
Tanpa sadar tahun demi tahun sudah berlalu dan kini kedua anak Felicia juga Bram sudah dewasa.
Emil dan Eleora tumbuh menjadi anak yang cerdas, baik hati, penolong, sayang terhadap orang tua dan rendah hati. Untuk urusan tampang tidak perlu di ragukan lagi, kedua anaknya semakin dewasa semakin terpancar aura kegantengan serta kecantikannya.
Itu semua sebanding dengan fisik kedua orang tuanya yang mendekati sempurna.
Baik Felicia maupun Bram mendidik anaknya supaya tidak sombong, mereka sedari kecil mengajari anak-anaknya untuk berbagi kepada sesama dan mengajarkan anaknya supaya tidak silau akan harta. Bagi Felicia dan juga Bram memiliki harta yang berlimpah adalah sesuatu anugerah yang di inginkan semua orang, tetapi baik Felicia maupun Bram tidak pernah mengajarkan kepada kedua anaknya bahwa harta adalah segalanya. Mereka memang bersyukur memiliki harta yang berlimpah tetapi mereka tidak mau jika anaknya esok hari menjadi pribadi yang rakus.
Setiap akhir bulan mereka selalu mengunjungi panti asuhan dan juga panti jompo untuk menyumbangkan sedikit rezeki.
Felicia mengajarkan kepada anaknya setiap sisa uang saku sekolah dibagi dua, yang satu untuk tabungan dan satu untuk sedekah.
Uang yang mereka sumbangkan adalah uang hasil tabungan sedekah kedua anaknya yang ditambah uang orang tuanya. Felicia percaya jika anak diajarkan berbagi terhadap sesama sedari kecil maka ketika dewasa nanti kedua anaknya akan memiliki hati yang lembut dan penyayang.
*****
Emil kini sudah beranjak dewasa dan sudah diajarkan oleh Bram tentang dunia perusahaan. Emil adalah penerus usahanya ketika Bram sudah tua nanti, tak butuh waktu lama bagi Bram melatih Emil kini anak laki-lakinya sudah mampu menghandle perusahaan dengan sangat baik bahkan perusahaan Bram selalu merangkak naik.
"I'm so proud of you, boy.." puji Bram yang puas akan hasil kinerja anaknya.
"Thanks Papah... semua ini berkat ilmu yang sudah papah bagikan pada Emil, kalau bukan karena Emil memiliki orang tua yang hebat mana mungkin Emil bisa berdiri tegak memimpin perusahaan," ucap Emil merendah.
"No.. semua ini berkat kemampuan dari dirimu yang ingin belajar dan mau belajar, tak pernah sekalipun kamu mengeluh ketika papah tegur jika kamu berbuat kesalahan, dan kamu tidak pernah jumawa ketika berhasil memenangkan suatu tender maupun menaikkan omset perusahaan, itu yang membuat papah sangat bangga padamu nak," puji Bram.
"Terima kasih papah.. Emil hanya mengikuti setiap arahan yang papah berikan dan juga Emil selalu memakai analisa serta insting jika ingin membuat keputusan," ucap Emil.
"Apa kamu tidak mau melanjutkan ke S3?" tanya Bram penasaran.
__ADS_1
"Sudah Emil persiapkan dan kini menunggu pengumuman, doakan pah semoga lolos," ucap Emil dengan mantap.
"Good.. diam-diam kamu sudah mempersiapkan masa depanmu sendiri tanpa perlu papah suruh," puji Bram terharu.
"Masa depan itu kan Emil yang menentukan, mau Emil jadi apa dan nantinya bagaimana, jadi kalau tidak di persiapkan dari sekarang nantinya akan menyesal kemudian, lagi pula harta papah kan banyak sekali jadi Emil di untungkan soal financial," ucap Emil.
"Semua yang papah punya pada akhirnya nanti untukmu dan juga Eleora, jadi papah harap kalian bisa mempergunakannya sebaik mungkin, jangan jadi pribadi yang boros.. ingat Emil, mau sebanyak apapun harta yang dimilki seseorang itu semua titipan Tuhan, bagaimana kita bisa menjaga dan mempergunakannya dengan baik," ucap Bram menasehati.
