
Seperti ucap Kevin sebelumnya ia mengajak Dewi kekantor, meskipun hari mau menjelang malam kevin tetap menyempatkan diri untuk mengurusi pekerjaan yang tertunda.
Keadaan kantor masih ramai meskipun sudh lewat jam pulang, sebagia karyawan masih sibuk dengan pekerjaannya tak banyak karyawan berjalan kesana sini kian kemarin sambil membawa dokumen dan lain sebagainya.
"sebanyak itu pekerjaan dikantor ini, padahal sudh jam pulang loh ini"batin Dewi menatap karyawan yang lalu lalang dihadapannya.
Kevin langsung membawa Dewi ke ruangannya, seperti biasa ketika di lingkungan kantor Kevin akan bersikap dingin dan tak lupa ia memasang tatapan tajamnya, membuat siapa pun yang lewat dari hadapannya hanya bisa menunduk tidak ada yang berani tersenyum bahkan sekedar menyapa.
"kamu mau istirahat di sofa atau dikamar..?"tanya Kevin menghentikan langkah secara tiba-tiba yang kebetulan Dewi sedang berjalan dibelakangnya.
"bisa ngk sih kalau berhenti itu bilang-bilang"ucap Dewi kesal sambil menatap Kevin tajam karna tiba-tiba Kevin berhenti dihadapannya.
"istirahat di sofa aja dah"ucap Dewi berjalan menuju sofa, sedangkan Kevin hanya terkekeh melihat wajah kesalnya Dewi.
"keruangan ku sekarang juga"ucap Kevin dari sambung telepon kantor.
Karna mendapat panggilan telepon dari atasannya Daffa langsung berlari menuju ruangan Kevin.
"selamat malam tuan, ada yang bisa syaa bantu?"ucap Daffa berjalan mendekati meja kebesaran Kevin.
"ada info apa tentang universitas *****"ucap Kevin dingin sambil tangan fokus pada komputer yang ada di depannya
"belum ada info yang masuk tuan"
"saya dengar beasiswa Dewi baru saja dicabut karna alasan yang tidak jelas"ucap Kevin tanpa menatap Daffa ia segaja menelan suaranya supaya tidak di dengar oleh dewi
"saya belum mendapat info itu tuan"
"cari tau kenapa bisa beasiswa Dewi dicabut, dan apa alasannya,saya butuh malam ini juga"ucap Kevin menatap Daffa sekilas.
"baik tuan, akan saya cari tau sekarang"
"dan satu lagi, kirimkan pengumuman besok universitas****berhenti beroperasi dan proses belajar mengajar di hentikan, dan sya mau besok diadakan meeting dengan rektor dan seluruh karyawan dan dosen semuanya tanpa terkecuali"ucap Kevin.
"baik tuan akan syaa atur, kalau begitu sya pamit undur diri"ucap Daffa sambil berjalan mundur.
Lama fokus dengan dokumen dan komputer dihadapannya bahkan Kevin sempat melupakan sosok Dewi, kalau gadis itu tidak meminta izin kepadanya hendak keluar untuk mencari minum, mungkin ia benar-benar melupakan dewi diruangan itu
Dirasa pekerjaannya mulai selesai dan ia juga cukup kasihan melihat Dewi yang udh bosan dan gelisah di kursi sofa, terbukti dari gadis itu terus mengubah posisi duduknya dan wajah yang mulai kucel tapi masih tetap terlihat cantik.
"yuk kita pulang, sekalian makan diluar aja dah"ucap Kevin menghampiri Dewi yang sedang duduk disofa.
__ADS_1
"makan dirumah aja, lagian baju lengket dan bau bekas tumpahan susu tadi"ucap Dewi.
"astga sorry aku sampai lupa, kamu ganti baju aja sekalian kamu mandi ngih dikamar sana"ucap Kevin sambil menunjukkan sebuah ruangan.
