PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 91-Terkuak


__ADS_3

"Sayang aku bisa jelasin semua ini," pinta Bram memohon.


"Apanya yang mau di jelaskan? kamu mau bilang habis menuntaskan hasrat yang sangat panas, gitu??" tanya Felicia.


"Bukan sayang.. kita pulang dulu dan selesaikan di rumah," ajak Bram.


"Jangan sentuh aku, bisa?" gertak Felicia.


"Sayang.. please jangan begini, ini gak seperti yang kamu kira, tolong percayalah.." pinta Bram.


"Saya rasa semuanya sudah cukup dan sangat jelas, tidak ada lagi yang perlu di bahas, ternyata ini yang katamu urusan yang sangat penting, urusan ranjang, kalian menjijikan," sindir Felicia tersenyum getir.


"Kita pulang ya sayang setelah itu selesaikan di rumah," pinta Bram.


"Kita akan menyelesaikannya di pengadilan, secepatnya.. tidak ada maaf untuk perselingkuhan," ucap Felicia menatap Bram dengan tajam.


"Jangan katakan itu, aku mohon," pinta Bram.


"Jangan gegabah Felicia, kamu hanya melihat dan menilai dari sudut pandangmu sendiri, kenapa tidak bertanya langsung denganku?" tanya Thalia dengan tenang.


"Untuk apa saya menanyakan ini kepada wanita tak tau malu seperti anda, yang ada kejadiannya anda tambah-tambahi supaya semakin panas, sekarang kamu bisa memiliki Bram dengan bebas jadi jangan lagi memakai caramu yang rendahan seperti tadi," sindir Felicia.


"Woyy.. bisa gak kalau ngomong di filter dulu?? mau gue colok mata loe, ha!!" ucap Thalia tak terima.


"Haha kalian yang membuat kesalahan tetapi kalian yang merasa bersalah, aduh kalian ini memang cocok, sama-sama muka tembok, ups.." ucap Felicia lalu menutup mulutnya.


"Ayo kita pulang, ada Naomi disini yang lagi sakit, kasihan," ajak Bram menggandeng tangan Felicia.


"Dont touch me, are you understand? kamu bilang apa tadi? kasihan sama Naomi?? haha lelucon apa yang ingin kalian buat?? merasa kasihan kenapa malah main gila di siang hari gini?? siapa disini yang sebenarnya gak punya otak?" ucap Felicia menahan amarah.


"Dia lagi sakit," ucap Bram lirih.


"Lagi sakit tapi mamahnya gak peduli tuh, nyatanya malah enak-enakan main di kamar, apa pantas di sebut sebagai ibu?" tanya Felicia geram.


"I..itu suatu kesalahan Fel, jangan berdebat di depan Naomi, please.." ucap Bram memohon.


"Memang dia siapamu sampai kamu segitu membelanya?" tanya Felicia.


"Mamah aku takut, kenapa tante itu datang kesini terus marah-marah? huhu.." ucap Naomi ketakutan.


"Lihat Fel, lihatlah anak gue sampai ketakutan karenamu, sekarang gue minta pergi dari sini," usir Thalia emosi.


"Tak perlu di usir gue bisa pergi sendiri," jawab Felicia lalu bergegas menuju mobil.


"Ini semua kesalahanmu, awas saja kalau sampai rumah tangga gue hancur, jangan harap gue akan menuruti akal-akalanmu lagi," ancam Bram dengan serius.


"Santai aja baby.. kalau akhirnya pisah tinggal balik lagi denganku," jawab Thalia.

__ADS_1


"Dasar gila !! percuma ngomong denganmu," cibir Bram lalu menyusul Felicia.


Setibanya di mansion, Felicia langsung bergegas memasukkan pakaiannya ke dalam koper besar.


"Apa yang mau kamu lakukan? mau di kemanakan pakaian ini?" tanya Bram.


"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku, tadi pagi sudah aku peringatkan kan? kalau kamu sudah mengabaikanku dan juga Emil maka pulangkan lah ke rumah orang tuaku segera," ucap Felicia tegas.


"Gak.. gak akan, aku tidak mengizinkanmu pergi," tolak Bram tegas.


"Dengan atau pun izinmu aku tetap berangkat, karena kesalahanmu sangat fatal bagiku dan satu lagi, sudah tidak ada lagi yang perlu aku hormati dari dirimu, karena bagiku sekarang kamu menjijikan," ucap Felicia penuh penekanan.


"Tolong jangan pergi, aku mohon.." pinta Bram menarik paksa koper Felicia hingga membuat Felicia merintih kesakitan karena tidak sengaja perutnya tersenggol koper.


"Sayang are you okay?" tanya Bram panik.


"Sakit.. perutku sakit.." rintih Felicia.


"Aku akan membawamu ke rumah sakit, aku mohon bersabarlah," pinta Bram lalu membopong Felicia ke dalam mobil dan melaju ke rumah sakit.


Di rumah sakit Bunda.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Bram khawatir.


"Kondisi kandungan istri anda sangat kritis dan terpaksa harus di lahirkan segera," jawab dokter.


"Maaf pak hanya itu jalan satu-satunya, jika anda setuju mari ikut ke ruangan saya dan tanda tangani surat-suratnya," ucap dokter.


"Baiklah dok.. yang terpenting anak dan istri saya selamat," jawab Bram pasrah.


Bram sudah selesai menyelesaikan berkas dan menunggu Felicia di ruangan operasi, perasaannya sangat hancur karena kejadian hari ini sampai mengorbankan anak yang di kandungannya harus segera di lahirkan ditambah lagi kondisi Felicia yang kritis.


