
Disaat Pandu menunggu Felicia prepare datanglah Soetanoe menghampiri.
"Ehem" deheman Soetanoe membuyarkan Pandu sedang main ponsel.
"Om Tanoe apa kabar?" sapa Pandu.
"Kabar baik.. kamu kapan pulang?" tanya Soetanoe kaget.
"Baru kemaren sore kok Om, ini penerbangan dadakan, soalnya kata mommy kalau Felicia habis koma hampir 2 bulan jadi saya kefikiran terus, daripada gak fokus kuliah lebih baik izin kuliah dulu beberapa hari untuk memastikan keadaan Felicia secara langsung," ucap Pandu dengan canggung.
"Begitu.. iya memang benar Felicia sempat koma hampir 2 bulan dan alhamdulillah dia mampu melewatinya dengan baik," jawab Soetanoe bersyukur.
"Iya om.. habis mendengarkan penjelasan Felicia rasanya kaget sekali, bagaimana bisa kalian melewati ini semua tanpa bantuan orang sekitar? ini kondisi yang tidak mudah loh om, saya sampai salut," puji Pandu.
"Sebenarnya ada orang sekitar yang membantu namun dia bukan orang yang ada di fikiran saya, karena waktu itu saya berfikir kalau nantinya sanak saudara atau kolega dekat yang akan membantu, namun ternyata kolega yang tidak begitu dekat yang senantiasa membantu tanpa pamrih," ucap Soetanoe membuat Pandu penasaran.
"Maafkan mommy dan daddy yang tidak ada di kondisi keluarga om terkena musibah, kami benar-benar tidak mengetahuinya dan taunya baru kemaren waktu mommy datang kesini, sekali lagi maafkan kami," ucap Pandu menyesal.
"Tidak apa-apa memang kabar kecelakaan ini sengaja di rahasiakan oleh publik karena posisi perusahaan waktu itu sedang ada trouble, jika berita keluarga kami masuk rumah sakit terbongkar takutnya ada pihak yang sengaja memanfaatkan momen itu untuk menghancurkan perusahaan," ucap Soetanoe yang langsung dipercaya Pandu.
"Iya om memang menjadi pemimpin perusahaan itu tidak mudah, jika lengah sedikit maka perusahaan bisa oleng," ucap Pandu dengan ilmu yang dia tau.
"Itu benar, memimpin perusahaan itu kita harus keras tetapi terkadang juga harus cantik, tergantung pintar-pintarnya kita menempatkan porsinya, siapa yang kuat dia yang menang," ucap Soetanoe.
"Iya om.. makan atau dimakan, seperti hukum alam binatang om," jawab Pandu.
"Makanya itu suatu saat kamu harus siap dalam posisi apapun dan jika nantinya hasil yang di raih tidak sesuai keinginan maka janganlah putus asa," nasehat Soetanoe dengan tenang.
"Iya om," jawab Pandu mengerti.
"Kapan kamu balik ke Amerika?" tanya Soetanoe penasaran.
"Rencana 3 hari lagi om setelah kondisi Felicia bener sembuh," jawab Pandu.
"Putriku sudah sembuh total dan tinggal menghabiskan sisa obat dari dokter, jadi kamu jangan terlalu mengkhawatirkannya, ada kami orang tuanya yang pasang badan menangani kondisi Felicia, jadi jangan buang-buang waktu dengan hal yang percuma," jawab Soetanoe menohok.
__ADS_1
Deg.. "Ma..maaf Om, karena saya khawatir soalnya Felicia gak ada kabar hampir 3 bulan," jawab Pandu tak enak.
"Tidak ada kabar selama 3 bulan kamu langsung balik dan memastikan keadaannya langsung? lalu bagaimana jika Felicia keadaannya mau menikah dengan laki-laki lain dan sebelum itu mau memutus hubungan denganmu," ucap Soetanoe penuh penekanan hingga membuat Pandu kaget sekaligus bingung.
"Me..menikah dengan siapa om?" tanya Pandu terkejut.
"Seumpamanya.. jika hal itu terjadi bagaimana kamu menyikapinya?" tanya Soetanoe.
"Sa..saya gak tau om, membayangkannya saja sakit sekali," jawab Pandu mengelus dada.
"Jika kondisi dia menikah dengan temanmu sendiri, bagaimana?" tanya Soetanoe memancing.
"Ke..kenapa bisa begitu om? Felicia berteman baik dengan kawanku, jadi saya rasa mustahil kalau Felicia menikah dengan salah satu temanku," elak Pandu.
