PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 40-Membahas Felicia


__ADS_3

Brom..brom..brom.. Suara mobil sport Pandu. ia memarkirkan mobil dan langsung masuk ke mansion dengan langkah gontai.


"Den Pandu apakah ada butuh sesuatu biar bibi ambilkan?" tanya Bibi dengan hati-hati.


"Tidak ada bi, mau langsung ke kamar aja, mommy dan daddy dimana?" tanya Pandu.


"Ada di kamarnya den," jawab bibi sambil menunduk.


"Baiklah nanti aja, aku masuk dulu ya bi," pamit Pandu lalu masuk ke kamarnya.


Drrt.. drrt.. dering hp Pandu.


"Nita? tumben telfon, ada apa nih," gumam Pandu lalu mengangkat telfon Nita.


"Halo Pandu, apa kabar? masih inget kan sama gue?" sapa Nita genit.


"Kabar baik, masih kok kamu Nita kan?" tanya balik Pandu.


"Thats right, gue denger, sekarang loe kuliah di Amerika ya? kebetulan nih gue lagi disini, bisa dong kita meet up," ajak Nita penuh percaya diri.


"Ada hal apa nih?" tanya Pandu curiga.


"Nothing, hanya temu kangen aja kok, kapan ada waktu?" jawab Nita antusias.


"Mungkin 2 hari lagi ya soalnya ini gue lagi di Indonesia dan kebetulan besok balik," ucap Pandu sambil tiduran.


"Oh lagi mudik to? wahh sayang sekali, andai gue tau pasti gue juga ikutan, pasti loe temu kangen sama Felicia ya?" tanya Nita penasaran.


"Iya.. Felicia baru saja koma selama 2 bulan 2 minggu dan gue baru tau kabarnya, jadi ya langsung balik kesini deh," ucap Pandu sedih mengingat Felicia terbaring lemah tapi ia tidak ada di sisinya dan sang kekasih berjuang sendirian.

__ADS_1


"Loh iyakah? kok gue gak tau," ucap Nita terkejut.


"Iya memang kabar kecelakaan keluarganya Felicia tidak terliput media jadi hanya orang tertentu saja yang tau, gue dan orang tua gue aja gak tau padahal kami kan menjalin hubungan, gimana lagi dengan loe yang gak kontak sama sekali dengan Felicia, pasti makin gak tau berita ini dong," ucap Pandu kesal karena Nita sok peduli pada kekasihnya.


"I..iya juga sih tapi kan setidaknya Felicia pernah temenan sama gue " ucap Nita tak mau kalah.


"Gak pernah tuh, sejak kapan ya? sejak di bar? itu kan loe nantangin dia buat minum," cibir Pandu ketus.


"Eh untuk masalah itu gue gak sepenuhnya salah, dia sendiri kok yang menyanggupinya jadi jangan salahin gue terus dong, yaudah besok kalau loe udah di Amerika kabari ya," ucap Nita lalu mematikan telfon.


"Hah.. ada ya manusia kayak dia, lewat telfon aja bikin emosi apalagi ketemu langsung," gumam Pandu lalu tertidur.


"Sialan kenapa Felicia masih sama Pandu? apa itu tandanya dia gak hamil?? ah kayaknya gak mungkin deh soalnya terakhir telfon Bram kelihatan marah banget, sebenarnya kabar dia koma di rumah sakit merupakan kabar bahagia buat gue.. tapi sayangnya dia masih aja selamat, susah amat sih singkirin dia, jauh-jauh kesini biar makin dekat sama Pandu malah yang dituju sedang mudik," gerutu Nita kesal.


Pukul 18.00 WIB Pandu bangun tidur dan bergegas mandi setelah itu makan malam.


"Selmat malam mommy daddy," sapa Pandu menuruni tangga.


"Malam boy.. yuk makan, daddy udah laper nih," ajak Daddy tak sabar lalu akhirnya mereka makan dalam diam, karena tradisi keluarga Pandu jika sedang makan tidak di diperbolehkan untuk berbicara atau main ponsel kecuali jika memang kondisi urgent.


Setelah makan malam selesai Pandu membuka obrolan terlebih dahulu.


"Mom, dad.. ada yang mau Pandu bahas," ucap Pandu serius.


"Bahas apa sayang kenapa serius gitu?" tanya Dina penasaran.


"Bicaralah, daddy akan dengarkan sampai selesai setelah itu baru di putuskan bagaimana baiknya," ucap Hartanto bijak dan tenang.


