
Setelah bertemu dengan Hartanto kini Felicia menyadari bahwa hubungan yang di awali dengan ketulusan pun bakal berakhir perpisahan jika semesta tidak menghendaki.
Ia lalu melamunkan kejadian beberapa akhir ini yang menerpa keluarga kecilnya, ia sadar bagaimana menyelesaikan permasalahan itu kurang baik, selalu saja orang tuanya yang ada di balik semua itu.
"Mah.. pah.. maafin Feli yang selama ini selalu merepotkan kalian karena permasalahan rumah tangga Feli, tidak seharusnya Feli langsung lari begitu saja ketika ada masalah yang menerpa, sejujurnya ketika itu Feli merasa lelah mengapa masalah tak kunjung usai, kini Feli sadar apapun yang terjadi harus siap menghadapinya dan menyelesaikan hanya dengan Bram, orang tua tidak perlu lagi ikut campur bahkan mengetahui ini.. apa yang di katakan Bram memang benar jika Feli masih saja kabur-kaburan akan berdampak pada memori kedua anakku, mereka pikir permasalahan akan selesai dengan cara keluar dari rumah.
Aku menyesal sudah mencontohkan itu langsung kepada kedua anakku, semoga setelah ini aku lebih bisa legowo menerima apapun masalah yang terjadi ke depannya. Aku harus mempertahankan rumah tangga ku dan aku tidak boleh lemah dengan permasalahan yang datang, aku yang harus jadi pemenangnya," gumam Felicia sambil menyeka air matanya.
Lalu ia beranjak ke kamar Emil dan Eleora, ia melihat kedua anaknya tertidur dengan pulas dan tenang. Felicia baru menyadarinya sekarang jika ada kedua buah hati yang harus ia bahagiakan hidupnya dan gapai cita-citanya. Felicia lalu kembali menangis tak kala ia menyalahkan dirinya sendiri,
"Apa aku pantas menjadi ibu? apa selama ini aku sudah mencontohkan hal yang baik untuk kedua anakku? maafkan mamah ya sayang jika selama ini banyak sekali kekurangan mamah kepada kalian dalam hal mendidik, mengasuh dan mengendalikan emosi.
Mamah banyak melakukan kesalahan pada kalian dan akhirnya kalian kembali lagi pada mamah, memaafkan semua kesalahan mamah dengan tulus tanpa mamah mengucapkan maaf, segitu tulus dan sucinya hati kalian untuk mamah, kalian adalah dua malaikat kecil mamah yang di anugerahi oleh Tuhan untuk mewarnai hidup mamah, maafkan mamah jika masih banyak kekurangan... mamah belum bisa menjadi orang tua yang sempurna, Terima kasih selama ini sudah banyak mengajarkan banyak hal kepada mamah... iya nak kalian yang mengajarkan mamah banyak hal, bagimu mamah adalah guru namun bagi mamah kalian adalah guru yang sebenarnya, guru yang dengan tulus mengajarkan mamah banyak hal," gumam Felicia dengan sepenuh hati sambil menangis terisak.
Bram kebetulan lewat dan terkejut melihat istrinya menangis.
"Sayang apa yang membuatmu menangis?" tanya Bram heran.
"Sstt.. Anak-anak sedang tidur, jangan berisik," ucap Felicia lalu menggandeng Bram ke kamar.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya Bram heran.
"Aku meminta maaf.." ucap Felicia dengan lirih lalu memeluk Bram erat.
"Hei minta maaf untuk apa?" tanya Bram penasaran lalu melepas pelukan Felicia.
"Selama ini aku banyak salah terhadapmu dan juga anak-anak, maafkan aku yang belum bisa menjadi istri sekaligus ibu yang sempurna untuk kalian, banyak kesalahan yang aku buat pada anak-anak kita dan mereka dengan tulusnya memaafkan aku tanpa aku mengucapkan permintaan maaf terlebih dulu, apalagi denganmu.. banyak sekali permasalahan yang timbul diantara kita lantaran aku yang bersikap kurang dewasa, aku hanya ingin di dengarkan dan di mengerti tapi tidak mau berbuat sebaliknya, maafkan aku Bram yang belum sempurna menjadi istrimu, masih banyak kekuranganku," ucap Felicia menangis terisak.
