PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 39 Bram menemui Felicia


__ADS_3

Keesokan harinya Bram berkunjung ke mansion Felicia untuk membahas masalah semalam.


Ting tong.. Suara bel rumah Felicia.


Ceklek.. suara pintu terbuka.


"Den Bram mau nyari non Felicia ya? silahkan duduk dulu," sapa Bibi dengan ramah dan sopan.


"Iya bi terima kasih," jawab Bram masuk ke rumah Felicia dan duduk di sofa empuk nan mewah.


Tak berselang lama Felicia menemui Bram.


"Ada apa Bram?," tanya Felicia berjalan ke ruang tamu dan duduk.


"Kamu sebenarnya maunya apa? kalau kamu mau ini terbongkar sekarang ya ayo kita ketemu Pandu dan jelaskan semuanya," ucap Bram kesal.


"Gue salah apalagi?" tanya Felicia dengan polosnya.


"Masih nanya? loe nelfon gue malam itu saat posisi ada Pandu disana padahal loe udah gue kasih tau kan kalau malam itu gue ada janji sama dia, kenapa sih ceroboh banget," ucap Bram menahan amarah.


"Gue lupa Bram maaf," jawab Felicia lirih.


"Permintaan maafmu gak ada gunanya dan gak bisa membalik keadaan pertemanan gue dengan Pandu seperti dulu, gue paling males dan anti yang namanya bertikai dengan kawan hanya karena cewek, kaya cewek di dunia ini cuma loe doang," ucap Bram sangat pedas hingga membuat Felicia sakit hati.


"Terus gue harus gimana? memang waktu itu gue gak sengaja Bram.. tiba-tiba pengen makan itu dan maunya dibeliin sama papahnya," jawab Felicia berlinang air mata. Bram yang melihatnya langsung tak tega.


"Hapus air matamu jangan jadi cewek cenggeng, loe yang buat kegaduhan malah loe sendiri merasa terdzolimi," ucap Bram kesal lalu mengambil sapu tangan dari saku celananya dan memberikan pada Felicia.


"Thanks," jawab Felicia menerima sapu tangan lalu mengusap air matanya.


"Lain kali lebih hati-hati lagi kecuali kalau loe memang ingin membongkar ini semua, gue semalem pusing memikirkan jawaban untuk mengelak setiap pertanyaan Pandu, untungnya bisa, entah Pandu akhirnya percaya atau malah curiga yang penting untuk saat ini masih aman, dia curiga dengan hubungan kita berdua, dia pun juga tau waktu gue dateng kesini bareng papa sama mama, dia menanyakannya," ucap Bram kesal.


"Iya maaf.. gue gak mau ini terbongkar, please Bram," pinta Felicia penuh harap.


"Ini semua tergantung dari loe sendiri, gue tinggal ikuti skenariomu," jawab Bram acuh.

__ADS_1


"Iya Bram thanks," jawab Felicia tersenyum kaku.


"Satu lagi kalau gue bilang lagi ketemu Pandu, jangan lagi menghubungi entah itu telfon atau chat, gue gak bisa menjamin ke depannya nanti masih aman atau gak, besok kan Pandu balik ke Amerika, loe gak ada niatan mengantarnya?" tanya Bram penasaran.


"Iya gue janji lebih hati-hati, sebenarnya pengen banget ikut tapi apa boleh sama mamah dan papah soalnya kondisiku belum sembuh total," jawab Felicia sendu.


"Ya tanya dong sama orang tuamu, kalau gitu gue mau pulang dulu, kedatangan gue kesini mau bahas itu aja," ucap Bram akan berlalu pergi namun ditahan Felicia.


"Stay in here Bram, kita membutuhkanmu" rengek Felicia manja.


"Ya gak bisa dong kita bukan siapa-siapa Felicia," tolak Bram.


Tiba-tiba Pandu datang dan kaget dengan apa yang di lihat dan dengar.


"Apa aku gak salah denger kalau kamu meminta Bram tetap disini? sebenarnya kalian ada hubungan apa? jujurlah," tanya Pandu curiga.


"Pa..pandu?" ucap Bram kaget.


"Sa..sayang?" ucap Felicia kaget lalu menepis tangannya dari lengan Bram.


"Kepergok apaan, emang kita lagi ngapain," jawab Bram ketus.


"Lah itu tadi Felicia merengek kami semua membutuhkanmu, sampai orang tua Felicia saja sangat bergantung padamu," ucap Pandu tersenyum smirk.


"Syukurlah jika Pandu mengira kalau kami itu orang tuaku, bukan aku dan calon anakku," batin Felicia lega.


