Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Suasana Baru


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu saja dengan cepat, tanpa terasa akhirnya kini Sintya Bella akan bekerja di kantor Gilang. Walaupun dirinya hanya seseorang yang menempuh pendidikan hanya sampai sekolah menengah atas, tetapi kemampuan Sintya tidak diragukan lagi oleh Gilang.


Dengan susah payahnya Gilang membujuk Sintya untuk menerima tawaran nya. Karena merasa kasian, akhirnya Sintya menerima tawaran Gilang.


Gilang yakin bahwa Sintya akan bisa memahami pekerjaan nya dengan sangat mudah. Oleh karena itu Gilang memilih Sintya untuk bekerja di kantor nya. Dan juga karena Gilang ingin selalu berada di dekat gadis yang dicintainya itu.


Pagi ini adalah hari pertama bagi Sintya untuk bekerja di sebuah perusahaan besar milik Gilang Ramadhan. Dia mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk bekerja hari ini.


Setelah selesai mandi, kemudian Sintya memakai pakaian kantor yang sudah di siapkan oleh Gilang sebelum nya.


Setelah memakai pakaian kantor nya, Sintya kemudian tampak memoles wajah nya dengan sedikit bedak dan makeup tipis.


"Akhirnya selesai juga.. Aku harus cepat nih gak boleh terlambat." Ucap Sintya pada diri nya sendiri.


Dia langsung menuju kearah meja makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat kerja. Tak butuh waktu lama bagi seorang Sintya untuk menghabiskan sarapan nya.


Setelah selesai sarapan Sintya langsung meninggalkan tempat itu untuk berjalan kaki ke arah jalan raya. Karena hanya di sana lah tempat dia menunggu tumpangan bus.


"Akhirnya sampai juga, Alhamdulillah aku gak terlambat. Orang orang masih sedikit yang sudah sampai." Gumam Sintya sambil berjalan ke arah gerbang masuk kantor Gilang.


Di sana terlihat seorang satpam muda yang sedang bertugas menjaga gerbang tersebut. Dia langsung tersenyum melihat Sintya berjalan ke arah nya.


"Permisi pak, aku mau bertanya apakah benar ini kantor nya pak Gilang Ramadhan?" Tanya Sintya sambil tersenyum.


"Iya neng manis, betul sekali. Kalau pak Gilang nya belum datang kayak nya neng. Emang nya ada perlu apa ya neng sama pak Gilang. Kalau boleh tau sih.. " Jawab satpam muda yang bernama Andre itu.


"Oh iya pak gak papa kok, aku kesini di suruh sama pak Gilang karena aku akan bekerja di kantor ini." Jawab Sintya kemudian.


"Oh gitu ya, kalau gitu gak usah panggil pak dong. Panggil mas atau Abang aja gitu.โ€ Seru Andre sambil menyodorkan sebuah kursi dan mempersilahkan Sintya untuk duduk.


"Silahkan duduk dulu di sini sambil menunggu pak Gilang. Oh iya nama kamu siapa kalau boleh tau?" Tanya Andre penasaran.


"Nama aku Sintya Bella pak, eh mas.. "Jawab Sintya sambil menyodorkan tangan nya.


"Cantik namanya ya, sama kayak orang nya." Jawab Andre terkekeh.


"Makasih mas.." Sintya merasa sungkan karena hanya duduk berdua dengan Andre di tempat itu.


Tak lama kemudian tampak mobil Gilang memasuki gerbang kantor yang sudah di buka lebar oleh Andre.


Dia hanya bisa tersenyum melihat kedatangan Sintya ke kantor nya. Berarti tawaran nya sudah di terima oleh Sintya untuk bekerja di kantor nya.


"Pagi pak... " Sapa Andre sambil mengangguk kepala ke arah Gilang.


"Hmmm.." Jawab Gilang.

__ADS_1


"Aku permisi ya mas, pak Gilang nya sudah datang. Permisi mas.." Sintya langsung meninggalkan tempat itu dan berlari kecil ke arah mobil Gilang.


"Begitu cantik nya wanita itu, bisa kah aku bersanding dengan nya ya... " Gumam Andre dalam hati.


Sementara itu dari kejauhan Gilang sudah berdiri mematung menunggu kedatangan Sintya Bella.


"Pagi pak.." Sintya masih ngos-ngosan karena berlari kecil tadi.


"Pagi juga sin, capek banget ya.. Maka nya jangan lari lari.. Oh iya sin, jangan panggil pak dong. Panggil nama aja.." Ucap Gilang dengan nada memelas.


"Gak enak sama yang lain lah, ini kan kantor kamu.. Jadi biar bagaimanapun juga aku harus panggil pak."Jawab Sintya santai.


"Terserah kamu aja deh, tapi kalau hanya ada kita berdua jangan panggil aku pak ya .."


"Kamu cantik banget hari ini, lebih cantik dari biasanya.. " Ucap Gilang yang berhasil membuat Sintya merasa tersanjung.


Sintya hanya bisa menunduk kan wajah nya menahan malu.


