PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 116-Bertemu Nita Di Penjara


__ADS_3

Felicia sudah tidak sabar ingin menanyakan tentang Nita.


-Di kamar utama-


"Bram ada yang mau aku tanyain," ucap Felicia serius lalu duduk di balkon.


"Ada apa sayang? pasti soal Nita kan?" tanya Bram menerka.


"Tentu saja, mengapa kamu tidak memberitahukan apapun kepadaku kalau kamu sudah bertemu dan mendapatkan kejujuran Nita, kenapa kamu selalu saja menyembunyikan sesuatu Bram? apa aku ini istri yang payah? kamu anggap aku apa Bram?" tanya Felicia tak terima.


"Bukan begitu sayang sebenarnya aku mau menjelaskan padamu ketika sudah pulang dari Amerika namun ketika sudah sampai rumah seketika lupa sayang, kalau bukan karena di ingatkan Pandu pun aku sudah melupakannya.. bagiku ini bukan masalah yang serius, lagian ya aku bertemu Nita dan Pandu gak sengaja kok, ketika di Amerika masalah datang bertubi-tubi sayang dan kepala rasanya mau pecah, makanya ketika pulang aku gak mau membahas apapun," ucap Bram merasa bersalah.


"Apa kamu lupa kalau kita sudah suami istri? mau apapun yang terjadi aku wajib mengetahui Bram.. selalu saja kamu menyembunyikannya," ucap Felicia kesal.


"Maafkan sayang yang penting semua sudah selesai kan, Nita sudah mendapatkan hukumannya, Pandu sudah bahagia dengan istrinya, Thalia sudah hidup sukses di pulau seberang.. sudah tidak ada lagi yang menghalangi perjalanan rumah tangga kita sayang," ucap Bram membujuk.


"Setidaknya aku juga ingin bertemu Nita dan mengeluarkan semua uneg-unegku Bram.. karena dia semua rencana masa depanku hilang sudah," ucap Felicia sedih.


"Kamu menyesal?" tanya Bram terkejut.


"Menyesal karena belum menyelesaikan wishlist Bram, bukan berarti aku menyesal karena harus menikah denganmu dan melahirkan Emil dan Eleora, aku bersyukur bisa diberi kenikmatan oleh Tuhan dengan menitipkan anak-anak yang lucu dan pintar serta aku bersyukur mendapatkan suami sepertimu Bram, suami yang selalu memprioritaskan kami dari semuanya, suami yang selalu berusaha membahagiakan kami.." ucap Felicia tulus.


"Lalu untuk apa kamu menyesali yang sudah lalu? kalau bukan karena ulah Nita mana ada kita bisa bersatu dan memiliki dua keturunan, ya meskipun cara yang di lakukan Nita keterlaluan setidaknya berkat dia akhirnya kita bisa bersatu dan bertahan sampai sekarang, aku harap tidak hanya sekarang melainkan seterusnya hingga maut yang memisahkan," ucap Bram membelai pipi Felicia.


"Iya Bram semoga kita bisa selalu bersama hingga maut memisahkan.. aku sudah bahagia dan bersyukur hidup dengan kalian," ucap Felicia tersipu malu.


"Aku lebih bersyukur dan sangat bahagia bisa hidup bersamamu dan bersyukur karena sudah di berikan anak-anak yang lucu," ucap Bram senang.


"Hmm boleh gak kalau aku bertemu Nita? aku ingin menyampaikan sesuatu yang terpendam," pinta Felicia memohon.


"Aku tidak meyakini itu sayang," jawab Bram ragu.


"Please Bram.. kamu aja bisa leluasa mendesak Nita masak aku gak boleh sih, aku ini juga korban loh," rengek Felicia.

__ADS_1


"Aku takut terjadi hal di luar kendaliku sayang, jangan ya.." ucap Bram melarang.


"Kamu jangan jadi orang egois dong Bram.. apapun yang menyangkut tentang ku selalu saja kau larang, sedangkan kamu? di belakangku banyak sekali loh yang kamu sembunyikan, untung ketahuan.. coba kalau tidak?" protes Felicia.


"Aku takut emosimu nanti meledak ketika berjumpa Nita, sudahlah jangan bertemu dia," ucap Bram kesal.


