PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 66-Pertemuan Hartanto,Bram dan Felicia


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Bram mendapat telfon dari pihak kepolisian jika dalang aksi teror sudah di ringkus dan sekarang berada di polsek kayu manis. Bram penasaran apa motifnya melakukan hal gila seperti itu, padahal Hartanto dikenal sebagai pengusaha yang berbudi baik dan dermawan.


"Ahh memang tampang itu bisa menipu, kelihatan dari luarnya saja humble eh di dalamnya horor, bisa-bisanya keluarga pacarnya Felicia kayak gitu." Gumam Bram dengan kesal karena moodnya langsung memburuk.


"Bram kita jadi pulang kan?." Tanya Felicia memastikan.


"Kamu duluan aja ya soalnya aku mau menemui bokapnya Pandu." Ucap Bram tak suka.


"Jangan gegabah Bram, katamu biar kepolisian yang mengurus." Cegah Felicia khawatir.


"Memang kepolisian yang mengurus, tadi aku dapat telfon kalau bokapnya Pandu udah di tangkap dan sekarang ada di polsek, jadi aku diminta untuk datang kesana," Ucap Bram menjelaskan.


"Cepat sekali ketangkapnya? Boleh aku ikut?." Pinta Felicia.


"Kamu yakin? siap membicarakan semua rahasia kita?." Tanya Bram memastikan.


"A..aku gak yakin sih tapi aku penasaran kenapa dia setega itu sama aku. Kalau pun ketahuan, aku yakin kok suatu saat juga pasti akan terbongkar. Jadi mau sekarang apa nanti ya sama saja" Ucap Felicia ragu-ragu.


"Aku masih belum yakin kalau kamu udah siap, mending kamu pulang dulu aja biar aku yang handle sendiri," Ucap Bram.


"Gak.. kita kesini bersama jadi pulang pun harus bersama, gak bisa kalau aku pulang sendiri. Apa nanti kata orang tua kita Bram?." Tolak Felicia.


"Bilang aja sejujurnya toh mereka juga harusnya tau seburuk apa image bokapnya Pandu." Ucap Bram dengan entengnya.


"Tapi aku tetep pengen ikut dan aku gak mau dengar bantahan." Jawab Felicia berkacak pinggang.


"Kenapa kata-katanya sama kayak aku? plagiat." Cibir Bram.


"Biarin, makanya tinggal ajak aku apa susahnya sih." Protes Felicia.


"Yaya yaudah ayok, nanti kalau semua ketahuan jangan salahin gue dan terima konsekuensinya." Ucap Bram memperingati dan Felicia mengangguk patuh.


"Siap gak siap memang pada akhirnya nanti akan ketahuan, sekarang aku sudah bisa mulai menerima takdir ini ya meskipun nanti aku membuat Pandu dan keluarganya kecewa." Batin Felicia lalu mereka berangkat bersama menuju polsek.


Di kantor polisi kayu manis.

__ADS_1


"Selamat siang bapak Bram dan juga Ibu Bram silahkan duduk." Sapa petugas kepolisian ramah dan mereka duduk dengan tegang.


"Langsung saja pak bagaimana proses penyidikannya." Ucap Bram tak mau basa-basi.


"Berdasarkan penyidikan kami, saudara Hartanto melakukan ini karena ia sangat marah kepada istri anda lantaran tega membohongi putra semata wayangnya, begitu yang beliau katakan pada kami." Ucap pak polisi menatap kedua suami istri itu dengan tajam dan serius.


"Jadi karena itu Pak? bisakah kami bertemu dengan Pak Hartanto?." Pinta Felicia terkejut.


"Hal remeh seperti ini sampai harus berurusan dengan kepolisian, kalau anaknya kecewa sama kamu ya bilang langsung sama orangnya jangan pakai cara gini dong. Apa dia gak mikir nantinya bisa merusak reputasi perusahaannya," Protes Bram dengan emosi.


"Baik kami akan panggilkan." Jawab pak polisi lalu membawa Hartanto di hadapan keduanya.


"Om.." Sapa Felicia dengan suara bergetar menahan nangis.


"Saya siap dipenjara asalkan kalian jujur ada hubungan apa sebenarnya diantara kalian? Jangan terus menerus membuat putra saya sedih hatinya, ia disana saya suruh fokus kuliah bukan untuk memikirkan kalian. Kamu pacarnya Pandu kenapa dengan teganya menghianati anak saya? Apa salahnya? Dan kamu Bram.. Saya tau dulunya kamu pernah menaruh hati sama Felicia, tapi apa harus gini caramu merebutnya? Murahan sekali caramu." Ucap Hartanto dengan perasaan sangat kecewa dan emosi.


"BRAK.. APA OM BILANG? CARA YANG SAYA LAKUKAN ITU MURAHAN? HAHAHA.. LEBIH MURAHAN MANA ANTARA SAYA DENGAN ANDA? SETIDAKNYA SAYA BISA MENDAPATKANNYA, DAN ANDA? KARENA ULAH ANDA YANG TERLALU GEGABAH MEMBUAT ANDA HARUS MENDEKAM DI SEL, PUTRA ANDA DISANA BERSEDIH HATI ITU BUKAN SEPENUHNYA SALAH KAMI, ITU SEMUA KARENA SIFAT PENGECUT DARI PUTRA ANDA YANG TIDAK BERANI MENANYAKAN." Gertak Bram menggebrak meja dengan emosi yang sudah membuncah.


