PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 43-Fitting Baju


__ADS_3

"Pak jangan sampai kehilangan jejak tapi jangan juga terlalu mencolok jika kita mengikuti mereka," perintah Wijaya.


"Baik tuan," jawab supir fokus menyetir.


"Pah mereka akan kemana ya? apa Felicia minta tolong Bram buat mengantarnya fitting gaun bridesmaid?" tanya Dina penasaran.


"Papah rasa bukan gaun bridesmaid, kita lihat nanti di sana supaya lebih jelas," jawab Wijaya terus fokus memantau mobil Bram.


"Baiklah," ucap Dina pasrah.


Tiba-tiba Bram berhenti mendadak dan menepikan mobilnya, hal yang membuat Wijaya dan supirnya terkejut tetapi mereka tidak mungkin jika ikut berhenti, akhirnya Wijaya memutuskan tetap jalan meski perlahan. Hingga akhirnya mereka berhenti sambil menunggu Bram melaju lagi di pom bensin.


"Kita tunggu disini dulu pak kalau kita ikut berhenti takutnya mereka curiga," ucap pak supir hati-hati.


"Ya.. begitu lebih baik," jawab Wijaya lalu bersender di mobil.


Setelah menunggu hampir 20 menit tidak menunjukkan tanda-tanda kedatangan mobil Bram. Merasa usahanya membuntuti sia-sia akhirnya Wijaya meminta supirnya untuk pulang saja.


Padahal tanpa mereka sadari ketika mobil mereka berbelok di pom bensin, selang beberapa detik mobil Bram melaju melewatinya.


"Pulang saja pak, percuma nunggu lama-lama disini, mungkin mereka sudah pergi tanpa kita sadari," ucap Wijaya kesal lalu mereka berjalan menuju mansionnya.


Disatu sisi Bram dan juga Felicia sudah tiba di Butik.


"Selamat siang kak ada yang bisa dibantu?" sapa pegawai ramah dan membukakan pintu.


"Kami sudah ada janji untuk fitting baju pengantin," ucap Bram sambil menatap beberapa koleksi baju pengantin.


"Apakah ini dengan keluarga nyonya Vina Soetanoe?" tanya pegawai memastikan.


"Betul itu mamah saya," jawab Felicia sambil menganggukkan kepala.


"Baiklah mari ikut saya kak," ucap pegawai mengantarkan mereka menuju tempat fitting baju.


"Ini beberapa pilihan nyonya Vina yang sudah di keep untuk acara putrinya, ia berpesan jika nanti putrinya saja dan calon suaminya yang memilih sendiri, silahkan kak mau yang mana?" ucap pegawai mengeluarkan gaun dan jas yang sudah di keep.


"Yang mana Bram? aku bingung nih," tanya Felicia bingung.


"Terserah.. yang penting nikahnya sah," jawab Bram cuek.


"Astaga kalau gitu ngapain loe ikut kesini, mending dirumah aja dan tinggal terima beres," bisik Felicia kesal.

__ADS_1


"Ini perintah mamah dan papah, kalau bukan karena mereka yang suruh juga ogah gue kesini apalagi ngeliat adegan lebaymu dengan Pandu di bandara," bisik Bram kesal.


"Cemburu?" ejek Felicia.


"Gak.. ngapain, lebay aja tingkah kalian tadi di bandara," bantah Bram.


"Ish tinggal ngaku aja kalau cemburu gitu kok repot," ejek Felicia sambil memilah gaun pengantinnya.


"Mbak.. yang ini aja ya," ucap Felicia.


"Baik kak.. kebetulan sekali ini desain terbaru kami dan limited edition, jadi anda tidak salah pilih, selera anda bagus kak," puji pegawai lalu membuka bungkus gaun pengantinnya.


"Iya kah? terima kasih mbak," jawab Felicia tersipu malu.


"Betul kak, mari saya bantu mencoba," ucap pegawai lalu mereka masuk di ruang ganti.


"Loh kok perutnya buncit? apa jangan-jangan dia lagi hamil? tapi kan mereka belum menikah? ahh udah.. udah.. jangan ikut campur yang penting melayani customer dengan baik," batin pegawai terkejut ketika melihat perut Felicia membuncit.


"Kenapa ya mbaknya ngeliatin perut gue sambil kaget gitu? apa dia tau kalau gue lagi hamil?" batin Felicia panik.