"Sayang.. tatap mataku, apa pernah selama ini aku menuntut mu untuk menjadi seseorang yang sempurna? tidak pernah kan.. cukup kamu menjadi dirimu sendiri tanpa perlu mengubah apapun demi terlihat sempurna, tidak ada manusia yang sempurna sayang.. aku pun masih jauh lebih buruk untuk dikatakan menjadi orang tua dan suami yang baik, aku juga masih banyak kesalahan apalagi terkadang sikapku yang membuatmu menjadi kesal padaku, sungguh aku selama ini sudah berusaha semaksimal mungkin agar bisa menjadi orang tua dan suami yang baik dan menjadi contoh anak-anak, makanya ketika ada masalah tidak pernah sekalipun aku perlihatkan kepada anak-anak, aku selalu menyelesaikannya di kamar atau pun di ruangan yang tidak di dengar oleh anak, untuk apa? agar mereka hanya tau jika kedua orang tuanya selalu harmonis, aku tidak mau mereka memiliki pikiran yang tidak baik terhadap kita apalagi ketika ada masalah jangan sampai anak kita meniru perbuatan mu yang selalu pergi dari rumah, aku takut ketika merasa beranjak dewasa nanti mereka akan meniru orang tuanya, yang aku takutkan mereka memiliki pikiran bahwa masalah yang datang di selesaikan dengan cara kabur dari rumah, itu yang aku takutkan," ucap Bram dengan lembut dan penuh perhatian.
"Iya Bram aku baru menyadarinya tadi dan aku menyesalinya Bram.. semoga saja esok anak kita ketika ada masalah tidak meniru sikapku yang kabur-kaburan," ucap Felicia menyeka air matanya.
"Masalah yang datang di rumah tangga kita silih berganti sudah berhasil kita selesaikan dengan baik, kini aku berharap kehidupan kita selanjutnya bisa jauh lebih bahagia dan nyaman, aku sudah muak dengan permasalahan yang seperti tak ada ujungnya," pinta Bram.
"Iya sayang kita bisa melalui semua dengan tidak mudah, banyak air mata dan emosi di dalamnya. Terima kasih kamu memilih tetap bertahan dan mencintaiku dengan tulus," ucap Bram dengan membelai pipi Felicia.
"Aku juga berterima kasih padamu karena sudah mencintai dan memberikan yang terbaik untuk kami, memprioritaskan kami dan selalu ada untuk kami, maafkan aku jika belum bisa menyeimbangi mu Bram," ucap Felicia sedih.
"Sstt.. aku tidak membutuhkan pasangan yang harus bisa menyeimbangi ku, yang aku butuhkan adalah pasangan yang bisa saling mengisi dan menutupi satu sama lain, pasangan yang menerima baik buruknya kita dan pasangan yang tidak pernah memposisikan dirinya harus lebih baik dari orang lain, aku mencintaimu karena versi mu sendiri sayang, kamu yang apa adanya," puji Bram dengan tulus.
__ADS_1
"A.. aku merasa terharu Bram... terima kasih sudah menerimaku dengan sepenuh hatimu, aku akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik bagi kalian, bantu aku mewujudkan itu Bram," pinta Felicia.
"Tidak perlu meminta bantuan ku karena aku akan lakukan tanpa perlu kau suruh, kamu istriku, ibu dari anak-anakku jadi aku akan berusaha membantumu agar menjadi manusia yang lebih baik, aku akan selalu menjagamu hingga akhir waktu, semoga kita bisa bersama sampai akhir nafas ini dan di pertemukan lagi di alam yang lebih indah bersama kedua anak kita," ucap Bram.
"Aku berharap begitu Bram.." jawab Felicia terharu lalu mereka berpelukan dengan erat.
Felicia menumpahkan semua tangisan di bahu Bram, tempat yang menurutnya ternyaman. Ia berjanji akan memperbaiki semua ini dan menjadi keluarga yang bahagia.
"I love you sayang.." ucap Bram sambil membelai rambut Felicia.
"I love you too Bram.." jawab Felicia memeluk Bram lebih erat.
"Akhirnya permasalahan demi permasalahan sudah kami lalui dengan baik ya meskipun banyak drama di dalamnya yang terpenting ending dari semua ini adalah aku dan Felicia bisa bersatu kembali dan sama-sama ingin memperbaiki rumah tangga menjadi jauh lebih baik, semoga tidak ada lagi yang menggangu kami," batin Bram tersenyum senang.
Bonus Visual Felicia dan Bram
Bram
__ADS_1
Felicia