PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 115-Pandu Move On (2)


__ADS_3

Di hotel terjadi perbincangan hangat antara Pandu dan juga Hartanto.


"Pandu.. sini duduk," titah Hartanto lalu Pandu mematuhinya.


"Ya dad?" tanya Pandu bingung.


"Daddy akhirnya bahagia setelah sekian lama kamu akhirnya menemukan tambatan hati, daddy kira kamu masih belum bisa move on dari Felicia ternyata daddy salah.. Diam-diam kamu mendekati gadis yang sangat cantik dan sederhana, kesan pertama daddy berjumpa dengannya langsung suka," ucap Hartanto bahagia.


"Memang butuh waktu yang lama bagi Pandu untuk menyembuhkan luka akibat masa lalu apalagi kejutan yang diberikan Felicia dan Bram sungguh menyakitkan hati Pandu dad, apalagi setelah Pandu mendengar secara langsung jika penyebab mereka bisa sampai menikah karena di beri obat perangsang oleh Nita langsung membuat Pandu menyesal dad karena sudah menghina dan merendahkan Felicia sampai segitunya.. tempo lalu Bram, Pandu dan Nita sempat tidak sengaja bertemu dan dari situlah semua terbongkar, sekarang Nita di penjara atas perbuatannya dan sampai saat ini Pandu masih mengganjal di hati karena belum meminta maaf pada Felicia, sempat Pandu meminta Bram untuk mengizinkan bertemu dengan istrinya namun sayang.. Bram bersikukuh melarangnya dad, Pandu menyadari alasan Bram melakukan itu karena Felicia sangat sakit hati atas caci maki Pandu waktu itu.. jujur dad sampai sekarang Pandu masih merasa bersalah," ucap Pandu dengan raut wajah sedih.


"Berarti sekarang Nita sudah mendapatkan karmanya? ya syukurlah memang itu hukuman yang pantas untuk dia, tindakannya memang tergolong kriminal apalagi merusak masa depan Bram dan Felicia, mau gak mau memang mereka harus menikah.. Sudahlah yang lalu biarlah berlalu, jika memang di izinkan bertemu untuk meminta maaf mana akan tiba waktu dengan sendirinya, jangan terlalu di pikirkan karena posisimu tidak mengetahui yang sebenarnya.. yang terpenting fokuslah dengan apa yang ada di depan matamu sekarang ini, ada Cassandra yang sebentar lagi menjadi calon istrimu dan juga perusahaan yang siap menanti untuk di pimpin.. fokuslah dulu dengan hal itu, daddy yakin kalau sekarang ini Felicia sudah berbahagia dan melupakan kejadian itu, jadi jangan terlalu di pikirkan lagi, ok?" ucap Hartanto dengan bijak.


"Iya dad setidaknya Pandu bersyukur, kehilangan Felicia mendapat Cassandra.. mereka sama-sama perempuan yang baik dan Pandu bersyukur bisa mengenal mereka, Felicia menjadi cerita masa lalu dan Cassandra adalah masa depan Pandu sekarang dan seterusnya," ucap Pandu yakin.


"Nah begitu.. daddy jadi senang melihatnya," puji Hartanto.


"Iya dad.. mau di paksa seperti apapun jika bukan jodohnya maka tidak akan bisa bersatu, seperti Pandu dan Felicia dulu.. banyak impian menata masa depan bersama dan saling memantaskan diri namun takdir tidak merestui kita hingga akhirnya terpisah di tengah jalan.. Pandu fokus kuliah dan meniti karir sampai akhirnya tidak sengaja di pertemukan oleh Cassandra dan sekarang takdir yang membawa Pandu melamarnya, jodoh tidak ada yang mengetahuinya.." ucap Pandu menatap lurus.


"Begitulah takdir, jika sudah berkata A maka mau kamu menolak sekeras apapun tetap akan balik ke A," ucap Hartanto tenang.