"Haha.. Kita sama-sama murahan tetapi bedanya kalau saya sudah langsung mendapat karmanya, yaitu senjata makan tuan. Kalau kamu? Kita lihat saja nanti bagaimana karma datang padamu dan juga Felicia.


"Om setidaknya jangan pakai cara begini, semua bisa dibicarakan dengan baik-baik. Felicia tidak pernah menghianati Pandu dan Felicia sangat menyayangi Pandu.. Namun maaf untuk sementara ini karena suatu kondisi yang urgent membuat Felicia dan Bram harus bersama, saya harap kalian mengerti itu." Pinta Felicia sedih.


"Memang seurgent apa sampai kalian harus menjalin hubungan diam-diam seperti ini." Cecar Hartanto penasaran.


"Ada Om pokoknya, saya harap kejadian ini cukup untuk pertama dan terakhir kalinya. Jangan lagi bertindak seperti ini om karena nantinya bisa merusak reputasi perusahaan om." Ucap Felicia menunduk dan menangis.


"Om mau tau ada apa antara aku dan Felicia? Jika sudah mengetahuinya apakah om akan berhenti meneror Felicia?." Tanya Bram membuat penasaran.


"Iya saya pastikan tidak akan meneror Felicia jika kalian jujur." Jawab Hartanto tak sabar.


"Sudah waktunya kita katakan ini Fel, ntah nantinya bagaimana pemikiran mereka ya biar saja." Bisik Bram di telinga Felicia.


"Aku belum siap Bram, sumpah." Bisik Felicia memohon.


"Biar aku yang jelasin, kamu diam saja." Ucap Bram menepuk bahu Felicia.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? kalian mau bilang apa tidak sih." Tanya Hartanto kesal.


"Saya yang akan bilang. Jadi diantara saya dan juga Felicia memang benar ada hubungan khusus dan kami sudah menikah" Ucap Bram dengan tenang.


"APA?? KENAPA BISA BEGITU?." Tanya Hartanto terkejut.


"Ya bisa dong om namanya juga takdir, kami sudah menikah minggu lalu. Jadi kalau om mengira kami berhianat, saya bisa menerima itu dan kemungkinan memang kami berhianat pada Pandu. Sekarang semua sudah jelas kan Om kenapa saya selalu berada di dekat Felicia, jadi saya harap setelah ini stop meneror Felicia apapun itu alasannya atau nantinya saya akan jamin perusahaan yang om bangun dengan susah payah akan lenyap dengan seketika. Om mau membuat hidup keluarga om susah dan menderita?." Ancam Bram serius.


"TAPI KALIAN INI GILA, SUNGGUH SANGAT GILA. BISA YA MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN TETAPI MASIH MEMILIKI IKATAN DENGAN YANG LAMA. KAMU JADI CEWEK YANG BENER DONG FEL, JANGAN EGOIS BEGINI. LEPASIN PANDU SEKARANG JUGA, OM TIDAK SUDI ANAK SEMATA WAYANG OM KALIAN PERMAINKAN." Teriak Hartanto sangat emosi.


"Semua itu ditangan Felicia, jika ia setuju maka hubungan dengan putra anda akan kandas." Ucap Bram enteng dan menatap Felicia.


"Tapi om saya gak bisa kehilangan Pandu, memang ini salah tapi saya mohon om jangan menyuruh saya memutuskan Pandu, saya hanya sayang pada Pandu." Pinta Felicia menelungkupkan tangan.


"Mana bisa saya diam saja melihat anak saya jelas-jelas di permainkan seperti ini." Protes Hartanto tak terima.


"Saya akan menghandle ini om nanti kalau waktunya tepat saya akan bicara dengan sendirinya, jadi untuk sementara pliss jangan bicarakan dulu pada Pandu atau pun tante. Feli mohon." Pinta Felicia mengiba.


"Gak.. gak bisa. Saya akan tetap memberitahu ini." Tolak Hartanto tak mau dibantah.


"Turuti permintaan istri saya atau sekarang perusahaan anda akan saya buat gulung tikar. pilih mana? Anda tinggal menuruti permintaan istri saya dan selesaikan masa hukuman anda setelah itu hiduplah dengan normal." Ancam Bram serius.


"Mana bisa saya tidak mendapatkan keuntungan apapun." Protes Hartanto.


"Salah sendiri berani berurusan dengan keluarga Wijaya. Ingat om.. jika tidak ada papahku, sekarang perusahaan anda menjadi apa? Turuti atau gulung tikar." Ancam Bram.


"Oke aku turuti permintaan Felicia asalkan biarkan keluarga saya hidup seperti biasanya. Jangan lagi membuat mereka hidup susah." Ucap Hartanto pasrah.


"Good.. saya akan jamin itu asalkan anda juga menjamin untuk jaga rahasia." Ucap Bram tersenyum sinis.


"Saya pastikan itu." Jawab Hartanto ketus.


"Yaudah kalau gitu kami permisi dulu, silahkan nikmati hidup didalam penjara. Oh iya satu lagi, besok-besok lihat dulu siapa musuhmu." Ucap Bram tersenyum sinis dan Hartanto hanya diam dengan gemuruh didada sambil mengepalkan kedua tangan.


"Sialan aku terlalu gegabah sampai gak mengetahui jika lawanku adalah Bram.. Keluarga wijaya memang susah untuk di tembus." Batin Hartanto sangat emosi.

__ADS_1


Lalu Felicia dan Bram pulang ke villa. Setidaknya untuk kali ini Felicia merasa tenang dan aman karena posisi papahnya Pandu di penjara, kecil kemungkinan ia akan membongkar rahasianya.


__ADS_2