PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 80-Jatuh Ke Lubang Yang Sama (lagi)


__ADS_3

Pagi harinya Bram merutuki dirinya yang sangat bodoh hingga dengan mudahnya tergoda rayuan Thalia.


"Aww.. kepala gue kenapa masih pusing sih,, haduh... hahhh gue bodoh banget bisa-bisanya tergoda Thalia, dulu waktu pacaran aja gue gak mau sentuh dia, kenapa sekarang gue malah menyentuhnya?? status gue ini suami orang.. lalu apa bedanya gue dengan Felicia? ahhhh bodoh.. bodoh.. bodoh.." umpat Bram kesal dan mengacak-acak rambutnya secara kasar.


Drrtt.. drrt.. dering hp Bram.


"Papah? ahh mau alibi apa ini?" gumam Bram kebingungan lalu mengangkat telfon papahnya.


"Bram.. kemana saja kamu?" tanya Wijaya to the point.


"Pah.. habis ini Bram pulang kok, tunggu aja pah," jawab Bram gugup.


"Papah tanya, kamu dimana Bram?" tanya Wijaya dengan serius.


"Bram.. Bram di apartemen pah," ucap Bram ketakutan.


"Ohh.. bagus ya, apa bedanya kamu dengan istrimu? kalian sama saja, sama-sama lalai mengurus anak," sindir Wijaya.


"Ehh.. Bram gak lalai, ini mau pulang, memang Bram salah karena gak pulang rumah tetapi kan hanya semalam saja, jangan samakan Bram dengan Felicia dong pah," protes Bram tak suka.


"Intinya ya sama saja, udah sekarang pulang atau perlu papah jemput kesana?" tanya Wijaya serius.


"Ja... jangan pah, ya habis ini pulang, tolong urus Emil sebentar ya pah," pinta Bram dan tak dijawab oleh Wijaya, papahnya lebih memilih menutup telfon.


Lalu Bram membangunkan Thalia yang hanya berbalut selimut, ia harus segera pulang sebelum papahnya nekat kesini.


"Thalia.. bangun," ucap Bram menepuk pelan pipi Thalia.


"I..iya Bram?? hmm maaf ya aku ketiduran soalnya akhir-akhir ini tidurku gak nyenyak, selalu di hantui oleh Dino, tapi gak tau kenapa tidur di sebelahmu rasanya nyaman sekali dan tanpa sadar tidurku nyenyak," ucap Thalia senang.


"Lupakan kejadian semalam dan anggap tidak pernah terjadi, gue harap kejadian ini tidak berlanjut ke lebih serius, pakai bajumu dan cuci muka karena gue harus segera balik," ucap Bram ketus.


"Bram.. bisa-bisanya ya loe bilang seperti itu? gue seperti wanita bayaran bagimu," ucap Thalia terkejut akan ucapan Bram dan meneteskan air mata.


"Jangan basa-basi, gue gak mau papah sampai datang kesini dan mengetahui ini semua, loe tau sendiri bagaimana bencinya papah padamu, jadi segera prepare dan nih.. (menyerahkan hp mahalnya) ketik berapapun nominal yang loe mau," ucap Bram menyerahkan hp berlogo buah itu dengan cuma-cuma.


"Ma..maksudnya kejadian semalam loe bayar? Bram ini penghianaan untukku," ucap Thalia tak terima.


"Gak usah munafik, loe butuh duit untuk gaya hidupmu kan? ketik aja berapa yang loe mau, jadi loe gak perlu susah-susah maling, ini gue nyerahin cuma-cuma loh," ucap Bram menatap Thalia tajam.


"Tapi gue gak mau jadi wanita bayaran, gue lakuin ini karena memang masih sayang sama kamu Bram.. hiks.. hiks.." rengek Thalia menangis terisak.

__ADS_1


"Jadi free? baiklah, lumayan," Jawab Bram lalu meletakkan hpnya di meja. Lalu Bram ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan memakai baju.


"Sialan.. mana ada di dunia ini yang gratis? gue kan cuma sok menolak ehh malah dia beneran, hahh... gue gak mau rugi untuk kedua kalinya, ahaa gue ada ide," gumam Thalia tersenyum senang, ia dengan setia menunggu Bram selesai mandi. Setelah itu ia akan merencanakan aksinya,


Ceklek... suara pintu terbuka dan Bram keluar sudah rapi dan wangi.


"Huhuhu... jangan, tolong jangan siksa gue lagi Dion, loe mau apa? gue mana ada duit segitu? jangan hajar gue lagi huhuhu..." akting Thalia berhasil mengusik fokus Bram yang sedang bersiap.


"Kenapa?" Tanya Bram mendekati Thalia.


"Huhuhu.. tolong Bram, lagi-lagi Dion meneror gue.. dia meminta uang 1 miliar, darimana gue dapet uang segitu? dia lama-lama membuat gue gila, huhuhu.." ucap Thalia dengan akting menangis.


"Hahaha.. cowok kere seperti dia masih aja loe urusi, kalau gak mau diganggu mah blokir aja nomornya lalu lapor polisi, gitu kok repot," ucap Bram terkekeh.


