PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 99-Hasil Tes DNA (2)


__ADS_3

1 hari sebelum hasil tes keluar Bram sudah menyuruh asprinya untuk mencari informasi apakah ada kecurangan nantinya.


"Halo.. tolong cari info mengenai hasil tes DNA besok apakah hasilnya di manipulasi dan jika terbukti iya beritahu siapa pelakunya dan apa yang di janjikan," ucap Bram via telephone dengan sangat serius.


Felicia yang mendengarnya pun menjadi penasaran, kenapa suaminya sampai bertindak seperti ini.


"Bram.. apa perlu tindakan ini?? hasil tes yang asli kan kita udah mengetahuinya? kalau pun nanti dia berbohong ya tinggal kita tunjukkan saja bukti yang ada," ucap Felicia tak suka.


"Sayang.. dengarkan ya, untuk mengalahkan wanita seperti Thalia harus menggunakan siasat dan taktik yang matang untuk menjebaknya, aku yakin kalau dia akan memanipulasi hasil tes dan setelah itu dia bisa menjadikanku sebagai atm berjalannya.. jika aku hanya memberikan bukti itu saja malah yang ada dia memutar balikan fakta sayang, apalagi saksinya hanya pihak keluargamu saja jadi Thalia bisa dengan mudahnya membalikkan keadaan, makanya itu aku membutuhkan siasat ini untuk membungkam mulutnya," ucap Bram dengan menggebu.


"Good idea Bram, kenapa aku gak mikir sampai sana ya?? aku percaya padamu dan semoga hasilnya nanti sesuai harapan kita," ucap Felicia.


"Aamiin.. terima kasih sayang, support darimu sangat berarti untukku, kamu tinggal duduk manis saja dirumah biar aku yang handle masalah receh begini," ucap Bram angkuh.


"Masalah receh kok berlanjut di ranjang, mana ada.. udah gitu bolak-balik kamu transfer uang dengan nominal yang banyak pula, ayahnya bukan mau-maunya di kadalin Thalia," cibir Felicia.


"Kamu cemburu sayang?" goda Bram.


"Cih.. buat apa?? Thalia bukan level sainganku," protes Felicia tak terima.


"Bukan level sainganmu tapi kok dibahas terus, hayoo..." goda Bram.


"Jelas dong, kamu sudah jadi suamiku, masak iya aku rela berbagi suami.. ya gak mau lah, apalagi berbagi dengan wanita seperti Thalia. Wanita yang haus akan harta," ucap Felicia sinis.


"Mau tau apa tujuanku selalu transfer uang padanya?" tanya Bram.


"Memang apa?" tanya Felicia penasaran.


"Uang hasil transferanku dia gunakan untuk ini, untuk memanipulasi hasil tes DNA, jadi nantinya uang yang aku beri akan berbalik lagi padaku.. mana ada aku memberikan uang cuma-cuma sama dia," ucap Bram tersenyum licik.


"Fikiranmu sampai jauh begitu ya Bram, aku gak habis fikir loh," ucap Felicia kagum.


"Inilah hebatnya suamimu, makanya jika ingin membuat masalah denganku harus berfikir seribu kali," jawab Bram angkuh.


"Idih mulai narsis," cibir Felicia.


"Yang penting kamu gak salah paham lagi kan sayang? tenang saja.. hanya ada kamu dan anak-anak disini," ucap Bram menunjuk dadanya dan Felicia salah tingkah.


Drrt.. drrt.. dering hp Bram berbunyi.


"Halo.. sudah ada hasil?" tanya Bram to the point.


"Sudah bos.. mencari info ini tidaklah sulit, dugaan anda akurat bos. Thalia bersekongkol dengan seorang dokter yang bernama dokter Kim, dia membuat kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak, Thalia mendapatkan keinginannya untuk memalsukan hasil tes DNA agar nantinya ketika anda membaca menerangkan bahwa Naomi itu anak biologis anda, di satu sisi keuntungan yang di dapat dokter Kim adalah kepuasan batin saja. Thalia menggoda dokter kim hingga akhirnya mereka berlanjut di sebuah hotel," ucap aspri Bram dengan detail.

