PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 28-Dokter Arga Mahesa


__ADS_3

Setelah dokter keluar dari ruang kamar inap Felicia, ia langsung bergegas menuju ruangannya untuk menetralisir rasa yang sesak di dada.


Bagaimana tidak? Pasiennya kali ini mengingatkan kembali pada kekasihnya yang sudah terlebih dulu berpulang oleh sang pencipta. Sembari melihat foto sang kekasih, dokter Arga meneteskan air matanya karena perasaan sedih kehilangan orang yang disayang kembali datang.


"Sayang.. maafkan aku yang hampir saja jatuh cinta dengan seseorang yang sangat mirip sekali denganmu, ketika pertama kali aku menangani dia sejujurnya aku sangat senang karena bisa kembali melihatmu meskipun itu dengan wujud yang berbeda, lama kelamaan menangani dia entah kenapa bisa timbul rasa suka kepadanya, hal yang sepatutnya tidak boleh aku lakukan karena sama saja aku menghianatimu, maafkanlah aku yang hampir menghianatimu namun sungguh ini bukan keinginanku, semua diluar kendali dan keinginanku... wajahnya, senyumnya, tutur kata dan kecantikannya hampir sama denganmu, andai dia belum mempunyai calon suami mungkin aku akan mendekatinya, sangat disayangkan dia perempuan yang sangat cantik tapi ahh pergaulan zaman sekarang memang sudah mengerikan, apa karena mereka anak orang kaya raya jadinya se-ks bebas itu hal yang lumrah? sangat disayangkan dengan usianya yang masih sangat belia harus menjadi seorang ibu, sebentar lagi Felicia dan kekasihnya akan melangsungkan pernikahan karena ia sudah hamil 5 bulan, perutnya pun sudah terlihat membuncit.. Sakit rasanya ketika melihat dia harus bersanding dengan laki-laki arogan macam kekasihnya, tapi aku harus menepis rasa itu sayang karena tidak mungkin aku menduakanmu, maafkanlah aku.. sungguh maafkanlah aku yang sempat ke lain hati," ucap dokter Arga meneteskan air mata sambil memandang foto sang kekasih.


Tok..tok..tok.. ceklek... suara pintu ruangan terbuka.


"Hai bro kenapa kusut gitu?" ucap dokter Dika-kawan dokter Arga heran.


"Ahh.. biasalah flashback," jawab dokter Arga menyeka air mata.


"Astaga loe masih aja setia padanya? cobalah bro cari pengganti karena kalian sudah beda alam, gue yakin disana Gea-kekasih dokter Arga- merestuimu mencari penggantinya, jangan terlalu memaksakan diri bro," ucap dokter Dika menasehati.


"Sulit bro.. hampir saja aku ingin membuka hati untuk seseorang namun harus langsung kandas karena dia akan menikah, memang malang nasibku ini," jawab dokter Arga sedih.

__ADS_1


"Siapa yang loe maksud? pasien kamar VVIP 2 itu?" tanya dokter Dika menebak.


"Kenapa loe sangat yakin sekali?" jawab dokter Arga curiga.


"Udahlah ngaku aja, iya kan?" desak dokter Dika.


"Maybe," jawab dokter Arga membuat temannya kesal.


"Gak usah berdusta gitulah, gue tau kalau loe ada rasa sama pasien itu, karena setiap kali loe datang memeriksa dia pandangan matamu tidak bisa di bohongi, apa jangan-jangan loe naksir dia karena wajahnya mirip sama Gea?" tanya dokter Dika.


"Karena dia sudah hamil dan hampir menikah malah kecelakaan? true?" jawab dokter Dika menautkan alis.


"Yes.. gue sempat menyayangkan dia sudah hamil duluan, rasanya gak rela aja dia nanti nikahnya sama cowok arogan itu," jawab dokter Arga kesal.


"Kalau dia belum hamil dan tidak jadi menikah apa yang bakal loe lakuin?" tanya dokter Dika.

__ADS_1


"Ya gue deketin lah meskipun dihati masih belum yakin apakah ini karena rasa suka atau rasa kangen kepada Gea, loe tau sendiri kan wajah mereka berdua kenapa bisa semirip itu sampai kulit putihnya pun sama, bedanya kalau Felicia putih kemerah-merahan," ucap dokter Arga sambil memijat pelipisnya.


"Iya sih mungkin pergaulan anak konglomerat begitu, jadi gak usah kaget lah, kalau urusan dekat mendekati ya memang itu rasa kangenmu pada Gea yang kamu lampiaskan pada pasienmu, coba saja dekati, siapa tau dia mau jadi pasanganmu," goda dokter Dika.


"Dia hamil bro dan sebentar lagi akan menikah, kalau nanti gue deketin terus gue gitu yang harus tanggung jawab sama anak yang di kandungnya dan juga menanggung aibnya? Sudah pasti keluarga gue menolak mentah-mentah kecuali kalau yang di kandung itu anak gue, lagian nanti kesenengan cowoknya bisa seenaknya keliaran cari mangsa baru dan tidak harus bertanggung jawab, gue gak mau lah.." tolak dokter Arga mentah-mentah.


"Ternyata otak loe masih waras juga meskipun suka tapi logikamu masih jalan" jawab dokter Dika salut.


"Iyalah.. gue memang naksir Felicia tapi gue gak siap sama resiko ke depannya meskipun dia anak konglomerat pun, udahlah pening kepala gue ngerasain ini," ucap dokter Arga jengah.


"Iya iya bener omonganmu, lantas tadi ngapain loe sampai nangis segala? cemen," ejek dokter Dika terkekeh.


"Sialan loe belum ngrasain gimana rasanya kehilangan orang yang disayang secara tiba-tiba. Dia pergi bukan karena cowok lain ataupun masalah denganku, namun dia pergi karena kehendak Tuhan, kita terpisah oleh takdir Tuhan bukan terpisah karena keadaan, sakit bro rasanya.. kalau dia selingkuh atau bosan denganku setidaknya kalau gue lagi kangen bisa bertemu dengannya bisa melihat dan memegang fisiknya, la ini? Gea sudah meninggal bro.. Kalau gue kangen ya gue bisanya datang ke makamnya dan membelai batu nisannya," ucap dokter Arga sedikit emosi.


"Sorry bro sorry.. yaudah sekarang lanjutin hidupmu dengan baik setiap saatnya agar Gea disana bangga padamu, gue cabut dulu bro, niatnya mau ngajakin makan siang bareng tapi kondisimu lagi badmood jadi yaudah gue pergi sendiri aja," ucap dokter Dika tak enak hati dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Gea Prameswari Saputri, sudah 3 tahun kamu pergi meninggalkanmu sendirian di dunia ini, dulu kamu pengen banget melihatku menjadi dokter yang hebat, lihatlah ssekarang aku sudah mewujudkan keinginanmu itu, ini bentuk rasa sayangku kepadamu Gea dan hingga detik ini rasaku terhadapmu tidak berkurang sedikitpun, benar kata Dika, mungkin rasa suka yang aku rasakan pada Felicia hanyalah bentuk rasa kangen terhadapmu yang aku lampiaskan padanya, semoga rasaku ini akan selalu ada terhadapmu hingga aku menutup mata, tunggu aku dan kita ke surga bersama.." batin dokter Arga sambil meneteskan air mata.


__ADS_2