PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 67-Pandu di Indonesia


__ADS_3

Setelah menemui daddynya Pandu bergegas pulang ke villa karena ia sudah sangat kelelahan, tidak mungkin ia harus pulang ke mansion karena harus menempuh perjalanan lama.


"Pak anter ke villa ya, besok pagi baru balik ke mansion." Pinta Pandu pada supirnya.


"Baik tuan." Jawab pak supir lalu melajukan mobil ke villa pribadi keluarga Hartanto.


Ketika hampir tiba di villa, Pandu melihat postur tubuh yang mirip dengan Felicia sedang bersama Bram dalam 1 mobil.


"Loh itu bukannya Felicia? Kenapa dia ada disini bersama Bram? Apa mereka beneran punya hubungan khusus??." Gumam Pandu penasaran sambil memantau arah mobil Bram.


Lalu mobil Bram terparkir di villa pribadinya. Dugaan Pandu benar jika Bram datang kesini bersama Felicia.


Hati Pandu terasa hancur melihat keduanya berjalan beriringan masuk ke villa, tanpa fikir panjang Pandu langsung menghampiri mereka.


"Tunggu disini dulu Pak." Perintah Pandu sembari turun dari mobil.


"Mau kemana tuan?." Tanya pak supir kebingungan dan mengikuti majikannya.


"Ada yang mau saya selesaikan, bapak tunggu aja di mobil." Perintah Pandu dengan serius dan supirnya pun menuruti perintah majikannya.


Ketika Pandu hampir sampai di villa Bram, tiba-tiba sekelompok bodyguard menghampirinya.


"Ada keperluan apa anda menginjakkan kaki kemari?." Tanya bodyguard dengan ketus.


"Saya ingin bertemu Bram dan juga Felicia, saya yakin cewek yang dibawa masuk oleh Bram itu kekasih saya." Ucap Pandu lantang.


"Jangan harap anda dengan mudah bisa masuk kesana tanpa seizin pemilik rumah." Gertak bodyguard.


"Bedebah dengan izin.. Dulunya saya sering keluar masuk villa dia, jadi jangan halangi langkah saya." Ucap Pandu kesal.


"Sekali anda berani melangkahkan kaki maka jangan salahkan kami membuat anda masuk UGD." Ancam bodyguard serius.


"Berani anda menyentuh saya meskipun itu seujung kuku maka akan saya pastikan anda menyesal." Ancam balik Pandu dengan serius.


"Haha ancaman anda tidak mempan untuk kami, silahkan pergi atau kami akan berbuat kasar." Usir bodyguard.


"Saya akan pergi setelah memastikan jika perempuan itu benar kekasih saya." Kekeh Pandu.


"Disini tidak orang lain, mungkin anda salah orang, silahkan pergi." Ucap bodyguard mendorong pelan Pandu.


"JANGAN SENTUH SAYA.. KALIAN SUDAH SAYA PERINGATKAN!." Teriak Pandu tak terima di usir.


"JIKA ANDA TIDAK SUKA MAKA JANGAN MENGANGGU PRIVASI TUAN KAMI, DISINI TIDAK ADA ORANG LAIN. SILAHKAN ANDA PERGI." Usir bodyguard dengan tegas.


"Biarkan saya masuk." Desak Pandu memaksa masuk namun ditahan.


Bugh..bugh..bugh.. "ANDA SUDAH SAYA PERINGATKAN TETAPI MASIH SAJA MEMBANTAH JADI JANGAN SALAHKAN SAYA MELAKUKAN INI." Teriak bodyguard memukul wajah dan perut Pandu.


"Aww.. Sakit sekali, sial gue kalah jumlah." Gumam Pandu kesal dan menyeka darah di sudut bibirnya.


"Tuan.. anda tidak papa?." Tanya pak supir panik.


"Gak papa pak. Antar saya ke mobil, besok saya kesini lagi." Ucap Pandu dengan suara lirih.


Lalu Pandu dan supirnya memilih pergi dari villa Bram karena tidak memungkingkan Pandu melawannya seorang diri.


"Besok gue harus kesana pagi-pagi sekali biar gue gak penasaran, gue yakin banget jika itu Felicia." Gumam Pandu sambil menahan rasa sakit.

__ADS_1


Keesokan harinya..


"Hari ini kita jadi pulang kan?." Tanya Felicia memastikan.


"Jadi dong.. Yuk pulang sekarang." Jawab Bram dengan mantap.


"Gak sarapan dulu? Aku udah minta tolong bi Iin buatin sarapan untuk kita." Tanya Felicia.


"Sebenarnya aku pengen sarapan diluar tapi yaudah lah, yuk." Ajak Bram lalu mereka menuju ruang makan dan sarapan dalam diam.


"Kok tiba-tiba feeling gue gak enak gini, ada apa nih?." Batin Felicia gelisah dan gerak geriknya di perhatikan oleh Bram.


"Ada apa Fel kenapa kamu cemas begitu?." Tanya Bram bingung.


"Gak tau nih tiba-tiba aneh aja perasaan ku." Jawab Felicia memegang dadanya.


"Aneh gimana sih?." Tanya Bram bingung.


"Ya aneh tiba-tiba deg-degan gini ahh gitu deh pokoknya." Jawab Felicia gelisah.


"Perutmu gak sakit kan?." Tanya Bram khawatir.


"Gak kok." Jawab Felicia cepat.


"Lalu kenapa gelisah gitu sih?? Deg-degan juga kenapa? Karena lihat tampangku yang rupawan ini?." Tanya Bram mencoba menghibur.


"Jangan mulai deh Bram." Jawab Felicia memutar bola matanya malas.


"Lalu apa dong??." Tanya Bram bingung.


