PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 96-Thalia Nekat ke Mansion


__ADS_3

"Bram.. tumben banget hpnya gak aktif? apa nomor gue di blokir?? mulai berani dia.." gumam Thalia emosi.


"Mamah.. hari ini papah jadi anterin Naomi kan?" tanya Naomi antusias.


"Maaf ya sayang sepertinya papah lagi sibuk, nomornya gak aktif.. next time ya sayang," bujuk Thalia.


"Yaaahhh padahal Naomi udah bilang sama teman-teman, nanti di kira Naomi pembohong," rengek Naomi.


"Sstt.. Naomi tidak pembohong kok, memang papah sangat sibuk jadi kita jarang bertemu, next time ya kita bujuk papah lagi, Naomi kan anak pinter jadi gak boleh rengek begitu, okay?" bujuk Thalia menenangkan dan Naomi hanya mengangguk patuh.


"Awas aja Bram, setelah selesai mengantar Naomi bakal gue samperin mansion mewahmu itu, jangan harap bisa lepas begitu saja," batin Thalia emosi.


Di Mansion Bram dan Felicia.


Ting.. tong.. suara bel mansion.


"Cari siapa?" sapa bi Iin.


"Bram ada?" tanya Thalia ketus.


"Maaf tidak ada," jawab bi Iin menahan kesal.


"Kemana dia?" tanya Thalia angkuh.


"Kurang tau, apa ada yang mau di sampaikan?" tanya bi Iin.


"Ada, tapi saya mau menyampaikannya secara langsung, kalau lewat anda bisa-bisa jadi bahan gosip di dapur," ejek Thalia tersenyum kecut.


"Maaf pekerjaan saya masih banyak, jika tidak ada keperluan yang penting lebih baik anda pergi," usir bi Iin secara halus.


"Hei jadi babu belagu banget sih, gue ini tamu bukan pengemis, jadi hormati gue dong.. mau gue aduin ke majikanmu?" hina Thalia.


"Jika sudah tidak ada yang di sampaikan lagi maka saya akan menutup pintunya, permis.." ucap bi Iin menahan emosi lalu menutup pintu dan menguncinya.


Thalia tak terima di perlakukan seperti itu, ia lalu menggedor-gedor pintu rumah Bram sangat keras dan berulang kali menekan bel rumah hingga membuat seisi rumah bising.


"Bi..." teriak Felicia.


"Iya nyonya?" jawab bi Iin.


"Siapa sih yang di luar? kenapa berisik sekali?" tanya Felicia tak suka.


"Saya kurang paham nyonya, dia bilang mau bertemu tuan Bram, katanya ada yang mau di sampaikan tapi harus dengan tuan langsung, karena bibi kesal terus menerus di hina dia dan nada bicaranya angkuh sekali makanya bibi tutup pintunya, maaf nyonya.." ucap bi Iin menunduk.

__ADS_1


"Bi Iin tau namanya siapa?" tanya Felicia penasaran.


"Aduh siapa ya, dia itu yang dulu pernah kesini nyonya.. waktu nyonya masih USG," ucap bi Iin sambil berfikir.


"Ohh.. Thalia?" jawab Felicia kesal.


"Iya nyonya.. betul," jawab bi Iin mengiyakan.


"Berani sekali dia kemari, biar saya yang menemuinya.. pastikan anak-anak tidak mendengar apapun percakapan antara kami," perintah Felicia lalu berjalan ke teras rumah.


Di luar rumah Thalia tak henti-hentinya berteriak.


"WOY... PENGHUNI RUMAH INI PADA BUDEG APA YA??!! RUMAH SEGEDE GINI GAK MUNGKIN KALAU GAK ADA YANG DENGER!!" teriak Thalia emosi lalu Felicia membukakan pintu.


"Bertamulah dengan sopan," sindir Felicia.


"Cih.. gue udah sopan tapi babu loe tuh belagu banget," cibir Thalia.


"Disini tidak ada babu, jadi harap ralat perkataan anda," ucap Felicia sinis.


"Ahh sok jadi malaikat banget sih, babu ya babu.. tugasnya bersih-bersih rumah, mana ada upik abu jadi cinderella," hina Thalia dengan angkuh.


"Ada.. dan sekarang sedang berhadapan denganku," ucap Felicia melirik tajam.


"Silahkan jika anda punya nyali, malah yang ada nanti berbalik ke anda sendiri, ups.." ucap Felicia menutup mulut.


"Sialan.. beraninya loe hina gue," ucap Thalia geram dan ingin menampar Felicia namun berhasil di tahan Felicia.


"Sekali saja tangan menjijikanmu berani menyentuh tubuhku maka detik itu juga gue buat hidupmu hancur. Jangan macam-macam denganku, ingat siapa dirimu beraninya bersaing denganku!!" gertak Felicia lalu menghempaskan tangan Thalia kasar.