"yakin nih, ngk papa aku pakai baju dan pinjam kamar mandinya"ucap Dewi memastikan, takut-takut jika Kevin hanya bercanda saja.
"iyh ngk papa, mandi ngih, baju ada juga disana dan sepertinya ada celana mu disana disiapkan sama Daffa tapi tidak dengan baju"ucap Kevin mendorong tubuh Dewi menuju ruangan kamarnya.
Sembaring menunggu Dewi mandi lagi dan lagi Kevin menyempatkan diri untuk kembali memeriksa email-email yang masuk yang isinya beberapa perkembangan perusahaan di berbagai cabang.
"kenapa..?"tanya Kevin dingin.
".............."
"baik akan saya cek"ucap Kevin langsung mematikan sambung telepon secara sepihak.
Setelah mendapat kabar dari Daffa bahwa ia sudh mengirim motif kenapa beasiswa Dewi dicabut dan sudh dikirim lewat emain, tanpa pikir panjang Kevin langsung membuka pesan itu, karna ia juga ingin memastikan ada apa sebenarnya dibalik pemberhentian beasiswa Dewi, Dan ia juga tidak mudah percaya sama info angin lewat yang ia dapat, termasuk pengakuan dari Dewi sendiri notebene korban.
"ohhh ini penyebab, bagus juga baru beberapa bulan sudh ada aja yang berbuat seenak jidatnya, memasukkan urusan pribadi dengan urusan beasiswa"guman Kevin karna sudh mengetahui motif pemberhentian beasiswa Dewi.
Jika boleh serakah secara tidak langsung universitas******yang bisa beroperasi dibawah naungan perusahaan sudh merendahkan istrinya sendiri.
Sibuk memeriksa laporan yang terus masuk tanpa hentinya sampai-sampai Kevin tidak menyadari sosok Dewi sudh berdiri dihadapan nya.
Jujur saja terkadang Dewi merasa trauma jika terus-menerus berhadapan dengan Kevin, ia takut kalau sikap Kevin yang dulu-dulu kembali lagi.
Karna merasa namanya dipanggil Kevin pun menoleh asal suara itu, dah ahhh iyh betapa terkejutnya Kevin melihat penampilan Dewi saat ini, ia menelan salivanya dengan kasar melihat penampilan seksi Dewi malm ini.
Lalu Kevin berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan mendekati Dewi dengan tatapan yang susah diartikan bahkan matanya tidak berkedip melihat penampilan Dewi hari ini.
Karna melihat Kevin semakin berjaln mendekatinya otomatis Dewi mundur kebelakang.
"kamu mau gapain"ucap Dewi gugup
"kamu yang gapain..?gapain pakai baju seksi dihadapanku, kau sangat menggoda ku malam ini"ucap Kevin semakin melangkah mendekati Dewi semakin dekat dan menyisahkan bebrapa Senti saja jarak diantara mereka.
"disna cuma ada celana pendek aja"cicit Dewi yang berada dibawah kukuhan Kevin.
"kamu cuma bisa berpakaian seperti ini dihadapan,"ucap Kevin mengelus lembut pipi Dewi.
"tapi katamu kita mau makan diluar"ucap Dewi gugup.
__ADS_1
"khusus malam ini ngk papa, tapi untuk hari-hari berikutnya jangan lagi, soalnya aku ngk mau milikku menjadi pusat perhatian"bisik Kevin di telinga Dewi.
"iyh sudh, kamu mundur dulu jangan kayak gini, kamu membuatku takut"ucap Dewi semakin gugup karna Kevin mendekatnya mulut ke pipinya.
Alih-alih melepaskan Kevin malah menghadiahkan Dewi ciuman sedangkan Dewi hanya diam saja tanpa membalas ciuman Kevin karna pada dasarnya ia tidak pernh berciuam sepertinya itu, jadi dapatkan dikatakan bibirnya masih suci ketika jatuh pertama kalinya sama kevin, mau memberontak pun percuma Kevin tidak akan melepaskannya.
