PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 92-Beri Aku Waktu Untuk Membuktikan Ini


__ADS_3

Karena kedua keluarga sudah mengetahui masalah yang menimpa anaknya, kini mereka sepakat untuk bertemu dan menyelesaikan masalah.


"Maaf Pak Wijaya sudah menganggu waktu berharga anda, namun mau gak mau kami harus segera menyelesaikan masalah yang menimpa anak kami, bagaimana baiknya pak?" tanya Soetanoe to the point.


"Sebenarnya saya tidak mau terlalu ikut campur masalah mereka, saya memberikan ruang untuk mereka menenangkan fikiran dan mencari masalahnya," ucap Wijaya tegas.


"Tetapi masalah ini berlarut larut pak, apalagi mereka sudah memiliki dua anak, saya memikirkan nasib cucu kami," ucap Soetanoe dengan raut wajah sedih.


"Bagaimana Bram? apa yang ingin kamu sampaikan pada Felicia dan keluarganya?" tanya Wijaya melirik Bram.


"Saya sudah membicarakan ini pada Felicia dan saya bersikukuh tidak ingin berpisah, ini hanya kesalah pahaman saja pah.. saya sampai meminta bukti dari rumah sakit dan juga kepolisian jika memang posisinya saya dijebak, ini buktinya," ucap Bram lalu menyerahkan hasil laporan.


"Ini memang benar jika Bram di jebak, bagaimana Felicia?? apakah kamu akan tetap kekeh berpisah? fikirkan baik-baik," ucap Soetanoe menatap Felicia.


"Ada satu lagi yang masih membuat Feli curiga, jawablah dengan jujur Bram," pinta Felicia menatap semuanya bergantian.


"Apa itu sayang?" tanya Bram lembut.


"Siapa Naomi?? apa dia anak kandungmu dengan Thalia??" tanya Felicia berlinang air mata.


"Apa-apaan ini? kamu memiliki anak dari wanita lain? kurang ajar.." ucap Soetanoe emosi dan mengepalkan tangan.


"Benar itu Bram? jangan lagi kau mencoreng wajah kami untuk kesekian kalinya!!" gertak Wijaya.


"Bukan pah, om dan Felicia.. kalian ini salah paham," tolak Bram.

__ADS_1


"Salah paham? sampai kapan bicaramu selalu seperti itu Bram?? kamu akhir-akhir ini lebih mementingkan Naomi daripada aku dan Emil, sampai aku cek kandungan pun kamu lebih memilih menemani Naomi. Kalau dia bukan anakmu kenapa kamu sebegitu mengistimewakannya?ha?? aku tidak bodoh Bram.." ucap Felicia memberontak.


"Sebenarnya aku gak mau memberitahu ini tapi ya mau gimana lagi? semuanya sudah terbongkar dari awal.." ucap Bram.


"Ohh jadi kamu menyesalinya? kamu gak terima ketika aku datang ke apartemen Thalia?" ucap Felicia tak terima.


"Bukan begitu sayang.. dengarkan dulu penjelasannya, memang tempo hari Thalia mengacaukan fikiranku dengan mengatakan bahwa Naomi adalah anak kandungku, tapi aku tidak meyakininya karena aku tahu betul watak Thalia, dia mungkin kehabisan uang jadinya menjadikan Naomi sebagai alat.. karena aku terus menerus menolak, dia nekat mendatangi mansion, untungnya tidak bertemu denganku atau pun Felicia, karena aku gak mau keluargaku mengetahui ini makanya aku mengikuti semua permintaan Thalia supaya dia senang dan mengira aku terjebak permainannya, padahal tanpa dia sadari, aku telah mendapatkan bukti dan tinggal menunggu seminggu lagi untuk mengetahui apakah Naomi anak biologisku atau bukan," ucap Bram jujur.


