
Drrt..drrt.. Dering hp Bram.
"Halo selamat pagi pak." Sapa Bram.
"Selamat pagi bapak Bram, kami dari kepolisian kayu manis ingin memberitahukan bahwa identitas dalang teror sudah kami kantongi. Apakah bapak bisa datang ke kantor nanti siang untuk tindakan yang lebih lanjut?" Tanya pak polisi.
"Baik pak bisa, nanti siang saya akan kesana. Kalau boleh tau siapa dalangnya pak? Bisa disampaikan via telepon?." Tanya Bram penasaran.
"Lebih baik anda mengetahuinya ketika sudah sampai di kantor untuk menghindari hal yang tidak diinginkan." Jawab pak polisi.
"Baiklah kalau begitu terima kasih informasinya Pak." Jawab Bram pasrah.
"Sama-sama pak, selamat pagi." Ucap pak polisi.
"Pagi." Jawab Bram lalu mematikan panggilan.
"Aarrgghh.. siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini? Kenapa sih harus kesana dulu? Emangnya pak polisi gak tau apa jarak dari sini ke puncak itu berapa lama. arghhh.." Geram Bram sambil mengacak-acak rambut.
"Ada apa Bram?." Tanya Felicia penasaran.
"Dalang dibalik teror sudah diketahui pihak kepolisian." Jawab Bram datar.
"Syukurlah.. memang siapa?." Tanya Felicia penasaran.
"Pihak kepolisian tidak mau memberitahukannya, mereka maunya aku datang ke kantor langsung sekalian memastikan tindakan apa yang ditempuh." Ucap Bram lesu.
"Yaudah yuk kesana sekarang, perjalanan kesana membutuhkan waktu lama loh." Ajak Felicia semangat karena ingin tau siapa.dalangnya.
"Kamu ikut? serius?." Tanya Bram kaget.
"Iya.. kenapa emangnya? gak boleh?." Tanya Felicia heran.
"Boleh.. tapi kamu trauma gak kalau nanti kita menginap di villa? Gak mungkin kan kita langsung pulang." Ucap Bram memastikan.
__ADS_1
"Gak.. aku gak takut, kita ajak pegawai sekalian biar disana gak sepi. Oh iya kita kesananya naik mobilku aja ya biar kamu gak capek nyetir." Ucap Felicia usul.
"Iya iya yang habis dikasih mobil alphard sama papah." Goda Bram.
"Yee tapi kan kamu juga ikutan pake. Udah yuk berangkat." Ajak Felicia lalu mereka berangkat ke puncak bersama pegawai.
5 Jam melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di polsek kayu manis.
"Selamat siang pak Bram , silahkan duduk." Ucap petugas kepolisian dengan ramah.
"Baik terima kasih." Jawab Bram tersenyum lalu duduk bersama Felicia.
"Kita langsung saja ya Pak, jadi hasil penyidikan yang kita lakukan dan juga kesaksian dari penyusup yang meneror istri anda, kami mendapatkan hasil bahwa dalang di balik peneror tempo hari adalah Bapak Hartanto, apakah anda mengenal dengan beliau?." Ucap petugas polisi membuat Felicia dan Bram terkejut.
"Hartanto? Siapa itu? saya tidak pernah memiliki hubungan relasi bisnis dengan orang yang bernama Hartanto, memang apa motifnya dia melakukan teror itu pak?." Tanya Bram penasaran.
"Mungkin istri anda tau siapa bapak Hartanto." Ucap pak polisi membuat Bram menatap Felicia tajam dan penuh selidik.
"Kalau tidak salah dan ini masih praduga saja, Hartanto adalah ayahnya Pandu. Apa kamu gak inget nama papahnya Pandu?." Ucap Felicia ragu-ragu.
"Ha?? Serius dalangnya papahnya Pandu? mengapa dia sampai meneror begini?." Tanya Bram terkejut.
"Lebih baik saya panggilkan tersangka yang meneror istri anda tempo hari agar bisa mendengarkan langsung apa motifnya." Ucap pak polisi menyuruh petugas yang lain memanggil tersangka.
"Kau? Kenapa masih hidup." Ucap Bram emosi.
"Saya akan menjelaskan semuanya pada anda dan juga istri anda tetapi saya mohon setelah itu bebaskan saya." Pinta penyusup memohon.
"Enak sekali.. Gak akan!." Gertak Bram tak sudi.
"Tolong Pak.. Saya melakukan ini terpaksa, lagi pula saya tidak mencelakai istri anda." Pinta penyusup terus mengiba.
