PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Epsiode 49- Hangout dengan Thalia


__ADS_3

"Akhirnya ketemu juga aduh gue udah kangen banget sama Bram pokoknya hari ini harus tampil cantik paripurna," gumam Thalia sangat senang lalu prepare.


Jarak dari Rumah sakit ke rumah kekasihnya tidaklah jauh, hanya membutuhkan waktu 10 menit ia sudah tiba di rumah Thalia.


Ting.. tong.. Bel rumah Thalia.


"Hai sayang," sapa Thalia dengan senyum manis lalu mempersilahkan Bram masuk.


"Hai juga sayang hari ini kamu cantik sekali, tambah cantik," puji Bram sembari duduk di ruang tamu.


"Ahh bisa aja deh, jangan bohong," ucap Thalia tersipu malu.


"Serius sayang, kamu semakin lama malah semakin cantik," puji Bram membelai pipi Thalia.


"Mau minum apa?" tanya Thalia.


"Langsungan aja ya nanti biar pulangnya gak kemaleman," ajak Bram.


"Baiklah.." jawab Thalia lalu mereka menaiki mobil sport menuju Mall.


Sesampainya disana Bram dibuat pusing dengan Thalia karena berbelanja dengan sangat kalap hingga membuat Bram geleng-geleng kepala. Mau dicegah tapi dia sayang sama pacarnya, jadi ya Bram membiarkan Thalia memilih apa yang ia suka.


"Udah belanjanya?" tanya Bram.


"Hmm belum sih aku pengen tas yang disana sayang soalnya ada model terbaru," rengek Thalia menunjuk toko tas merk terkenal.


"Yaudah kesana yuk," ajak Bram.


"Thanks baby," jawab Thalia sumringah dan mencium pipi Bram lalu merangkul lengan sang kekasih dengan manja.


"Dasar wanita kalau disuruh shopping gak pernah ada bosennya, untung sayang," batin Bram sambil berjalan ke toko tas.


Disaat Bram sedang menemani Thalia berbelanja, tiba-tiba Felicia menghubungi.


"Aduhh kenapa lagi dia?" batin Bram melihat panggilan telfon di hpnya.


"Siapa beb yang telfon kok gak diangkat?" tanya Thalia penasaran.


"Ini mau diangkat, bentar ya sayang aku tinggal dulu," jawab Bram lalu keluar toko dan mengangkat telfon.


"Siapa sih yang telfon kok sampai menjauh gitu? ahh biarin aja deh paling koleganya, mending gue puas-puasin belanja dulu," gumam Thalia lalu kembali memilih tas.


"Halo Fel ada apa?" tanya Bram cuek.


"Kamu dimana Bram kok gak balik lagi kesini?" tanya Felicia.

__ADS_1


"Astaga maaf Fel, gue kelupaan soalnya tadi gue menghindari dari Brian biar dia gak curiga kalau gue selalu kesana," ucap Bram menepuk jidat.


"Kenapa gak bilang? paling gak telfon atau chat kek," gerutu Felicia kesal.


"Maaf ya maaf banget gue kelupaan, besok udah pulang kan? biar gue jemput," ucap Bram bernegosiasi.


"Besok? memang sekarang loe lagi dimana? apa masih sama Brian?" tanya Felicia kepo.


"Gak.. Brian udah balik," jawab Bram cepat, ia ragu-ragu mau mengatakan jika sedang pergi dengan Thalia. Entah kenapa hatinya tidak tega mengatakan.


"Lalu sekarang dimana? gak balik kesini lagi?" tanya Felicia kurang puas dengan jawaban Bram.


"Iya maaf Fel gak bisa, besok ya sekalian gue jemput," jawab Bram bimbang.


"Yaudah deh," jawab Felicia pasrah lalu tiba-tiba ada Thalia menghampiri Bram.


"Sayang aku belanjanya udah nih habis ini makan ya aku laper soalnya," rengek Thalia mengejutkan Bram.


"Eh.. i.. iya bentar ya aku telfonan dulu, nih kartunya," jawab Bram terkejut.


"Oke sayang thank you," jawab Thalia lalu kembali ke toko untuk membayar.


"Kamu lagi sama cewekmu?" tanya Felicia menginterogasi.


"Iya soalnya udah lama gak ketemu dan dia merengek-rengek katanya kangen sama aku, berhubung tadi gue kesel sama Brian dan langsung cabut jadinya ya gue kepikiran buat kerumah Thalia," jawab Bram tak enak hati.


"Fyuh.. gue fikir dia bakal marah atau ngambek," gumam Bram bernafas lega.


"Sayang udah nih, aduh belanjaanku ternyata banyak juga ya," ucap Thalia terheran.