"Loe terlalu over thingking.. apapun yang loe denger loe simpulkan sendiri tanpa mencari tau terlebih dahulu, kekasihmu meminta gue kesini karena papa dan mamanya mau menyampaikan sesuatu sama gue dan kebetulan lagi pergi," jawab Bram berusaha tenang.


"Alibi terus Bram.. kalau tidak ada orangnya kenapa malah sengaja kesini?" tanya Pandu curiga.


"Gue mana tau kalau mereka udah pergi? tadi gue mau pulang malah ditepis oleh Felicia," bela Bram.


"Lantas kenapa kamu malah menepis tangan Bram? apakah sekarang dia yang lebih penting di hidupmu Felicia?," tanya Pandu dengan tatapan tajam.


"Astaga.. kamu datang membuat kegaduhan, bisa gak tanya dulu baik-baik? dia kesini karena disuruh mama dan papa," ucap Felicia kesal.

__ADS_1


"Kedatanganku membuat kegaduhan? kamu gak nyaman dengan kehadiranku?" tanya Pandu tak percaya.


"Bukannya gak nyaman tapi kamu datang tanpa mengabari dulu jadi kami semua kaget, udah gitu langsung main tuduh lagi, gimana gak kesel coba? datang bertamu itu ketuk pintu-ucap salam baru bicara baik-baik, bukannya malah langsung menuduh yang bukan-bukan," ucap Felicia menahan gemuruh di dalam dada.


"Dari dulu bukannya kalau mau datang ya tinggal kesini tanpa perlu kabar-kabar dulu, apa sekarang berbeda karena kehadiran dia?" tanya Pandu penuh penekanan.


"CUKUP!! kalian selesaikan masalah kalian, gue gak mau ikut campur dan jangan lagi loe ungkit-ungkit gue di dalam masalah kalian, gue gak sudi terlibat dalam permasalahan yang receh gini, Fel gue pamit dulu," ucap Bram lalu pergi.


"Sialan kenapa dia selalu saja bisa mengelak tuduhan gue? semakin mencurigakan," batin Pandu mengepalkan tangan.


"Sekarang apa yang mau dibicarakan?" tanya Felicia.


"Maaf kalau sekarang kehadiranku tidak lagi membuatmu nyaman, aku fikir dengan kehadiranku yang tanpa bilang dulu bisa membuatmu semakin senang eh ternyata ekspetasiku terlalu berlebihan, tidak ada lagi Felicia yang dulu, Felicia yang selalu menyambutku dengan hangat dan penuh cinta, kedatanganku kesini mau memberitahu bahwa besok aku sudah balik lagi ke Amerika dan jadwal penerbangan pukul 08.00 WIB, jika kamu berkenan aku mohon datanglah ke bandara sebagai tanda perpisahan, aku mau kamu mengantarku seperti kamu dulu mengantar keberangkatanku untuk kuliah, semoga kita bisa saling intropeksi diri dan masalah yang kita hadapi saat ini bisa segera berakhir, hanya itu yang mau aku ucapin, kalau begitu aku permisi dulu" ucap Pandu menahan air mata dan berbalik arah menuju pintu keluar namun Felicia segera mengejarnya.


"Pandu..." teriak Felicia mengejar Pandu dan memeluknya dari belakang.


"Ya.. ada apa?" tanya Pandu memegang erat tangan Felicia yang memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi.. hiks..hiks," pinta Felicia menangis.


"Tapi aku harus segera balik karena kuliahku disana belum selesai, maaf.." jawab Pandu berbalik menghadap Felicia dan memeluknya.


"Aku gak sanggup jika kamu pergi.. please stay here," pinta Felicia memeluk Pandu erat.


"Sorry.. i can't baby, bersabarlah sebentar lagi ini akan berakhir," ucap Pandu lembut dan mencium rambut Felicia.


"Aku ingin kamu selalu disini Pandu.. hiks.. hiks," rengek Felicia menangis.


"Sekali lagi maafkan aku sayang, aku harus pulang dulu karena mau prepare untuk besok, see you baby," jawab Pandu melepas pelukan Felicia dan menyeka air mata.


"Please.." pinta Felicia berlinang air mata dan menggengam tangan Pandu.


"I'm sorry baby.. aku pulang dulu ya," ucap Pandu lembut dan kembali menyeka air mata Felicia.


"Take care," jawab Felicia pasrah dan mengantar Pandu hingga ke teras rumah lalu menatap kepergian sang kekasih.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya kak.


__ADS_2