PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
episode 31-Dina datang ke mansion Felicia


__ADS_3

"Sudah perfecto, sekarang cus berangkat," gumam Dina sambil memperlihatkan penampilannya dari pantulan cermin dan bergegas pergi.


"Pak tolong anter ke rumahnya Felicia, pacar anak saya, gak lupa kan sama rumahnya?" perintah Dina pada pak sopir.


"Tidak nyonya.. mari saya antar," jawab Eko- sopir pribadinya- dengan sopan.


30 menit berlalu kini Dina sudah tiba di mansion Felicia.


"Silahkan turun nyonya," ucap Eko membukakan pintu mobil.


"Terima kasih pak," jawab Dina lalu keluar dari mobil dan berjalan ke mansion.


Ting tong.. bel mansion Felicia.


Ceklek.. pintu terbuka.


"Selamat siang nyonya mau cari siapa?" sapa bibi dengan ramah.


"Cari Felicia, apakah ada dirumah?" tanya Dina memastikan.


"Ada nyonya.. silahkan masuk," ucap Bibi membukakan pintu lebih lebar.


"Terima kasih," jawab Dina tersenyum lalu duduk di sofa ruang tamu.


"Sama-sama nyonya, saya panggilkan dulu," ucap Bibi berlalu pergi.


Beberapa menit kemudian Felicia datang menemui mamah Dina.


"Tan.. tante Dina?" sapa Felicia kaget.


"Hai sayang, tante kangen sekali sama kamu," jawab Dina memeluk Felicia erat.


"I.. iya tante.. Felicia juga kangen," Ucap Felicia gugup.


"Kenapa muka kamu pucat begini, are you okay?" tanya Dina cemas.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja tante, ini efek,kecapekan aja," alibi Felicia.


"Memang kamu ngapain aja kok sampai pucat pasi begini? aduh kamu buat tante khawatir," ucap Dina sambil memegang dahi Felicia.


"Kegiatan kampus sama belajar bisnis di perusahaan Papah, jadinya tenagaku terfosir penuh alhasil kecapekan deh, tapi ini sudah mendingan kok tante," jawab Felicia tersenyum manis.


"Syukurlah kalau sudah mendingan, tante jadi gak enak kesini gak bawa buah tangan, tante fikir kamu sehat-sehat aja makanya mau tante ajak shopping, biasa besok tante ada arisan," ucap Dina tersenyum malu.


"Yaudah yuk berangkat tante, nanti Felicia pilihin baju yang kece badai," ucap Felicia semangat.


"Tapi kondisimu pucat gitu sayang.. tante takut kamu nanti kenapa-napa," ucap Dina cemas.


"Gak papa tante, percaya deh, lagian Felicia suntuk dirumah," jawab Felicia meyakinkan.


"Yaudah yuk kamu prepare dulu sana," jawab Dina akhirnya pasrah.


"Ok tante," jawab Felicia semangat lalu pergi ke kamar.


Disaat Dina sedang memainkan ponsel sembari menunggu Felicia, tak sengaja Soetanoe dan Vina masuk ke rumah karena habis pergi mengurus pernikahan Felicia. Mereka terkejut dengan kedatangan Mamahnya Pandu.


"Iya mah kita bersikap biasa saja, kedatangannya kesini mungkin mau jenguk putri kita," bisik Soetanoe lalu mereka berjalan menghampiri Dina.


"Jeng.. apa kabar? kesini kok gak kabar-kabar dulu? aduh jadi gak enak nih karena gak nyiapin apa-apa," sapa Vina sembari cipika-cipiki.


"Ah gak usah gitu jeng, memang ini mendadak kok, ngomong-ngomong kalian habis darimana?" tanya Dina penasaran.


"Ini loh habis ke butik, kita mau buat baju couple dan juga gaun.." ucap Vina hampir saja keceplosan dan langsung di jawab oleh Soetanoe.


"Buat baju couple dan juga jahit gaun bridesmaidnya Felicia, saudaranya mau nikahan, benar kan mah?" ucap Soetanoe.


"Iya Pah, tadi mau jelasin gitu udah di jawab duluan sama papah," jawab Vina salah tingkah lalu mencubit pelan lengan suaminya.


"Sakit mah.. malu dilihatin bu Dina," ucap Soetanoe sedikit canggung.