"Yaa kalau memang Thalia berkata seperti itu berarti Naomi memang anakmu, mana ada perempuan yang menjadikan anaknya alat mencari uang, Naomi masih terlalu kecil untuk itu lagian dia sudah memanggilmu dengan sebutan papah, berarti dia memang memiliki perasaan jika kamu ayah kandungnya," ucap Felicia menahan perih di dada.


"Tidak.. Dia bukan anakku, aku yakin itu, kejadian di masa lalu tidak mungkin menghasilkan benih," tolak Bram.


"Jika benar anakmu?" tantang Felicia.


"Tidak akan sayang," Jawab Bram lembut.


"Sudah.. sudah.. Bram.. lagi-lagi kamu membuat kami kehilangan muka di hadapan keluarganya Felicia, mau sampai kapan kamu bertingkah seperti bocah? berapa umur Naomi?" tanya Wijaya dengan tegas.


"Katanya 3 tahunan pah," jawab Bram lirih.


"APA? 3 TAHUN?? YANG BENAR SAJA KAMU BRAM.. BERARTI KALIAN ADA MAIN DI BELAKANGKU? RAHASIA APALAGI YANG AKU TIDAK MENGETAHUINYA BRAM!!! KAMU SANGAT MENJIJIKAN BRAM, KATAMU KAMU SUDAH MENYELESAIKAN HUBUNGANMU DENGANNYA, TAPI APA? KALIAN MALAH MAIN DI BELAKANGKU HINGGA MENGHASILKAN SEORANG ANAK!! KAMU BRAM YANG BERSELINGKUH, KAMU!!!" teriak Felicia tak terima.


"AKU TIDAK PERNAH BERSELINGKUH DAN MEMBAGI CINTA!!! KEJADIAN DI MASA LALU ITU MERUPAKAN SUATU KESALAHAN FATAL, AKU MENYADARI DAN MENYESALINYA!!! TETAPI AKU SUDAH MEMBUAT THALIA SUPAYA TIDAK MENGUSIK HIDUPKU LAGI!! DAN MEMANG BENAR DIA TIDAK MENGUSIK HIDUPKU, KARENA KEJADIAN BERTEMU DI SUPERMARKET ITU YANG MEMBUAT DIA MEMBUKA KEMBALI KOMUNIKASI DAN MEMANFAATKAN NAOMI UNTUK KEPENTINGAN DIA SAJA!!! ASAL KAMU TAU, AKU TIDAK MENGELUARKANNYA DI DALAM!! JADI AKU BISA PASTIKAN DIA ANAKKU, RENCANYA BESOK AKU MAU MEMINTA THALIA MEMBAWA NAOMI KE RUMAH SAKIT UNTUK TES DNA DAN NANTINYA HASILNYA AKAN AKU BANDINGKAN, ANTARA HASIL DIAM-DIAM AKU MELAKUKAN TES DNA DENGAN HASIL TES DNA ATAS PERSETUJUAN THALIA!! AKU SAMPAI MELAKUKAN INI KARENA AKU ANTISIPASI JIKA THALIA MELAKUKAN KECURANGAN AKU SUDAH DUA LANGKAH LEBIH DEPAN DARINYA!!! PERCAYALAH AKU TIDAK SERENDAH ITU!! SELAMA INI AKU MENGISTIMEWAKANNYA YA UNTUK INI, AGAR BISA MENGAMBIL SAMPLE RAMBUT NAOMI DAN MENCOCOKANNYA DENGANKU SECARA DIAM-DIAM, SETELAH MENDAPATKANNYA SIFATKU LANGSUNG BERUBAH UNTUKNYA, AKU JUGA CAPEK FEL HARUS KUCING-KUCINGAN DENGANMU, AKU GAK TEGA MEMBOHONGIMU MAKANYA AKU INGIN MASALAH INI SEGERA SELESAI," teriak Bram meluapkan keluh kesahnya.