Yang awalnya ciuman lembut sekarang berubah menjadi kasar dan menuntun, setelah puas mencium bibir kini Kevin turun ke leher mulus Dewi dan menciptakan tanda disana, sedangkan tangan Kevin sudh tidak bisa lagi dikondisikan.
"Vin please aku belum siap untuk hal ini, lagian kita tidak saling mencintai"ucap Dewi sambil menjegak tangan Kevin yang hendak memengang buah d*d*nya.
"kalau aku bilang aku sudh mencintaimu, apakah kamu mau menyerahkannya kepadaku..?"ucap Kevin dengan suara serak karna sudh di penuhi nafsu sambil melap bibir Dewi menggunakan jari jempolnya.
"aku belum kepikiran sampai kesana dan tolong hargai keputusanku, aku tidak akan memberikannya pada pria yang tidak aku cintai"ucap Dewi membalikan wajah ke arah lain, jujur saja saat ini ia benar-benar gugup dan takut sekali.
"kalau aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, kamu bisa apa..?"bisik Kevin ditelinga dewi lalu membawa gadis itu ke dalam dekapannya.
"jangan salahkan aku jika aku ngk bisa membalas perasaan mu, jadi tolong jangan berharap banyak padaku"ucap Dewi di dalam dekapan Kevin.
"aku akan pastikan kamu membalas perasaanku, karna yang menjadi milikku akan terus menjadi milikku"ucap Kevin mengelus lembut rambut Dewi, ia tidak mau terlalu memaksa supaya Dewi mencintai nya, takutnya kalau ia terlalu memaksa gadis itu akan pergi meninggalkannya.
"aku lapar"ucap Dewi setelah beberapa saat mereka berpelukan lebih tepatnya Kevin lah yang memeluknya.
"sorry, aku kita makan diluar"ucap Kevin melepas pelukkannya dan menarik tangan Dewi.
"tapi.."ucap Kevin menghentikan langkah mereka.
"tapi kenapa..?"tanya Dewi bingung.
"tapi kita ngk mungkin keluar dengan penampilan kamu yang seperti ini"ucap Kevin frustasi karna melihat penampilan Dewi yang hanya menggunakan celana pendek diatas lutut dengan atas kemeja yang kebesaran, saking kebesarannya sampai-sampai menutupi celana yang Dewi pakai, jika dilihat di kejauhan mungkin bisa dikatakan kalau Dewi tidak pakai celana.
Ditambah lagi rambut Dewi yang di kuncir kuda sehingga memperlihatkan leher mulus nya, lengkap sudh, paham putih mulus terpampang jelas dan leher jenjang yang putih mulus juga.
Saat ini iman Kevin benar-benar di uji untuk tidak menerkam Dewi, tapi ia tidak mau jika paham dan leher Dewi akan menjadi pusat perhatian nanti, ia tidak rela miliknya di lihat orang lain meskipun ia bahkan tidak pernh sama sekalinya menyentuh Dewi, kalau pun ia menyentuh gadis itu masih dalam tahap wajar buktinya sudh beberapa bulan menikah dengan Dewi, gadis itu masih menyandang status istri masih perawan.
"trus aku harus ngimna..?disana cuma adanya celana pendek"ucap Dewi bingung.
"kita pesan makan aja, kita makan disini"ucap Kevin dingin.
"ihh aku ngk mau, kamu mah Vin, ak pengeng makan diluar ahh"ucap Dewi kesal sambil berjalan menuju sofa.
"trus mau ngimana..?emng kamu mau kamu keluar dengan pakaian seperti itu"ucap Kevin lembut mencoba membujuk Dewi.
__ADS_1
"memang pakaian seperti apa, masih dalam batas wajar kok, pokoknya aku mau makan di luar Vin, sekali-kali Lo aku minta sama kamu"ucap Dewi kesal.
"iyh sudh kita makan diluar, tapi cuma sebentar aja"ucap Kevin akhirnya mengalah, daripada Dewi marah kepadanya.