PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA

PERNIKAHAN RAHASIA KESEPAKATAN BERSAMA
Episode 54-Thalia ternyata tak tulus


__ADS_3

Ketika Bram ingin kembali ke ruangan, ia melihat Thalia sedang bersama seorang pria. Karena penasaran ia mendekati sang kekasih untuk mendengarkan apa yang sedang di bicarakan.


"Itu bukannya Thalia? Kenapa dia bisa disini? Dan siapa pria yang bersamanya, kenapa mesra sekali?" gumam Bram menahan gemuruh di dada lalu mendekati mereka.


"Sayang kangen gak sama aku?" tanya Thalia bergelanyut manja.


"Sangat kangen dong.. Kenapa baru kesini sekarang?" tanya pria itu sambil memeluk pinggang Thalia dengan mesra.


"Maaf ya sayang soalnya tiba-tiba Bram ngajakin ketemu, padahal waktu itu udah prepare loh," ucap Thalia cemberut.


"Kamu masih dengan dia? Sampai kapan kamu duain aku?" tanya pria itu terkejut.


"Ya nanti sayang kan aku sama Bram belum menikah jadi aku belum dapat apapun darinya," ucap Thalia menatap pria itu dengan lekat.


"Kenapa harus sampai menikah? Tinggal porotin aja terus pasti dikasih. Kalau disuruh nunggu sampai menikah mana bisa? Yang ada aku terlalu cemburu karena nantinya aku harus berbagi sama dia," ucap pria itu tak sabar.


"Enggak akan sayang.. Sampai detik ini pun kamu gak pernah berbagi sama dia kok, mana berani dia berbuat diluar batas" ejek Thalia lalu mereka tertawa bersama.


"Berarti hanya aku pemilikmu seutuhnya?" tanya pria itu senang.


"Iya dong sayang, dia mah hanya aku manfaatin aja buat beliin ini dan itu. Kemarin aku sempet ambil saldonya sedikit sih semoga aja gak ketahuan," ucap Thalia tersenyum senang.


"Kamu ambil berapa dan kenapa bisa dengan gampangnya?" tanya pria itu heran.


"Ambil seratus juta. Waktu bayar tas posisinya dia lagi terima telfon terus dia ngasih kartu kreditnya sama aku. Kesempatan emas dong.. Setelah bayar aku langsung ke atm dan transfer ke rekeningku," ucap Thalia bangga.


"Memang kamu wanita cerdas sayang. Uangnya kamu habisin sendiri nih?" goda pria itu.


"Tentu tidak dong ini untuk kita berdua pastinya.." jawab Thalia.


"Thats good baby, mari kita party.." ajak pria itu lalu mereka bersulang.


"Sialan beraninya dia mempermainkan gue. Awas kau Thalia tak ada ampun bagimu dan juga keluargamu!!" geram Bram lalu menepuk bahu Thalia.


"Sa..sayang? kok bisa sampai sini?" tanya Thalia syok.

__ADS_1


"Dia siapa?" tanya Bram dengan tatapan membunuh.


"Dia.. oh dia temenku kuliah kebetulan ketemu disini jadi aku join," alibi Thalia dengan gugup.


"Hai bro.. nice to meet you," sapa Dino-pria yang bersama Thalia-sok akrab dan mengulurkan tangan.


"Haha oh ketemu disini? Sekarang rumahmu udah pindah disini?" tanya Bram geli.


"Ya.. ya enggak sayang. Kamu jangan salah paham ya antara aku dan dia gak ada apa-apa kok," pinta Thalia penuh harap.


"Kalau gak ada apa-apa kenapa kalian saling rangkul? Dan gue minta kembalikan uang yang sudah kau curi," ucap Bram dengan tegas.


"Uang? uang yang mana sih sayang?? kamu lucu deh," ucap Thalia mengelak.


"Gue? lucu? Iyalah memang gue lucu. saking lucunya gue gak sadar kalau selama ini dimanfaatin sama cewek matre berkedok pacar," sindir Bram.


"Kamu ngomong apa sih sayang? Gak ada kok yang manfaatin kamu. Percaya sama aku," rengek Thalia manja.


"CUKUP SANDIWARAMU THALIA.. GUE JIJIK MENDENGARNYA. APA KALIAN GAK SADAR KALAU GUE DARITADI DI BELAKANG KALIAN MENDENGAR SEMUA OBROLAN KALIAN. SEKARANG BALIKIN DUIT YANG LOE CURI ATAU GUE LAPORIN KE PENJARA," ancam Bram tak main-main.


"Ma..maaf sayang itu semua bohong kok. Aku beneran sayang sama kamu, gak pernah ada fikiran untuk itu," ucap Thalia menggengam kedua tangan Bram.


"Jangan kasar dong sama perempuan," ucap Dino tak terima.


"Kenapa? Masalah?" tanya Bram menatap tak suka.


"Jelaslah.. Semua masalah bisa di selesaikan baik-baik, apalagi dia perempuan, gak seharusnya loe perlakukan begini," ucap Dino menunjuk-nunjuk Bram.


