PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 107-Pandu Bertemu Nita


__ADS_3

Setelah mendapat penolakan dari Bram kini Pandu harus menepati janjinya bertemu dengan Nita. Padahal ia ingin sekali pertemuan kali ini bisa menyelesaikan masalah diantara mereka,Pandu masih belum yakin jika dalang kehancuran masa depan Felicia ialah Nita.


#Di Summer Caffe#


"Hai Pandu.. you look so handsome," puji Nita mengerlipkan matanya.


"Hai Nit.. udah lama nunggu?" Tanya Pandu basa-basi.


"Iya sih soalnya exicted banget akhirnya kita bisa meet up, but its okay.. semua terbayar dengan kehadiranmu," ucap Nita.


"Biasa aja kalik.." jawab Pandu malas.


"No.. its very special, kita kan teman satu sekolahan dan terakhir ketemu ketika perayaan kelulusan, jadi ya aku excited bisa berjumpa lagi dengamu," ucap Nita antusias.


"Perayaan kelulusan?" gumam Pandu yang langsung teringat kejadian itu, ia merasa kesal karena berkat kejadian itu Felicia dan Bram menikah.


"Hai Pandu? are you okay?" tanya Nita bingung.


"Im okay.. loe udah pesen?" tanya Pandu mengalihkan obrolan.


"Belum, yaudah kita pesan makanan dulu biar lebih santai," ucap Nita lalu memanggil waiters.


Sembari menunggu pesanan mereka datang, Nita terus menerus curi pandang dengan Pandu. Ia sudah sangat rindu dengan Pandu dan hari ini mereka bisa menikmati momen berdua seperti ini tanpa ada yang menganggu.


"Btw.. loe sampai kapan disini?" tanya Pandu penasaran.


"Maybe i will life in here," ucap Nita membuat Pandu terkejut.


"Why?" tanya Pandu terkejut.


"Ya.. aku merasa tinggal di Indo gak ada kemajuan apapun di kehidupan gue makanya gue terbang kesini untuk menemukan pengalaman hidup dan yaa keberuntungan berpihak padaku, sekarang gue fokus berkarier di modeling sama terkadang ada waktu luang ya ikut casting juga," ucap Nita berbohong.


"Just that? di Indo banyak agensi yang besar dan berkompeten, ngapain loe sampai kesini segala? ada yang lagi loe hindari ya?" sindir Pandu membelalak mata Nita.


"Apaan sih.. menghindari siapa coba?" elak Nita gugup.


"Kenapa gugup gitu?" tanya Pandu curiga.


"Siapa juga yang gugup, asal aja kalau ngomong," protes Nita.


"Gesture tidak bisa di bohongi.. apa yang sedang loe hindari hingga nekat tinggal disini?" tanya Pandu.


"Gak.. enggak ada Pandu, kenapa loe mengintimidasi gue sih," protes Nita.


"Gue tanya santai loh, loe aja kalik yang kebingungan sendiri," sindir Pandu.


"Loe kok jadi ngeselin gini sih," ucap Nita tak suka.


"Kenapa? gak suka? yaudah gue cabut setidaknya gue menepati janji," gertak Pandu lalu tangannya di genggam oleh Nita.


"Eh.. Jangan dong, kita baru aja ketemu dan duduk masak iya langsung pergi gitu aja, setidaknya nostalgia sedikit kek," cegah Nita mengenggam erat tangan Pandu.


"Lepasin.." gertak Pandu serius lalu Nita dengan terpaksa melepas genggamannya.


"Sorry.." jawab Nita lirih.

__ADS_1


"Jelasin ke gue sejujurnya, apa yang membuatmu melarikan diri kesini?" tanya Pandu serius.


"Eng.. enggak ada," jawab Nita gugup.


"Jangan bohong Nita," gertak Pandu.


"Se.. serius gak ada.. aku disini berkarier," elak Nita ketakutan.


"Kenapa keringat bercucuran? loe gak nyaman?" sindir Pandu tersenyum kecut.


"Gue merasa seperti narapidana makanya gue gugup, loe ngasih pertanyaan serius banget," ucap Nita beralasan.


"Haha.. pintar sekali kamu mengelak," sindir Pandu terkekeh.


"Udah ah gak penting juga kan bagimu kenapa gue tinggal disini, lagian gue kesini juga gak ngrepotin loe.." ucap Nita mengalihkan obrolan.


"Haruslah.. sekali saja merepotkan maka akan gue persulit hidupmu," gertak Pandu.


"Kenapa sifatmu berbeda gini, Ndu?" tanya Nita heran.


"Tidak ada yang berubah dariku, jangan langsung menyimpulkan," protes Pandu.


"Serius.. loe sekarang tambah dingin, biasanya agak humble," ucap Nita jujur.


"Ya hidup kan terus berputar, masak gue harus seperti dulu terus," cibir Pandu.


"Hmm.. iya sih, oh iya bagaimana hubunganmu dengan Felicia?" tanya Nita mengalihkan obrolan.


"Felicia?? loe nanyain gimana hubungan gue dengannya?" tanya Pandu kesal.


"I..iya, ada yang salah?? atau kalian lagi berantem?" tanya Nita kebingungan.


"Ha?? SERIUS KALIAN PUTUS?" tanya Nita sangat kaget.


"Iya.. kenapa sih kenceng-kenceng gitu? malu-maluin aja," ucap Pandu kesal.