"Langsung pulang aja yuk, tiba-tiba gak nafsu makan nih." Ajak Felicia sambil beranjak dari meja makan.


"Yaudah take away aja." Jawab Felicia enteng.


"Emangnya ini di restaurant dengan gampangnya minta take away, jangan aneh-aneh deh ini masih pagi." Ucap Bram sedikit kesal.


"Lantas gimana dong, katamu mubazir?." Tanya Felicia bingung.


"Tadi jangan minta buatin sarapan segini banyaknya, kalau gak jadi di makan kan sayang." Ucap Bram memberitahu.


"Namanya juga gak tau kalau bakalan gini, udah ayo pulang." Ajak Felicia tak sabar lalu mereka menuju mobil dan melakukan perjalanan menuju mansion.


"Kamu kenapa sih kok aneh gini? Laper gak? Kalau iya kita berhenti dulu di resto." Tanya Bram heran.


"Laper lah, hmm di resto itu ya keliatannya enak." Jawab Felicia menunjuk resto masakan jepang.


"Astaga tadi di villa tiba-tiba gak mau sarapan eh sekarang di perjanan pulang malah minta di resto jepang. Duh ibu hamil bikin resah ya." Batin Bram tak habis pikir.


"Kenapa Bram? Gak suka makanan jepang?." Tanya Felicia heran.


"Suka kok suka." Jawab Bram kaget.


"Kok tadi melamun gitu? Takut uangnya kurang?." Ejek Felicia.


"Astaga apa aku semiskin itu di matamu?? Nih nanti bayar pakai kartu kredit ku dan pesen semua makanan yang kamu mau, kalau perlu booking sekalian restonya biar yang makan hanya kita saja." Ucap Bram kesal di remehkan istrinya.


"Habisnya kamu kayak banyak fikiran gitu sih ya aku kira kamu gak ada duit." Ucap Felicia dengan polosnya.

__ADS_1


"Apa kamu lupa siapa suamimu ini?." Tanya Bram menatap tajam.


"Ya.. Ya gak lupa lah, kan kamu Bram." Jawab Felicia kikuk.


"Astaga.. Ngomong sama kamu ini bener-bener ya, hihh." Ucap Bram gemas dan mencubit pipi istrinya dengan gemas.


"Sakit Bram, tau gak sih?." Rengek Felicia kesal.


"Makanya jangan ngeselin." Jawab Bram gemas.


"Serius ni aku pesen apa aja?." Tanya Felicia dengan mata berbinar.


"Iya Fel terserah mau pesan apa asalkan dimakan." Ucap Bram melihat buku menu.


"Oke, thanks. Mbak aku pesen udon 2, sasimi 2, salmon sushi 1, dorayaki 1, onigiri 1, ramen 2, takoyaki 1 sama mochi 1." Ucap Felicia antusias.


"Ha? Serius pesenmu sebanyak itu? Habis gak?." Tanya Bram melongo.


"Iyalah katamu terserah mau pesan apa, kenapa emangnya?." Tanya Felicia heran.


"Itu pesenanmu terlalu banyak, kita hanya berdua bukan rombongan." Ucap Bram tak percaya.


"Kamu gak mampu bayarin aku?." Bisik Felicia sambil terkekeh.


"Penghinaan macam apa ini, yaudah terserah pesen yang kamu mau tapi awas ya kalau gak habis." Ucap Bram emosi karena diragukan kekayaannya dan Felicia tersenyum penuh kemenangan.


Di saat mereka sedang menikmati momen berdua di resto jepang, Pandu kembali menghampiri villa Bram.


"Kok kosong? Apa Bram udah pulang?." Gumam Pandu kaget.


"Cari siapa tuan?." Tanya penjaga villa dengan ramah.


"Ini benar villanya Bram Attirmidzi Wijaya kan?." Tanya Pandu.


"Iya betul tuan, ada yang bisa dibantu?." Tanya petugas villa.


"Kenapa mobilnya Bram udah gak ada pak, apa mereka sudah pulang?." Tanya Pandu memastikan.


"Oh iya tuan kebetulan tuan Bram sudah pulang tadi pagi, ada yang mau disampaikan?." Tanya petugas villa dengan sopan.


"Tidak ada pak, kalau boleh tau Bram datang kesini sama siapa?." Tanya Pandu menginterogasi.


"Setau saya tuan Bram kesini rombongan." Jawab petugas villa apa adanya.


"Bukan begitu pak, maksud saya Bram kesini sama siapa? Sama ceweknya atau keluarganya?." Tanya Pandu menahan kesal.


"Ohh tuan Pandu kemari sama keluarganya." Jawab petugas villa.


"Siapa saja pak?." Tanya Pandu tak sabar.


"Maaf tuan bukannya saya lancang, tetapi kalau boleh saya tau, dengan siapa saya berbicara?? Daritadi tuan belum memperkenalkan diri." Tanya petugas villa curiga.


"Saya temannya Bram, kemarin saya melihat dia ada disini, ketika saya mau masuk malah di hadang bodyguard dia." Jawab Pandu mulai malas karena tidak mendapat info apapun.


"Ohh iya tuan itu semua di lakukan demi keamanan keluarganya, karena tempo hari ada aksi teror." Ucap petugas villa.


"Iya pak saya sudah dengar itu makanya saya datang kesini mau melihat langsung kondisi Bram dan keluarganya eh malah udah pulang duluan, yaudah kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Pandu lalu kembali masuk ke mobil dengan perasaan kecewa.

__ADS_1


"Lagi-lagi semesta tidak mendukungku untuk membongkar rahasia mereka, ahh sampai kapan kalian main petak umpet begini terus." Gumam Pandu sangat kesal.


Jangan lupa like,komen dan votenya kak


__ADS_2