PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 38-Pertemuan Bram dan Pandu (2)


__ADS_3

"Ada hubungan apa antara kamu dengan kekasihku, Bram?" tanya Pandu penuh penekanan dan tegas.


Deg.. Bram tekejut dengan ucapan Pandu


"Bagaimana menjawabnya dan darimana dia tau?" batin Bram bingung.


"Kenapa malah diam Bram? berarti benar kalau kalian ada hubungan khusus di belakangku? " tanya Pandu menatap tajam.


"Apaan sih? ya gak ada lah, kamu aneh banget, mana mungkin gue ada hubungan khusus sedangkan dia masih ada ikatan sama loe," bantah Bram.


"Gak usah berdusta Bram.. lebih baik jujur diawal daripada nanti ketahuan di belakang," jawab Pandu.


"Ya memang gue gak ada hubungan apapun sama dia, terus gue disuruh bilang apa?" tanya Bram kesal.


"Kenapa malah loe yang kesal? harusnya gue dong kan dia masih jadi pacar gue eh malah diem-diem mau loe tikung," sindir Pandu membuat Bram kesal.


"Buat apa gue nikung pacar loe itu? untungnya buat gue apaan Pandu? memang gue dengan Felicia tidak ada hubungan khusus, jadi stop menuduh tanpa bukti. Apa jangan-jangan ini alasanmu ngajak ketemu?" tanya Bram memutar balikan fakta.


"Memang benar ini alasannya? gue curiga kalau kalian ada hubungan khusus, ketika gue dateng ke mansion Felicia secara tidak sengaja loe beserta keluarga selesai bertamu di rumahnya, gak mungkin kalau kalian tidak ada hubungan khusus," ucap Pandu menahan amarah.


"Astaga cuma karena itu loe langsung menilai kalau kami ada hubungan khusus? kenapa waktu itu loe gak nemui kita dan tanya langsung, kenapa harus seperti ini cara penyampaianmu?" ucap Bram tak terima.


"Lantas apa yang mendasari kedatanganmu beserta keluarga berkunjung ke rumah Felicia?" tanya Pandu tak kehabisan akal mengorek informasi.


"Loe mau tau? gue dateng kesana karena disuruh Papah, kami diundang untuk makan siang bersama atas ucapan terima kasih karena sudah menolong Felicia dan orang tuanya ketika dirawat di rumah sakit, asal loe tau, keluarga gue berperan besar atas kesembuhan orang tua Felicia. Tak henti-hentinya orang tua gue merawat dan menjaga orang tua Felicia dari dimulai operasi-masuk kamar rawat inap sampai di perbolehkan pulang. Kalau gak percaya sekarang gue telfonin kekasihmu itu atau perlu loe telfon papahnya Felicia dan silahkan tanyakan apakah perkataanku berdusta atau fakta."jawab Bram mampu membuat Pandu kehabisan kata-kata karena ia baru mengetahui bahwa keluarga Bram sudah menjadi sayap penolong di kala kondisi keluarga sang kekasih terbaring sakit.

__ADS_1


"Kenapa sekarang malah loe yang diem? nalu?" tanya Bram terkekeh.


"Gak juga.. masih heran aja dan mencerna jawabanmu barusan. Kenapa malah orang tuamu yang mengurus kesembuhan orang tua Felicia, kenapa mereka tidak memberitahu kami? Kan harusnya kami yang di beritahu secara dengan jelas kalau kami akan menjadi keluarga. Selepas kuliah selesai gue akan menikahi Felicia," ucap Pandu membuat Bram emosi.


"Tanyakan sendiri pada mereka kenapa mengabari kami dan bukan keluarga kalian. Setau gue alasannya ya karena mereka gak mau terlalu terekspos media karena situasi perusahaan Pak Tanoe saat itu sedang tidak stabil, ia takut situasinya yang sedang tidak sehat dimanfaatkan oleh oknum yang ingin menghancurkan perusahaan. Dan alasan kedua itu secara tidak sengaja papah dan mamah sedang melakukan medical check up di rumah sakit itu, ketika mau pulang papa dan mama gak sengaja melihat Pak Tanoe dan keluarganya dilarikan ke UGD dengan kondisi memprihatinkan. Makanya papa dan mama tanya sama perawat ada apa dengan keluarga Felicia, karena kondisi keluarga mereka sangat kritis maka dokter meyarankan mama dan papa sebagai wali dari keluarga untuk mengurus berkas dan persetujuan operasi." ucap Bram penuh penekanan.


"Jadi karena itu? Lalu ketika gue mengajak Felicia hangout kenapa kalian saling kirim pesan?" tanya Pandu curiga.


