Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa
Tak Sengaja


__ADS_3

Siang itu udara terasa sangat panas. Jam sudah menunjukkan bahwa waktu istirahat telah masuk. Semua karyawan di kantor itu tampak berhamburan keluar untuk mencari makanan pengisi perut mereka atau hanya sekedar minum kopi sambil ngemil.


Dari kejauhan tampak seorang wanita cantik sedang berjalan tergesa gesa. Entah apa yang dia kejar saat ini hanya dia yang tau.


Gilang hanya tersenyum melihat wanita yang dicintainya itu dari kejauhan. Tanpa terasa jarak antara kedua orang itu semakin lama semakin dekat.


Kemudian terdengar suara " Braakkk... Auuu... Sakit" Ucap seseorang.


"Maaf pak saya tidak sengaja nabrak bapak." Ucap Sintya sambil berdiri dan membersihkan pakaian nya yang sedikit kotor.


"Saya tidak butuh kata maaf dari kamu, yang saya butuhkan hanya obat sekarang." Jawab orang itu dengan nada sedikit tegas. Orang itu pun ikut berdiri.


"Saya juga kesakitan pak, lagian bapak kan tidak apa apa. Tidak ada yang terluka, kenapa harus butuh obat." Jawab Sintya tanpa berniat mengalihkan pandangan nya ke arah orang itu.


"Kenapa kamu bisa berkata kalau saya tidak apa apa, sementara mata kamu hanya sibuk melihat kotoran yang menempel di pakaian kamu saja. " Seru pria itu kemudian berjalan lebih dekat kearah Sintya.


Dengan sedikit memberanikan diri nya Sintya berusaha mengalihkan perhatian nya ke arah orang itu. Betapa kagetnya Sintya ketika mengetahui siapa orang yang sudah dia tabrak tadi.


"Loh Gilang... kok bisa... " Seru Sintya dengan nada kagetnya.

__ADS_1


"Kok bisa apa?" Tanya Gilang kemudian.


"Kok bisa ada di sini, kan ruangan kamu di sana. " Sintya mengarahkan jari telunjuk nya ke arah ruang kerja Gilang.


"Ya bisa lah, ini kan kantor aku." Jawab Gilang.


" Ya udah deh terserah kamu aja, aku minta maaf ya karena tadi aku gak sengaja nabrak kamu. Soalnya tadi aku lagi buru buru. " Sintya merasa tidak enak kepada Gilang.


"Ya gak papa kok, emang kamu mau kemana sih. Kok kelihatan tergesa gesa begitu." Tanya Gilang penuh selidik.


" Aku tadi mau ngejar teman teman aku, mereka semua pergi keluar mencari makanan untuk makan siang. Karena aku malas keluar maka nya aku berniat menitip untuk membeli kan makan siang ku ke mereka. "


" Kamu tenang aja, untuk apa aku disini kalau gak bisa bantuin kamu." Seru Gilang sambil tersenyum kearah Sintya.


"Maksud kamu apa sih, gak jelas.. " Ucap Sintya cuek.


" Bagaimana kalau kita berdua makan siang di luar, sambil mencari udara segar gitu. Udah lama juga kita gak makan siang bareng kan.." Ajak Gilang penuh harap.


" Tapi aku gak enak sama yang lain Lang, ntar di kira nya aku kecentilan lagi. Di kira nya aku ingin hidup enak dengan menggoda bos mereka lagi." Sintya merasa tidak enak.

__ADS_1


" Udah lah sin omongan orang jangan terlalu dipikirkan, kita nikmati aja hidup ini sesuai alur nya. Ayo kita pergi sekarang.." Gilang tampak senang, tanpa sadar dia menggandeng tangan Sintya keluar.


Sintya merasa malu karena banyak karyawan yang memperhatikan mereka berdua. Sebagian dari mereka tampak berbisik bisik sambil melihat ke arah Sintya dan Gilang.


" Maaf pak bisa lepasin tangan saya, soalnya gak enak sama yang lain." Ucap Sintya merasa tidak enak.


" Oh gak papa kok sin biasa aja, maaf ya gak sengaja megang tangan kamu. Habis nya aku senang banget rasanya bisa makan siang bareng bidadari. " Jawab Gilang santai.


"Kamu apaan sih Lang, kamu muji aku berlebihan. Ntar aku terbang ke langit ketujuh, terus kamu jatuhkan ke bumi." Canda Sintya sambil terkekeh.


" Gak bakal aku biarin wanita cantik seperti kamu jatuh kok, aku akan jagain kamu sebisa aku. " Jawab Gilang.


Suasana begitu hening sejenak setelah mereka berdua berada di dalam mobil Gilang. Entah apa yang mereka berdua pikirkan, mungkin mereka hanyut dengan pikiran mereka masing masing.


...****************...


Maaf kan aku ya gays .. Udah empat hari gak update cerita Pesona Gadis Desa, soalnya aku lagi sibuk sibuk nya. Banyak banget pekerjaan yang harus aku selesaikan secepatnya, semoga kalian semua gak bosan nunggu update terbaru Gilang dan Sintya yaa ..


Sekali lagi maaf ya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2