"Enggak apa-apa yang penting kamu senang, everything for you," rayu Bram menutupi rasa gelisah di dadanya.


"Youre the best baby, i love you," puji Thalia dengan manis.


"I most love you," jawab Bram mencubit pelan pipi Thalia.


"Jadi makan kan sayang?" tanya Thalia bermanja di lengan sang kekasih.


"Jadi dong di restoran sana aja ya" ucap Bram menunjuk sebuah restoran korea.


"Ok sayang yang terpenting sama kamu" jawab Thalia tersenyum manis lalu mereka berjalan menuju restoran.


-Di Korean Food Resto.-


"Selamat sore kakak ada yang bisa saya bantu? silahkan di pilih mau memesan apa?" sapa waiters dengan ramah sambil menyerahkan buku menu.

__ADS_1


"Selamat sore, hmm pesan apa sayang? All you can eat aja ya," tanya Thalia membaca buku menu.


"Whatever you want baby," jawab Bram dengan lembut.


"Ok.. Kak kami pesan all you can eat sama minumnya sparkling water 2," ucap Thalia sambil menyerahkan buku menu.


"Baik kak silahkan ditunggu," jawab waiters membungkuk hormat lalu bergegas pergi.


"Happy gak sayang?" tanya Bram menatap Thalia lekat.


"Very happy baby.. thanks a lot," jawab Thalia dengan antusias.


"Syukur deh kalau kamu seneng kalau gini kan aku juga ikutan seneng sayang," ucap Bram tersenyum manis.


"Kamu selalu saja bisa membuat aku bahagia dengan caramu sayang," puji Thalia tersenyum manis.


"Caraku yang bagaimana?" tanya Bram tak mengerti.


"Dari caramu yang memperlakukan aku dengan baik, selalu memanjakanku dan sangat memperhatikanku," ucap Thalia dengan manis.


"Semua aku lakukan karena aku sangat mencintai dan menyayangimu sayang dan memang kamu pantas mendapatkannya," puji Bram.


"Kamu selalu berlebihan sayang," ucap Thalia tersipu malu dan pipinya merah merona.


"Tidak, memang itu faktanya," jawab Bram dengan lembut dan menatap mata Thalia.


"Aku merasa beruntung bisa dicintai olehmu sayang," rayu Thalia dengan manis.


"Aku juga merasa beruntung bisa memiliki perempuan sempurna sepertimu.. perempuan yang tidak terlalu menuntut dan selalu sabar menghadapi aku, terima kasih sayang," ucap Bram mengecup tangan Thalia lembut.


"Sama-sama sayang.. kamu juga sosok laki-laki yang menjadi idaman banyak wanita jika mereka mengetahui sisi dari dirimu lebih dalam dan aku takut itu terjadi," ucap Thalia ragu.


"Kenapa harus takut kan tidak semua orang bisa dengan mudah dekat denganku?" tanya Bram heran.


"Justru itu.. mereka nantinya akan menjadi penasaran dan terus menerus mendekatimu hingga nantinya kamu luluh dan berpaling dariku," ucap Thalia sedih.


"Sstt.. tidak usah over thingking untuk sesuatu hal yang tidak nyata, fokuslah sama yang ada di depan mata. Okay," Jawab Bram meyakinkan Thalia.


"Tetap saja takut, rasanya kamu udah gak kayak dulu lagi, perhatian dan rasamu yang dulu utuh untukku kini sudah kamu bagi, entah itu dengan siapa," protes Thalia.


"Haha dibagi dengan siapa sayang? kamu ini terlalu memikirkan yang bukan-bukan deh.. udah ya jangan berprasangka buruk dulu tentangku, maaf jika akhir-akhir ini hingga ke depannya kita jarang bertemu karena setelah kelulusan sekolah Papah menugaskan aku untuk menjadi wakilnya di perusahaan.. jadi mau gak mau harus belajar tentang bisnis," ucap Bram berbohong untuk menutupi fakta yang ada jika sebentar lagi ia akan berumah tangga dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk Felicia.


"Yah... stok kangen nanti berlimpah dong" rengek Thalia.


"Ya gakpapa malah ini bisa menjadikan kita lebih dewasa dan bisa lebih saling percaya satu sama lain," ucap Bram gemas dengan Thalia.

__ADS_1


"Iya deh..." jawab Thalia patuh lalu makanan mereka datang dan menyantapnya dalam diam.


"Sekarang mereka sedang apa ya? pasti sedang bermesraan, kenapa aku gak ikhlas kalau Bram jalan sama kekasihnya? ini kan sudah kesepakatan kami," gumam Felicia gelisah dan terus menerus melihat ponselnya, berharap Bram akan menghubunginya dan menyampaikan maaf.


__ADS_2