"Aww.. kasar banget jadi cewek, kedatangan gue kesini mau menemui Bram.. mana dia? kenapa gak berani menunjukkan muka? ha? takut?" cecar Thalia emosi dan memaksa masuk.


"Suami saya tidak ada di rumah, jadi pergi dari sini," usir Felicia.


"Gak.. pokoknya gue harus bertemu Bram" tolak Thalia.


"Ada keperluan apa memangnya? bisa disampaikan padaku sekarang," ucap Felicia menatap tajam.


"Gak.. harus Bram yang mendengarnya sendiri, mana dia?" tanya Thalia memaksa.


"Dia tidak ada di rumah, paham?" ucap Felicia jengah.


"Gue harus bertemu dengannya sekarang juga !!!" desak Thalia.

__ADS_1


"Susah ngomong sama manusia muka tembok," sindir Felicia.


"Yang penting hari ini harus bertemu Bram, bodo amat loe mau ngatain gue apa," ucap Thalia tak tau malu.


"Sebenarnya ada apa sih? kenapa sampai loe kekeh banget mau bertemu suami saya? dia tidak ada dirumah.. gue harus mengulanginya berapa kali lagi?" ucap Felicia jengah.


"Ini menyangkut Naomi, karena suamimu itu Naomi di cap pembohong oleh teman-temannya!!" ucap Thalia geram.


"Lantas dimana kesalahan suami saya?" tanya Felicia heran.


"Gue udah janji jika hari ini Naomi akan diantarkan ke sekolah oleh Bram namun sialnya nomer dia gak aktif, makanya itu gue mau minta penjelasan!!" ucap Thalia.


"Siapa anda sampai harus meminta penjelasan? hak suami saya mau mengaktifkan nomernya atau tidak!!" ucap Felicia sinis.


"Ohh jadi Bram sengaja menonaktifkan nomernya? cih segitu takutnya," cibir Thalia kesal.


"Ngapain harus takut menghadapi cewek haus harta macam anda," sindir Felicia dan Thalia terkejut mendengarnya.


"Gue bukan haus harta !! itu memang seharusnya yang Bram beri untuk anaknya, Naomi juga berhak mendapatkan!!" ucap Thalia tak terima.


"Iya kalau memang terbukti Naomi anak biologis bram, kalau nanti hasilnya negatif? masih mau minta duit sama suami orang? atau mau pakai akal-akalan apalagi buat memeras Bram?" sindir Felicia.


"Naomi 1000% anak biologisnya dan lihat saja hasilnya nanti, jangan sampai loe yang nantinya menangis melihat kenyataan ini!!" ucap Thalia sinis.


"Wow.. 1000% bukan anak biologisnya kali? haha.. jangan halu deh, udah sana persiapkan dirimu menerima kenyataan karena gue yakin sepenuhnya pada Bram, dia laki-laki setia," ejek Felicia menahan gemuruh di dada.


"AWAS KAU!!! LIHAT SAJA NANTI SIAPA YANG AKAN MENANGIS DAN MENARIK SEMUA KATA-KATANYA!!!" teriak Thalia tak terima terus menerus di hina.


"I will waiting.. Jika sudah tidak ada yang perlu di jelaskan silahkan pergi, masih tau kan mana arah pintu keluar?" ucap Felicia penuh penekanan.


"Bram.. biarkan gue bertemu dengannya untuk meminta pertanggung jawaban," protes Thalia.


"Pertanggung jawaban apalagi? sepertinya lama-lama anda melunjak ya, kurang baik dan bodoh apa suami saya selama ini?? sekarang suami saya sudah jengah dengan tingkahmu jadi jangan lagi ganggu dia.. bertemulah nanti di rumah sakit untuk melihat hasil tesnya," ucap Felicia jengah.


"Karena dia gak bisa antar Naomi berangkat ke sekolah jadinya anak gue di ejek teman-temannya, gue harus meminta pertanggung jawaban dengan.mengajak Naomi liburan, sebentar lagi kan long weekend," ucap Thalia angkuh.


"Haha halu sekali anda, long weekend ya dihabiskan sama KELUARGANYA dong.. buat apa menghabiskan waktu untuk kalian, memang siapa kalian? ha?? sana pergi.. udah di usir masih aja disini, mau gue panggilin security?" gertak Felicia.


"Gue bisa balik sendiri!!! awas loe!!" ancam Thalia emosi lalu pergi ke mansion dengan sesekali menghentakkan kaki.


"Astaga.. memang butuh kewarasan yang lebih menghadapi manusia seperti dia, kok Bram bisa sabar banget ya?" gumam Felicia menggelengkan kepala lalu masuk ke kamar.


"Awas Felicia!!! gue akan melakukan apapun supaya hasil tes DNA positif," gumam Thalia emosi lalu naik ke mobil.

__ADS_1


__ADS_2