PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 37-Pertemuan Bram dan Pandu


__ADS_3

Sesuai janji di chat, mereka bertemu di sebuah cafe. Bram sudah sampai terlebih dulu lalu mengirim pesan pada Pandu.


"Gue udah dateng di Estetic caffe di ruangan VIP, ntar kalau masuk bilang aja reservasi atas nama Bram Wijaya," isi chatnya.


Ting.. Notifikasi hp Pandu.


Setelah membaca isi chat tersebut ia langsung meluncur ke tempat dengan mengendarai mobil sportnya berkecepatan sedang. Ia sudah tidak sabar mendengar langsung dari mulut temannya ada hubungan apa antara dia dan Felicia.


"Semoga langkahku bertemu dengan Bram memiliki titik terang agar masalah ini segera terselesaikan tanpa campur tangan mommy dan daddy," gumamnya sambil menyetir.


15 Menit kemudian ia tiba di caffe yang dimaksud dan langsung menuju ruang VIP.


"Akhirnya datang juga, apa kabar bro? lulang gak kabar-kabar," sapa Bram dengan ramah lalu salaman khas masa sekolah dulu.


"Kabar baik bro, kabarmu sendiri? iya nih gue sengaja pulang kesini mendadak tapi cuma sebentar kok," jawab Pandu tersenyum kaku dan bersalaman.


"Yaudah duduk, mau pesan apa?" tanya Bram menyerahkan buku menu.


"Sama aja lah sama punyamu," jawab Pandu tak mau pusing.


"Ntar loe gak suka sama menu pilihan gue," ucap Bram memastikan.


"Suka.. selera kita kan sama," sindir Pandu tersenyum tipis.


"Maksudnya?" tanya Bram terkejut.


"Udah pesen dulu makannya kasihan tu waitersnya berdiri terus," ucap Pandu mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya.. kita pesen double sirloin with spagethi terus minumnya air mineral 2 dan juice alpukat 2," ucap Bram menyerahkan buku menu.


"Tambah Calamarie dan jamur goreng tepung masing-masing 1 porsi mbak," sela Pandu.


"Yee tadi bilangnya terserah malah sekarang nambah," ucap Bram heran.


"Biar makin lama ngobrolnya bro, soalnya gue suka nuansa cafenya," alibi Pandu.


"Yaudah mbak tambah tadi ya," ucap Bram pada waiters.


"Baik kalau begitu saya permisi dulu," jawab waiters sopan lalu bergegas pergi.

__ADS_1


"Gimana kuliahmu disana?" tanya Bram basa-basi.


"Ya berjalan dengan lancar, kuliahmu disini?" tanya Pandu.


"Sama.. rencana kuliahku mau di luar negeri cuma belum di bolehin sama papah, jadi yaudah disini aja dulu," jawab Bram sedikit lirih.


"Memang rencana kuliah di luar negerinya dimana?" tanya Pandu penasaran.


"Di Ausie kalau gak Inggris," jawab Bram datar.


"Oh.. Disana kuliahnya juga bagus, tapi kenapa papahmu malah gak ngebolehin kuliah disana? apa karena loe buat ulah disini?" pancing Pandu.


"Buat ulah apaan orang gue setelah ini mau me... uhuk..uhuk" jawab Bram hampir keceplosan lalu pura-pura batuk.


"Mau apa bro?" tanya Pandu penasaran.


"Maaf bro tadi keselek, maksudnya mau meneruskan perusahaan papah yang rencananya bulan depan mau buka anak cabang, gue disuruh handle dimulai dari kecil dulu, ngeselin kan? gak kayak loe bro yang disuruh fokus kuliah dulu," alibi Bram dengan tenang.


"Ohh kirain mau merried haha," jawab Pandu terkekeh.


"Belum kefikiran sebenarnya," ucap Bram lirih.


