PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 41-Balik ke Amerika


__ADS_3

Tring..Suara alarm berbunyi nyaring hingga membuat Pandu bergegas bangun.


"Aduh udah jam setengah 7 sebenarnya masih ngantuk gue... semalem gak bisa tidur karena kefikiran Felicia," gumam Pandu lalu bangun dan mandi dengan langkah gontai.


Setelah selesai mandi Pandu langsung turun ke bawah untuk sarapan sekaligus berangkat ke bandara.


"Bi.. mommy sama daddy kemana?" tanya Pandu heran.


"Oh Tuan dan Nyonya masih di kamarnya den, mungkin sebentar lagi turun, apa perlu bibi panggilkan?" tanya bibi sopan.


"Gak usah biar Pandu tunggu aja disini," jawab Pandu lalu duduk di meja makan sambil main hp.


"Baiklah bibi permisi dulu," jawab Bibi membungkuk hormat lalu pergi ke dapur.


"Morning sayang," sapa Dina mengusap rambut Pandu pelan.


"Morning ndu, kirain masih tidur," sapa Hartanto mengejek.


"Harusnya begitu dad tapi hari ini Pandu harus terbang ke Amerika, untung aja tadi malam pasang alarm dulu, coba kalau enggak? bisa terlambat kan," ucap Pandu sambil menuang selai di roti.


"Memang semalam kamu begadang?" tanya Hartanto lalu menyeruput susu hangat.


"I..iya dad baru tidur jam 3 pagi," jawab Pandu tersenyum kaku.


"Apa yang membuatmu sampai begadang sayang?" tanya Dina lembut.


"Kefikiran Felicia.. Pandu belum lega kalau belum tau apa yang ia sembunyikan," jawab Pandu gelisah.


"Sudahlah jangan terlalu kamu pikirkan, ingat kamu harus fokus kuliah dulu, daddy gak mau masalah percintaanmu menganggu masa depanmu, selagi Felicia masih memberi kabar dan perhatian maka kamu gak perlu mencemaskannya, biar nanti daddy yang mengurus," ucap Hartanto serius.


"Iya dad.. rasanya janggal saja," jawab Pandu sendu.


"I know.. tapi utamakan kuliah dulu, paham?" perintah Hartanto tegas.


"Ok daddy," jawab Pandu patuh lalu mereka sarapan dalam diam.


Setelah selesai sarapan Pandu dan keluarganya bergegas ke Bandara karena waktu sudah mepet.


Ting.. Notifikasi hp Pandu.


"Aku sudah di bandara nih, kamu dimana?" isi chat dari Felicia.


"Tunggu sayang aku lagi di perjalanan, kamu sama siapa?" balas Pandu penasaran.


"Yah padahal tinggal 30 menit lagi kamu take off tapi malah belum sampai, aku sendirian sayang," jawab Felicia sedikit kecewa.

__ADS_1


"Sabar baby sebentar lagi sampai," jawab Pandu lalu memasukkan ponselnya kembali.


"Pak tolong lebih di percepat ya," perintah Pandu pada sopirnya hingga membuat orang tuanya heran.


"Kenapa memangnya?" tanya Dina penasaran.


"Felicia sudah sampai mah, kasihan dia sendirian disana, cepet ya pak," jawab Pandu tergesa-gesa.


"Kasihan apa mau melepas rindu?" ejek Hartanto terkekeh.


"Keduanya lah, gitu kok tanya" jawab Pandu jujur.


"Mah anak kita bucin parah," ucap Hartanto mengadu pada Dina.


"Kayak papah dulunya gak gitu aja.. kalian ini sama," jawab Dina terkekeh.


"Mamah.. tapi kan Papah menyampaikannya dengan cara berkelas" bantah Hartanto malu.


"Gak juga.. berkelas kok sampai menteskan air mata haha," ejek Dina tertawa.


"Ish mamah, jangan buat malu ah, papah mau menunjukkan kesan pria elegan di depan anak kita," ucapnya kesal.


"Memang cara penyampaian berpisahnya gimana?" tanya Pandu penasaran.


"Ya persis kayak kamu ke Felicia, di bandara meluk Mommy erat dan lama banget kayak gak mau pisah, pas di lepas ternyata nangis, udah gitu chattingannya lebay lagi," ucap Dina nostalgia.


"Dina sayang permata hatiku, janganlah kamu ada niat untuk meninggalkan aku atau pun kamu ada niat memiliki kekasih baru, aku disini sedang berjuang memantaskan diri untuk menjadi pendamping hidupmu kelak, aku disini sedang berjuang menggapai masa depan yang cerah untukmu dan juga anak kita kelak, aku ingin punya 10 anak darimu kalau perlu 11 biar seperti pesebak bola, biar kamu nantinya tidak kesepian aku tinggal kerja," ucap Dina tersipu malu.


"Haha serius daddy bilang gitu mom? aduh dari dulu ternyata sudah ada bucin-bucinan," ucap Pandu tertawa bahagia.


"Mamah please jangan diteruskan," pinta Hartanto sangat malu.


"Loh kan mamah lagi menunjukkan betapa romantisnya papah waktu itu, biar jadi contoh untuk anakmu," jawab Dina tak mau kalah.