"Gak.. pokoknya harus ketemu, kalau tidak kamu izinkan jangan salahkan aku terbang sendiri ke Amerika," ucap Felicia nekat.


"Gak.. gak boleh.. yaya lusa kita ke Amerika," ucap Bram mengalah.


"Good," jawab Felicia puas.


Sesuai janji Bram, lusa mereka terbang ke Amerika bersama kedua buah hatinya.


Di kantor kepolisian Amerika.


(Kita langsung skip pakai bahasa Indonesia saja ya reader..)


"Selamat siang.. saya ingin bertemu dengan Nita Flora, apakah bisa?" tanya Bram.


"Tentu.. sebentar saya panggilkan dan anda silahkan duduk di sana," ucap petugas kepolisian lalu Bram dan Felicia duduk di kursi tamu.


Beberapa menit kemudian Nita datang dengan penampilan yang sangat memprihatinkan, wajah hitam, rambut kusut dan penampilannya sangat kumal.


"Nita?" ucap Felicia terkejut.


"Ada apa kalian datang kesini? ingin menghinaku? kurang puas sudah menghancurkan hidupku dan juga keluargaku," ucap Nita ketus dan penuh amarah.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" tanya Felicia kebingungan.


"Halah gak usah sok polos deh, udah bilang aja ada apa kalian kesini," ucap Nita emosi.


"Memang aku tidak mengetahui apapun Nita dan aku tau kamu di penjara baru beberapa hari yang lalu, itu saja ketika kami datang ke pernikahan Pandu.. Pandu sendiri yang mengatakannya, bukan Bram," ucap Felicia kesal.

__ADS_1


"APA??? PANDU SUDAH MENIKAH? GAK.. INI GAK BOLEH TERJADI!!! PANDU HANYA MILIKKU!!!" ucap Nita tak terima.


"Hei.. jangan jadi orang gak waras!!! semua yang lu inginkan tidak seharusnya bisa lu miliki!! jadi cewek kok penuh obsesi," cibir Bram kesal.


"Bram.. jangan begitu," ucap Felicia mengingatkan.


"Habisnya dia bikin kesal banget," jawab Bram kesal lalu memalingkan muka.


"KATAKAN PADAKU SIAPA ISTRINYA PANDU, CEPAT KATAKAN!!!" desak Nita.


"Apa untungnya buatmu mengetahui siapa istrinya Pandu?" tanya Felicia heran.


"KARENA TIDAK BOLEH ADA YANG MEMILIKI PANDU SIAPAPUN ITU, TERMASUK LU.. FELICIA !!! DULU GUE MENJEBAK MU KARENA GUE GAK TERIMA KALAU LU PACARAN DAN BISA MEMILIKI PANDU, GAK ITU GAK BOLEH TERJADI!! MAKANYA DENDAM DAN AMBISI KU UNTUK MEMILIKI PANDU YANG MEMBUAT GUE MELAKUKAN ITU PADAMU, SEBENARNYA TARGET COWOK YANG GUE TUJU BUKAN BRAM EH GAK TAUNYA MALAH LU BERCINTA DENGANNYA!! SEJAK KEJADIAN ITU GUE SEMAKIN KEREPOTAN KARENA HARUS KUCING-KUCINGAN DENGAN BRAM AGAR TIDAK KENA AMUKANNYA, MAKANYA ITU GUE TERBANG KE SINI, KE AMERIKA UNTUK MENGHINDARI SUAMIMU ITU EHH TERNYATA MAU GUE SEMBUNYI DENGAN CARA BAGAIMANAPUN AKHIRNYA TETAP KETAHUAN," ucap Nita emosi dan menggebrak meja berulang kali.