__ADS_1


"Haha sungguh rendahan, siapkan buktinya dan jangan lupa di salin, saya takutnya nanti kalau ada yang mencium rencana kita," perintah Bram serius.


"Sudah bos.. semuanya beres, ada tugas lagi?" tanya aspri hati-hati.


"Good job, untuk hari ini tugasmu sudah cukup, terima kasih banyak," jawab Bram lalu mematikan panggilan. sebelum itu tak lupa ia mentransfer sejumlah nominal pada asprinya sebagai ungkapan terima kasih.


"Thalia.. Thalia.. dengan cerobohnya loe tinggalin jejak sebanyak ini, jika nantinya aku ungkapkan sih gak bisa bayangin bagaimana malunya," gumam Bram tersenyum kemenangan.


Keeseokan harinya Bram dan Felicia sudah tiba di rumah sakit tempat dimana Bram dan Naomi melakukan tes DNA.


"Bram inget ya kalau nanti hasilnya Naomi itu anak kandungmu maka aku mau kamu segera menikahiku dan mengakui Naomi sebagai anakmu, tidak lupa juga gue mau loe transfer dengan nominal yang di tentukan bersama," ucap Thalia tersenyum licik.


"Cih.. gak usah halu dulu nanti kalau ekspetasi tidak sesuai kenyataan rasanya sakit dan malu loh," sindir Felicia.


"DIAM KAMU!!! TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGANMU, PAHAM!!" gertak Thalia tak terima.


"Jelas ada dong, situ lupa kalau Bram sudah beristri?? mau apapun masalah yang di hadapinya aku berhak mengetahuinya," gertak Felicia menatap Thalia tajam.


"Tatapanmu tidak berpengaruh apapun padaku, siap-siaplah menangis histeris setelah ini.. sudah gue peringatkan berkali-kali bahwa Naomi memang anak kandung Bram.. kalian sih ribet banget pakai acara tes begini," cibir Thalia.


"Ribet jika hasilnya valid, why not?" ucap Felicia sinis.


"Naomi memang anak kandung Bram, gue tidak mengaku-aku," ucap Thalia sombong.


"Mana ada? ya gak mungkinlah.." protes Thalia ketakutan.


"Lets see.." jawab Felicia tersenyum smirk.


Beberapa menit kemudian Bram keluar dari ruang dokter dengan membawa hasil tes DNA. Thalia sudah tak sabar ingin membuat malu Felicia dan memenangkan Bram.


"Bram.. bagaimana hasilnya?" tanya Felicia dengan tenang.


"Sudah pasti Naomi itu anak kandungmu," ucap Thalia angkuh.


"Jangan disini, mending kita di kantin rumah sakit," usul Bram lalu mereka menyetujui.


Di kantin rumah sakit.


"Gimana Bram? cepet bacain apa perlu gue aja yang gue buka dan umumim," ucap Thalia tak sabar.


"Sebentar aku buka dulu," jawab Bram lalu membuka hasil tes.


"Gimana? bener kan perkataanku," ucap Thalia tersenyum senang.

__ADS_1


"Gimana Bram?" tanya Felicia pura-pura penasaran.


"Hasilnya... Naomi adalah anak... Naomi dinyatakan 99,9% anak biologisku," ucap Bram dengan akting sedih.


"Astaga.. jadi kalian memiliki anak di belakangku?" tanya Felicia pura-pura terkejut.


"Haha sudah gue bilang jika Naomi memang anak kandung Bram, kenapa kalian pada gak percaya? ha?? sekarang gue meminta hak Naomi yang udah loe telantarkan selama ini Bram," ucap Thalia dengan angkuhnya.


"Apa maumu?" tanya Bram menahan emosi.


"Apalagi kalau bukan uang, siapin uang 10 miliar sekarang juga, itu bentuk ganti rugimu karena selama ini sudah mengabaikan anak kandungmu sendiri, gue capek Bram pontang-panting cari nafkah dan menghidupi Naomi seorang diri," ucap Thalia dengan enteng.