"Gak usah malu begitu pak Tanoe, kalian ini memang dari dulu selalu serasi dan kompak, terkadang saya jadi iri lihatnya, andai suamiku punya lebih banyak waktu untuk keluarga.. sekarang saya kesepian jeng, suami kerja terus sedangkan Pandu kuliah di luar negeri, rasanya sudah seperti hidup di masa senja.. nakanya itu saya kesini mau ngajak Felicia jalan-jalan ke mall, boleh kan?" tanya Dina.

__ADS_1


"Ahh.. jeng ini berlebihan terhadap kami, terkadang papahnya Felicia itu usil jadi sering bikin darah tinggi, jalan-jalan ke Mall? jangan terlalu capek ya jeng soalnya Felicia barusan sembuh," ucap Vina lagi-lagi keceplosan.


"Loh memang ada apa dengan Felicia? pantas saja mukanya pucat gitu, tadi saya tanyain katanya karena kecapekan kuliah sama belajar bisnis di kantor Pak Tanoe, yang benar mana sih?" ucap Dina kebingungan.


"Maaf jeng kalau kita nyembunyiin sesuatu, sebenarnya Felicia baru saja sadar dari koma karena kecelakaan 3 bulan yang lalu, baru 2 hari ini dia pulang dari rumah sakit," ucap Vina sedih.


"Astaga kenapa tidak mengabari saya? Felicia sudah saya anggap anakku sendiri, jadi saya mohon jangan ada yang di tutupi," ucap Dina terkejut.


"Maafkan kami karena kondisi itu kacau sekali, kami kecelakaan dan harus operasi, setelah pasca pemulihan kami mengurus Felicia yang koma, jadi tidak sempat memberitahu apapun, berita kami masuk rumah sakit pun tidak ada yang mengetahui, hanya keluarga pak Wijaya yang kebetulan berada di rumah sakit itu juga, berkatnya kami bisa selamat dan sehat seperti ini," ucap Vina menyeka air mata.


"Lain kali kalau butuh sesuatu segera hubungi saya atau suami saya ya jeng, jangan sungkan karena kami sebentar lagi pun akan jadi besan," jawab Dina sambil mengelus bahu Vina.


"Iya jeng terima kasih banyak," jawab Vina tersenyum kaku.


"Saya yang seharusnya meminta maaf karena tidak ada disaat kondisi keluarga kalian butuh pertolongan, saya sangat menyesal," ucap Dina menyesal.


"Sudah.. yang penting kami semua kembali sehat seperti semula, kejadian kemarin cukup menjadi pembelajaran hidup kalau mengendarai harus hati-hati lagi," ucap Soetanoe menengahi.


"Iya pak Tanoe," jawab Dina setuju.


Lalu Felicia turun dari tangga dan melihat kedua orang tuanya serta tante Dina berbincang. Hati Felicia cemas karena takut jika orang tuanya mengatakan yang sebenarnya, ia belum siap kehilangan Pandu.


"Mah.. pah udah pulang?" sapa Felicia menuruni anak tangga.


"Sudah sayang, kamu nanti perginya hati-hati ya jangan terlalu kecapekan, kamu kan masih pasca pemulihan," ucap Vina penuh perhatian.


"Iya mah makasih.. kalau gitu Feli pergi dulu mah pah," pamit Felicia mencium tangan kedua orang tuanya.


"Saya ajak Felicia dulu ya jeng nanti kalau capek saya suruh istirahat, tenang saja Felicia aman bersamaku," ucap Dina meyakinkan Vina.


"Saya percaya denganmu Jeng," jawab Vina tersenyum manis.


"Kalau gitu kamu pergi dulu ya pak Tanoe dan bu Vina," ucap Dina dan dijawab anggukan oleh keduanya.


Di Mall Central Indonesia keduanya kalap berbelanja baju,tas dan juga sepatu hingga Felicia hampir saja pingsan karena terlalu lelah.

__ADS_1


"Sayang udah yuk belanjanya nanti kamu kecapekan, mukamu masih pucat gitu tante takutnya nanti kenapa-napa," ucap Dina lalu mereka berjalan menuju restoran. Disaat hampir sampai, tiba-tiba Felicia sempoyongan hingga membuat Dina panik, ia lalu meminta bantuan waiters restoran tersebut untuk membantunya membawa belanjaan mereka dan Dina menuntun Felicia.


__ADS_2