PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 15-Perpisahan untuk sementara


__ADS_3

Di Metropolitan Cafe.


"Selamat sore kak mau pesan apa?" sapa waiters lalu menyerahkan buku menu.


"Seperti biasa, beef steak dan milkshake chocolate," ucap Pandu dengan ramah.


"Aku pesen Laksa 1 dan orange juice 1," ucap Felicia setelah itu menyerahkan buku menu pada waiters.


"Baik kak silahkan di tunggu," ucap waiters berlalu pergi.


"Sayang aku boleh ikut ke luar negeri? aku gak bisa bayangin kalau harus LDR," ucap Felicia memohon.


"Maaf sayang tapi aku ingin fokus kuliah dulu.. sebenarnya ini juga sulit untukku tapi memang aku lah yang nantinya meneruskan usaha daddy.. Jadi kalau aku gak belajar dari sekarang mau kapan? daddy sudah tidak muda lagi dan ingin beristirahat menikmati masa tua sama Mommy," jawab Pandu meminta pengertian.


"Tapi LDR itu sulit sayang," rengek Felicia.


"Iya aku tau.. tapi aku yakin kalau kita bisa melaluinya, kita kan pacaran sudah cukup lama dan sudah diketahui orang tua masing-masing jadi aku harap nantinya kamu bisa sabar menunggu kepulanganku, aku gak mungkin sayang kalau tiba-tiba meneruskan usaha daddy tanpa belajar dan tau ilmunya," ucap Pandu dengan lembut dan memegang tangan Felicia.


"Kalau nantinya aku terlalu rindu bolehkah aku menyusul kesana???" tanya Felicia penuh harap.


"Tentu boleh sayang atau gak kamu kabar-kabaran saja sama mommy,kayaknya berapa bulan sekali mereka akan mengunjungiku," ucap Pandu memberi angin segar Felicia.


"Oke sayang.. aku akan berusaha untuk menantimu," ucap Felicia pasrah.


"Terima kasih sayang, jika kamu sudah mengizinkan, aku bisa terbang ke Amerika dan menempuh pendidikan dengan tenang," ucap Pandu lega.


"Aku tidak boleh egois sayang, kamu anak laki-laki satu-satunya dan harus meneruskan usaha daddymu, jadi aku akan selalu mendukungmu jika itu dalam hal kebaikan," ucap Felicia menyeka air mata.


"Jangan menangis ya.. senyum," pinta Pandu dan akhirnya mereka saling tatap dan tertawa bersama.


Keduanya saling menikmati momen yang sebentar lagi akan menjadi sebuah kenangan.


"Aku gak tau apakah nanti sanggup melakukan LDR atau tidak tapi setidaknya aku akan berusaha meskipun ini berat dan mendadak untukku, aku yakin kamu melakukan ini sudah mempertimbangkan dengan matang jadi aku hanya bisa membantumu dengan dukungan juga doa agar semuanya berjalan lancar," batin Felicia sambil menatap kekasih hati yang sedang makan.


"Aku yakin kita bisa melalui ini sayang, kisah mommy dan daddy menginspirasiku supaya lebih dulu mengejar karir agar bisa memberikan kehidupan yang baik pada sang pujaan hati, jika hanya mengandalkan harta orang tua lambat laun nantinya akan habis, maka dari itu aku merelakan hubungan kita jarak jauh agar esoknya kita bisa selalu dekat (menikah dan hidup serumah)" batin Pandu.


Setelah selesai makan keduanya sepakat ke sebuah poto studio untuk mengabadikan momen sebelum LDR.


"Sayang pakaianku biasa banget ntar di foto hasilnya jelek dong," ucap Felicia cemberut.


"Kamu selalu cantik dan mempesona sayang, kenapa gak percaya diri gitu?" puji Pandu sambil membelai rambut.


"Tetep aja gak pd, nanti kalau ada butik kita mampir dulu ya sayang dan aku juga akan mencarikan baju untukmu," ucap Felicia tak mau di bantah.


"Iya nyonya nah itu ada butik," jawab Pandu mengalah dan berhenti di butik terkenal lalu Felicia memilah-milah baju yang akan dipakainya dan baju untuk Pandu.


1 jam berkutat kesana sini tak kunjung ia menemukan baju yang cocok hingga membuat Pandu sebal.

__ADS_1


"Kok lama sekali sayang? baju disini semuanya bagus," ucap Pandu sambil menunjuk salah satu baju.


"Tapi aku gak suka sayang," tolak Felicia.


"Mbak.. sini," panggil Pandu kepada pelayan toko.


"Ada yang bisa saya bantu kak?," tanya pelayan toko ramah.


"Tunjukkan baju keluaran terbaru cewek dan cowok kalau bisa yang couple," ucap Pandu lalu pelayan toko dibantu temannya mengeluarkan stok pakaian terbaru yang langsung membuat Felicia suka.


"Ini bagus sayang aku coba dulu ya, kamu juga coba dong," ucap Felicia mencoba baju di ruang ganti di ikuti Pandu.


"Cocok dan sangat cantik di tubuhku.. selera Pandu oke juga," gumam Felicia puas akan dres yang dikenakan lalu ia keluar dari ruang ganti begitu pun Pandu yang sudah terlebih dahulu menunggu Felicia.


"Kamu terlihat tambah cantik sayang..pas dengan bentuk badanmu," ucap Pandu memuji.


"Iya kah? thanks.. kamu juga cocok banget pakai itu, yaudah ambil ini aja," jawab Felicia antusias lalu membayar di kasir setelah itu keduanya melanjutkan perjalanan ke poto studio.


Setibanya di lokasi Felicia dan Pandu berpose dengan sangat mesra hingga sang fotografer mengira jika mereka adalah model professional.