"Tapi.. tapi dia mengancam gue Bram, gue ta..takut," rengek Thalia.


"Makanya cari cowok yang bener, di ragu sedikit langsung kepincut," sindir Bram.


"Ma..maaf.. waktu itu gue khilaf," Jawab Thalia sedikit kesal karena Bram tak kunjung peka.


"Sudah sana bersih-bersih badan lalu berpakaian, urusanmu selesaikan dirumah, jangan di apartemen gue.." ucap Bram dengan ketus.


"Nanti kalau Dino telfon lagi gimana?" tanya Thalia memasang wajah sedih.


"Kan posisinya gue mau di kamar mandi," protes Thalia.


"Ribet banget hidupmu, bawa sekalian hpmu.. gue kasih waktu 30 menit dari sekarang, loe gak siap-siap jangan salahkan kalau gue tinggal," gertak Bram.


"Iya Bram.." jawab Thalia kesal lalu bersih-bersih dan memakai pakaian.


"Masalah gue belum kelar ditambah ada masalah baru, haduhhh... kapan ini selesainya?" gumam Bram berbaring di ranjang empuknya sambil memijat kening.


Setelah Thalia selesai bersiap kini Bram beranjak dari ranjang namun di tahan oleh Thalia.


"Kenapa?" tanya Bram cuek.


"Gue.. gue takut keluar dari sini, gue takut kalau nanti ketemu Dino," rengek Thalia.


"Itu urusanmu.. udah ah gue mau pulang," ucap Bram tak mau berurusan.


"Help me Bram.." pinta Thalia memohon.

__ADS_1


"Dengan cara?" tanya Bram bingung.


"Jadilah kekasih pura-pura ku dan tolong pinjami aku uang 1 miliar untuk mentransfer ke Dino," ucap Thalia memohon.


"Gak.. gue gak mau berurusan lagi dengan kalian, jijik rasanya.. oke untuk duit bakal gue transfer sekarang asalkan jangan lagi usik kehidupan gue," ucap Bram bergidik ngeri.


"Meskipun menjijikan nyatanya tadi malam loe menikmatinya Bram, jangan berdusta," sindir Thalia kesal karena harga dirinya di injak-injak.


"Ahhh gue gak mau bahas kejadian terkutuk semalam, gue sudah bilang untuk melupakan itu," gertak Bram kesal.


"Makanya jangan ngatain gue seperti itu, gue juga punya perasaan," ucap Thalia.


"Punya perasaan sampai mudahnya di bodohi," sindir Bram tersenyum sinis.


"I..itu karena khilaf, gimana? mau minjemi duit gak?" tanya Thalia tak sabar.


"Jadi.. gak perlu loe pinjem karena gue akan memberikannya percuma tapi ada 1 syarat," ucap Bram membuat penasaran.


"Apa syaratnya?" tanya Thalia penasaran.


"Jangan lagi menganggu hidup gue mulai hari ini dan seterusnya, jangan membahas kejadian semalam pada siapapun, gue mau kejadian ini dianggap tak pernah ada," ucap Bram serius.


"A..apa?? kok jadinya rugi di gue ya?" protes Thalia.


"Terserah.. kalau gak mau yaudah," Jawab Bram enteng.


"Yayaya gue mau.. thanks Bram udah memberikan uang segitu banyaknya secara percuma," Jawab Thalia sedikit kecewa namun setidaknya berhasil mendapatkan uang dari Bram.


"Ya asal loe juga memenuhi persyaratan gue, jika dilanggar jangan salahkan gue untuk menuntutmu di kepolisian," ancam Bram.


"Astaga Bram.. segitu takutnya ya kejadian ini sampai bocor?" tanya Thalia tak percaya.


"Ya.. tentu saja karena malam itu adalah malam terbodoh di dalam hidupku, makanya aku ingin menghapus itu," jawab Bram dengan angkuh.


"Gue merasa tersakiti akibat perkataanmu Bram, secara tidak langsung gue ini wanita bayaranmu," ucap Thalia sedih.


"Anggap saja begitu.. mana ada wanita bayaran dengan harga satu miliar untuk satu malam?? kalau pun ada pasti banyak wanita rela berjejer disini, anggap saja kemarin dan hari ini adalah keberuntunganmu," ucap Bram lalu mentransfer uang ke rekening Thalia.


"Iya Bram.. aku menjadi salah satu wanita beruntung bisa memilikimu, btw.. thanks ya transferannya udah masuk," ucap Thalia tersenyum merekah.


"Kalau gitu gue pulang dulu, ingat akan janjimu padaku," gertak Bram lalu bergegas pulang.

__ADS_1


"Sialan kirain dia menyuruh gue siap-siap karena mau pulang bareng eh gak tanya malah di tinggal, kalau gini buat apa cepet-cepet prepare, kan gue masih pengen menikmati apartemennya orang kaya raya apalagi dapet duit satu miliar, wahhh mendadak kaya nih gue, mau belanja apapun udah gak mikir lagi, hahaha..." gumam Thalia tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2