"Jadi begini, Pandu minta tolong selidiki apa yang sedang di sembunyikan oleh Felicia dan juga keluarganya karena Pandu merasa mereka menyimpan rahasia yang besar apalagi sekarang ada Bram diantara mereka, setiap Pandu pancing selalu saja Bram berhasil mengelak dengan baik dan tidak menimbulkan celah, andai waktu Pandu disini panjang pastinya Pandu tidak akan merepotkan kalian, sayangnya besok Pandu harus berangkat ke Amerika meneruskan kuliah, jadi bisakah membantu Pandu?" pinta Pandu memohon dan serius.

__ADS_1


"Kami beberapa hari yang lalu juga membahas Felicia, karena mommy juga merasa ada yang janggal terhadapnya ketika mommy mengajak Felicia shopping dan sebenarnya hari ini daddy mau menanyakan sesuatu tapi daddy mohon kamu jangan tersinggung ya karena jawabanmu berarti untuk ke depannya, jadi daddy mohon jawab dengan jujur," pinta Daddy.


"Memang apa yang janggal dari Felicia mom? kenapa tidak memberitahu Pandu?? iya dad, Pandu akan menjawab dengan sejujurnya," tanya Pandu penasaran.


"Jadi begini sayang.. hmm.. ya bukannya mommy suudzon sama pacarmu ya tapi mommy punya firasat kalau Felicia lagi.." ucap Dina tercekat karena tak tega memberitahu pada Pandu.


"Felicia kenapa mom? jangan bikin penasaran dong," desak Pandu tak sabar.


"Sebelum mommy bilang, lebih baik jawab pertanyaan daddy dulu, apakah selama pacaran kalian pernah melakukan hal diluar batas?" tanya Hartanto hati-hati.


"Diluar batas?? maksud Daddy sampai tidur gitu? enggak dad, sumpah.. Pandu belum pernah melakukan itu sama Felicia," ucap Pandu sangat yakin hingga jari tangannya membentuk V.


"Sudah daddy duga kalau kamu masih aman-aman saja gaya berpacarannya, hmm jadi mommy udah tau dong," ucap Hartanto melirik Dina.


"Tapi masak iya sih? kayaknya gak mungkin tapi tanda-tandanya menuju kesitu, gmana ini pah?" tanya Dina cemas.


"Dad.. mom.. ada apa ini? jangan pada main rahasia-rahasian sama Pandu," tanya Pandu sangat kesal.


"Tidak ada yang main rahasia sayang,cuma kami belum cukup bukti untuk mengatakan itu, jadi kami akan sebisa mungkin membantumu mengorek informasi apa yang sedang di sembunyikan keluarga Felicia, apapun nanti hasilnya kami mohon kamu menerimanya dengan lapang dada jika informasi yang di dapat itu berita buruk," ucap Dina memberi himbauan.


"Iya mom apapun hasilnya nanti Pandu siap menerimanya.. semoga ini hanya sebuah firasat Pandu saja yang tidak mau kehilangan Felicia," ucap Pandu yakin.


"Daddy harap begitu boy, yaudah kamu prepare dulu biar besok tidak terburu-buru.. sebenarnya Daddy sudah planing mau ikut mengantarmu sampai Amerika sekalian liburan namun tugas negara Daddy tidak bisa di toleransi, jadi Daddy minta maaf ya jika besok hanya bisa mengantarmu sampai Bandara," ucap Daddy menepuk bahu Pandu dengan pelan.


"Iya Dad gakpapa lagian sekarang Pandu udah gede," jawab Pandu membusungkan dada.


"Iya sekarang anak mommy udah dewasa, udah tau cewek cantik, padahal kemarin rasanya mommy masih melihatmu belajar jalan seperti robot, tapi sekarang kamu sudah kuliah, mommy merasa sudah tua," ucap Mommy sendu.


"Kita memang sudah tua sayang, please janganlah kamu menolak tua karena lihatlah putra kita sudah sebesar dan setampan itu, putra semata wayang kita yang nantinya meneruskan perusahaan supaya lebih besar lagi," ucap Hartanto dengan bangga.

__ADS_1


"Aamiin.. semoga nanti Pandu bisa melebarkan perusahaan dari daddy hingga ke dunia dan juga bisa mendirikan perusahaan sendiri," ucap Pandu optimis.


"Aamiin.." jawab mereka kompak lalu mereka tertawa riang.


__ADS_2