PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 55-Sifat asli Dino


__ADS_3

-Di kamar hotel.-


"Sial..sial..sial.." teriak Thalia menghentak-hentakkan kakinya.


"Kenapa?" tanya Dino bingung.


"Bram udah gak mau sama gue lagi, gimana dong?" tanya Thalia frustasi.


"Kok tanya sama gue kan kalian yang menjalani hubungan. Makanya kalau ngomong tu di filter.." ucap Dino tak mau tahu.


"A..apa?? Setelah gue di putusin sama Bram sekarang sifatmu berubah gini. Apa bener yang dikatakan sama Bram jika kamu hanya manfaatin gue? Iya?" cecar Thalia berlinang air mata.


"Gue gak pernah tuh memanfaatkanmu.. Kan loe sendiri yang sukarela memberikan apa yang loe punya. Emangnya pernah gue nyuruh loe bohongi Bram? Gak kan.. Itu semua loe sendiri yang lakuin, kenapa sekarang jadi nyalahin gue," Ucap Dino tak terima.


"Dasar sialan.. Kurang ajar.. Beraninya mempermainkan gue. Disaat gue di kondisi sulit loe menunjukkan wajah aslimu. Gue nyesel udah memilihmu ketimbang Bram," ucap Thalia tak kuasa menahan kesedihan.


"Haha semua itu loe sendiri yang terlalu bodoh. Udah untung masih ada cowok tajir yang baik hati,setia kayak Bram ehh malah ceweknya yang gak tau diri. Masih mending dia hanya minta uang yang loe curi, coba kalau semua pemberiannya?? Mampu menebusnya? Mau kamu nantinya sampai open plus plus pun gue rasa gak akan tertutup," ucap Dino pedas dan mengejek.


"Sialan.. Loe fikir gue cewek bayaran? Ha??" teriak Thalia tak terima.


"Mana ada gue bilang gitu? Jadi orang sensi banget," jawab Dino tersenyum kecut.


"Pokonya loe juga harus tanggung jawab atas semua ini. Kalau tidak.." ancam Thalia tertahan karena Dino sudah mencengkram lehernya.


"Kalau tidak kenapa? Berani loe ancem gue?? Baru ngasih gue segitu udah sok-sokan paling rugi. Diluar sana masih ada cewek yang beneran tajir.. Bukan tajir karena cowoknya," sindir Dino penuh penekanan.


Uhuk..uhuk.. "Lepasin.. please," pinta Thalia kesulitan nafas.


"Kenapa? Takut? Mau ngadu?? Sana, silahkan.. Siapa yang mau loe kabari? Bram? haha.. Yang ada loe semakin di hina olehnya. Dia yang belum pernah menyentuhmu aja bisa jijik apalgi gue," ucap Dino terus mencengkram leher Thalia semakin kuat.


"Tolong Dino le..pas," pinta Thalia dengan suara lirih.


"Ini balasannya buat cewek sok kecakepan kayak loe yang beraninya ancem gue.. Loe fikir selama ini hubungan kita saling ada rasa gitu? Haha dasar bodoh. Dari awal sampai sekarang mana pernah gue cinta apalagi sayang sama loe, itu hanyalah tipu muslihat supaya loe makin royal sama gue," ucap Dino tersenyum smirk.


"Tolong lepasin gue beneran gak bisa nafas, gue minta maaf.. tolong," lirih Thalia berlinang air mata.


"Sayang sekali air matamu tidak ada artinya buat gue. Seperti kata mantanmu barusan "Air mata palsu".. cocok sekali di sematkan padamu," ucap Dino.

__ADS_1


"Ini serius.. gue gak bohong. Tolong lepasin gue bisa mati," lirih Thalia tak berdaya.


"Ok tapi ada syaratnya.. Beri gue uang seratus juta yang tadi loe balikin ke Bram. Enak aja dengan gampangnya di balikin," ancam Dino.


"Gue mana ada duit segitu," ucap Thalia lirih.


"Gue gak peduli. Sanggup gak? Atau loe mau mati di tangan gue?" tanya Dino menatap tajam.


"Gue dapet darimana Dino?" tanya Thalia frustasi.


"Terserah yang penting 2 hari lagi bawain gue duit seratus juta atau video panas kita akan gue sebar di sosial media haha" ucap Dino tersenyum smirk.


"A..apa?? Sejak kapan ada video itu?" tanya Thalia terkejut.


"Makanya jadi cewek jangan terlalu PD. Setiap kita berhubungan selalu ada video dokumentasinya," jawab Dino enteng.


