PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 30-Pandu


__ADS_3

"Sudah 3 bulan lebih Felicia tak ada kabarnya sama sekali, sebenarnya ada apa dengannya? ah lebih baik aku hubungi lagi siapa tau diangkat," gumam Pandu lalu menelfon Felicia.


Drrt.. drrt.. dering hp Felicia.


"Hai sayang?" sapa Felicia lirih.


"Hai sayang.. akhirnya kamu angkat juga, kamu kemana aja sayang? kenapa susah sekali dihubungi?" tanya Pandu penasaran sekaligus lega karena akhirnya ada kabar dari Felicia.


"Maaf sayang sudah membuatmu cemas, aku gak kemana-mana kok sayang," jawab Felicia berusaha tenang.


"Kenapa susah dihubungi sampai 3 bulan?" tanya Pandu curiga.


"Maaf sayang soalnya aku gak sempat pegang hp," jawab Felicia lirih.


"Memang kamu ngapain aja sayang sampai gak sempat pegang hp?" tanya Pandu penasaran.


"Ya.. yaitu sayang kuliah, setelah pulang langsung ke kantor papah buat belajar menjadi pebisnis handal," alibi Felicia.


"Astaga karena itu.. aku kira kamu kenapa-napa sayang wuu bikin khawatir aja, sampai mommy dan daddy aku tanyain pun mereka juga gak tau katanya kamu sudah lama gak main kesana," ucap Pandu dengan lega.


"Hehe maaf ya sayang nanti kalau ada waktu luang aku main ke rumahmu," jawab Felicia lega alibinya berhasil.


"Kamu tau betapa khawatirnya aku selama ini karena kamu tiba-tiba menghilang, aku hubungi setiap hari namun tak juga diangkat, aku kirim email pun juga gak kamu balas sampai aku mikir yang bukan-bukan, tak taunya kamu sedang mempersiapkan diri menjadi penerus papahmu," ucap Pandu.


"Iya sayang aku juga ingin memantaskan diri menjadi pendampingmu kelak, kamu disana sedang belajar tentang ilmu bisnis, aku pun disini juga bedanya aku kuliah ambil jurusan bisnis sekaligus belajar langsung dari papah," ucap Felicia meyakinkan Pandu.


"Kamu tidak perlu memantaskan diri karena bagiku kamu perempuan sempurna sayang, harusnya aku yang memantaskan diri untuk menjadi pendampingmu kelak karena aku yang nantinya bertanggung jawab atas dirimu dalam kondisi apapun," jawab Pandu membuat hati Felicia semakin sesak.


"Kita saling memantaskan diri agar bisa bersatu sampai ke jenjang pernikahan, kita memantaskan diri supaya menjadi cerminan bagi anak kita kelak agar meraih cita-cita dulu untuk membangun masa depan setelah itu baru merealisasikannya," ucap Felicia menahan sesak di dada.


"Iya sayang betapa bangganya aku memilikimu," puji Pandu.


"Aku pun juga bangga memilikimu.. sangat amat bangga," puji Felicia.


"Kamu terlalu memujiku berlebihan sayang," jawab Pandu tersipu malu.

__ADS_1


"Kamu pun sama.. Ini perkataan yang tulus dari hatiku yang terdalam, memang aku bangga dan bersyukur bisa memiliki kamu dan mengukir kisah bersama," ucap Felicia dengan meneteskan air mata.


"Aku juga bangga bisa menjadi bagian cerita di hidupmu, semoga ke depannya kita bisa lebih lancar berkomunikasi agar hubungan kita tetap langgeng karena aku gak mau berpisah denganmu," ucap Pandu penuh harap.


"Aku pun.. aku.. aku pun sama, aku juga gak mau kehilangan pria sepertimu sayang," jawab Felicia terisak.


"Cup.. jangan menangis sayang nanti aku jadi sedih karena tidak bisa menemanimu dan mengusap air matamu," jawab Pandu penuh perhatian.


"Caramu memperlakukanku sudah cukup untuk mengusap air mataku, ini air mata kebahagiaan sayang, betapa bahagianya aku begitu dicintai olehmu," ucap Felicia melow.


"Aku pun juga bahagia dan sangat bersyukur bisa mendapatkan cintamu apalagi aku hadir sebagai cinta pertamamu," ucap Pandu terharu.


"Iya kamu satu-satunya laki-laki yang menjadi kekasihku, webelumnya aku memang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun," ucap Felicia membenarkan.


"Maka dari itu aku merasa beruntung, aku berjanji tidak akan menyakitimu dan aku akan berusaha untuk terus membahagiakanmu dengan caraku," ucap Pandu dengan penuh keyakinan.