"Sabar ya kak ini bajunya agak kekecilan di bagian perutnya jadi sekalian saya ukur dulu, minggu besok datang lagi ya kak untuk proses final fittingnya," ucap pegawai mengukur tubuh Felicia.


"I..iya mbak," jawab Felicia gugup.


"Malu aku mbak.. gak usah aja lah yang penting udah dicoba, ntar waktu akad juga tau," jawab Felicia malu-malu.


"Baiklah saya lepas ya kak," ucap pegawai lalu melepas gaun dengan hati-hati, setelah itu Felicia keluar.


"Udah? kok gue gak dikasih tau gaunnya?" tanya Bram heran karena Felicia keluar sudah pakai baju yang tadi ia kenakan ketika pergi.


"Ngapain? lenasaran ya? ntar waktu akad juga tau," jawab Felicia mengedipkan sebelah matanya dan membuat Bram salah tingkah.


"Eh.. hmm.. ngapain penasaran, ya nanti kalau ditanyai mamah sama papah biar gak bingung jawabnya, gimana sih," ucap Bram salah tingkah dan kesal.


"Bilang aja kalau penasaran, tenang aja nanti gue tetep cantik paripurna kok apalagi bajunya kan bagus banget, limited edition pula," bisik Felicia penuh percaya diri.


"Ish percaya diri banget, udah selesai? ayo pulang," ajak Bram salah tingkah.


"Jas mu gak di cobain dulu?" tanya Felicia penasaran.


"Pas.. gue gak gendut, badan gue atletis gini," ucap Bram membanggakan diri.

__ADS_1


"Hidih pede banget, mbak tolong serahin jasnya biar di coba sekarang," perintah Felicia lalu pegawai menyerahkan jas pada Bram.


"Ini loh apa gue bilang, pas kan Felicia Agnesia Soetanoe?" ucap Bram kesal dan penuh penekanan.


"Nah gitu dong kan cakep," puji Felicia mengacungkan kedua jempol, tanpa disadari olehnya hal itu membuat hati Bram dag dig dug.


"Ya.. ya jelaslah gue kan emang cakep dari lahir, papah gue meskipun udah berumur tapi masih cakep dan berkharisma," jawab Bram gugup.


"Tapi tidak dengan anaknya, sangat jauh," ejek Felicia lalu tertawa.


"Hei apa maksudmu?" tanya Bram mendelik kesal.


"Gak.. gak ada, yaudah yuk katanya pulang," jawab Felicia mengalihkan pembicaraan.


"Ayo," ucap Bram menggandeng tangan Felicia.


"Kita nikahnya masih 10 hari lagi Bram.. Jadi copot dulu itu jasnya, gak sabar banget sih," ejek Felicia terkekeh dan membuat Bram malu.


"Apa sih ngeselin banget, tadi mau gue lepas malah loe rengek-rengek minta pulang," jawab Bram malu lalu melepas jas dan menyerahkannya pada pegawai.


"Kalian pasangan yang serasi," ucap pegawai tersenyum manis lalu mereka berdua salah tingkah.


"Makasih ya mbak, minggu depan kami datang lagi," ucap Felicia tersipu malu lalu berjalan keluar di ikuti Bram.


"Kok minggu depan kesini lagi ngapain?" tanya Bram heran.


"Tadi gaun yang gue coba sedikit kekecilan makanya mau di perbaiki dulu dan minggu depan coba lagi," jawab Felicia tanpa menoleh Bram.


"Makanya jangan kegendutan jadi cewek, susah kan pakai gaunnya," ejek Bram terkekeh lalu Felicia berhenti menabrak tubuh Bram.


"Aw.. sakit Fel," rintih Bram.


"Asal loe tau, badan gue kegendutan gini karena mengandung anakmu, ingat Bram gue lagi hamil. Untung aja tadi pegawainya gak curiga dan gak banyak tanya," ucap Felicia penuh penekanan dan menahan emosi di dada, lalu tanpa sadar air mata Felicia mentes di pipi.


"Ma..maaf Fel," jawab Bram lirih.


Namun Felicia tak mengubris ucapan Bram dan memilih berlari keluar butik memesan taxi.


"Fel.. mau kemana?" teriak Bram tetapi diacuhkan oleh Felicia hingga tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil melaju kencang.


"AWAS FELICIA..." teriak Bram berlari kencang menyelamatkan Felicia.

__ADS_1


Tin.... Suara klakson mobil yang nyaring dan panjang.


__ADS_2