"Oke nagus sekali, baru beberapa take dan hasilnya sangatlah memuaskan," ucap fotografer senang.


"Boleh lihat hasilnya?" tanya Felicia memastikan hasil foto.


"Silahkan.. sebentar saya salin ke laptop," ucap fotografer menyalin hasil pemotretan di laptop dan akhirnya mereka bisa melihat hasil gambar secara jelas.


"Iya bagus banget," jawab Felicia puas.


"Memang hasilnya sangatlah bagus, kalau boleh tau apakah kalian model profesional salah satu majalah?" tanya fotografer lalu mereka tertawa.


"Haha.. enggak mas, kami baru kali ini foto studio," ucap Pandu tak percaya akan ucapan fotografer.


"Loh? masak sih? tapi serius foto kalian seperti model yang udah professional, saya tidak perlu melakukan banyak perintah dan arahan gaya kalian sudah melakukannya dengan baik," ucap fotografer memuji.


"Anda terlalu berlebihan mas," jawab Felicia tersipu malu lalu akhirnya hasil foto mereka sudah dicetak dan kini mereka memutuskan untuk pulang.


1 Jam berlalu kini mereka sudah tiba di mansion Felicia.


"Thanks for today sayang," ucap Pandu mengecup kening Felicia.


"Iya sayang terima kasih sudah membuat moodku membaik, ini hasil fotonya dibagi dua ya," jawab Felicia senang lalu membagi foto mereka.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya sayang" ucap Pandu sambil membawa beberapa foto.


"Hati-hati sayang," jawab Felicia penuh perhatian dan kini Pandu sudah kembali ke mobil menuju ke mansionnya.


"Foto ini akan menjadi media untuk melepas rasa kangen disana, jadi harus dijaga sebaik mungkin," gumam Pandu sambil menyetir.

__ADS_1


"Foto yang nantinya tempat mencurahkan rasa rinduku padamu ketika kamu sedang disana," batin Felicia sambil melihat foto.


Esok harinya Pandu bersiap untuk berangkat ke Amerika.


Ting.. Notif hp Felicia.


"Morning sayang hari ini aku mau berangkat nih rencananya nanti jam 09.00 WIB, aku harap kamu datang ya dan kita bertemu di bandara, see you sayang," isi chat Pandu dan langsung centang biru.


"Oke sayang ini lagi prepare," balas Felicia dan kembali bersiap-siap.


Di Bandara.


"Semoga kamu tetap menjaga hatimu untukku ya sayang, jangan tergoda cewek manapun dan aku akan menunggumu pulang," ucap Felicia meneteskan air mata.


"Aku akan fokus belajar demi memantaskan diri menjadi suamimu kelak, selalu doakan dan support aku ya, aku sangat sayang sama kamu," ucap Pandu menyeka air mata Felicia.


"Aku akan selalu support dan mendoakan yang terbaik untukmu, jaga selalu komunikasi kita," jawab Felicia lalu memeluk Pandu erat.


"Jangan menangis raih mimpimu dan setelah waktunya tiba kita akan bersama, kita sama-sama berjuang demi masa depan, yang terpenting nantinya adalah setia, cinta dan saling percaya, komunikasi adalah media kita untuk menguatkan rasa, jika ada komunikasi tapi tidak ada komponen 3 itu maka semua sia-sia, ada Mommy dan Daddy yang sudah aku pinta untuk menjagamu, kalau kamu kangen sama aku datanglah ke Masion dan temani mommy, jika nanti mommy dan daddy ingin berkunjung ikutlah bersama mereka," ucap Pandu dengan lembut.


"Iya nanti aku akan sering-sering temenin tante Dina, hati-hati ya sayang.. I love you" ucap Felicia menatap Pandu.


"I love you too my baby," jawab Pandu mencium kening Felicia.


"Mom.. Dad.. titip Felicia ya, dia perempuan yang Pandu sayang, mom.. Dad.. Pandu pergi dulu ya, I love You," ucap Pandu menyeka air mata dan memeluk kedua orang tuanya.


"Hati-hati sayang.. sering-sering kabari mommy," ucap Dina menangis tersedu.


"Hati-hati boy percayalah ini tidak akan lama dan nanti kamu akan merasakan bahagia," ucap Hartanto menenangkan Pandu.


"Pasti dad kisah cinta kalian menjadikan Pandu termotivasi," jawab Pandu.


"Om.. tante.. Pandu permisi dulu, minta doanya semoga semua berjalan lancar," ucap Pandu salim dengan kedua orang tua Felicia.


"Pasti tante akan doakan hati-hati disana Pandu," ucap Vina menyeka air mata.


"Pastikan kamu pulang menjadi orang sukses dan bahagiakan Putriku," ucap Soetantoe tegas.


"Pasti Om," jawab Pandu mantap lalu Pandu berjalan menuju gate keberangkatan dengan langkah yang mantap.


"Aku harus membuktikan kepada papahnya Felicia jika aku memang pantas bersanding dengan anaknya," batin Pandu.


"Aku yakin nantinya kamu jadi orang besar, perkataanku barusan hanyalah pemacu semangatmu disana," batin Soetanto menatap kepergian Pandu.


"Semoga kamu menjadi orang yang lebih sukses dari daddy, maafkan jika daddy kejam terhadapmu larena jika kamu tidak di gembleng sekarang nantinya kamu tidak akan bisa menguasai dunia usaha yang sesungguhnya, ini cara daddy membentuk mentalmu," batin Hartanto menyeka air mata menatap kepergian putra semata wayangnya.


"Baik-baik disana sayang.. kami sangat menyayangimu," teriak Dina dengan berurai air mata.

__ADS_1


__ADS_2