"Iya dad.. daddy merestui Pandu dan Cassandra kan?" tanya Pandu berharap.


"Tentu saja dong.. kalau tidak merestui untuk apa daddy mengantarmu terbang kesini dan meminta Cassandra menjadi istrimu," ucap Hartanto setengah kesal.


"Haha slow daddy.. Pandu hanya memastikan saja," ucap Pandu tertawa.


"Memastikan kok setelah bertemu calonnya, aneh kamu.." cibir Hartanto.


"Ya namanya juga memastikan biar benar-benar pas.. sesuai kriteria daddy dan mommy kan?" tanya Pandu.


"Kami tidak pernah memintamu untuk memilih pasangan yang sesuai keinginan kami, karena belum tentu nantinya kamu akan nyaman.. yang menjalani semua kan kamu jadinya mommy dan daddy hanya bisa memberikan restu dan doa yang terbaik untuk kalian, karena jika kamu sudah mantap ingin meminang seseorang berarti kamu sudah memikirkan secara matang," ucap Hartanto bijak.


"Thanks dad.. Pandu bangga sekali punya kedua orang tua seperti kalian yang tidak pernah memandang seseorang dari harta dan tahta.." puji Pandu.


"Harta dan tahta bisa dicari boy tetapi kalau seseorang yang menemani kita hingga tua itu susah, makanya butuh kemantapan hati," ucap Hartanto dengan bijak.

__ADS_1


"Iya dad benar.. kalian adalah role mode Pandu dalam mencari pasangan hidup, semoga kisah Pandu dengan Cassandra bisa bahagia dan selalu bersama hingga mau memisahkan dan semoga setelah menikah dengan Cassandra nantinya kami bisa harmonis dan selalu romantis seperti mommy dan daddy," ucap Pandu.


"Thanks boy sudah menjadikan mommy dan daddy ini panutan mu, daddy bahagia mendengarnya berarti tanpa sadar kami bisa memberikan contoh yang baik untukmu," ucap Hartanto senang.


"Tentu dad.. kalian contoh terbaik dalam segala hal bagi Pandu," puji Pandu.


Lalu mereka mengobrol ringan dan akhirnya memutuskan untuk istirahat..


lusa setelah acara lamaran dadakan itu, kini mereka sepakat menyelenggarakan acara pertunangan yang resmi dengan di hadiri keluarga dan sahabat terdekat. acara berlangsung dengan khidmat dan lancar..


setelah acara tunangan mereka sepakat menggelar acara pernikahan 3 bulan setelahnya yang di adakan secara mewah dan meriah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari H pernikahan Pandu & Cassandra.


Acara di adakan di dua negara yaitu Indonesia dan Amerika, mengingat Pandu adalah anak semata wayang dan pewaris tunggal Hartanto grup maka tidak heran jika acara di selenggarakan dengan merogoh dana yang fantastis.


Akad dilaksanakan di Indonesia


"Saya terima nikah dan kawinnya Cassandra Vee Sammy dengan mas kawin mansion mewah, kapal pesiar dan uang tunai 1 Miliar di bayar tunai," ucap Pandu sekali nafas dan langsung di jawab dengan suara bahagia oleh saksi dan tamu yang hadir.


"Terima kasih sudah menjadikan aku sebagai ratu di hidupmu, semoga kita bisa sama-sama saling belajar, menghargai, mengisi satu sama lain.. apapun yang ada pada dirimu aku menyukainya karena kamu adalah kamu.. kamu tidak memaksakan diri untuk menjadi siapapun," ucap Cassandra berlinang air mata karena terharu bahagia.


"Aku juga berterima kasih karena kamu sudah sabar menunggu selama ini dan terima kasih sudah menjadi seseorang yang berhasil mengusik hidupku.. sekali lagi terima kasih karena telah menerima aku menjadi pasangan hidupmu," ucap Pandu menatap lekat Cassandra.


