PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 47-Bram & Felicia Semakin Intens


__ADS_3

"Kenapa rasanya nyaman sekali dan hatiku rasanya tenang banget seperti gak mau pisah sama Bram," batin Felicia tersenyum malu-malu.


"Hal yang gue inginkan dari kemaren bisa mengusap perut Felicia dengan tenang.." batin Bram dengan perasaan nyaman.


"Bram," sapa Felicia membuyarkan lamunan Bram.


"Eh..hmm.. ya, gimana Fel?" tanya Bram terkejut.


"Kamu nglamunin apa?" tanya Felicia penasaran.


"Hmm.. itu.. gak ada kok," jawab Bram kikuk.


"Serius?" tanya Felicia memastikan.


"Iya Fel," jawab Bram lembut.


"Yaudah lanjutin suapin lagi ya aku masih laper," pinta Felicia.


"Baiklah," jawab Bram patuh.


"Mmm.. Bram," ucap Felicia salah tingkah.


"Iya ada apa?" tanya Bram menatap lekat Felicia.


"Terima kasih ya udah mau suapin aku, rasanya aku seneng banget Bram," ucap Felicia tersenyum manis.


"I.. iya sama sama Fel aku juga seneng bisa lebih dekat denganmu seperti ini," jawab Bram canggung.


"Makasih juga ya karena kamu sudah mau bertanggung jawab terhadap anak ini," ucap Felicia.


"Gak perlu berterima kasih karena anak yang di dalam kandunganmu itu anakku. Iya kan?" tanya Bram memastikan.


"Iya Bram aku berani menjamin dan bersumpah jika ini anakmu, kan kamu yang pertama kali mengambil mahkota ku," jawab Felicia hampir meneteskan air mata.


"Maaf soal itu memang kondisinya kita sama-sama tidak sadar.." jawab Bram lirih.


"I..iya," jawab Felicia lirih karena moodnya tiba-tiba berubah sedih.


"Bener omongan tante Vina jika wanita hamil moodnya berubah secara drastis, tadi aja manis sekarang sedih lagi hadehhh sabar Bram sabar jangan terpancing lagi," batin Bram menghela nafas pelan lalu menyuapi Felicia.


"Kejadian yang seharusnya gak boleh terjadi sebelum menikah.. kini hanya penyesalan yang aku rasakan," batin Felicia dengan raut wajah sedih dan tidak lagi selera makan.


"Buka mulutnya Fel makanannya belum habis loh," ucap Bram lembut.


"Udah gak selera lagi," jawab Felicia datar.

__ADS_1


"Ayoo makan lagi ya biar kamu cepet sembuh, apa kamu gak mau pulang? mau disini terus?" tanya Bram membujuk.


"Gak mau.. aku mau pulang," rengek Felicia.


"Maka dari itu makanannya di habisin ya Felicia Agnesia Attirmidzi," goda Bram tersenyum manis.


"Ish apaan sih ganti-ganti nama anak orang, Felicia Agnesia Soetanoe bukan Attirmidzi," jawab Felicia tersipu malu.


"Kan sebentar lagi menjadi nyonya Bram Attirmidzi jadi nama belakangmu bukan Soetanoe lagi dong," goda Bram.


"Iya ya.. nanti pakai nama kamu," jawab Felicia tersenyum senang.


"Iya dong kan nyonya besar Bram Attirmidzi," jawab Bram kikuk.


"Haha masih muda udah jadi nyonya besar aduh.." ucap Felicia tertawa sambil membayangkan.


"Kok aduh? ada yang salah?" tanya Bram bingung.


"Gak ada Bram.. aku membayangkan gimana ribetnya nanti jadi nyonya besar yang urus ini dan itu, lihat mama kadang sampai pusing aja udah bikin aku ngeri sendiri," ucap Felicia bergidik ngeri.


"Udah gak perlu terlalu di fikirin dulu nanti kan ada pegawai yang handle kalau bingung nanti bisa tanya mamah," ucap Bram dengan menggengam tangan Felicia.


"I..Iya Bram," jawab Felicia gugup dan salah tingkah.


"Iya aku harus sembuh, aku capek masuk rumah sakit terus Bram, tolong selalu support aku," pinta Felicia memohon.


"Always," jawab Bram mengusap rambut Felicia lembut.