"Jika itu benar, bagaimana?" tanya Soetanoe tersenyum kecut.
"Saya harus tau apa penyebabnya dulu om," jawab Pandu kekeh.
"Hmm.. jika penyebabnya hamil?" tanya Soetanoe.
"Itu perumpamaan, jika iya lantas kamu mau apa? jika takdirnya putriku tidak berjodoh denganmu??" tanya Soetanoe.
"Tidak mungkin, kenapa pertanyaannya aneh begitu?" tanya Pandu penasaran.
"Karena saya mau tau apa jawabanmu,jangan asal bilang tidak mungkin, kalau suatu saat takdir berkata demikian, kamu bisa apa?" tanya Soetanoe balik.
"Saya tidak bisa menerima itu om, sama saja putri anda menghianati cinta ini dan melanggar janji," ucap Pandu lantang.
Felicia yang sudah selesai prepare lekas turun menemui sang kekasih, langkahnya terhenti ketika Papahnya memberitahu fakta yang sebenarnya dibalut sebuah perumpamaan. Mendengar jawaban Pandu membuat hatinya sesak dan meneteskan air mata, ia pun juga tidak bisa menerima keadaan ini namun bagaimana lagi? Ada bayi yang butuh pengakuan orang tuanya. Felicia lalu menyeka air matanya dan menemui sang kekasih.
"Hai sayang aku udah siap nih.. loh papah? kalian bicara apa sih kok tegang gitu?" tanya Felicia pura-pura tidak tahu.
"Yaudah yuk berangkat, tadi hanya membahas tentang perusahaan kok, papahmu memberikan sedikit ilmu," ucap Pandu mentupi rasa sesak di dadanya karena terus terngiang ucapan Soetanoe.
"Ohh.. yuk, kami pergi dulu ya pah," ucap Felicia mencium pipi Soetanoe dan salim, lalu di susul Pandu.
__ADS_1
Sebelum Pandu pergi lagi-lagi Soetanoe membuat Pandu galau.
"Ingat, jadi pemimpin harus siap dalam kondisi apapun, tidak semua yang di inginkan dan disusun akan selalu mulus, terkadang sedikit berantakan atau bahkan hancur, begitu pun perumpamaan yang tadi saya sampaikan padamu, memang terlihat pahit dan sakit namun kamu harus bisa menguasai rasa itu agar tidak berpengaruh pada kinerjamu kelak,
takdir Tuhan tidak ada yang bisa melawannya meskipun kamu jadi orang terkaya sedunia sekalipun," ucap Soetanoe setengah berbisik lalu menepuk pelan bahu Pandu dan berlalu pergi.
Pandu yang masih terpaku dengan ucapan Soetanoe hanya diam di tempat dengan fikiran blank.
"Sayang are you okay?" tanya Felicia menepuk bahu Pandu.
"I'm okay sayang, yaudah yuk," ajak Pandu menggandeng tangan Felicia dengan mesra.
"Apa sih maksud ucapan papahnya Felicia? apa iya harus berbicara seperti itu? apa maksudnya? jika memang yang diucapkan benar berarti dia selingkuh di belakangku? harus di bicarkan serius dengan mommy dan daddy ada apa dengan keluarga Felicia dan apa maksud kedatangan Bram di mansion Felicia dengan keluarganya," batin Pandu lalu merogoh ponsel dan mengetik sebuah pesan.
"Hai bro lagi sibuk gak nih? gue balik ke Indo nih.. ntar malam kita ketemu ya," isi chat Pandu lalu tak berselang lama di balas oleh Bram.
"Wah kenapa mendadak bro? sampai kapan pulangnya?" balas Bram.
"3 hari kedepan, maybe," jawab Pandu.
"Besok siang atau gak sorean ya soalnya ntar malem gue ada janji," jawab Bram.
"Ok besok kabari bisanya kapan," jawab Pandu lalu memasukkan kembali ponselnya dan melajukan mobil.
"Sialan kenapa Pandu pakai acara balik segala sih?? gue yakin tujuan dia pasti nemui Felicia.. duh ketahuan gak ya?" gumam Bram panik lalu mengetik pesan.
"Fel hari ini Pandu balik ke Indo, gue harap loe bisa jaga sikap biar dia gak curiga," isi chat Bram.
"Ini gue lagi jalan bareng," jawab Felicia.
"Jangan membuatnya curiga," ucap Bram.
"Yayaya.." jawab Felicia membuat Bram kesal.
Di satu sisi Pandu melirik hp Felicia dan semakin penasaran ada hubungan apa antara dia dan Bram.
__ADS_1