
Setelah mereka menyelesaikan makan, kini Pandu mengajak Nita untuk pulang karen ia sudah muak melihat kebohongan Nita.
"Udah selesai kan? habis ini kita pulang," ucap Pandu dengan serius.
"Kok pulang? cepet amat," ucap Nita kecewa.
"Gue capek dan ingin segera istirahat, kalau loe gak mau yaudah terserah, gue tetep pulang," ucap Pandu tegas.
"Boleh gak gue main ke apartemenmu?" tanya Nita tak berdosa.
"Ngapain?" tanya Pandu terkejut.
"Ya main... gue gak mau waktu bertemu denganmu hanya sesaat, boleh ya please, lagian hari ini gue sengaja mengosongkan jadwal demi bertemu denganmu," ucap Nita penuh harap.
"Ya itu urusanmu, ngapain sampai kosongin jadwal segala, emang disini loe kerja?" sindir Pandu.
"Ya.. ya pastinya kerja lah, gue bekerja di dunia modeling," ucap Nita salah tingkah.
"Yaudah balik aja ke tempat kerjamu dan bilang kalau izin cutimu di cancel, gue capek jadi gue cabut dulu," ucap Pandu bergegas pergi namun Nita berhasil mengikuti.
Di perjalanan Nita memikirkan cara agar bisa masuk ke apartemen Pandu, dia ingin menghabiskan waktu bersama sang pujaan hati.
Namun naas.. Pandu mengetahui jika Nita membuntutinya, lalu Pandu berfikir agar bisa terhindar dari Nita.
"Hmm.. gue ke apartemen Arnold aja deh, biar dikira dia itu tempat tinggal gue," gumam Pandu lalu melajukan mobilnya.
Setelah tiba di apartemen, Pandu langsung bergegas masuk dan Nita tak berhasil mengikuti.
"Ahh sial!! OB nya ganggu gue buntuti Pandu, duh kemana perginya?" gumam Nita kesal lalu mencari ke segala arah dan matanya tertuju pada sebuah lift, ia langsung menuju lift dan melihat Pandu ada di lantai berapa. Ia tidak mau kehilangan jejak karena ini kesempatan emas untuknya.
Lift menunjukkan ke lantai 25, ia fikir yang berada di dalamnya adalah Pandu, jadi Nita langsung menekan tombol dan menuju lantai 25.
Tanpa ia sadari, apartemen yang ia tuju adalah apartemen Arnold dan temannya itu tinggal di lantai 20, kebetulan Pandu berada satu lift dengan penghuni apartemen yang berada di lantai 25. Ketika Nita sedang mencari keberadaannya, di saat itu lah Pandu keluar dari lift.
Setidaknya nasib baik masih berpihak pada Pandu, ia berhasil lolos dari Nita.
Di apartemen Arnold.
FYI-Arnold adalah teman satu kuliah Pandu yang sama-sama berasal dari Indonesia. Kebetulan mereka bertemu di satu fakultas yang sama dan menjalin pertemanan yang sangat baik.
__ADS_1
"Hai bro.. Ngapain loe kesini gak ngomong gue?" tanya Arnold bingung.
"Panjang ceritanya.. biarin gue masuk dulu," pinta Pandu dengan nafas memburu.
"Yaudah sini masuk.." jawab Arnold.
Sebelum masuk ke apartemen, Pandu memastikan dulu apakah Nita berhasil mengikutinya atau tidak, setelah di pastikan berulang kali kini Pandu bernafas lega karena berhasil lolos.
"Fyuh.. akhirnya," gumam Pandu mengelus dadanya.
"Loe kenapa sih?? ada penguntit?" tanya Arnold heran.
"Ya begitulah makanya gue mampir kesini biar di kiranya ini tempat tinggal gue," ucap Pandu bernafas lega.
"Apa?? jadi loe jadiin gue kambing hitam dong, gak.. gue gak suka ya ikut campur sama masalahmu, jangan libatin gue dong," tolak Arnold.
"Dia cewek dan sungguh seksi apalagi papahnya seorang pengusaha besar di Indonesia," ucap Pandu mempengaruhi.
"Cewek Indonesia?? kok bisa jadi penguntit?" tanya Arnold bingung.
