PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 58-Chemistry mulai terbangun


__ADS_3

Setelah situasi dirasa aman, kini Bram meninggalkan Felicia yang sudah tertidur pulas. Ia tidak mau menganggu tidur Felicia hingga akhirnya ia berjalan perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara.


Tiba-tiba Felicia terbangun dan mencari Bram.


"Bram.. Where are you??." Ucap Felicia sambil mengucek matanya dan keluar kamar.


"Bram.." Panggil Felicia lagi namun tak ada sahutan, akhirnya Felicia menuju kamar sebelah dan untungnya tidak dikunci. Ia melihat Bram sedang tertidur dengan pulasnya..


"Terima kasih karena selalu ada disaat aku butuh, terima kasih selalu berusaha menjadi lebih baik setiap harinya." Gumam Felicia duduk di sebelah Bram tidur. Tiba-tiba Bram terbangun karena mencium aroma parfum yang membuatnya candu.


"Hoam.." Bram menguap dan membuka matanya.


"Kok bangun?." Tanya Felicia kaget.


"Loh.. kok kamu disini Fel? Bukannya tadi udah tidur?." Tanya Bram terkejut.


"Ka..kamu? Tumben banget bilang kamu." Batin Felicia kaget dengan panggilan kamu.


"Fel.. kok bengong?." Tanya Bram membuyarkan lamunan Felicia.


"Ehh.. iya tadi gue kebangun dan nyariin kok gak ada kamu." Ucap Felicia tersipu malu.


"Haha kita sama-sama panggil dengan kata kamu. Begini kan enak didengernya apalagi sebentar lagi kita menjadi sepasang suami istri." Pinta Bram dengan senang.


"Ba..baiklah." Jawab Felicia malu.


"Ada apa sampai kesini? aku fikir kamu udah tidur nyenyak." Tanya Bram heran.


"Ya itu.. aku nyariin kamu. Aku takut Bram ditinggal sendiri disini, kamu sih aneh banget." Gerutu Felicia membuat Bram heran.


"Aneh gimana lagi sih?." Tanya Bram dengan heran.


"Ya aneh udah tau villa segede gini bisa-bisanya gak ada orang. Kalau kejadian kayak tadi gue mau minta tolong sama siapa coba?." Protes Felicia cemberut.


"Maaf ya soalnya ini aku yang minta mereka untuk pulang. Ntar kalau aku udah balik lagi ke mansion baru mereka jaga disini" Ucap Bram dengan lembut.


"Loh ngapain harus gitu?." Tanya Felicia heran.


"Karena aku mau menenangkan fikiran sebelum kita menikah nantinya, akhir-akhir ini kejadian yang menimpa kita sangat menguras emosi dan tenaga, jadi aku pengen rileks sejenak." Ucap Bram menghembuskan nafas pelan.

__ADS_1


"Nyatanya malah ada masalah baru kan?." Tanya Felicia tersenyum sinis.


"Nah itu dia masalahnya, bisa-bisanya ada yang menguntit kita sedemekian detailnya. Besok balik aja ke mansion, gimana? Toh hari pernikahan kita tinggal 3 hari. Pasti mereka cemas minggu kita pulang." Saran Bram menatap Felicia.


"Yang penting masalah teror kemarin diusut sampai tuntas loh Bram, aku gak mau mereka lolos. Karena mereka kandunganku kontraksi." Perintah Felicia.


"Iya nanti aku bilang sama pihak kepolisian, gimana setuju gak kalau besok pulang?." Tanya Bram meminta persetujuan.


"Ya gakpapa sih daripada aku disini parno, hii.. bisa kurang istirahat." Ucap Felicia bergidik ngeri.


"Yaudah sekarang tidur ya." Pinta Bram dengan lembut.


"Tapi takut tidur sendirian Bram." Rengek Felicia cemberut.


"Bilang aja kode minta bobo bareng, sini sini." Goda Bram.


"Apaan sih jangan kepedean deh, ini gara-gara peneror itu tuh. Coba kalau gak ada ya gak mungkin aku sampai ketakutan gini, nyatanya kemarin-kemarin oke aja tidur sendiri." Bantah Felicia menyilangkan kedua tangan.


"Berarti ada hikmahnya dong kejadian tadi bisa membuatmu makin nempel padaku, udah ayo sini.. gak usah gengsi gitu." Goda Bram tersenyum manis.