"Sialan.." umpat Thalia emosi.


"Berani sama gue?? Siap-siap videonya gue upload," ancam Dino serius.


"Ok.. deal, berani ingkar janji akan tau akibatnya," ancam Dino lalu melepas cengkramannya.


"Gak akan." jawab Thalia ketus.


"Bagus.. Gadis cerdas.. tapi sayangnya hanya sebentar saja bermanfaatnya di hidup gue," ucap Dino membelai wajah Thalia.


"Lepasin.. gue sekarang jijik sama loe, dasar keparat," umpat Thalia memalingkan muka.


"Apa loe bilang?? Masih berani sama gue? Plak..plak..plak..plak." geram Dino menampar kedua pipi Thalia bergantian.


"Aw.. sakit.. hiks..hiks.." rengek Thalia memegang kedua pipinya.


"Jaga ucapanmu jika berhadapan dengan gue. Ini belum seberapa," ancam Dino mendorong tubuh Thalia hingga terjatuh di kasur.


"Apa yang mau loe lakuin? ha?" tanya Thalia ketakutan.


"Kenapa takut begitu sayang? Biasanya happy loh," jawab Dino tersenyum seringai.

__ADS_1


"Minggir.." tolak Thalia ketika tubuh Dino ingin menindihnya.


"Jangan memberontak, cukup diam dan nikmati," ucap Dino memberi isyarat agar diam.


"Gue gak mau Dion, minggir," perintah Thalia berusaha bangkit namun sudah ditindih oleh Dion.


"Berani memberontak jangan salahkan gue bertindak lebih," ucap Dion penuh penekanan.


"Tolong lepasin gue," pinta Thalia menangis tersedu.


"Sstt.. gue bilang diem ya diem," ucap Dino tak mau di bantah lalu ketika Dino akan membuka pakaian Thalia, ia langsung menendang perut Dino hingga ia tersungkur di lantai.


"CEWEK SIALAN.. BERKALI KALI CARI MATI SAMA GUE!!" ucap Dino bangkit lalu menampar pipi Thalia berulang kali.


"Plak..plak..plak..plak..plak.. SUDAH GUE BILANG DIEM DAN NIKMATI SEPERTI BIASANYA, KENAPA KALI INI BERLAGAK SOK SUCI.. HAH!!" geram Dion.


"Huhuhu.. Gue gak mau ya gak mau, tolong jangan di paksa," pinta Thalia menahan sakit di kedua pipinya.


"Turuti kemauan gue atau gue upload video kita," ancam Dino.


"Apa nantinya loe gak malu kalau wajahmu ikut terpampang di video itu," ucap Thalia mencari celah.


"Haha gue gak bodoh kayak loe. Sebelum di upload ya gue edit dulu lah, loe fikir gue akan upload video mentahan gitu?" ucap Dino dengan angkuh.


"Sialan dasar licik.. cowok kere.. gak berguna," umpat Thalia meludah di baju Dino.


"Aw.. Berani sekali kau," ucap Dino tersenyum smirk lalu secara membabi buta menyiksa Thalia, di pukul berulang kali di pipi, paha, tangan dan perut.


"Aw.. uhuk..uhuk.." suara rintihan kesakitan Thalia dan banyak mengeluarkan darah.


"Sudah gue bilang masih saja sok jago. Sekarang udah lemah kan? terkuras habis tenanganya? Mari bermain," ucap Dino melucuti pakaian Thalia dan akhirnya mereka berhubungan layaknya suami istri.


Thalia hanya bisa pasrah dan terus menerus menangis karena ia tidak mau melakukan itu ditambah ia harus menahan rasa sakit akibat luka lebam di beberapa bagian tubuhnya karena pukulan Dino.


"Sialan.. Hilang Bram malah dapat yang bar-bar.. Remuk semua badan gue.. rasanya kayak mau copot. Aduh... Dasar cowok sialan, keparat. Bisa-bisanya gue tertipu olehnya, sial..sial.. gue bener-bener rugi," batin Thalia sembari menangis tergugu.


"Dapat jackpot nih.. bodynya aduhai dan putih mulus seperti bihun apalagi ia masih rapet-rapetnya, tajir lagi. Haha dasar cewek bodoh," batin Dino tersenyum penuh kemenangan dan terus melanjutkan aktivitas panasnya hingga 3 ronde hingga Thalia pingsan saking gak kuatnya.

__ADS_1


__ADS_2