"Mana ada gue chattingan sama dia. Coba aja lihat tuh hp gue," jawab Bram menyerahkan hp ke Pandu dan dengan sigap ia mengcek.


Awalnya hp Bram bersih tidak ada tanda yang mencurigakan hingga tiba-tiba ada pesan dari Felicia.


"Terima kasih, makanannya udah sampai nih, rasanya enak banget hehe kami makannya jadi kenyang,oh iya apakah kamu masih sama Pandu?" isi chat Felicia yang seketika membuat Pandu murka.


"INI MAKSUDNYA APA? TADI LOE DELIVE MAKANAN UNTUK DIA DAN KELUARGANYA? TRUS LOE JUGA MEMBERITAHU KALAU KITA SEDANG BERTEMU?" ucap Pandu sangat emosi.


"SIALAN!! BERANI LOE TIKUNG DIA SIAP-SIAP AJA BERHADAPAN SAMA GUE.. DISINI GUE MATI-MATIAN KULIAH SAMPAI DI LUAR NEGERI SUPAYA BISA PANTAS BERSANDING DENGANNYA EH INI KOK DENGAN MUDAHNYA LOE MAU TIKUNG. MENDING KITA RIBUT DI RING TINJU," gertak Pandu mengepalkan tangan.


"Buat apa loe sampai menyiksa diri seperti itu agar terlihat pantas bersanding dengan Felicia, syukur kalau nantinya loe memang bersanding dengannya lah kalau takdirnya enggak? Apa yang akan loe banggain?" ucap Bram tersenyum smirk.


"Apa maksudmu ngatain gue kayak gitu? hah? seolah olah loe sudah tau takdir ke depannya seperti apa," tanya Pandu curiga.


"Ya namanya juga takdir mana ada yang tau. intinya gue disini gak ada hubungan apapun sama cewekmu itu dan jangan lagi menuduh gue tanpa bukti karena itu bisa saja masuk pasal tindakan tidak menyenangkan." ancam Bram serius.


"Isi chat Felicia cukup kuat membuktikan kalau kalian memang ada hubungan dan gue berharapnya hanya hubungan antar kolega saja, BULAN LEBIH, loe tau betapa sayangnya gue sama Felicia, jadi gue harap jangan kecewakan rasa percaya gue terhadapmu," jawab Pandu penuh penekanan.

__ADS_1


"Gak usah menaruh kepercayaan sama gue karena gue gak sanggup memegang amanah orang,.kalau loe takut Felicia berpaling ya ajak aja kesana kenapa susah banget," ucap Bram sinis.


"Gue maunya gitu tapi gak di bolehin sama daddy," jawab Pandu sendu.


"Trus loe ceritanya curhat sama gue, gitu? tadi bukannya nuduh gue sampe teriak-teriak," S;eindir Bram terkekeh.


"Gue cuma memberitahu aja," jawab Pandu ketus.


"Sayangnya gue gak butuh itu. jika dirasa sudah cukup gue mau pergi," Ucap Bram ketus.


"Gue masih ada satu pertanyaan dan mohon jawab dengan jujur," 0inta Pandu


"Apa?l tanya Bram penasaran.


"Tadi gue sempet denger loe telfonan sama Felicia dan membahas jangan sampai terbongkar dan satu lagi membahas tentang curiga, apa maksudnya?" tanya Pandu curiga.


"Sama aja loe usik privasi gue nih," jawab Bram kesal.


"Tolong jawab karena gue masih ada firasat jika kalian memang ada hubungan" ucap Pandu memohon.


"Ah males gue dituduh terus, dah gue mau cabut duluan, masih ada urusan yang lebih penting daripada hal receh gini," ucap Bram beranjak dari kursi dan berlalu pergi.


"Bram.. ini belum selesai," teriak Pandu namun di cuekin oleh Bram.


"Hampir aja semua ini ketahuan, untung dia gak denger semuanya. Felicia memang bener-bener ya.. Bikin semua berantakan, dia sendiri yang mau menutupi semua ini malah dia yang hampir membongkarnya. Ngapain juga pake kirim chat segala kan udah gue kasih tau posisinya masih ada Pandu disini. Dasar cewek manja," gerutu Bram di dalam mobil sambil memukul stir.

__ADS_1


Di satu sisi Pandu masih mencerna setiap jawaban Bram yang mampu menepis semuanya dengan santai.


"Jika memang kalian ada hubungan ah gak bisa dibayangkan bagaimana sakitnya.. firasatku gak mungkin salah., lambat laun semuanya akan terbongkar rahasia besar yang mereka sembunyikan dariku," gumam Pandu beranjak pergi dengan hati yang sesak.


__ADS_2