"Hei siapa juga yang gengsi." Protes Felicia lalu berbaring di sebelah Bram.


"Gak." Jawab Felicia singkat lalu membelakangi Bram.


"Yaudah deh.. Ntar kalau mimpi buruk tinggal peluk aja." Goda Bram lalu memejamkan mata.


"Mana ada mimpi buruk kalau tidur ditemenin gini, akal-akalanmu aja Bram. Di fikir aku setakut itu apa." Gumam Felicia kesal lalu memejamkan mata.


"Aku denger loh.. udah ayo tidur, sebelum aku menyerangmu." Usil Bram tersenyum penuh kemenangan.


"Yaya ini mau tidur, jangan berisik makanya." Protes Felicia lalu mereka berdua tertidur dengan nyenyak dan tanpa sadar Felicia berbalik arah lalu memeluk Bram dengan erat. Bram yang sadar pun hanya tersenyum senang sambil membalas pelukan Felicia.


Pagi hari yang cerah..


Kring..kring..kring.. jam beker berbunyi nyaring membuat keduanya terbangun.


"Aaa... Kamu apaain aku Bram?." Teriak Felicia terkejut dengan keduanya yang saling berpelukan.


"Ada apa sih masih jam segini jangan berisik." Gumam Bram dengan suara berat dan masih memejamkan mata.

__ADS_1


"Bangun dong.. lihat nih kenapa kamu curi-curi kesempatan main peluk." Protes Felicia menepis pelukan Bram dan bangun.


"Ohh..." Jawab Bram singkat dan kembali memeluk Felicia.


"Woiii Bram bangun.. wake up... Ini udah jam berapa? Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ya." Protes Felicia kesal.


"Berisikkkkkk..Yaya aku bangun." Ucap Bram lalu bangun dan memandang Felicia.


"Ngapain liat-liat, gue colok nih." Gertak Felicia menatap tak suka.


"Masih pagi udah judes aja nih anak." Ucap Bram terkekeh.


"Makanya jangan ambil kesempatan dalam kesempitan dong. Sana prepare katanya mau pulang." Ucap Felicia ketus.


"Siapa juga yang begitu?? Bukannya kamu sendiri ya yang pertama main peluk. Gak percaya?? apa gak sadar?." Tanya Bram tersenyum senang.


"Mana ada aku duluan yang main peluk kan terakhir kali posisiku membelakangimu. Jangan alesan." Cibir Felicia tak terima.


"Haha kamu yang gengsi mengakuinya, setelah bangun tidur posisimu bagaimana? apakah masih sama ketika terpejam?? enggak kan. Mana ada aku duluan yang mulai." Tanya Bram memutar balikan fakta.


"Ehh.. gak.. pokonya enggak." Teriak Felicia tak terima dan menggelengkan kepala.


"Serius gak mau ngaku?." Tanya Bram mendekat ke arah Felicia dan mereka saling berhadapan.


"I..iyalah. Mau ngapain? Jangan macem-macem ya. Kita belum sah." Gertak Felicia dengan gugup.


"Belum sah kok udah hamil. Aku gak mau macem-macem karena aku maunya hanya satu macam." Goda Bram mengedipkan mata.


"A..apa sih kamu kenapa pagi ini gaje banget. Urusan aku udah hamil dulu itu karena suatu kecelakaan." Jawab Felicia ketus.


"Makanya jangan pancing-pancing kalau akhirnya ngambek sendiri. Yaudah yuk mandi." Ajak Bram lalu bangkit menuju kamar mandi.


"Heii jangan gila deh." Protes Felicia mendelik.


"Ya bener dong katanya mau pulang kan? Emang kamu mau pulang ke mansion dengan kondisi seperti itu?? Pastinya mau mandi-mandi dulu kan makanya aku ajak. Apa salahnya sih?? Kamu kiranya mandi bareng ya? hayo." Goda Bram.


"Enggak.. apaan sih. Yaudah aku mau mandi dulu." Bantah Felicia bergegas masuk ke kamar mandi.


"Dasar bumil bawaannya kok baper." Gerutu Bram geli.

__ADS_1


Lalu keduanya sudah bersiap-siap untuk pulang. Sebelum itu Bram sudah memesan makanan dan mereka breakfast dalam diam setelah selesai barulah mereka melakukan perjalanan pulang.


__ADS_2