"Iya Ndu gue akan menikah tepatnya 1 minggu lagi, gue gak bisa bayangin bagaimana perasaanmu ketika liat gue dan Felicia nantinya bersanding di pelaminan, gue gak mau loe mengira kalau gue dan Felicia sama-sama penghianat karena semua ini terjadi atas ulah Nita, andai sampai sekarang posisi dia sudah ditemukan, udah pasti gue kasih pelajaran," batin Bram dengan tatapan sendu.


"Hai kenapa melamun? jadi bener loe mau nikah? sama cewekmu itu? ntar kabar-kabar ya bro, gue usahain datang," ucap Pandu membuyarkan lamunan Bram.


"Eh.. apa? iya ntar gampanglah, tuh makanannya udah datang lebih baik disantap dulu," jawab Bram mengalihkan obrolan.


Makanan yang di pesan sudah datang dan kini mereka makan dalam diam. Tiba-tiba Felicia menelfon Bram, disaat itu Pandu sempat melihat siapa yang menelfon. Dia lagi-lagi dibuat penasaran sama hubungan keduanya.


"Angkat aja siapa tau penting," ucap Pandu ketus.


"Hmm.. Gak usah lah, males," jawab Bram sewot karena Felicia menelfonnya tanpa henti.


"Nelfon kalau sampai berulang kali berarti itu penting, coba angkat," perintah Pandu ketus.


Lalu Bram agak menjauh dari Pandu dan mengangkat telfon.


"Halo? ada apa? loe tau gak sekarang gue lagi sama Pandu, jangan bikin curiga dong," ucap Bram berbisik dengan kesal.

__ADS_1


"Maaf gue lupa, gue pengen makan sirloin steak, bisa gak loe beliin? ini kan untuk anakmu juga" rengek Felicia.


"Tapi gue lagi sama pacarmu, kenapa bisa samaan sih sekarang gue lagi makan itu," bisik Bram kesal.


"Suatu kebetulan tuh, yaudah kamu take away aja terus suruh kirim kesini, buruan ya," pinta Felicia tak sabar.


"Yaya tapi janji jangan nelfon dulu, loe mau dia curiga? al perlu dibongkar sekalian?" ancam Bram.


"Eh jangan dong gue gak mau putus sama Pandu, please," rengek Felicia.


"Makanya jangan ribet," jawab Bram ketus lalu mematikan telfon, ia lalu keluar dari ruangan dan memesankan sirloin steak untuk Felicia.


Pandu yang mendengar percakapan mereka semakin penasaran dan juga kesal. Rahasia besar apa yang di sembunyikan darinya.


Setelah beberapa menit Bram mengurus ngidam Felicia kini ia kembali ke ruangan dengan lebih tenang.


"Maaf ya tadi ada keperluan sebentar," ucap Bram berusaha rileks.


"Tadi kenapa sampai keluar segala?" tanya Pandu penasaran.


"Delivery makanan," jawab Bram singkat lalu kembali makan.


"Ooh.. untuk siapa kok sepertinya penting sekali? gak biasanya loe sampai gini," Tktanya Pandu mengintimidasi.


"Adalah pokoknya," jawab Bram sedikit kesal karena privasinya terganggu.


"Cewekmu?" tanya Pandu.


"Gak tau juga.. udahlah gak penting, lanjut aja makannya," jawab Bram tak mau memperpanjang obrolan.


"Sebenarnya ada yang mau gue tanyain sama loe," ucap Pandu serius.


"Apa?" tanya Bram penasaran.


"Ada hubungan apa antara kamu dan kekasihku,Bram," ucap Pandu penuh penekanan dan tegas.


Deg.. Bram terkejut mendengar ucapan Pandu dan bingung menjawab apa.


Hayo kira-kira apa jawaban Bram dan akankah rahasianya dengan Felicia akan terbongkar? Simak terus setiap episodenya ya..

__ADS_1


Jangan lupa like,komen,vote. Karena dukungan kalian sangat berarti untuk karya ini ke depannya. Semakin banyak kalian meninggalkan jejak maka semakin semangat pula saya merilis setiap episodenya.


__ADS_2