kolam, tapi ketika ia hendak melompat ia melihat sesuatu yang muncul tiba-tiba diatas kolam.


Duarrrrrrrrtt


Bagaikan disambar petir disiang bolong dibawah sinar matahari Kevin terkejut bukan main ketika melihat yang muncul ke atas kolam adalah sosok Dewi.


Yap setelah beberapa menit pingsang dibawah kolam akhirnya tubuh Dewi gambang ke atas bagaikan mayat yang sudh mengembung.


"Dewi"pekik Kevin langsung melompat dan membawa Dewi kedasar kolam, lalu ia membaringkan tubuh Dewi di pinggir kolam.


"wi bangun"ucap Kevin menepuk-nepuk pipi Dewi, lalu ia memberikan Dewi napas buatan tetapi belum ada respon dari Dewi, bahkan ia juga sudh menekan dada Dewi hingga beberapa kali tetapi tetap saja Dewi tidak membuka mata.


"Dewi bangun, bukan matamu Dewi"ucap Kevin berusaha membangungkan Dewi.


"ke apartemen ***** sekarang juga tidak pakai lama"ucap Kevin menelepon Devan dan langsung mematikan sambung telepon secara sepihak.


"kebiasaan buruk banget sih Kevin"ucap devan kesal, tetapi ia langsung meluncur ke apartemen yang diberitahu Kevin sebelumnya.


Sedangkan Kevin di apartemen menatap tubuh Dewi terbujur kaku di atas kasur, ia menatap sendu wajah Dewi, wajah selalu membantah kepadanya, wajahnya yang selalu terlihat baik-baik saja padahal lagi hancur kini terbaring lemah tak berdaya dan semua itu karna ulahnya, semua itu karna dia yang tidak bisa mengontrol emosinya.


Setelah puas memandangi wajah Dewi mau tidak mau Kevin harus mengganti bajunya Dewi yang sudh basah, dan mau tidak mau juga ia harus menahan gairahnya ketika melihat tubuh Dewi yang tak memakai sehelai bena pun.


"maaf wi, "ucap kevin setelah ia selesai menukar baju Dewi.


Lalu matanya menangkap sebuah luka yang ada dijidat Dewi dapat ia pastikan bahwa itu bekas benturan karna sebelum melempar Dewi ke kolam luka itu belum ada.


"maaf wi, please buka matamu"ucap Kevin sendu lalu mencium kening Dewi dengan sangat dalam.


Dan Kevin juga melihat luka memar dileher dan juga di pergelangan tangan Dewi, dan itu semua karna ulahnya,


Tak lama setelah itu Devan sudh sampai di apartemen Kevin dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Dewi kenapa Vin..?"tanya Devan terkejut ketika melihat sosok wanita yang terbaring di kasur.

__ADS_1


"periksa dia sekarang, buat dia bangun secepatnya apapun caranya"ucap Kevin dingin dan memberi ruang kepada Devan.


Lalu Devan langsung memeriksa semua tubuh Dewi dan ia juga menutup luka yang ada dibagian jidat Dewi supaya tidak infeksi.


"bagaimana keadaannya..?"tanya Kevin dingin.


"kamu adalah manusia terjahat yang pernah saya kenal Vin, aku apakan dia Vin..?"ucap Devan memukul pipi kevin.


"bagaimana keadaannya Devan"ucap Kevin tanpa membalas pukulan devan.


"dia hanya kelelahan dan sebentar lagi akan siuman saran saya segera bawah di kerumah sakit untuk memastikan keadaanya, karna sepertinya ia meminum cukup banyak kaporit"ucap Devan menatap tajam Kevin.


"dan sepertinya jidat dan kepalanya mengalami benturan yang sangat kuat"ucap Devan.


"jangan bilang ia akan geger otak"ucap Kevin.


"tidak menutup kemungkinan"jawab Devan.


"apa yang sebenarnya terjadi Vin, kenapa bisa Dewi sampai segitu mengenaskan"tanya Devan mendudukkan diri di sofa.


"tadi aku ketemu sma Rangga di kampus, ia menceritakan bahwa Dewi sudh menikah, dan Dewi dan Rangga sepakat kalau Dewi sudh menikah satu tahun, maka Rangga akan membawa Dewi jauh dari kota ini dan mereka akan hidup berdua"


"hingga akhirnya aku tidak bisa mengontrol emosi dan aku menyiksa Dewi tadi dan..."ucap Kevin.


"dan kamu mencekit leher Dewi lalu kamu melemparnya ke kolam sehingga jidat dan bagian kepalanya terbentur ke tembok kolam"ucap Devan memotong ucapan Kevin, dan kata-kata Devan sangat tepat mendefinisikan kejadian yang dialami Dewi beberapa jam yang lalu, sedangkan Kevin hanya mengangguk membenarkan ucapan Devan.


"b*ngs*k Lo Vin, kalau Lo benci sama Dewi lepaskan dia Vin, Dewi terlalu baik untuk kamu sakiti dan dia tidak ada hubungan dengan kejadian orang tuanya dimasa lalu, jahat Lo Vin, gue ngk kenal Lo lagi sumpah"ucap Devan tak habis pikir dengan tindakan Kevin yang diluar batas.


"gue terbawa emosi Van, gue ngk rela jika Dewi dibawah pergi sama Rangga, bahkan gue ngk rela jika menjadi milik orang lain, Dewi hanya milik gue Van"ucap Kevin.


"berarti Lo udh jatuh cinta smaa Dewi Vin, bahkan Icha, yang hampir beberapa minggu disini pernh ngk kalian menghabiskan waktu berdua..?ngk kan"ucap Devan sedangkan Kevin hanya mengeleng.


"berarti Dewi sudah berhasil menggeser posisi Icha di hati kamu"ucap Devan.


"gue ngk mungkin jatuh cinta sama Dewi, tujuan gue menikahi Dewi hanya untuk membalas dendam saja Van"ucap Kevin berdiri dari sofa lalu berjalan kearah balkon kamar.


"ingat Vin kamu adalah orang ketiga dihubungin Rangga dan dewi, dan kamu juga tidak ada hak melarang hubungan mereka, kamu adalah tamu yang tak di undang dihubungin mereka, Dewi tidak menginginkan kehadiranmu dan Rangga pun begitu"


"apa reaksi bunda jika ia mengetahui bahwa kamu menikahi seseorang hanya untuk balas dendam" ucap Devan "jika kamu membenci Dewi lepaskan dia dan biarkan dia hidup bahagia dengan Rangga, dan jika kamu mencintai dewi perlakukan dia dengan baik sebelum kamu benar-benar menyesal setlah dia pergi untuk selama-lamanya "ucap Devan lalu meninggalkan Kevin yang diam mematung.


Setelah dirasa devan sudh pergi Kevin berjaln mendekat ranjang tempat Dewi terbaring lemah.


"apa benar aku sudh jatuh cinta sma kamu, dan kalau pun itu benar kamu jahat wi, begitu dengan mudah kamu membuat aku jatuh cinta sama kamu"ucap Kevin mengelus pipi Dewi dengan lembut.


"tapi aku tidak akan rela jika Rangga akan mengambil kamu dari sisi, kamu hanya milikku dan apa yang menjadi milikku tidak bisa disentuh oleh siapapun"ucap Kevin lalu mencium kening Dewi.

__ADS_1


Lalu ia membaringkan tubuhnya disamping Dewi sambil memandang wajah sendu Dewi yang masih menutup matanya.


terimakasih atas kunjungan dan dukungan jangan lupa tinggalkan like


__ADS_2