"JANGAN MENGGERTAK ANAKKU!! KAMU SUDAH MEMBUATNYA SAKIT HATI TETAPI KAMU JUGA SUDAH DENGAN BERANINYA MENGGERTAK ANAKKU DI DEPAN MATAKU!! SEKALI LAGI KAMU LAKUKAN ITU, AWAS!!" ancam Soetanoe murka.

__ADS_1


"Maaf om.. saya terbawa emosi karena akhir-akhir ini saya capek di posisi seperti ini, andai Felicia bisa lebih bersabar pasti semua berjalan sesuai rencanaku.. tidak mungkin saya menduakan atau pun mengkhianati anak om, dia adalah ibu dari anak-anakku, perjuangan dia dari hamil sampai melahirkan tidaklah mudah, jadi saya tidak mungkin mengecewakannya.. Saya hanya meminta waktunya sebentar saja untuk menuntaskan rencana saya dan saya sangat yakin jika Naomi bukan darah dagingku," ucap Bram tulus.


"Tetapi harusnya kamu itu membicarakan ini pada istrimu, kalian ini sudah suami istri jadinya apapun masalah yang menimpa kalian maka kedua belah pihak harus mengetahui dan memecahkannya bersama.. kalau begini kan sama saja kamu membuat istrimu salah faham, ini bukan hal yang remeh loh Bram ingat itu" ucap Wijaya menatap Bram tajam.


"Iya pah Bram tau kalau ini salah, memang Bram sengaja tidak ingin memberitahu ini pada Felicia karena Bram tak mau membebaninya, dia sedang hamil pah.. sedang mengandung anakku, mana tega aku menceritakan hal yang menyakitkan untuknya," ucap Bram.


"Tetap saja kamu salah Bram.. bisa-bisanya kamu memiliki kisah yang belum selesai," sindir Soetanoe.


"Sudah selesai om.. tetapi dia yang merengek padaku, setelah ini aku jamin dia tidak akan berani menganggu keluarga kecilku lagi," ucap Bram mantap.


"JIKA NAOMI NANTINYA TERBUKTI ANAKMU, JANGAN HARAP AKU AKAN MENERIMANYA BRAM!!! HATIKU SUNGGUH SAKIT!" gertak Felicia terisak.


"I know.. tetapi itu tidak akan terjadi, berikan aku waktu menyelesaikan ini semua," pinta Bram memohon.


"Katamu besok mau mengajak Thalia dan anaknya tes DNA? aku ikut," ucap Felicia.


"Serius kamu mau ikut?" tanya Bram.


"Iyalah memangnya kenapa? kamu gak terima waktumu nanti terganggu dengan kehadiranku?" tanya Felicia penasaran.


"Tidak sayang.. justru aku senang, ok besok kamu ikut, nanti aku jemput," ucap Bram senang karena ada secercah harapan Felicia mungkin memaafkannya.


"Aku mau ikut karena ingin melihat seberapa jauh hubungan kalian di belakangku, tidak mungkin anak kecil bisa dengan mudahnya mengucap papah jika di hatinya tidak ada chemistry," batin Felicia menatap Bram tajam.


"Semoga masalah ini cepat berakhir, aku tidak mau berpisah dengan Felicia.. dia dan kedua anak-anak adalah duniaku," batin Bram menatap Felicia penuh cinta.

__ADS_1


Disaat situasi sedang tegang, tiba-tiba ponsel Bram berdering dan sudah pasti Thalia yang lagi-lagi mmengganggunya. Bram memilih mereject panggilan dan mensilent hpnya, ia tidak mau istrinya, mertua dan keluarganya salah paham lagi.


"SIALAN BERANINYA DIA MEREJECT PANGGILAN GUE!!! POKOKNYA JANGAN SAMPAI BRAM LOLOS LAGI, DIA ASET BERJALAN GUE TANPA PERLU GUE SUSAH PAYAH MENJUAL DIRI PADA SUGAR DADDY!!" batin Thalia emosi dan terus menerus memanggil Bram namun tak kunjung di angkat.


__ADS_2