"Cowok kere sepertimu lebih baik diam. Ngaca dulu sebelum mengatakan apapun sama gue dan untukmu, Thalia, gue sangat kecewa sama loe. Gue gak nyangka loe tega nglakuin ini padahal gue selalu memberikan yang terbaik untukmu," ucap Bram menahan amarah.


"Maaf Bram.. maaf.. Bisakah kita memulainya lagi dari awal? Gue janji akan berubah," pinta Thalia penuh harap.


"Apa? Gue gak salah denger? Karena loe belum merebut semua harta gue jadinya loe ngomong begitu. Gue udah gak sudi lagi memulai hubungan kembali dengan seorang parasit sepertimu," ucap Bram pedas.


"Aku mohon," pinta Thalia berlinang air mata.

__ADS_1


"Air mata palsu. Kembalikan uang gue sekarang juga, gue gak sudi uang yang loe curi di gunain untuk foya-foya dengannya. Cowok miskin gak punya harga diri yang hanya bisa umbar rayuan," ucap Bram jengah.


"Apa loe bilang? Sialan.. ngajak ribut rupanya," ucap Dino emosi.


"Bukan level gue.. Memang loe cowok kere yang bisanya memanfaatkan cewek buat cari duit dan memenuhi kebutuhanmu. Bodohnya Thalia mau diperdaya olehmu, untung segera ketahuan, coba kalau belum.. Bisa-bisa habis semua harta gue buat menghidupi parasit seperti kalian. Mana uangnya?" ucap Bram dengan menatap tajam.


"Uangnya udah ada yang terpakai Bram," ucap Thalia takut.


"Lancang sekali gunain uang orang lain dengan seenakmu. Masih untung hanya uang yang loe curi yang gue minta kembali, coba kalau semua barang yang pernah gue kasih trus gue minta lagi, mau ganti pakai apa? Pakai ginjalmu? Mana cukup? siap-siap saja habis ini kalian masuk penjara," ancam Bram.


"Ja..jangan Bram, gue mohon jangan laporin ke polisi. Ya sebentar gue transfer uangnya," ucap Thalia ketakutan lalu mentransfer uang pada Bram.


"Sayang jangan gila," bisik Dino tak terima uangnya dikembalikan lagi namun Thalia tidak mengubrisnya karena ia sangat takut jika Bram sudah marah.


Ting.. notifikasi hp Bram menandakan transferan masuk.


"Ok transferan udah masuk. Dan buat loe (menunjuk Dino), silahkan ambil bekas gue.. Asal loe tau alasan gue gak mau menyentuhnya karena gue kemarin sangat sayang dan menghormatinya sebagai perempuan, jadi gue gak mau merusaknya apalagi belum ada ikatan pernikahan eh gak taunya kalian di belakang gue main gila. Semakin gak sudi buat balikan sama loe Thalia. Dasar cewek murahan, matre dan gak tau di untung. Kalau bukan karena keluarga gue gimana nasib keluargamu waktu itu.. Silahkan kalian melanjutkan hubungan yang menjijikan itu," ucap Bram dengan tersenyum kecut.


"Kami melakukannya karena suka sama suka. Dia memang gak pernah ada rasa denganmu, tujuan dia pacaran ya cuma incer harta keluargamu saja. Kamunya aja yang terlalu polosnya sampai mudah di kibuli," ejek Dino terkekeh.


"Setidaknya gue tertipu belum terlalu jauh dan sekarang gue mengakhirinya.. Jangan harap gue akan balikan lagi.


Dan loe (Dino) silahkan pungut dia yang sudah seperti sampah bagi gue. Rayuan mautmu hanyalah bualan semata, memang gue pernah bodoh terlalu mempercayai Thalia dan mengabaikan apa kata papah, tapi sekarang tidak lagi.. Siap-siaplah hidup menderita seperti dulu." ucap Bram dengan angkuh.


"Jangan Bram.. gue mohon jangan," pinta Thalia memohon.


"Semua sudah terlambat, loe terlalu berani berurusan dengan gue," ucap Bram tak mau dibantah lalu bergegas pergi.


"Bram.." teriak Thalia mengejar Bram dan memeluknya dari belakang.


"LEPASIN," gertak Bram menepis pelukan Thalia.


"Maafin gue.. gakpapa kalau memang loe mau putus tapi please jangan usik keluarga gue Bram.. Mereka sudah hidup bahagia dengan kehidupannya yang sekarang," pinta Thalia menteskan air mata.


"Lantas apa urusannya dengan saya? Mau hidup enak ya kerja keras. Dan satu lagi.. Gue benci dan muak sama loe!! Gue nyesel banget dulunya pernah begitu sayangnya terhadapmu. Menjauhlah dari kehidupanku selagi kesabaranku masih ada. Jika kau masih terus mengusik hidup gue, jangan harap kalian hidup tenang," ancam Bram serius lalu kembali ke ruangan yang sudah di pesan Deo.

__ADS_1


"Sialan semuanya kacau.. Gue dapet zonk. Bisa-bisanya dia udah gak terpengaruh omongan gue lagi. Gue gak mau hidup miskin lagi," batin Thalia kesal.


"Kalau Thalia putus sama pacarnya berarti sebentar lagi miskin dong? Idih ogah gue punya cewek miskin," batin Dino bergidik ngeri.


__ADS_2