PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 63-Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Fel." Sapa Bram menatap Felicia dengan lekat.


"Ya?." Jawab Felicia singkat.


"Hmm aku mau minta tolong kerja samanya, boleh?." Pinta Bram dengan hati-hati.


"Apa itu?." Tanya Felicia bingung.


"Hmm jadi gini, demi kebaikan kita semua. Gimana kalau kita nanti keluar kamar posisinya habis keramas?." Pinta Bram ragu-ragu.


"Loh memangnya buat apa?." Tanya Felicia bingung.


"Ya.. ah masak kamu gak paham sih Fel." Ucap Bram enggan bilang.


"Emang gak paham Bram makanya kalau ngomong jangan setengah-setengah." Protes Felicia kesal.


"Ya kirain ngomong gitu kamu langsung paham eh gak taunya malah sebaliknya.. Jadi gini, kita keramas biar nanti kalau keluar kamar dikiranya sudah melakukan kewajiban suami istri di malam pertama." Ucap Bram dengan canggung.


"Ha? Tapi kan kita gak lakuin itu Bram.. Gak ah." Tolak Felicia.


"Astaga.. kita kan hanya akting, memang kamu mau di cecar orang tuamu kenapa gak mau melayani suami di malam pertama? kalau mau sih yaudah. Aku nyuruh keramas biar mereka gak banyak tanya dan paham dengan sendirinya." Ucap Bram kesal.


"Hmm.. yaudah deh iya." Jawab Felicia setuju lalu bangkit dari tempat tidur dan bergegas mandi.


Keduanya sudah siap untuk keluar kamar dengan posisi rambut habis keramas, sebenarnya Felicia malu namun perkataan Bram ada benarnya juga. Ia bingung kalau nantinya di cecar banyak pertanyaan.


"Pagi mah pah.." Sapa Felicia memeluk kedua orang tuanya dan duduk di meja makan.


"Pagi Fel dan juga Bram.. Wih pengantin baru masih seger-segernya, ya kan pah?." Goda Vina geli.


"Mamah.." Protes Felicia.


"Ehem, pagi om dan tante." Sapa Bram membungkuk hormat dan ikut duduk di sebelah Felicia.


"Pagi." Jawab Soetanoe datar.


"Bokapnya Felicia ada masalah apalagi sih sama gue? kenapa ketus begitu. Anaknya kan udah gue nikahin.. hah keluarga penuh drama." Batin Bram kesal lalu mereka sarapan dalam diam.


Ting.. notifikasi hp Bram.


"Bram nanti datang ke Flores Residence nomor 2B. Papah akan share location." Isi chat Wijaya.


"Memangnya ada apa Pah?." Tanya Bram penasaran.

__ADS_1


"Pokoknya urgent, ajak istrimu juga. Papah tunggu." Jawab Wijaya membuat Bram tambah penasaran.


"Papah nih pagi-pagi udah main teka-teki.. Tau gak sih kalau gue lagi kesel sama papa mertua." Batin Bram tambah kesal.


"Ada apa Bram?." Tanya Felicia penasaran.


"Kita ditunggu papah." Jawab Bram singkat dan kembali sarapan.


"Yaudah habis ini kita kesana." Ucap Felicia tak mau banyak tanya karena ia tau suaminya sedang badmood.


Setelah selesai sarapan, Felicia dan Bram langsung bergegas ke lokasi yang di maksud.


-di Flores Residence-


"Loh Bram kenapa kita kesini?." Tanya Felicia terkejut.


"Papah yang suruh kita kesini, itu dia rumahnya." Jawab Bram memarkirkan mobil di depan mansion mewah.


"Hai Bram dan Felicia, akhirnya datang juga." Sapa Wijaya lega.


"Ya datang lah kata papah ini urgent, ada apa pah?." Tanya Bram tanpa basa-basi.


"Yuk masuk dulu Fel." Ajak Wina dengan ramah, lalu mereka masuk ke dalam mansion dan duduk di ruang keluarga.


"Papah dan mamah ceritanya pamer sama Bram dan Felicia kalau beli mansion baru, gitu?." Tanya Bram menerka.


"Papah ah gak boleh gitu dong, udah jujur aja daripada Bram terus penasaran." Ucap Wina tak sabar.


"Bener omongan mamah, udahlah pah jujur aja." Desak Bram.


"Ehem.. oke..oke papah akan jujur, jadi mansion ini papah beli khusus untuk kalian sebagai hadiah pernikahan. Papah dan mamah sepakat kalau kalian lebih baik hidup sendiri agar bisa lebih leluasa beradaptasi dan minim campur tangan dari orang luar ketika ada masalah." Ucap Wijaya dengan angkuhnya.


"Pah serius ini buat kami? Kenapa mansionnya tetap besar punya papah." Protes Bram sekaligus terharu.


"Iyalah kamu kan belum jadi nih bos macam papah jadinya mansion kamu begini dulu, nanti kalau udah seperti papah baru deh beli pakai uangmu sendiri." Goda Wijaya dengan sok sombong.


"Pah..." Rengek Bram.


