Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Kisah sedih masa lalu


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, seseorang tampak menahan emosi nya. Dia melempar semua makanan yang ada di meja nya, kemudian mengobrak abrik semua yang ada di sana.


Dia tampak geram karena Gilang membatalkan rencana kerjasama begitu saja. Mengingat semua itu, dia hanya bisa berfikir sejenak bagaimana cara menutupi semua kerugian yang akan dialami nya nanti.


...****************...


"Bagaimana kamu bisa ada disini dan kenapa kamu bisa bekerja sebagai, maaf pelayan. Bukan nya kamu kuliah di luar negeri." Pertanyaan Gilang bertubi tubi kepada Sintya.


"Awal nya aku emang berniat kuliah di luar negeri, tapi kenyataan berkata lain. Jadi impian ku hanya tinggal kenangan." Sintya kembali mengeluarkan air mata nya.


"Emang nya apa yang terjadi? Dimana ayah dan ibu kamu?" Tanya Gilang penasaran.


*Flash back on *


Setelah hari kelulusan itu, Sintya dan kedua orang tua nya berencana ingin d liburan ke Korea. Tempat yang selama ini hanya bisa dilihat dari drama saja.


"Sayang? Tahun ini kita liburan kemana?" Tanya ayah nya.


"Sebenarnya Sintya ingin liburan ke luar negeri yah, ke Korea tepat nya. Tapi kalau ayah gak bolehin gak papa kok." Jawab Sintya tampak sedih.


"Kok wajah nya sedih gitu sayang, pasti boleh lah sama ayah. Ya kan yah ?" Ibu Sintya juga ikut menimpali.


"Iya nak boleh, asalkan... " Ayah Sintya sengaja menggantung ucapan nya.


"Asalkan apa yah?" Tanya Sintya manja.


"Asalkan ayah dan ibu juga ikut." Jawab ayah nya kemudian.

__ADS_1


"Ya boleh dong yah, Sintya pasti sangat bahagia sekali kalau ayah sama ibu ikut."


Dua hari kemudian mereka langsung pergi liburan ke luar negeri. Sintya tampak senang karena liburan nya kali ini ke tempat yang sudah lama ingin di kunjungi nya dan di temani oleh kedua orang tua nya.


Di perjalanan menuju bandara terjadi lah sesuatu hal yang tidak pernah diinginkan oleh wanita itu. Dari arah yang berlawanan tampak truk besar yang melaju sangat kencang.


Truk itu menabrak mobil keluarga Sintya, sampai akhir nya kecelakaan pun terjadi.


Mereka semua dilarikan ke RSUD terdekat. Sintya yang baru sadar langsung berteriak histeris.


" Aawww... Sakit.. kenapa kaki aku sakit sekali? Dimana aku? " Setelah beberapa saat kemudian Sintya teringat dengan kejadian yang menimpa keluarga nya.


Sintya berusaha bangkit dari tempat tidur nya untuk pergi melihat keadaan ayah dan ibu nya.


"Ayah... Ibu.. Maaf kan Sintya, Gara gara Sintya ayah dan ibu seperti ini." Air mata nya mengalir begitu saja. Dia merasa kalau dirinya lah yang menyebabkan ayah dan ibu nya seperti ini.


Tangis Sintya makin pecah seketika. "Ibu.. Bagaimana keadaan ayah, kenapa ayah belum sadar juga. Ini semua salah ku bu, maaf kan Sintya." Sintya menangis di dekapan ibu nya.


Beberapa hari sudah berlalu, kini ayah Sintya sudah boleh pulang ke rumah nya. Ayah mengalami lumpuh total dan kanker otak stadium akhir.


Sintya yang baru menyadari penyakit ayah nya merasa sedih.


Hari hari yang dilalui Sintya dan ibunya hanya untuk bolak balik rumah sakit. Biaya pengobatan ayah nya sangat mahal, sekali cuci darah saja sudah menghabiskan ratusan juta.


Semua sawah dan ladang yang mereka miliki terpaksa di jual demi mengobati ayah nya. Tapi takdir pun tidak berpihak kepada nya, ayah Sintya menghembuskan nafas terakhirnya.


Sintya dan ibunya merasa sangat kehilangan sosok seorang pria yang mereka banggakan selama ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ibu nya pun jatuh sakit dan akhirnya menyusul ayah nya ke surga.


Sintya yang tinggal sebatang kara berusaha memenuhi kebutuhan hidup nya seorang diri. Dia merasa semangat hidup nya kini telah hilang.


Kemudian dia memilih untuk merantau ke Jakarta untuk memulai hidup nya yang baru. Dia menjual rumah satu satunya peninggalan kedua orang tua nya yang masih tersisa.


Itu semua dilakukan karena berharap bisa memulai hidup baru dan suatu saat nanti dia bisa menggapai cita-cita nya yang selama ini dia mimpi kan.


...****************...


Setelah sampai di Jakarta, Sintya langsung mencari pekerjaan. Tidak ada yang mau menerima nya bekerja. Tapi dia tetap berusaha untuk mencari itu.


Hari itu dia yang kebetulan sedang berjalan sambil mencari pekerjaan, dia melihat seorang wanita yang kesusahan untuk membawa barang bawaan nya ke mobil.


Kemudian tanpa basa-basi Sintya langsung menolong orang itu.


Orang itu sangat berterima kasih kepada Sintya dan memberikan Sintya beberapa lembar uang.


"Terima kasih nak, kamu sudah membantu. Ini untuk mu." Dia menyodorkan uang itu kepada Sintya.


"Gak usah aku ikhlas." Jawab Sintya.


Setelah bercerita panjang lebar dan tau maksud Sintya untuk mencari pekerjaan, tanpa berpikir panjang orang itu langsung menawarkan pekerjaan kepada Sintya.


Sintya tampak senang dan langsung menerima pekerjaan tersebut dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan hidup nya.


* Flash back off *

__ADS_1


__ADS_2