"Ehem.. Pengantin baru di lanjutin nanti ya di kamar biar lebih puas, kami disini iri melihat kalian mesra seperti ini, btw.. happy wedding bro," goda Dion.


"Haha maaf bro gue lupa kalau ada kalian," ucap Pandu bercanda.


"Aduh kami disini hanya numpang lewat deh, lupa kita.. kita mah ngontrak ya kan? dunia serasa milik kalian berdua," sindir Deo.


"Haha jangan gitu dong bro, besok kalau kalian sudah ketemu yang klik juga rasain kok, btw thanks ya udah sempetin hadir, jangan lupa lusa kita terbang ke Amerika," ajak Pandu.


"Pasti dong siapa tau kita dapat jodoh di sana, ya gak? haha.. tapi jangan lupa tiket pesawat dan hotelnya," goda Deo.

__ADS_1


"Beres itu mah kalian tinggal berangkat aja," ucap Pandu dengan entengnya.


Lalu datang Felicia dan Bram ke acara pernikahan Pandu, bukan tanpa sengaja mereka datang.. Pandu memang mengundang mereka karena bisa menjadi momen untuk Pandu menyampaikan maaf.


"Hai bro selamat ya semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia selalu, segera di beri momongan," ucap Bram lalu berjabat tangan dengan Pandu di susul Felicia.


"Happy wedding Pandu semoga bahagia selalu," ucap Felicia dengan tulus.


"Terima kasih.. kamu semoga juga begitu," ucap Pandu gugup.


"Felicia sudah bahagia dan sangat bahagia hidup dengan gue bro jadi jangan berdoa seperti itu," ucap Bram ketus.


"Sorry.. oh iya Felicia sekalian kita ketemu disini, besok lusa bisa ikut ke resepsi pernikahan gue di Amerika, ya kalau kalian mau sih.." ajak Pandu.


"Maaf gak bisa kasihan Eleora di rumah gak ada yang jagain," tolak halus Felicia yang di sambut senyuman oleh Bram.


"Baiklah.. oh iya Felicia sebenarnya gue mau mengatakan ini dari dulu namun Bram gak izinin gue ketemu denganmu, gue ingin minta maaf atas kesalahpahaman yang dulu pernah gue ucap," ucap Pandu serius.


"Yang mana?" tanya Felicia lupa.


"Waktu di apartemen ketika ada Bram, gue sempat caci maki lu segitunya ketika lu sedang hamil besar, maafin gue.. bener yang lu katakan jika kalian memang di jebak, Nita sudah mengakui itu dan sekarang mendekam di penjara Amerika," ucap Pandu merasa bersalah.


"Oh itu.. yasudah yang lalu biar berlalu lagian kejadian sudah lama sekali, untuk Nita, siapa yang menjebloskan dia ke penjara?" tanya Felicia penasaran.


"Suamimu.." jawab Pandu menatap Bram.


"Bener itu Bram? kok aku gak tau ya?" tanya Felicia terkejut.


"Kita juga tidak sengaja bertemu ketika suamimu sedang di Amerika, ketika suamimu di taman di situ pula ada gue dan Nita, setelah itu Bram terus menerus mendesak Nita untuk mengakuinya hingga akhirnya ya begitulah.. Nita mengakui dan langsung masuk penjara, semenjak itu gue dihantui rasa bersalah karena sudah menuduh kalian berselingkuh, sekali lagi maafin gue Felicia dan Bram," ucap Pandu menyesal.


"Iya sudah kita maafkan, kalau gitu gue turun dulu mau menikmati hidangan," ucap Bram tak mau memperpanjang masalah.


Felicia yang sedang terkejut dengan pengakuan Pandu menjadi tidak fokus, berulang kali di panggil tidak menyahut.


Hingga akhirnya mereka memilih pulang karena Bram tau jika Felicia masih memikirkan tentang Nita.

__ADS_1


Bonus Visual Pandu



__ADS_2