"Sudah pak lebih baik jelaskan dulu apa motifnya anda meneror saya, setelah itu akan saya pertimbangkan permintaan anda asalkan anda bicara sejujurnya." Ucap Felicia sudah tak sabar.
__ADS_1
"Tapi Fel.." Ucap Bram terpotong oleh perintah Felicia untuk diam.
"Baik kalau begitu saya akan memberitahukannya dengan jujur, saya tau anda orang baik makanya saya tidak mau mencelakai anda. Jadi waktu itu saya diberi pekerjaan oleh pak Hartanto untuk meneror anda hingga ketakutan dan nantinya akan bicara jujur tentang rahasia apa yang kalian sembunyikan pada putranya, saya hanya disuruh menodongkan pistol saja tetapi kalau anda tidak kunjung berbicara maka pak Hartanto menyuruh saya untuk menembak anda." Ucap penyusup jujur.
"APA?? PAK HARTANTO KENAPA TEGA SEKALI DENGANKU??APA YANG DIJANJIKAN PAK HARTANTO PADAMU, HA?? MENGAPA ANDA WAKTU ITU TIDAK MENEMBAK SAYA SEKALIAN BIAR DIA PUAS." Teriak Felicia tak terima.
"SIALAN BERANINYA HARTANTO MENGUSIK PRIVASI GUE.. DIA BISA APA TANPA CAMPUR TANGAN DARI PAPAH.. HA?? DIMANA DIA SEKARANG? SURUH KESINI." Gertak Bram emosional.
"Saya hanya menjalankan tugas jadi mohon maafkan saya. Waktu itu saya dijanjikan uang 500 juta dan satu unit rumah jika nantinya saya berhasil mengorek informasi, namun sayangnya saya gagal dan tertangkap polisi" Ucap penyusup menyesal.
"ANDA MENGGADAIKAN UANG 500 JUTA DENGAN NYAWA ORANG? ANDAI ANDA BENERAN MENEMBAK ISTRI SAYA, BISA SAYA PASTIKAN HUKUMAN YANG ANDA DAPATKAN JAUH LEBIH BERAT DAN SAYA PASTIKAN ANDA MEMBUSUK DI PENJARA." Ancam Bram emosi.
"Maaf.. Tapi kenyataannya saya tidak melakukan itu, saya hanya meneror saja karena saya tidak tega membunuh orang apalagi orangnya sedang mengandung, sama saja saya membunuh 2 orang sekaligus. Lagian saya juga berfikir jika nanti saya mendapat imbalan itu tetap saja hidup saya nantinya di hantui rasa bersalah." Ucap penyusup penuh penyesalan.
"JIKA ANDA PUNYA FIKIRAN SEPERTI ITU KENAPA MENERIMA TAWARAN YANG HANYA MERUGIKAN DIRI ANDA, HAH!!!." Gertak Bram dan hampir saja memukul penyusup namun sudah di pisah oleh pihak kepolisian.
"Stop jangan main hakim sendiri, biarkan tersangka menjalankan proses hukum sesuai yang seharusnya.. Yang terpenting anda sudah mengetahui siapa dalangnya dan kami sudah melacak keberadaan orang itu." Ucap polisi.
"Jika sudah bertemu segera kabari saya dan pastikan hukumannya lebih berat." Pinta Bram penuh harap.
"Kami akan mengusahakan sebaik mungkin Pak, saya rasa pertemuan ini cukup untuk hari ini. Jika nantinya ada informasi tambahan atau dari kalian dimintai keterangan, kami harap ketersediaannya untuk hadir agar proses berjalan dengan lancar dan segera terproses." Ucap polusi lalu bangkit dari duduknya.
"Baik kalau begitu terima kasih Pak." Jawab Bram berjabat tangan dengan polisi.
"Saya juga mengucapkan banyak terima kasih Pak karena pihak kepolisian dengan cepat bisa mengetahui siapa dalang dan motifnya, saya harap masalah ini cepat selesai." Pinta Felicia dan juga berjabat tangan.
"Baik.. kami akan berusaha bu, terima kasih banyak atas kehadirannya, selamat siang." Ucap polisi menerima jabatan tangan dan tersenyum.
Lalu Felicia dan Bram berjalan menuju mobil dan bergegas menuju villa.
Disaat Felicia dan Bram di perjalanan menuju villa, petugas yang lain masuk untuk memberitahu jika orang yang di tunggu sudah tiba.
"Baik bawa dia masuk." Ucap polisi menyuruh polisi lain. Lalu Hartanto, orang yang dituju oleh mereka sudah datang dengan tangan terbogol.
__ADS_1