"Mamah udah tau kalau besok minggu kita harus fitting baju lagi?" tanya Felicia.


"Udah.. tadi udah aku jelasin," jawab Bram menyuapi Felicia.


"Andai aja badanku masih kayak dulu pasti gaunnya gak perlu di benah lagi," ucap Felicia sedih.


"Udah gak usah terlalu di fikir yang penting kamu bisa pakai gaun impianmu nanti, mungkin perancangnya yang kurang menyesuaikan bentuk tubuh kamu," bela Bram agar Felicia tidak sedih.


"Tapi emang gaunnya bagus banget Bram, aku aja langsung jatuh cinta," ucap Felicia antusias.


"Aku pun sama.. sebenarnya aku mau usul gaun itu tapi udah keduluan sama kamu, jadi tanpa perlu aku ucapkan pun selera kita udah sama," ucap Bram.


"Iya aku kaget loh pas pegawainya bilang kalau itu gaun limited edition, serasa puas banget aku pilih gaun itu," jawab Felicia senang.


Tanpa mereka sadari ada Brian yang sedang mendengarkan percakapan mereka melalui celah pintu kamar inap. Niat hati mau menjenguk dan melihat kondisi Felicia malah ia tanpa sengaja mendengar hal yang sangat mengejutkan yaitu gaun pernikahan..


"Mereka sedang membahas gaun pernikahan di butik itu? Apa bener dugaanku kalau mereka akan menikah meskipun diam-diam. Kalau aku langsung kasih tau Pandu takutnya nanti bikin salah paham.. Lebih baik setelah jenguk Felicia langsung tanyakan sama Bram secara empat mata," gumam Brian lalu masuk ke kamar inap Felicia.

__ADS_1


"Loh Bram udah disini? Care banget ya sama pacar temenmu sendiri," sindir Brian yang membuat mereka terkejut.


"Bri..Brian.. sejak kapan datangnya?" tanya Bram kaget.


"Barusan aja karena mau lihat keadaan Felicia langsung, hai Felicia gimana keadaanmu?" tanya Brian dengan ramah.


"Ba..baik, kamu tau darimana kalau gue masuk rumah sakit?" tanya Felicia penasaran.


"Apa Bram gak kasih tau ke kamu?" tanya Brian heran dan dijawab gelengan kepala Felicia.


"Kenapa gak dijelasin Bram?" tanya Brian menatap tajam.


"Dia belum sepenuhnya pulih lagian dia gak nanya kok," jawab Bram ketus.


"Gimana mau nanya, Felicia aja kamu deketin terus, jangan merayu cewek temen sendiri Bram," sindir Brian membuat Bram kesal.


"Sebenarnya apa masalahmu dengan gue? jika ada mari selesaikan di luar. Kalau gak tau apa-apa lebih baik diam," jawab Brian ketus.


"Sudah jangan berantem dong ini di rumah sakit," ucap Felicia melerai.


"Dia duluan yang mancing-mancing masalah Fel," ucap Bram kesal.


"Gue kan tanya bukan mancing-mancing," jawab Brian tersenyum sinis.


"Selesaikan masalah ini diluar, ayo," ajak Bram menatap tajam.


"Ayo.. itu yang gue tunggu," jawab Brian dengan lantang.


"Bram.." rengek Felicia dengan tatapan memohon.


"Santai aja semuanya akan baik-baik saja Fel," ucap Bram menepuk pelan bahu Felicia dengan lembut.


"Jangan sok manis sama cewek orang bro.. ini di depan gue loh," sindir Brian tersenyum kecut.


"Diam," sentak Bram.


"Yayaya jangan bilang diam-diam kau tikung dia.. aduh gimana kalau Pandu tau ini, apa perlu gue video call Pandu ya," Ucap Brian merogoh ponsel di sakunya.


"Jangan Bri gue mohon, kamu gak tau apapun diantara kami, jadi jangan memperkeruh suasana," pinta Felicia dengan tegas.


"Emang gue gak tau apapun tapi gue maunya Pandu mengetahui apa yang terjadi diantara kalian, kasihan dia disana sudah kalian khianati," ucap Brian ketus.


"Berani loe bilang hal yang gak bener tentang kami, gue pastiin akan nyesel," ancam Bram tegas.


"Makanya ayo selesaikan diluar," jawab Brian menarik paksa tangan Bram.

__ADS_1


__ADS_2