"Jadi dia itu teman satu SMA gue dan kebetulan dia berada disini, berulang kali mengajak gue ketemu namun gue selalu mencari alasan dan yaa baru kali ini gue menyanggupinya, gue fikir setelah bertemu dengannya masalah selesai dan gue bisa hidup normal kembali ehh gak taunya dia diam-diam ikutin gue.. ya jelas gue gak mau dong privasi gue ntar di ganggu dia makanya gue belok kesini," ucap Pandu dengan entengnya.
"Santai aja dia gak tau kok kamarmu dimana, gue berhasil lolos darinya," ucap Pandu sangat yakin.
"Untuk kali ini.. kalau next time?" tanya Arnold.
"Yang penting sekarang aman dulu dan gue bisa bernafas lega, udah ah gue laper nih.. sana masakin gue, disini gue tamu loh," perintah Pandu mengesalkan Arnold.
"Tamu gak ada akhlak," sindir Arnold lalu memasakkan makanan untuk Pandu.
Setelah selesai masak, keduanya makan bersama sambil bercanda riang.. dirasa situasi sudah aman, kini Pandu pulang ke apartemennya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siang harinya Nita mendatangi kampus Pandu untuk mengetahui dimana kamar apartemennya. Kebetulan sekali Nita datang disaat yang tepat, saat dimana Pandu selesai jam kuliah.
"Lucky day.. gue gak boleh kehilangan jejak lagi," gumam Nita tersenyum senang.
Kebetulan sekali hari ini Pandu memang akan bermain di apartemen Arnold.
__ADS_1
Setelah sampai di apartemen mereka langsung bergegas masuk dan tanpa disadari ada Nita di belakang mereka.
"Temen Pandu cakep juga, eh tapi gak boleh.. gak boleh.. tetep Pandu yang utama," batin Nita.
Setelah lift terbuka kini Nita sudah mengetahui ada dimana kamar Pandu, esok hari Nita berencana akan berkunjung kesini tanpa sepengetahuan Pandu.
"Akhirnya gue tau dimana tempat tinggalmu Pandu, see you next time.. gue yakin loe bakal terkejut nantinya," batin Nita lalu keluar dari apartemen dan kembali melanjutkan aktivitasnya.
Seminggu kemudian Nita berencana mendatangi apartemen Pandu dengan membawakan beberapa buah tangan.
"Pasti dia suka, wait baby.. i will coming," gumam Nita tersenyum senang lalu melajukan mobilnya menuju apartemen yang dikiranya itu apartemen Pandu.
Ting tong.. suara bel apartemen Arnold.
"Hai.. who you?" sapa Arnold terkejut.
"Hmm.. I am Nita, who you??" tanya Nita bingung karena yang membukakan pintu adalah orang lain.
"Ohh Nita.. nice to meet you," ucap Arnold ramah.
"Where is Pandu?" tanya Nita.
"Pandu??" tanya Arnold terkejut lalu ia kembali mengingat perkataan Pandu bahwa ada penguntit cewek yang mengejarnya.
"Ohh.. i see, dialah orangnya, benar apa yang dikatakan Pandu, dia memang cantik dan bodynya wuihh, kenapa Pandu malah membiarkan wanita semenarik ini," batin Arnold tersenyum smirk.
"Ini orang kenapa sih? ditanyain dimana Pandu malah senyum-senyum gak jelas, dasar aneh," gumam Nita kesal.
"Ohh sorry.. saya tidak aneh," ucap Arnold tersinggung dan Nita terkejut mengetahui jika lawan bicaranya fasih berbahasa Indonesia.
"Loh kamu bisa bahasa Indonesia? kenapa gak daritadi," tanya Nita kesal.
"Karena anda yang memulai duluan dengan berbahasa inggris, jadi saya menyesuaikan saja," ucap Arnold lembut.
"Berarti kamu dari Indonesia? atau memang bisa berbahasa Indonesia?" tanya Nita memastikan.
"Perkenalkan saya Arnold dan saya sama dengan anda yang berasal dari Indonesia, jadi memang saya bisa berbahasa Indonesia," ucap Arnold tersenyum menawan.
"Ini cowok kalau diliat cakep juga apalagi kalau senyum, sama-sama orang Indonesia lagi.. haduh kenapa jantung gue berdebar kencang gini sih," batin Nita salah tingkah.
__ADS_1
"Halo?? kenapa melamun? mari masuk," ajak Arnold dengan sopan lalu mereka masuk ke apartemen dan mengobrol ringan hingga Nita lupa akan tujuan awalnya yang ingin memberikan kejutan pada Pandu.