"Bram sudah waktunya.. capek aku akting terus, aku gak ikhlas dia menang dan menghinaku Bram," ucap Felicia membuat Thalia kebingungan.


"Apa maksudnya?" tanya Thalia bingung.


"LIHAT INI!!!" gertak Bram melemparkan hasil tes DNA yang asli pada Thalia.


"Ini apa Bram?? jangan ngada-ada ya udah jelas hasil tes loe yang buka sendiri dan kertasnya masih di segel, jangan membuat hasil palsu," ucap Thalia tak terima.


"Loh kamu membuat hasil tes palsu? bukannya kebalik?" tanya Felicia sinis.


"Gak.. yang ada kalian itu yang membuat laporan palsu dan gue bisa menuntut ke kepolisian," ancam Thalia emosi.


"Hahaha gue bukan orang BODOH, WAHAI THALIA SANG PERALAT ANAK!!" teriak Bram melemparkan beberapa bukti rencana Thalia memalsukan hasil tes dan bukti booking hotel.


"INI... INI TIDAK BENAR!! KALIAN JANGAN FITNAH YA GUE GAK TERIMA INI!!" teriak Thalia menbuang semua bukti ke sembarang arah.


"PILIHANNYA ADA DUA, MENGAKUI ATAU MASUK BUI!!! SEMUA BUKTI INI VALID DAN SEKARANG DOKTER KIM SUDAH BERADA DI KEPOLISIAN UNTUK DIMINTAI KETERANGAN," teriak Bram.


"Bram.. LOE GAK BISA LAKUIN INI SAMA GUE, INI GAK ADIL!!!" protes Thalia.


"Memang loe siapa minta di adili? loe sendiri yang main api jadi sekarang tuai apa yang loe tanam, wanita sepertimu bakal punya seribu cara untuk memuluskan obsesimu, jujur gue kasihan sama Naomi karena loe dengan teganya memperalat dia untuk memenuhi kebutuhanmu.. loe tadi bilang ganti rugi 10 miliar? gimana kalau uang itu gue jadikan gugatan di kepolisian, sepertinya seru," ucap Felicia tersenyum licik.


"Gak.. gue mana ada duit segitu, tolong jangan jeblosin gue ke penjara, gue mengaku salah.. Naomi.. Naomi bukan anak kandung Bram, gue lakuin ini karena gue sudah capek menghidupinya seorang diri, gak ada seorang pun yang menolong, pertemuan tak sengaja dengan Bram waktu itu membuka jalanku untuk mendapatkan uang.. tapi semua uang pemberiannya balik ke Naomi juga kok, gak sepenuhnya gue habisin sendiri, jadi please ampuni gue karena Naomi hanya punya gue di dunia ini," pinta Thalia berlinang air mata.


"DIA MASIH PUNYA AYAH!! BERIKAN PADA AYAHNYA DAN TERIMA NASIBMU DI DALAM BUI!!" ancam Bram.


"Ayahnya gak mau bertanggung jawab Bram, kalau gue terus menerus merengek padanya yang ada gue terancam di bunuh Bram.. gue takut.. bagaimana nanti nasib Naomi jika gue dengan mudahnya mati di tangan ayah kandung Naomi," ucap Thalia dengan jujur dan berlinang air mata.


"Permisi.. dengan saudara Thalia Asmara? kami dari pihak kepolisian ingin membawa anda ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," ucap pak polisi lalu memborgol Thalia dan membawanya masuk mobil.


"Gak.. INI GAK BOLEH TERJADI, BRAM KASIHANI GUE.. GIMANA KEHIDUPAN NAOMI SETELAH INI, MIKIR DONG BRAM.. LOE MINTA GUE PERGI JAUH DARI HIDUPMU GUE AKAN MENYANGGUPINYA ASALKAN JANGAN PISAHKAN GUE DENGAN NAOMI," rengek Thalia tak terima dan akhirnya Thalia kalah tenaga dengan kedua polisi, Thalia pasrah dibawa ke kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2