"Sorry habisnya gue beneran kaget mendengar ini, apa yang membuatmu memutuskan putus dengannya? bukannya kalian ini pasangan bucin parah," sindir Nita.


"Gue menyesali itu," jawab Pandu lirih.


"Apa?? menyesal?? kalian ada masalah apa sih kenapa loe sampai segitunya?" tanya Nita penasaran karena baginya ini kesempatan emas untuk mendekati Pandu.


"Panjang ceritanya dan gue gak mau membahasnya," tolak Pandu malas.


"Oke.. oke.. setidaknya kasih gue clue ssedikit biar gak penasaran," desak Nita.


"Clue?? loe fikir quiz," cibir Pandu kesal.


"Please.. loe mau gue tiap hari dihantui rasa penasaran?" desak Nita.


"Ya itu urusanmu," jawab Pandu cuek.


"Pandu please tell me, kalau loe gak kasih tau gue bakal teriak minta tolong," gertak Nita.


"Gak usah bikin onar," gertak Pandu penuh penekanan.

__ADS_1


"Makanya kasih tau," desak Nita.


"Ya mau dijelaskan darimana pun juga bingung karena saking banyaknya, ya intinya Felicia mengkhianatiku ketika gue lagi kuliah disini dan sekarang Felicia sudah berbahagia dengan keluarga kecilnya," ucap Pandu malas membahas.


"Loh.. loh..,banyak sekali kabar mengejutkannya, aduh gue ketinggalan info nih," ucap Nita menyesal.


"Makanya itu update berita yang lagi hot, biasanya loe kan begitu," sindir Pandu.


"Kalau boleh tau siapa suami Felicia?" tanya Nita penasaran.


"Hmm adalah, dia teman sekelas kita dulu," ucap Pandu malas.


"Siapa Ndu?? gue tambah penasaran nih," rengek Nita.


"Suami Felicia ialah Bram," jawab Pandu cepat dan langsung terdiam.


"Ha? Bram??" tanya Nita kaget.


"Ya.." jawab Pandu singkat.


"Hmm apa jangan-jangan dia menikahi Felicia karena hamil? berarti jebakan gue waktu itu berhasil dong? ah senangnya," batin Nita tersenyum puas.


Pandu yang melihat Nita tersenyum sangat gembira merasa curiga dan kembali teringat perkataan Felicia dan Bram waktu itu, tapi apa iya Nita setega itu menjebak pacar kekasihnya apalagi posisinya di apartemen miliknya.


"Jujur gue kaget banget mendengar ini, gak kusangka Felicia akan menikah secepat ini, kenapa tidak sebar undangan?" tanya Nita penasaran.


"Mereka melangsungkan pernikahan secara tertutup, jadi hanya keluarga terdekat yang tau," ucap Pandu.


"Sekelas orang tua mereka apa iya melangsungkan pernikahan sederhana seperti itu?" tanya Nita heran.


"Yaa mungkin ada sesuatu hal yang ingin disembunyikan dari banyak orang," ucap Pandu mengangkat kedua bahu.


"Apakah itu?" tanya Nita penasaran.


"Tanyakan langsung dengan orangnya, gue gak mau lagi berurusan dengan mereka.." ucap Pandu kesal.


"Maaf habisnya gue gak tau berita apapun jadinya ya jiwa kepo di diriku meronta-ronta, gue akuin selepas kelulusan sekolah waktu itu gue langsung ganti nomor dan terbang kesini, jadinya ya berita semenarik ini gue gak mengetahuinya," ucap Nita menyesal karena ia tidak tau kabar bahagia ini.


"Ngapain loe sampai ganti nomor segala? siapa seseorang yang sedang loe hindari?" sindir Pandu.


"Udah gue bilangin kan kalau gak ada, ngeselin deh.." protes Nita kesal.


"Hmm okay, btw apa loe gak mau ketemu sama Bram?" tanya Pandu memancing.


"Bram?? nga..ngapain ketemu dia, ogah.." tolak Nita gugup.


"Gesture yang loe tampilkan sangat mencurigakan, jika memang apa yang di ucapkan oleh Felicia dan Bram benar, maka jangan harap setelah ini hidupmu tenang Nit.. mau bagaimana pun posisi mereka menghabiskan malam bersama itu ketika menjadi kekasihku," batin Pandu menatap Nita tajam.


"Haduh ngapain dia ngeliatin gue segitunya, apa dia curiga sama gue? haduh.. gak.. gue gak mau Pandu jauh dari gue, mulai sekarang gue akan menempel dan mepet terus dengannya," batin Nita sangat yakin.


"Ngapain loe diem aja? ada yang mau disampaikan?" tanya Pandu ketus.


"Yang mau disampaikan?? ya aku senang bertemu lagi denganmu kalau bisa setelah ini kita bisa semakin dekat," pinta Nita dengan penuh percaya diri.


"Bukan ingin menyampaikan sesuatu? siapa tau ada yang loe ketahui ketika di apartemen gue," ucap Pandu memancing.

__ADS_1


"Di apartemen? gak.. gak ada apapun, udah ah ngapain sih malas yang sudah basi," protes Nita tak suka lalu mereka makan dalam diam.


"Setidaknya setelah ini gue akan mengikuti semua alurnya agar gue dapat petunjuk yang di katakan Felicia dan Bram itu benar atau tidak, gak papa deh mengorbankan sedikit tubuh dan waktu demi mengorek sebuah kebenaran," batin Pandu sambil fokus makan.


__ADS_2