"Iya pah Emil mengerti itu, Terima kasih sudah menjadi orang tua yang hebat untuk Emil dan juga Eleora," ucap Emil.
"Semua orang tua akan melakukan yang terbaik untuk anaknya, oh iya ngomong-ngomong kamu sudah memiliki seseorang yang kamu taksir belum?" goda Bram.
"Pah.." rengek Emil malu.
"Kamu sudah dewasa dan usiamu pun sudah cukup matang untuk memulai hidup berkeluarga, jika memang ada seseorang yang Emil suka segeralah beritahu papah dan mamah, jangan ditunda lagi nak," goda Bram.
"Wah secepat itukah? oke papah akan segera beritahu mamah," jawab Bram semangat lalu Felicia menyambut niat baik Emil.
Malam hari sesuai janji Emil, kini dia datang bersama perempuan cantik dan elegan.
"Malam mah.. pah.. ini pacar Emil namanya Valerie Syaqilla Pamungkas," sapa Emil dengan senyum menawannya.
"Malam tante dan juga om, senang sekali bisa bertemu dengan kalian.. perkenalkan saya Valerie Syaqilla Pamungkas," sapa Valerie dengan lembut dan senyum menawan.
"Selamat malam.. cantik sekali pilihanmu, Mil," puji Felicia senang.
"Selamat malam.. kami juga senang bisa berjumpa denganmu, perkenalkan kami orang tua Emil dan itu adiknya namanya Eleora, silahkan duduk," ucap Bram lembut lalu mereka duduk di meja makan.
__ADS_1
Lalu mereka berbincang dengan cukup hangat, tak perlu membutuhkan waktu lama kini Valerie sudah mengambil hati dan akrab dengan keluarga Emil.
Valerie adalah anak tunggal dari pengusaha properti terkenal di kotanya, awal pertemuan mereka ketika menghadiri acara kampus ketika masing-masing sedang kuliah S2, kebetulan Valerie menjadi moderator salah satu seminar dan akhirnya hubungan mereka berlanjut ke jenjang yang lebih dalam. Baik Valerie maupun Emil kini sudah mengetahui kedua orang tua masing-masing.
Setelah pertemuan tersebut, baik Emil maupun Valerie tidak menunda lagi untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Kedua keluarga sudah saling bertemu dan sepakat 3 bulan lagi mereka menikah.
****
Hal yang sangat membuat orang tua sedih adalah melepas anaknya untuk membina rumah tangga bersama pasangannya.
Seperti yang dirasakan oleh Felicia sekarang, ja sedih harus melepas anak pertamanya untuk membina mahligai rumah tangga. namun di satu sisi Felicia senang akhirnya anak laki-lakinya menemukan tambatan hati.
"Mungkin ini yang dirasakan oleh papah dan mamah ketika aku menikah dengan Bram, sekarang aku pun merasakannya, memang berat namun ini sudah waktunya, waktu memang cepat berlalu semoga Emil dan Valerie bahagia selalu," gumam Felicia meneteskan air mata ketika menyaksikan ijab qabul Emil.
"Saya Terima nikah dan kawinnya Valerie Syaqilla Pamungkas dengan mas kawin uang tunai 10 miliar, emas batangan 100 gram dan 1 unit mansion dibayar tunai," ucap Emil sekali nafas dan saksi yang mendengar bisa bernafas lega dan mengucap syukur.
"Selamat ya boy kini kamu sudah sah menjadi suami, bimbing istrimu selalu di jalan yang benar, selalu bahagiakan dia, jangan pernah kasar padanya.. semoga rumah tangga kalian di penuhi keberkahan dan hidup selalu bahagia," ucap Bram dengan tulus sambil menahan air mata.
"Terima kasih pah.. akan Emil ingat selalu nasehat papah, semoga kisah rumah tangga Emil setelah ini bisa seperti papah dan mamah yang selalu bahagia dan harmonis," ucap Emil penuh bangga.
"Aamiin.. papah berdoa yang terbaik untuk kalian," ucap Bram mengaminkan lalu mereka bersiap-siap untuk acara resepsi.
Resepsi diadakan secara mewah dan megah hingga mengundang artis ibukota papan atas seperti Raisa dan Tulus. Acara berlangsung lancar dan penuh kebahagiaan.
Bonus Visual Emil
__ADS_1