"Kamu kenapa sin, kok wajah nya di sembunyikan gitu. Kamu malu ya... Masuk aja yuk." Gilang melangkah kan kaki nya ke arah pintu masuk kantor nya menuju lift kusus CEO.


Karyawan pun mulai banyak yang berdatangan. Mereka hanya bisa bertanya tanya dalam hati siapa wanita cantik yang sedang bersama bos mereka.


Banyak yang merasa iri kepada Sintya karena Sintya lah wanita pertama yang berjalan bersama bos mereka selain dari ibu nya.


Banyak juga yang merasa kagum dengan kecantikan yang Sintya miliki.


"Kamu apa apaan sih Lang, jangan gitu dong. Aku kan jadi malu dan gak enak sama yang lain.. " Balas Sintya beralasan.


"Kamu kan cantik nya kelewatan, jadi kamu pantas nya di panggil tuan putri. Lagian gak ada juga yang dengar kan, ngapain harus gak enak. " Ucap Gilang santai.


"Langsung aja ke intinya ya Lang, jadi pekerjaan ku apa hari ini?" Tanya Sintya spontan.


"Oke kalau itu permintaan kamu, gimana kalau kamu yang gantiin Rio jadi asisten aku. Mau gak?" Tanya Gilang


"Jangan langsung jadi asisten lah Lang, gak enak sama yang lain. Lagian kasihan juga Rio, nanti dia kerja apa dong." Ucap Sintya polos.


"Ya banyak lah sin, Rio tu gak akan kehilangan pekerjaan. Pekerjaan dia tuh banyak." Jelas Gilang sambil tersenyum membujuk Sintya.


"Aku kerja yang lain aja deh Lang, jadi OG misalnya."


"Ya udah kalau itu mau kamu, kalau kamu capek atau udah gak betah bilang ya... Tapi jangan terlalu capek kerja nya.. " Gilang terlihat kawatir.


"Iya iya pak bos yang dulu super cuek dan sekarang berubah menjadi sangat cerewet. Siap laksanakan.. " Goda Sintya sambil berlari ke arah pintu keluar.


"Kamu tu ya, awas nanti... Tapi tunggu dulu, jangan kemana-mana dulu, aku akan memanggil Rio agar membawa kamu berkenalan dengan yang lain. " Seru Gilang.

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari arah luar, pintu langsung terbuka. Muncul wajah seorang pria dari balik pintu yang ternyata adalah Rio.


"Yo tolong bantu Sintya, bawa dia ke dapur dan perkenalkan dengan karyawan karyawan lain nya. Lo harus awasi dia jangan terlalu lelah .."Titahnya.


"Siap pak bos, ayo nyonya saya antar ke ruangan nya.." Rio tersenyum ke arah Sintya.


"Apaan sih Yo, biasa aja dong ngomong nya.. Nanti dikira orang orang kalau aku calon istri Gilang lagi." Kata Sintya setelah mereka berdua berada di luar ruangan Gilang.


"Apa salahnya sih sin, kalau emang iya bagus dong, kan gak ada juga yang melarang."Jawab Rio santai.


"Terserah kamu aja lah Yo, aku ngalah sekarang. Puas kamu... "Jawab Sintya dengan gaya sok jutek.


"Ngambek nih ceritanya... Masak cewek cantik bisa ngambek, kan gak lucu." Seru Rio dengan nada menggoda Sintya.


"Gak lah, ngapain juga aku ngambek.. gak lucu tau.. Oh iya, yang mana nih ruang kerja aku. Maksud aku ruang OG gitu." Tanya Sintya.


"Oh iya hampir aja lupa, tuh yang di sana belok kiri.. " Jelas Rio.


Rio mendahului langkah kaki Sintya dan langsung membuka pintu ruangan khusus tempat OG.


"Pak Rio mau minum kopi, kenapa harus langsung kesini sih pak. Jan bisa pesan dulu.. " Ucap salah seorang dari mereka.


"Saya bukan nya mau minum atau mau apa apa.. Tapi saya kesini mau memperkenalkan karyawan baru kita, sekaligus teman baru kalian semua."Jelas Rio dengan wajah serius.


"Silahkan sin langsung aja ke intinya."


" Terima kasih pak Rio."Ucap Sintya sambil menundukkan kepalanya.


"Baik lah teman teman semua, perkenalkan nama saya Sintya Bella. Saya akan bergabung bersama kalian semua disini. Jadi saya mohon bimbingannya dari kalian ya .. " Ucap Sintya sambil tersenyum.


"Iya... "Jawab mereka serentak.


"Nama saya Ina Maharani... "


"Nama saya Indah..."


"Nama saya Sandy... "


"Nama saya Rangga..."


"Nama saya Satria..."


"Dan nama saya Aditya..."


Ucap seorang pria sambil tersenyum dan mengakhiri perkenalan mereka semua.

__ADS_1


Mereka semua tampak senang karena mereka memiliki teman baru yang cantik dan baik.


Sintya Bella pun merasa sangat bahagia karena di sambut baik oleh teman teman nya di tempat baru tersebut.


__ADS_2