PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 34-Kedatangan Pandu


__ADS_3

Drrtt..Drrtt.. Dering hp Felicia.


"Pandu?" gumam Felicia lalu mengangkat telfon.


"Halo sayang aku sudah ada di depan gerbang mansionmu nih, barusan aku lihat kok ada Bram dan juga keluarganya datang ke rumahmu?" tanya Pandu heran.


Deg.. Felicia terkejut dan bingung mau menjawab apa.


"Halo sayang kenapa bengong? aku beneran di gerbang nih, serius gak di samperin?" goda Pandu yang mengira jika Felicia terkejut karena dia datang.


"Eh.. I..iya sayang langsung masuk aja," jawab Felicia gugup.


"Oke sayang," jawab Pandu lalu menyuruh satpam membuka gerbang dan Pandu masuk ke mansion Felicia dengan perasaan sangat senang.


"Pa..pandu?? kok pulang gak kabar-kabar?" tanya Felicia kaget.


"Hai sayang maaf ya soalnya aku mau bikin surprise kecil untukmu, aku khawatir sayang sama kondisimu yang pucat pasi gitu, kata mommy kamu sempat koma 2 bulan dan ini baru pasca pemulihan, kenapa gak kabari sih? aku sempat mengira yang bukan-bukan tau gak," protes Pandu mencubit pipi Felicia dengan gemas.


"Aww.. sakit sayang," rengek Felicia mengelus pipinya.


"Itu hukumannya kenapa gak ngabari kalau kondisimu sampai separah itu," ucap Pandu kesal.


"Aku posisinya koma, bagaimana mau ngabari?" jawab Felicia kesal.


"Oh iya.. berarti aku harus tanya langsung sama om dan tante," ucap Pandu menepuk jidat.


"Wuu makanya jangan asal nyalahin," jawab Felicia.


"Maaf sayang maaf," ucap Pandu membelai rambut Felicia lembut.


"Yaudah masuk yuk," ajak Felicia menggandeng tangan Pandu.


-Di Ruang Keluarga-


"Selamat sore tante," sapa Pandu dengan senyum menawan.


"Pandu, kapan pulangnya?" tanya Vina sedang main ponsel langsung kaget.

__ADS_1


"Kemaren sore tante," jawab Pandu lalu salim dan duduk.


"Wah kenapa gak ngabari? kami kan bisa ikut jemput," ucap Vina basa-basi.


"Tidak usah repot-repot tante lagian Pandu kesini sebentar kok hanya 3 hari," ucap Pandu sungkan.


"Felicia.. mamah mau bicara," ajak Vina lalu Felicia mengikuti kemana tujuan Vina dan mereka berbincang di halaman belakang.


"Ada apa mah? kenapa harus sejauh ini sih?" tanya Felicia tak suka.


"Harus jauh kalau perlu pembicaraan ini jangan sampai di dengar Pandu, kamu gimana sih? kenapa bisa gak tau kalau Pandu pulang? bisa kacau rencanamu untuk menyembunyikan pernikahanmu," ucap Vina kesal.


"Felicia memang gak tau mah soalnya gak ada gelagat yang aneh kok, Pandu datang aja posisinya udah di gerbang dan dia sempat nanya kenapa ada Bram juga keluarganya kesini," ucap Felicia menjelaskan.


"Terus jawabanmu apa?" tanya Vina penasaran.


"Ya Feli ajak masuk aja mah soalnya bingung mau kasih penjelasan apa," jawab Felicia sedikit kesal.


"Ada-ada saja masalahnya, terus ini gimana? kamu ikuti saran papah buat putusin Pandu?" tanya Vina memastikan.


"Gak akan mah.. Feli cuma cinta sama Pandu, bagaimana bisa tiba-tiba Feli putusin gitu aja" tolak Felicia tegas.


"Astaga pantas saja papahmu sampai emosional seperti itu ternyata kamu yang membuat semua ini ribet, terserah apa mau kamu, mamah pusing," jawab Vina berlalu pergi dan Felicia menghampiri Pandu.


"Maaf ya lama," ucap Felicia tak enak.


"It's okay, gimana keadaanmu?" tanya Pandu penuh perhatian.


"Sudah lebih membaik sayang," jawab Felicia tersenyum manis.


