PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 117-Felicia Bertemu Hartanto


__ADS_3

Setelah Felicia selesai mengantar anaknya ke sekolah, ia menyempatkan waktu ke supermarket untuk membeli kebutuhan rumah tangga yang sudah menipis.


Di Giant Supermarket.


"Bi bawa catatan belanjanya kan?" tanya Felicia memastikan.


"Bawa nyonya.. ini," jawab bi Iin menunjukkan catatan belanjanya.


"Bagus.. kita berpencar ya bi biar nanti cepat selesai, saya di bagian keperluan mandi sedangkan bibi bagian fresh market," jawab Felicia lalu dijawab anggukan oleh bi Iin.


Ketika Felicia sedang memilih sabun cuci kebetulan ia berpapasan dengan Hartanto-papahnya Pandu yang dulu hampir menjadi mertuanya namun gagal.


"Felicia?" sapa Hartanto terkejut.


"Loh.. om Hartanto kan?" tanya Felicia sama terkejutnya.


"Iya saya Hartanto, bagaimana kabarmu?" tanya Hartanto dengan ramah.


"Baik om.. bagaimana kabar om dan juga tante?" tanya Felicia basa-basi.


"Kami juga baik, oh iya kamu kesini sama siapa?" tanya Hartanto penasaran karena Felicia hanya seorang diri.


"Sama bi Iin, kalau om kesini sama siapa?" tanya Felicia balik.


"Om kebetulan juga kesini sendiri, tadi tante titip sabun cuci yasudah mampir dulu kesini," ucap Hartanto mengambil sabun cuci.


"Oh.. yasudah kalau begitu saya tinggal dulu ya om," pamit Felicia namun ditahan Hartanto.


"Tunggu.. bisakah kita berbincang sebentar? ada yang ingin om sampaikan," ucap Hartanto serius.


"Hmm apa itu om?" tanya Felicia penasaran.


"Jangan bicara disini, om bayar ini dulu lalu kita cari kafe sekitar sini aja," jawab Hartanto lalu bergegas membayar.

__ADS_1


"Yasudah kalau gitu saya kabari bi Iin dulu ya om biar nanti tidak di cariin," ucap Felicia lalu menghampiri bi Iin.


"Non.. udah selesai belanjanya?" tanya bi Iin menghampiri majikannya.


"Belum sama sekali bi, kebetulan saya bertemu seseorang dan dia ingin berbincang empat mata denganku, makanya itu saya kesini mau memberitahu ke bibi kalau nanti selesai belanja langsung ke mobil saja bi, kalau nanti saya lama tinggal aja.. dan saya minta tolong, bagian saya yang harusnya belanja saya berikan pada bibi ya soalnya tadi belum sempat ambil barangnya," ucap Felicia terburu-buru.


"Tapi kalau nanti di tinggal non Felicia pulangnya naik apa?" tanya bibi khawatir.


"Tenang aja bi itu urusan gampang, saya tinggal dulu ya," ucap Felicia lalu keluar supermarket.


Akhirnya Hartanto dan Felicia memutuskan untuk ke sebuah kafe brand Amerika yang sangat terkenal.


"Om.. apa yang ingin disampaikan?" tanya Felicia tak sabar.


"Sebenarnya ini menyangkut masa lalu.. pertama-tama om sangat meminta maaf karena sudah membuatmu hampir celaka waktu itu, kehidupan om di dalam penjara sudah banyak mengajarkan om bahwa apapun tidak seharusnya kita paksa ketahui karena semua orang berhak memiliki privasi, om terlalu gegabah waktu itu, maafkan Kecerobohan om," ucap Hartanto menyesal.


"Oh permasalahan itu, sudahlah om buat apa dibahas lagi? semua sudah terlanjur terjadi, yang terpenting sekarang saya baik-baik saja dan anak yang saya kandung juga demikian," ucap Felicia dengan tegar.


"Terima kasih Felicia karena kamu sudah dengan mudahnya memaafkan om, jujur saja setelah keluar dari penjara perasaan om sangat mengganjal karena tidak ada kesempatan waktu meminta maaf padamu, om sangat menyesalinya," ucap Hartanto.


"Kamu sungguh bijak sekali.. semakin lama sikapmu semakin dewasa, om kagum padamu.." puji Hartanto.


"Itu terlalu berlebihan om, saya sudah menerima takdir ini jadi mau nanti akhirnya baik atau buruk, bahagia atau sedih ya saya sudah siap menerimanya," ucap Felicia mantap.


"Kamu pasti bahagia.. pasti itu," jawab Haryanto sangat yakin.


"Aamiin.. kenapa om bisa berbicara seyakin itu?" tanya Felicia penasaran.