"Aku meyakini kalau kamu akan membuat aku bahagia dan tidak akan menyakitiku, namun jika suatu saat aku yang menyakitimu bagaimana?" tanya Felicia penasaran.


"Aku yang akan mengintropeksi diri dimana letak kesalahanku hingga kamu berbuat demikian, namun aku yakin kamu tidak akan melakukannya," jawab Pandu sangat yakin.


"Iya sayang.. aku berterima kasih karena kamu sudah sangat yakin padaku," ucap Felicia merasa bersalah pada Pandu.


"I'm so lucky baby," jawab Felicia terharu dan berlinang air mata.


"Me too, baby.. jadi aku harap kita jaga komunikasi dan kepercayaan yang sudah kita bina selagi kita LDR-an," pinta Pandu.


"Iya sayang.. semoga waktunya segera berakhir agar kita bisa berjumpa lagi," ;jawab Felicia berharap.


"Semoga sayang.." jawab Pandu sambil menganggukan kepala.


"Aku sangat kangen sama kamu. Bolehkah aku menyusul kesana meskipun sebentar?" pinta Felicia.


"Sangat boleh, tapi aku saranin kamu kesini sama mommy dan daddy agar tidak sendirian ketika penerbangan," jawab Pandu antusias.


"Baiklah.. yaudah ya sayang aku matiin dulu soalnya dipanggil papah nih," alibi Felicia padahal sebenarnya ia ingin mual.

__ADS_1


"Aku masih kangen sayang," rengek Pandu tak mau telefon berakhir.


"Setelah ini kita bisa telfon lagi, udah dulu ya sayang, i love you.." ucap Felicia lalu mematikan telfon.


Hoek.. hoek.. Felicia mual-mual di kamar mandi hingga badannya lemas.


"Bagaimana ini? kenapa aku masih saja mual-mual? bagaimana nanti kalau aku sedang ke Amerika tiba-tiba mual? apa nantinya Pandu gak curiga? ah sial.. kehadiranmu menghambat waktu ku bertemu dengan Pandu," gumam Felicia kesal sambil memukul perutnya yang sudah sedikit membuncit.


"Ada apa ya dengannya? kenapa dia terlihat pucat dan sedikit gemuk? apa dia sakit? kalau iya kenapa tidak memberitahuku.. kenapa aku merasa kalau dia menyembunyikan sesuatu dariku? tapi aku masih belum yakin juga, ahhh pusing pusing, lebih baik tanya mommy deh," gumam Pandu lalu menelfon mommy Dina.


"Hai sayang how are you?" sapa Dina dengan tersenyum senang karena anak semata wayangnya menghubungi duluan.


"Hi mom.. I'm fine mom, kabar mommy dan daddy gimana? kalian sehat kan?" tanya Pandu penuh perhatian.


"I'm very well boy, kamu disana betah kan?" tanya Dina penasaran.


"Betah mom apalagi kalau ada Felicia semakin betah aku hehe," goda Pandu terkekeh.


"Mulai nakal ya anak mommy, Felicia disini juga belajar, begitu pun kamu disana, jadi jangan berharap Felicia akan ikut menyusulmu," ucap Dina geram.


"Yes mommy I know, just kidding, kalau pun nantinya beneran ya dengan senang hati mom," goda Pandu lagi.


"Pandu..." jawab Dina geram.


"Hehe yes mommy.. jangan sensi gitu dong mom, oh iya mom, Pandu mau nanya nih, Felicia kok akhir-akhir ini menghilang ya?" tanya Pandu curiga.


"Menghilang gimana maksudnya?" tanya Dina bingung.


"Ya tiba-tiba lost kontak sama Pandu hampir 3 bulan dan hari ini kami komunikasi lagi itu pun wajah Felicia pucat mom, Pandu jadi khawatir kalau Felicia menyembunyikan sesuatu," ucap Pandu khawatir.


"Jangan bicara yang bukan-bukan deh bikin mommy khawatir aja," jawab Dina cemas.


"Serius mom.. Pandu minta tolong ya mommy datang ke rumah Felicia dan cek keadaannya," pinta Pandu memohon.


"Oke nanti mommy kesana, awas kalau kamu bohong ya," ancam Dina.

__ADS_1


"Enggak akan bohong mom, yaudah prepare dulu gih mom, bye mommy.." ucap Pandu lalu memutus panggilan telfon.


"Ada-ada aja nih Pandu, tapi emang mencurigakan sih 3 bulan gak kasih kabar, kalau posisiku jadi Pandu pastinya juga khawatir dan akan datang ke rumahnya, semoga Felicia baik-baik saja," batin Dina bergegas ke kamar untuk make up sebelum pergi menemui calon menantunya.


__ADS_2