"Aku jadi lega mendengarnya dan bisa melihatmu secara langsung, lain kali jangan bikin khawatir kami lagi ya sayang, kasian mommy sampai kefikiran dan merasa bersalah," ucap Pandu.


"Kenapa gitu?" tanya Felicia bingung.


"Ya karena kalian tidak ada kabar apapun kalau terbaring di rumah sakit. Jadi Mamah merasa gak berguna jadi calon besan karena tidak mendapat kabar apapun bahkan kolega perusahaan pun tidak ada yang tahu, seperti ada yang di tutupi," jawab Pandu penuh selidik.


"Tidak ada yang di tutupi sayang, mamah dan papah juga posisinya habis sembuh, kami semua masuk rumah sakit, kondisi mamah dan papah malah lebih parah, mereka harus operasi dan untungnya sekarang sudah membaik," ucap Felicia.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu sampai koma lama sekali?" tanya Pandu.


"Aku juga gak tau sayang, kata dokter karena aku mengalami benturan yang cukup keras," ucap Felicia dengan jujur.


"Mommy herannya itu kenapa setelah keadaan orang tuamu sembuh tidak ada niatan mengabari mommy atau pun daddy," ucap Pandu kesal.


"Sayang dengerin penjelasanku sampai selesai setelah itu telaah dengan baik, posisi kami sama-sama terbaring di rumah sakit dan hari itu juga mama papah harus operasi, setelah pasca operasi mereka proses penyembuhan dan kurang lebih seminggu kemudian mereka bisa dinyatakan sembuh total. Setelah mereka sembuh kondisi ku masih tetap koma, orang tua mana yang tidak khawatir dan kalut fikirannya ketika anak yang ia sayangi harus terbaring lemah berjuang hidup dan mati, mamah hampir setiap hari menangis karena aku tidak ada perubahan apapun ditambah papah harus bekerja setelah itu balik ke rumah sakit, apa mereka ada fikiran lain selain kesadaranku dari koma? enggak, mereka hanya fokus supaya aku segera sadar dan setelah aku siuman beberapa hari kemudian di perbolehkan pulang lalu tante Wina datang kemari barulah mamah dan papah menceritakan semuanya, apa itu suatu hal yang sengaja di tutupi?" Penjelasan Felicia detail.


"Maafkan aku sayang soalnya aku terlalu khawatir dan sempat kecewa karena tidak ada yang mengabari, maaf," ucap Pandu penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa.. jika aku ada di posisimu juga melakukan hal yang sama," jawab Felicia mengenggam tangan Pandu.


"Yang terpenting kamu sekarang sudah sembuh dan bisa kembali menjalani hari seperti biasa, waktu itu aku sangat kacau sayang, kamu gak ada kabar hampir 2 bulan ditambah Mommy bilang ternyata kamu habis koma, gimana aku bisa fokus kuliah kalau belum melihat kondisimu secara langsung," ucap Pandu mengelus punggung tangan Felicia.


"Iya sayang terima kasih atas perhatiannya, kalau aku gak koma mungkin kamu belum pulang ya, setidaknya keadaan waktu itu bisa membawamu pulang menemuiku," ucap Felicia bergelanyut manja di lengan Pandu.


"Ish kamu ini bisa-bisanya senang terbaring koma," jawab Pandu menyentil kening Felicia.


"Sakittt sayanggg," rengek Felicia kesal.


"Makanya jangan ngomong gitu lagi ya, aku gak suka dengernya, aku berharapnya kamu itu selalu sehat," ucap Pandu mencium kening Felicia.


"Iya sayang iya.. i love you," jawab Felicia menatap Pandu.


"I love you too," jawab Pandu mencium bibir Felicia sekilas.


"Sayang nanti ketahuan papah," tegur Felicia was-was.


"Iya sayang aku tau makanya hanya sekilas," jawab Pandu tersenyum manis.


"Hangout yuk," ajak Felicia.


"Kemana sayang? kamu baru sembuh," tanya Pandu penasaran.


"Kemana gitu kek.. bosen dirumah terus," rengek Felicia.


"Yaudah yuk, kamu prepare dulu sana," suruh Pandu lalu Felicia berjalan ke kamar.

__ADS_1


Disaat menunggu Felicia prepare tiba-tiba Soetanoe menghampiri Pandu.


__ADS_2