"Karena jawabanmu tadi sudah menunjukkan bagaimana kamu sudah matang dan siap menjalani kehidupan rumah tangga, apalagi Bram sepertinya sangat menyayangimu, ia pasti memperlakukanmu seperti ratu," ucap Hartanto dengan tenang.


"Ya memang itu benar om, saya tidak menampik itu.. Bram selalu saja membahagiakan kami dengan caranya, apalagi baginya saya dan anak-anak adalah prioritas utamanya," ucap Felicia terharu.


"Bersyukur sekali kalian bisa saling mengisi satu sama lain, semoga kehidupan rumah tangga kalian selalu diberi kebahagiaan," harapan Hartanto.

__ADS_1


"Aamiin.." jawab Felicia mengamini.


"Oh iya ada satu lagi.." ucap Hartanto membuat Felicia penasaran.


"Apa itu om?" tanya Felicia penasaran.


"Hmm.. itu maslaah salah paham antara kamu, Bram dan anak saya, Pandu.. beberapa waktu yang lalu Pandu sudah menceritakan semuanya padaku, ia menyesal sudah menuduh bahkan menghinamu sampai segitunya, ia sempat meragukan pernyataan kalian yang mengatakan bahwa kalian dijebak oleh Nita, Pandu sempat tidak mempercayai karena Nita sudah susah payah membelikan obat pereda mabuk untukmu juga teman-teman.. namun sayang, beberapa tahun kemudian semuanya baru terungkap dan apa yang kalian katakan itu benar, Pandu sungguh menyesalinya dan sangat benci dengan Nita.. anak saya sudah berulang kali memohon pada Bram untuk bertemu denganmu namun sayang.. suamimu terlalu kekeh tidak mengizinkan, jadi momen pernikahan anak saya kemarin yang menjadi waktu yang pas untuk Pandu menyampaikan maaf, setidaknya kini Pandu sudah lega karena hatinya sudah tidak terganjal apapun lagi.. kini Pandu mengawali rumah tangganya dengan tenang," ucap Hartanto menatap Felicia lekat.


"Iya om tidak apa-apa, jika saya jadi Pandu juga akan berlaku demikian apalagi di bohongi sebegitu besarnya itu pasti sangat menyakitkan om.. makanya itu dulu saya terlalu pengecut untuk mengatakan semuanya," ucap Felicia berurai air mata.


"Memang kejadian itu tidak mudah untukmu apalagi jika mengetahui bahwa semua itu jebakan, om yang mendengar penjelasan Pandu sempat emosi dengan Nita namun setelah Pandu menjelaskan bahwa Nita sekarang di penjara setidaknya om merasa sedikit lega ya meskipun hukuman pidana tidak bisa mengganti waktumu yang hilang di masa muda," ucap Hartanto ikut sedih.


"Iya om setelah saya bertemu langsung dengan Nita hatiku semakin bertambah sakit, hanya demi sebuah obsesi ingin memiliki Pandu sampai membuatnya gelap mata melakukan hal itu padaku," ucap Felicia tak kuasa membendung rasa sedihnya.


Ketika mereka sedang asyik mengobrol tanpa di sadari bi Iin mengamati dari jauh dan merasa penasaran siapa laki-laki itu dan kenapa sampai membuat majikannya menangis, lalu ia menelfon Bram karena ia tidak mau ada kejadian yang tidak di inginkan.


Drrrt.. Drrt.. dering hp Bram.


"Halo ada apa bi?" tanya Bram to the point.


"Tuan bisakah anda datang ke Giant Supermarket tepatnya di Kafe StarBak?" tanya bi Iin ragu-ragu.


"Memangnya ada apa bi?" tanya Bram heran.


"Non Felicia sedang berada di kafe tersebut bersama laki-laki tua seumuran tuan besar Wijaya, setelah bibi amati dari jauh obrolan mereka sepertinya cukup serius dan membuat nyonya Felicia menangis, bibi mau ke sana tapi gak berani tuan makanya itu lebih baik bibi telpon tuan supaya bisa segera terselesaikan, bibi takut terjadi apa-apa sama nyonya," ucap bi Iin sedih.


"FELICIA BERTEMU LAKI-LAKI LAIN DI BELAKANGKU DAN TANPA SEIZINKU? TOLONG KIRIMKAN FOTONYA SEGERA DAN SAYA AKAN MENUJU KESANA SEKARANG JUGA," ucap Bram emosi lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Ini tuan fotonya," isi chat bi Iin yang langsung membuat Bram geram.


"HARTANTO APALAGI YANG AKAN KAU PERBUAT DAN KENAPA SAMPAI MEMBUAT ISTRIKU MENANGIS.. SETIAP TETES AIR MATA YANG KELUAR DARI MATANYA HARUS KAU BAYAR DENGAN MAHAL!!!" ucap Bram sangat geram.


bonus Visual Hartanto

__ADS_1



__ADS_2