"Tapi gak gini caranya mah," ucap Hartanto sedikit kesal.


"Tuan dan nyonya serta den Pandu kita udah sampai di bandara," ucap pak sopir membuyarkan gurauan mereka.


"Astaga sampai gak sadar," ucap Dina terkejut lalu turun dari mobil disusul Hartanto dan Pandu.


"Sebentar lagi kita harus berpisah Fel dan nantinya kata-kata daddy yang diucapkan dulu kepada mommy akan aku ucapkan padamu, semoga kisah cinta kita bisa seperti mereka," batin Pandu berjalan masuk ke gerbang keberangkatan dan menemui Felicia.


"Halo sayang, maaf ya sudah menunggu lama soalnya Pandu tadi bangunnya telat" sapa Dina lalu memeluk Felicia.


"Gakpapa tante mungkin aku yang terlalu semangat datang kesini dan gak lihat jam," jawab Felicia tersenyum manis lalu memandang Pandu.

__ADS_1


"Sayang maaf ya udah membuatmu nunggu lama, apa kamu ketakutan disini sendiri?" tanya Pandu khawatir.


"Enggak kok..sebentar lagi kamu berangkat ya? take care," ucap Felicia menahan tangis.


"Aku pergi untuk sementara, nanti kalau kuliahku udah selesai pasti aku segera pulang, jaga diri baik-baik ya sayang," ucap Pandu lembut dan mengusap rambut Felicia.


"Kamu juga disana jaga diri jaga kesehatan juga, jangan lupa makan," ucap Felicia mengenggam erat tangan Pandu.


"Iya sayang pasti.." jawab Pandu mencium pucuk kepala Felicia.


"Jangan lama-lama ninggalin aku hiks hiks," rengek Felicia terisak.


"Felicia sayang.. permata hatiku, janganlah kamu ada niat untuk meninggalkan aku atau pun kamu ada niat memiliki kekasih baru, aku disini sedang berjuang memantaskan diri untuk menjadi pendamping hidupmu kelak, aku disini sedang berjuang menggapai masa depan yang cerah untukmu dan juga anak kita kelak, aku berencana ingin punya 11 anak biar kamu gak kesepian sayang," ucap Pandu dengan romantis.


"Apa-apaan sih sayang ya kalik punya anak 11, repot dong ngurusnya, iya sih emang gak kespian tapi aku bisa pusing," ucap Felicia terkekeh dan tak percaya Pandu bicara seperti itu.


"Nah gitu dong senyum.. kalau kamu sedih nanti aku perginya juga berat, tetap senyum ya biar makin cantik," ucap Pandu mencolek hidung Felicia.


"Mulai deh." jawab Felicia kesal.


"Besok-besok kan udah gak bisa gitu lagi, aku berangkat dulu ya," pamit Pandu menahan sesak di dada dan akan berjalan pergi tetapi sudah ditahan oleh Felicia dengan memeluknya erat dari belakang.


"Jangan pergi.." rengek Felicia tak kuasa menahan air mata.


"Maaf.. tapi ini untuk sementara sayang, jangan nangis ya aku gak bisa melihatmu nangis," ucap Pandu berbalik arah menghadap Felicia dan menyeka air mata.


"Aku masih kangen, aku gak mau pisah sama kamu huhuhu.." rengek Felicia menangis terisak.


"Aku janji gak akan membuatmu menunggu kabar dariku, sebisa mungkin aku akan kirim pesan dan video call, janji sama aku untuk selalu senyum," ucap Pandu menyeka air mata Felicia dan mereka berciuman dengan mesra agar Felicia lebih tenang.


"Ehem.." deheman Hartanto merusak keromantisan mereka.


"Aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik dan jangan sampai sakit lagi," pinta Pandu menatap Felicia lekat dan Felicia hanya mengangguk lemah.


"Sudah waktunya berangkat, ingat kamu harus fokus kuliah dulu," perintah Hartanto tegas.


"Papah nih kayak gak pernah muda aja," bisik Dina kesal dengan suaminya.


"Iya dad.. ini Pandu mau berangkat kok," jawab Pandu lalu mencium tangan kedua orang tuanya dan memeluk bergantian.


"Take care ya sayang, save flight," ucap Felicia lirih sembari menahan isakan tangis.


"Always.. i love you," jawab Pandu lembut lalu kiss bye pada Felicia.


Akhirnya Pandu balik ke Amerika dengan perasaan sedikit lega karena Felicia datang ke bandara. Tanpa Pandu dan keluarganya tau, ada Bram yang memantau mereka dari kejauhan.

__ADS_1


Sebenarnya Felicia kesini bersama Pandu karena sekalian mau fitting baju pernikahan mereka.


"Bahagianya kalian bisa merasakan rasa sayang satu sama lain, andai Pandu tau kenyataannya jika Felicia sedang hamil dan anak yang didalam kandungannya itu anak gue, apakah masih bisa mereka melepas perpisahan seperti itu?? jika bukan jadwalnya fitting baju ogah banget gue sekalian anter dia ke Bandara hanya untuk melihat adegan tangis menangis dan ciuman," gumam Bram kesal lalu kembali ke mobil.


__ADS_2