"Oh jadi alasanmu menjebak kami karena ingin memiliki Pandu? hanya itu?? astaga Nita.. karena obsesi mu membuat masa depan seseorang menjadi hancur.. AKU HANCUR NIT, HANCUR!!! KARENA ULAH SIALAN MU ITU MEMBUATKU HARUS KEHILANGAN MASA DEPAN!!! GUE HARUS MENIKAH MUDA!!! LU MIKIR SAMPAI SANA GAK? HA!!! COBA KALAU POSISINYA ITU TERJADI PADAMU, APA LU BISA MENERIMA SEMUA INI DENGAN BERSIKAP DEWASA!!! JANGAN TERUS MENERUS MENGANDALKAN KEKAYAAN ORANG TUAMU UNTUK MENGHALALKAN SEGALA CARA, SEMUA YANG LU MAU GAK SEPENUHNYA BISA LU MILIKI APALAGI SOAL CINTA, KARENA CINTA ITU BERASAL DARI HATI JADI TIDAK BISA DI PAKSA.. TINDAKAN BRAM SUDAH BENAR DENGAN MENJEBLOSKAN MU DISINI!! SEKARANG GUE SUDAH LEGA MENDENGAR ALASANMU DAN SEKARANG GUE PUN SEPENDAPAT DENGAN BRAM, GUE PASTIKAN HUKUMAN MU AKAN BERAT, SELAMA INI GUE GAK PERNAH MEMAKAI KEKUASAAN ORANG TUA GUE ATAU SIAPAPUN ITU DAN SEKARANG GUE AKAN MENGGUNAKANNYA.. GUE AKAN MENGGUNAKAN KEKUASAAN BRAM UNTUK MEMASTIKAN HUKUMAN MU SEMAKIN BERAT!!" ancam Felicia serius dan lantang.


"SIAL!!! GUE UDAH HANCUR DAN BEGITUPUN KELUARGA GUE, JADI APA YANG INGIN LU INGINKAN LAGI, HA!!!" teriak Nita tak terima.


"Dengan senang hati aku akan membuat wanita ular ini mendekam di penjara lebih lama lagi sayang.. makanya jangan berani macam-macam denganku, waktu itu gue udah memperingatkan padamu kan Nita? sayangnya lu mengabaikan itu jadi ya sekarang nikmati akibatnya," ucap Bram dengan tenang namun menohok.


"BRAM.. UDAH CUKUP SEMUA INI.. TOLONG LEPASIN GUE DAN BALIKIN LAGI KEKAYAAN KELUARGA GUE BRAM, KASIHAN MEREKA," ucap Nita dengan teriak.


"No way.. sekali gue tarik maka sampai kapanpun tidak akan gue kembalikan lagi," tolak Bram tegas.


"JIKA KEDATANGAN KALIAN HANYA MEMBUAT GUE TAMBAH BURUK LEBIH BAIK KALIAN PERGI.. PERGI..." teriak Nita penuh emosi.


"Tidak perlu di usir kami akan pergi dengan senang hati, setidaknya gue udah lega melihatmu terpuruk seperti ini, selamat menikmati karma mu Nita..." ucap Felicia tersenyum penuh kemenangan.


"JANGAN LAGI MENAMPAKKAN MUKA KE HADAPANKU LAGI, GUE PASTIKAN TIDAK AKAN MENERIMA KUNJUNGAN KALIAN NANTINYA," ucap Nita emosi.


"Tentu saja.. utuk apa kami membuang-buang waktu datang kemari lagi, itu tidak akan terjadi.. kedatangan kami kali ini atas permintaan istriku tersayang, dia ingin mengeluarkan semua keluh kesahnya ketika di masa yang sulit dulu.. masa dimana semua orang memaki dan menghina dia akibat ulah mu itu, jadi tidak perlu mengatakan seperti itu karena kami pun sudah tidak sudi lagi bertatap muka denganmu," ucap Bram penuh penekanan lalu mengajak Felicia pergi.


"Setidaknya ini karma yang pantas untukmu Nit.. sebenarnya ini tidak sebanding dengan apa yang gue rasain, bagaimana kedua orang tua gue sangat murka ketika mengetahui gue hamil duluan, belum lagi setiap masalah yang datang padaku dan Bram apalagi ketika gue melahirkan dan merawat anak, semua tidak sebanding.. tapi setidaknya dari kejadian mu itu semoga lu bisa introspeksi diri kalau apapun yang lu mau tidak semuanya bisa terwujud.. ada satu hikmah yang bisa gue petik atas kejadian ini, setidaknya sekarang gue bisa lebih dewasa dalam menghadapai masalah yang datang dan juga bisa berfikir lebih panjang lagi," batin Felicia berurai air mata.

__ADS_1


__ADS_2