"Haha bercanda Bram, papah sengaja beli mansion yang gak begitu luas karena fikir papah kalian ini masih keluarga inti dan nantinya biar tidak ada terlalu banyak pegawai. Biar mansion ini tetep terjaga privasinya, gitu maksud papah." Ucap Wijaya.


"Terima kasih pah, terima kasih banyak.. Ini juga bagus banget kok mansionnya, Feli suka sama desain dan tata letaknya." Ucap Felicia senang.


"Sama-sama Fel, syukurlah kalau kamu suka dan papah harap dengan kalian tinggal disini berdua saja bisa membuat hubungan kalian semakin membaik tiap harinya.. Ingat ada baby kalian yang sebentar lagi launching." Ucap Wijaya senang.


"Iya sayang nanti kalau bosan bisa hubungi mamah, pasti mamah temani disini atau gak kita nanti me time. Jarak mansion utama kesini gak terlalu jauh, jadi kami bisa sering menjenguk kalian." Ucap Wina ikutan senang.

__ADS_1


"Iya mah pasti itu. Makasih banyak mah.. makasih selalu baik sama Feli." Jawab Felicia terharu.


"Sudah seharusnya kamu mendapatkan ini karena kamu pun juga orang baik sayang." Jawab Wina dengan tulus.


"Terima kasih mah dan pah sudah menghadiahi mansion ini sebagai hadiah pernikahan kami. Maafkan Bram yang bisanya hanya menyusahkan kalian, setelah ini Bram akan berusaha menjadi lebih baik." Ucap Bram terharu dan menahan air mata.


"I know that, Papah harap dengan kesalahan kalian tempo itu bisa menjadikan pembelajaran yang berharga." Nasihat Wijaya dengan tegar.


"Iya pah." Jawab Felicia dan Bram kompak.


"Gak terasa Bram sekarang kamu sudah menjadi seorang papah, kemarin kamu masih jadi cowok yang ketus dan suka ngomong ceplas-ceplos, papah harap kejadian ini menjadikanmu pribadi yang lebih dewasa. Lindungi istri dan calon anakmu dengan sebaik-baiknya, jika suatu saat kalian ada masalah jangan perlihatkan pada anak kalian. Selesaikan masalah itu di tempat yang anak kalian tidak mungkin mendengarnya. Jangan memendam masalah, jika ada segera selesaikan dan sesegera mungkin berbaikan." Ucap Wijaya dengan tegar.


"I..Iya pah makasih masukannya." Jawab Bram dengan menahan tangis.


"Makasih ya pah dan mah sudah sangat memikirkan kami." Ucap Felicia dengan terharu.


"Sudah sepantasnya dong sayang, Bram itu anak kami dan kamu sekarang menantu kami apalagi sebentar lagi ada calon cucu kami.. Gak sabar melihat wajah lucunya." Ucap Wina sangat antusias.


"Sabar mah, kandungan Felicia aja belum ada 7 bulan, jadi waktu melahirkan masih lama." Ucap Bram.


"Menunggu kurang lebih 3 bulan itu cepat loh Bram, lihat saja nanti." Ucap Wina dengan antusias.


"Iya mah iya.." Jawab Bram mengalah.


"Ada lagi satu kejutan untuk kalian tapi ini papah khususkan untuk Felicia, menantu papah yang cantik." Ucap Wijaya membuat penasaran.


"Apa itu pah?." Tanya Felicia penasaran.


"Yuk ke depan." Ajak Wijaya lalu mereka berjalan ke halaman depan yang luas.


"Itu apa pah yang terbungkus kado kok besar sekali?." Tanya Felicia sangat penasaran.


Plok..plok..plok.. suara tepukan Wijaya dan kado besar itu kini sudah terbuka dengan sendirinya.


"Mo..mobil? Serius Pah?." Tanya Bram tak percaya.


"Iya Pah serius mobil alphard ini untuk kami?." Tanya Felicia kaget.


"Ya.. itu memang untuk kalian tapi lebih tepatnya untuk Felicia dan calon anaknya, jadi kalau nanti Felicia pengen pergi atau cek up harus pakai mobil itu dan papah udah mempersiapkan supir pribadi, papah melakukan ini biar keselamatan Felicia dan bayinya terjamin." Ucap Wijaya dengan bahagia.


"Papah.. Terima kasih banyak, Feli sangat sangat bahagiaa." Teriak Felicia bahagia.


"Sama-sama Fel, jaga mobil ini dengan baik ya. Papah gak mau kalian kenapa-napa lagi, jadi hanya ini yang bisa papah lakukan untuk kalian." Ucap Wijaya.


"Pah ini sudah sangat cukup malah berlebih untuk Felicia. Sekali lagi terima kasih pah dan juga mamah." Ucap Felicia terharu hingga meneteskan air mata lalu memeluk Wina.

__ADS_1


"Sama-sama.. Mamah dan papah sayang sama kamu jadi kami berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik." Ucap Wina ikut bahagia.


"Ini sangat lebih dari maksimal Mah.. Terima kasih." Jawab Felicia menyeka air mata dan akhirnya kejutan hadiah pernikahan untuk Felicia dan Bram berjalan penuh haru.


__ADS_2