2 jam kemudian Felicia sudah berada di ruang rawat inap bersama dengan bayi perempuannya yang sangat cantik dan putih bersih. Bram bersyukur karena di beri kepercayaan untuk merawat kedua buah hati yang sangat menggemaskan.


"Anak kita cantik sekali sayang, kulitnya pun kayak mamahnya, putih kemerahan," ucap Bram terharu.


"Urus saja Naomi dan kekasihmu Bram, buat apa kamu kesini?" ucap Felicia sinis.


"Dia bukan siapa-siapa bagiku, jadi jangan membahas dia lagi, fokus dengan kesembuhanmu dan mari kita merawat anak kita bersama," pinta Bram.


"Haha aku gak salah denger? kalau dia bukan siapa-siapa bagimu lantas mengapa kalian sampai seranjang? Aku bukan Emil yang dengan mudahnya di bohongi Bram," ucap Felicia tersenyum getir.


"Aku bisa membuktikan jika aku ini tidak bersalah, tunggulah hasil penyidikan dari polisi," jawab Bram mantap.


"Kenapa harus sampai kepolisian? supaya kamu terlihat tak bersalah?" tanya Felicia mengejek.


"Saya butuh hasil laporan yang resmi dari kepolisian dan rumah sakit bahwa minuman yang di berikan oleh Thalia mengandung obat perangsang dan obat tidur dengan dosisi tinggi, ketika kamu datang posisinya aku sedang terkejut mendapati tubuhku telanjang bulat dengannya, aku yakin jika aku belum menyentuhnya.. ini hanya akal-akalannya," ucap Bram menatap Felicia lekat.

__ADS_1


"Haha alibimu receh sekali Bram," Jawab Felicia tak percaya.


"Tunggulah hasilnya dan nanti lihatlah sendiri, ada juga cctv di apartemennya, itu bisa menjadi bukti," ucap Bram yakin.


"Waktu saya terlalu berharga untuk itu, saya harap sekarang anda pergi dari sini," usir Felicia.


"Gak.. kamu butuh seseorang yang menemani, luka operasimu belum kering sayang," tolak Bram.


"Ada mamah yang akan kesini, kamu gak perlu repot mengurusku.. urus saja kekasih tersayangmu, memang dulu aku pernah menjadi ibu yang buruk dengan mengabaikan Emil, namun sekarang aku sudah membuktikannya jika aku benar-benar berubah.. oh iya satu lagi, meskipun dulu aku mengejar Pandu tapi setidaknya aku tidak merendahkan harga diriku sampai ke hal intim seperti kau dan Thalia.. aku kasih tau batasannya Bram, tak seperti kamu," sindir Felicia.


"Maaf jika aku terlalu menyakiti perasaanmu, jujur tidak ada maksud untuk itu.. aku datang kesana karena Naomi sakit, itu saja.. kejadian tadi diluar kendali ku, aku mohon percayalah.. tidak pernah sekali pun aku menghianati dan menduakan cintamu, aku sayang sama kamu Fel.." ucap Bram berlinang air mata.


"Pergi.. jangan sampai aku berteriak atau memanggil security," usir Felicia.


"Tapi.." jawab Bram terpotong.


"Pergi dari sini, melihatmu malah membuatku semakin sakit," usir Felicia lalu mamahnya Vina datang.


"Tante.." sapa Bram.


"Turuti perkataan anak saya Bram, jangan membuatnya tambah sakit," ucap Vina ketus.


"Baik tante.. saya titip Felicia dan anakku," ucap Bram pasrah.


"Pasti.. setelah dari sini pun Felicia dan anak-anaknya akan tinggal di rumah saya" ucap Vina ketus.


"Apa tante?? kok bisa begitu?" Tanya Bram terkejut.


"Ini permintaan Felicia," Jawab Vina datar.


"Pergi Bram.. mau di panggilkan security?" usir Felicia setengah berteriak dan Bram akhirnya mengalah pergi. Sebelum pergi ia mencium anak perempuannya sambil berlinang air mata.


"Are you okay Fel? apa yang terjadi dengan rumah tanggamu?" tanya Vina.


"Kesalahan yang dibuat Bram terlalu menjijikan hingga susah di maafkan," ucap Felicia berlinang air mata.


"Loh memang Bram melakukan kesalahan apa?" tanya Vina penasaran.


"Dia... dia selingkuh dengan Thalia mah huhuhu.. tadi aku datang ke apartemen Thalia dan memergoki mereka sedang di ranjang, mamah tau lah apa yang di lakukan mereka," ucap Felicia terisak.


"Astaga.. serius Bram seperti itu?" Tanya Vina tak percaya.


"Buat apa Feli berbohong mah, ini sama saja mencoreng nama baik Bram.. Feli melihatnya dengan mata kepala Feli sendiri mah, kejadian tadi sungguh menjijikan.. Alasan Bram datang kesana karena Naomi-anak Thalia- sedang sakit," ucap Felicia lirih.


"Memang Naomi itu siapanya Bram? kenapa dia sampai peduli seperti itu," tanya Vina curiga.


"Itu dia yang menjadi pertanyaanku mah," jawab Felicia dengan sedih.

__ADS_1


"BERANI SEKALI BRAM MEMPERMAINKAN ANAKKU, ADA HUBUNGAN APA ANTARA BRAM DENGAN THALIA?DAN KENAPA BRAM SANGAT PEDULI DENGAN NAOMI!! AWAS SAJA BRAM KALAU BERANI MEMPERMAINKAN ANAKKU!!" batin Vina geram dan mengepalkan tangan.


__ADS_2